CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.15


__ADS_3

Jika bibi Ayu sudah melesat pergi ke kuburan delod Setra, Abisheka yang memilih tidur di Gazebo sedang merayu seorang gadis cantik yang tiba-tiba ikut duduk di Gazebo. Dia ingin menuntaskan hasratnya yang dari tadi di tahan.


Dengan kasar Abisheka menarik tubuh gadis itu ke pelukannya. Di Gazebo tidak ada lampu, dengan meraba-raba Abisheka tahu kalau gadis itu hanya memakai daster.


"Tidak usah malu-malu, kita disini hanya berdua. Walaupun tidur tanpa kasur rasanya tetap enak kalau bersamamu." bisik Abisheka lagi.


Dia tidak peduli apa omongannya dimengerti karena memakai bahasa Inggris, yang jelas gadis itu merebahkan tubuhnya dan pasrah keika bibirnya menjadi bulan-bulanan Abisheka.


"Kau seperti kerasukan, jangan buru-buru." tiba-tiba gadis itu berbisik manja.


"Kamu bisa bahasa inggris, aku tidak pernah menyangka sama sekali. Kamu cocok menjadi my love partner."


"Akan aku serahkan tubuhku padamu, aku rela kamu obok-obok sampai kamu puas." kata gadis itu.


Dia membiarkan tangan pria itu berselancar ke seluruh tubuhnya. Rasa penasaran Aditya timbul ketika tangannya menyentuh gunung kembar gadis itu yang super besar. Ingin sekali ada lampu supaya bisa melihat wajah cantik ini. Dia membuang keinginannya itu karena gadis itu melempar ponsel Abisheka ke pojok.


"Tidak usah tahu wajahku, dari lekuk tubuhku dan asetku yang bahenol kau sudah bisa memastikan bahwa aku cantik dan sexy." gadis itu seolah tahu pikiran Abisheka.


"Aku penasaran sayank, namun aku yakin bahwa kamu sangat seronok. Aku menjadi gila disuguhi aset yang super jumbo." sahut Abisheka melabuhkan mulutnya ke benda itu.


Abisheka tidak peduli dimana berada, dengan nafas tidak teratur dia membuka semua pakaiannya. Gadis itu tidak mau kalah dia juga membuka pakaiannya. Lawan yang seimbang, tidak malu-malu. pikir pria itu.


"Naiklah ke tubuhku sayank, malam ini milik kita berdua. Aku harap kamu memuaskan diriku xixixi....." gadis itu tertawa cekikikan, padahal Abisheka tidak ada menggelitik pinggangnya. Aneh sekali.


"Jangan khawatir, aku akan membuat dirimu tergila-gila padaku. Malam ini kamu akan melayang di awang-awang." kata Abisheka mulai memasukan rudal squd nya. Jleb!! Abisheka berpacu dalam kenikmatan yang tidak bisa diucapkan. Mereka meracau tidak karuan.


Suara desiran angin dingin menyapu badan mereka berdua. "Seerrrrzzz...." mantap!!. Lolongan anjing membuat Abisheka lebih gila bergerak. Dia seperti kuda jantan yang lagi birahi. Gadis itu cekikikan binal.


Akhirnya terdengar suara ******* gadis itu seperti penggalan lirik lagu Commando.


"Mmh aah ooh...Mapopo popo popo..Mbona wamesha lala mmh....Wanaona haya..."


Abisheka tergeletak disamping tubuh gadis itu dengan nafas memburu.


"Gazebo ini adalah saksi bisu, dimana aku telah terpuaskan oleh bidadari malam, yang tak pernah aku duga. Siapa namamu, dimana kamu tinggal, aku akan datang ke rumahmu. Aku tidak bisa lepas darimu." kata Abisheka setelah ronde pertama terlewati dengan seimbang.

__ADS_1


"Apalah arti sebuah nama jika hasratmu bisa aku puaskan. Aku adalah istri orang yang mencari kepuasan di malam hari."


"Kamu sudah punya suami?" tanya Abisheka kaget dan takut.


"Sorry...aku tidak ingin meniduri istri orang." sambung Abisheka. Dia reflek melepaskan pelukannya.


"Jangan khawatir aku ini istri ketiga, tidak berdosa kalau aku selingkuh. Istri juga pantas bahagia. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Dia selingkuh aku juga harus selingkuh, bukankah dosa istri ditanggung suami xixixi...."


"Begitukah, tapi aku tetap takut di kroyok oleh suamimu. Aku merasa dia lelaki hebat. Aku baru menaklukkan kamu, sedangkan suamimu sudah menaklukkan tiga wanita."


"Kalau kamu tidak mau ronde kedua, aku yang memegang kendali." kata gadis itu naik ke tubuh Abisheka.


"Jangan dulu sayank, aku mengumpulkan tenaga dulu." Abisheka menolak wajah gadis itu yang menempel di lehernya.


"Rasakan permainanku, aku yakin tulangmu pasti akan rontok xixixi.."


Abisheka kewalahan diserang oleh gadis itu, dia tidak sempat berkata-kata. Tubuhnya menjadi bulan-bulanan, sesuatu yang belum pernah dia rasakan selama ini. Badannya semriwing dan otot-ototnya terasa tersedot. Aditya adalah pemuda zaman now yang sudah berkali-kali tidur dengan wanita sexy, namun kehebatan gadis ini membuat dia merem melek. Terakhir dia terkapar dengan keringat membasahi seluruh tubuhnya.


"Aku mencintaimu sayank." kata-kata klise itu keluar dari bibir Abisheka.


"Gombal, kenapa laki-laki senang gombal?"


"Karena wanita senang digombali." jawab Abisheka tertawa.


"Aku tidak senang digombali, aku lebih senang ditembak langsung. Bukti nyata."


"Sama sayank, aku juga begitu. Ini malam sekali. Darimana kamu tahu aku ada disini?"


"Bau badanmu membuat gairahku berontak. Aku menunggu suamiku keluar rumah, jam setengah dua belas, setelah dia pergi aku langsung mencarimu."


"Kamu pintar berkata-kata, aku yakin kita berjodoh. Semoga setiap saat kita bisa melampiaskan hasrat binal kita."


"Aku minta maaf jika kamu kecewa." kata gadis itu memeluk Abisheka dengan mesra. Dia duduk dan membungkuk, lidahnya yang panjang menjilati cairan Abisheka sampai bersih.


"Apa kamu lakukan sayank?"

__ADS_1


"Aku nenjilati cairanmu, kata orang-orang ini akan membuat awet muda xixixi..."


"Astaga sayank, jika kamu ingin sedot dari sumbernya. Tapi tunggu sebentar lagi, aku minum sedikit." ucap Abisheka mengambil botol Whisky dan meneguknya. Dia tidak ingin mabuk, hanya satu temukan, sekedar membasahi kerongkongannya saja.


"Oke sayank ku...aku cinta padamu." gadis itu membuai perasaan Abisheka. Rasa sedih kehilangan Kenny sirna sudah, lenyap seperti debu yang disapu angin puyuh.


"Aku akan pulang, ini sudah dini hari. Kamu pakai pakaianmu dan tidurlah."


"Aku belum puas denganmu aku ingin memelukmu sepanjang waktu." Abisheka cepat memegang tangan gadis itu.


"Mengertilah sayank, waktuku sudah habis!" gadis itu berlari meninggalkan Abisheka.


Abisheka tiba-tiba merasa takut luar biasa dan merinding. Perasaannya seketika berubah menjadi galau, hampa tanpa sebab.


Dengan meraba-raba Abisheka turun dari Gazebo setelah memakai pakaiannya. Dia setengah berlari melewati taman menuju Bungalow. Sampai di kamar dia langsung mengunci pintu dan mandi. Ada perasaan takut dan jijik menenuhi pikirannya, dia sendiri tidak mengerti kenapa bisa begitu.


Pukul. 08.15. Abisheka keluar dari kamarnya dengan wajah cerah, dia berencana jogging di sekitar kebun. Dia belum sempat tidur sama sekali. Disamping itu dia ingin melihat Gazebo tempat rendezvous mereka tadi malam.


Badannya terasa kaku sudah lama tidak olah raga semenjak di pulau Dewata. Untuk mulai hari di waktu pagi bukanlah hal yang mudah, tentu saja dia harus mengisi energi positif, supaya setelah olah raga dapat menjalani hari dengan baik.


"Pagi Tuan ganteng, pagi sekali sudah bangun, Tuan mau kemana?" tanya bibi Ayu tersenyum manis ketika mereka papasan.


"Hee bibi, aku mau jalan-jalan sekitar kebun. Kalau boleh tahu, bibi tadi malam kemana?" Abisheka curiga dengan wanita itu, siapa tahu gadis tadi malam itu bibi Ayu.


"Kalau malam saya tidur dikamar, kalau pagi pasti saya berada di dapur." jawab bibi sopan. Dia tersenyum penuh arti.


"Berapa ada pelayan disini?"


"Pelayan wanita sepuluh, saya yang paling tua umurnya disini, tapi saya masih gadis sama seperti mereka."


"Ada yang sudah punya suami?"


"Kalau masih menjadi pelayan disini tidak mungkin punya suami, jika mau bersuami harus keluar dari sini." sahut bibi membuat Abisheka manggut-manggut.


*****

__ADS_1


__ADS_2