
Saat transisi Jro dukun berubah wujud dari Kodok menjadi burung elang, seketika Raja Leak yang berwujud cobra, menyemburkan bisanya. Diluar ekspektasi.
" Wuuzzzz......"
"Aaoooowww..." Jro dukun berteriak kaget dan mengibaskan sayapnya.
"Kurang ajar, kau curang Raja Leak, kasi aku penawar racun bisamu. Wajahku dan mataku mulai terasa panas." kata Jro dukun menutup wajahnya. Dia terus berteriak-teriak sambil memicingkan matanya.
"Hahaha...rasain, kita sudah setuju dengan pertandingan ini, mengapa kau tiba-tiba kembali mendongkel."
"Kau licik!! saat aku ngelekas, kau serang aku dengan bisamu, itu menyalahi aturan. Beri aku penawar racun....."
"Xixixi..pergilah ke neraka Jro dukun, semoga roh mu mendapat tempat." kata Raja Leak tertawa ngakak.
Dia menari-nari, hatinya sangat senang. Dari balik pohon Suwar dia merayap menuju gadis yang masih tergolek di altar. Dengan nafas tertahan dia merayap naik ke dada gadis itu sambil berdesisi
Sungguh diluar dugaan, saat itulah burung elang melompat mematuk dan mencengkram leher ular cobra. Dengan sekuat tenaga ular cobra berontak, melilit kaki Elang, tapi semua itu rugi. Dia mencabik-cabik tubuh ular cobra sampai Raja Leak mohon ampun. Elang tidak luluh hatinya, walaupun ular cobra menangis histris.
Burung elang melayang tinggi menembus kegelapan malam. Jeritan menyayat dari Raja Leak tidak ada yang menghiraukan
"Ampuni aku kawan, aku mohon...tolong... tolong... aku ingin hidup."
Jro dukun pasrah kemana pun sayapnya melayang, jiwanya sudah diambang batas antara hidup dan mati. Bisa ular cobra kini sudah menjalar menyentuh hati, merayap menuju jantung. Hidupnya tinggal sejengkal. Tidak terasa air matanya bergulir jatuh ke Laut. Apakah aku akan mati diatas laut dan tubuhnya menjadi santapan ikan?
"Bagiku Jodoh itu misteri, namun kematian itu pasti. Aku tidak menyangka sebentar lagi akan mati, aku belum sempat bertobat atau merubah wujud menjadi manusia kembali. Bahkan cara bersembahyangpun aku lupa, jadi, jika kematianku sangat tidak layak aku sangat faham, karena inilah Karmaku." Jro dukun bergumam sedihb
Perlahan tapi pasti, tubuh yang melayang itu meluncur turun dan menyentuh air laut. Tidak ada yang istimewa dari kedua mayat itu. Ikan pun tidak sudi menangis apalagi manusia. Tamatlah riwayat Jero dukun dan Raja Leak.
Sudah pukul. 03.00 dini hari, Devaly semakin ngambek karena Aditya tidak menghiraukan dirinya. Dia menangis pilu saat Aditya tidak berada disampingnya.
"Lebih baik kamu berhenti menjadi sopir travel. Ngurus aku saja kamu tidak becus."
"Aku tertidur seperti kena sirep. Katanya Malamute sudah menemukanmu, apa lagi yang kurang."
"Aku benci Malamute dia penipu, dia setan berbulu Serigala, ternyata dia siluman yang bisa bicara. Dasar bajingan."
"Tapi kamu cinta sama Malamute?" tanya Aditya menahan senyum.
"Sekarang aku tidak cinta lagi, tidak lagi. Kau pikir aku gila pacaran dengan siluman, lebih baik aku bunuh diri." ucap Devaly kesal.
__ADS_1
"Mandilah, setelah itu makan. Besok siang kita akan pulang karena kapal sudah bisa menyeberang."
"Syukurlah, aku akan langsung pulang ke negaraku. Aku sudah bosan dengan manusia yang licik dan penipu."
"Secepat itu?" tanya Aditya tanpa sadar.
"Buat apa disini, tidak ada kesan yang baik, hanya ada huru hara saja."
"Maafkan aku, kamu mandilah, aku mau ke kamarnya Thasy, kata Basabi perut Thasy sakit."
"Jadi aku tidak penting, Thasy lebih penting, kamu tidak punya empaty, aku berjuang untuk hidup sendirian, jauh ditengah hutan. Sedikitpun kau dan yang lain peduli. Aku berlari dalam keadaan telanjang menembus kegelapan malam, tanpa sandal hiks..hiks.."
"Aku salah, malam ini aku akan menemanimu sampai pagi." bisik Aditya memeluk Devaly.
"Ini sudah pagi, aku benci padamu."
Aditya pasrah kena omelan Devaly, menurut Devaly dia tidak becus mencari dirinya yang diculik Jro dukun. Padahal Malamute sudah berjalan dan menggendongnya. Kalau saja Devaly tahu betapa paniknya Aditya saat Devaly hilang. Sepanjang perjalanan dia menangis saking takutnya Devaly dipakai tumbal.
Aditya duduk di sofa saat Devaly mandi. Dia bersyukur Devaly tidak mengalami depresi atau goncangan yang sangat berat.
"Tookk....tookk....tookk.."
Aditya membuka pintu, dia melihat Basabi dalam keadaan bingung.
"Ada apa Basabi?"
"Devaly lagi mandi, tanya kepada Kemoning saja, dia pasti tahu telepon dokter karena Kemoning berasal dari sini."
"Aditya tolonglah, ikut aku ke kamar Thasy dia butuh perhatian kita."
"Aku baru menyelamatkan Devaly, dia marah ketika tidak menghiraukannya. Aku nau menghiburnya dulu.
"Devaly lagi mandi, kita kesana sebentar." ajak Basabi.
Aditya dan Basabi membangunkan kemoning sudah dini hari, tapi orang-orang masih nyenyak tidur.
"Tookk...tookk...tookk..."
Tidak lama Kemoning nongol di pintu Basabi menarik tangannya dan mengajak ke kamar Thasy.
__ADS_1
"Ada apa Basabi?"
"Thasy mau melahirkan tolong panggilkan dokter."
"Astaga secepat itu, ini harus ditangani dukun. Ponsel ku ketinggalan, tunggu dulu." y
"Aku yang mengambil." kata Aditya.
"Tidak usah, aku saja."Kemoning bergegas menuju kamarnya. Dia bingung menelpon dukun mana, karena banyak dukun. Dan rata-rata dukun disini Ngiwa, bisa ngeleak dan bisa ngobati.
Akhirnya dia memutuskan mencari dukun kertha tetangganya.
"Aduuuhhhhh....perutku sakit..." Thasy berteriak terus. Air matanya membanjiri pipinya. Basabi berusaha membuat Thasy terhibur, tapi wanita itu terus menangis.
Sekitar sepuluh menit dukun Kerta datang bersama istrinya. Dia langsung menangani Thasy dengan beberapa mantra.
"Siapa yang berbuat ini?" tanya dukun Kertha nemandang Thasy.
"Jro dukun Leak yang rumahnya ada diatas bukit." jelas Aditya.
"Berat masalahnya, dia bisa datang mencuri anaknya jika dia masih hidup. Tapi jika dia sudah meninggal, anaknya bisa orang lain yang mengambil. Tidak mungkin ibunya atau kalian yang memelihara anak ini, karena akan repot mendidik nya.
Selesai bicara begitu tahu-tahu ada yang mengetuk pintu.
³Kemoning membuka pintu sedikit dan melihat istrinya Jro dukun da dua orang lagi sedang berdiri menatapnya tajam.
"Aku mau mengambil anak Jro dukun."
"Kau tidak berhak, suamimu baru berhak. Suruh dia datang dan bertanggung jawab."
"Dia sudah MATI jangan Kau sebut namanya lagi. Makanya aku yang akan merawat anak ini." kata nenek itu dingin.
"Silahkan masuk nek."
Istri Jro dukun masuk dengan wajah angker. hawa mistis seketika tersebar ketika ke tiga orang itu menatsp Thasy. Melihat yang datang nenek Leak, Basabi dan temannya spontan menyingkir.
"Kenapa yang datang nenek, Jro dukun mana?" tanya Aditya sedikit tegang.
Dia kaget melihat istri Jro dukun dengan dua pengawal bertingkah aneh. Wajah tuanya terlihat semakin serem saat dia menyeringai, kata-katanya terdengar sinis. Hidungnya mengendus-ndus sesuatu.
__ADS_1
Saat ini outfit nenek terdiri dari jubah hitam dan sepatu boot hitam, tongkat berkepala tengkorak, serta rambut gimbal.
*****