
Aditya membuka matanya, dia merasa tadi malam tidur sangat nyenyak. Seperti kena sirep. Matanya melirik Devaly yang tidur pulas. Dia turun dari ranjang perlahan- lahan. takut Devaly terbangun.
Sudah pukul.08.15 wita, Aditya melangkah ke rumah nenek. Hari ini cuaca sangat cerah sekali, ingin rasanya mengajak tamunya ke Denpasar main Banana boat, Surfing atau ke Beach Club. Apakah teman
"Tuan Aditya kita di undang oleh tetangga sebelah, tolong jam sembilan sudah bersiap." Mayang mencegah Aditya saat mau masuk ke kamarnya.
"Kalian saja yang kesana aku mau pergi dengan tamuku, nanti aku nitip amplop."
"Tidak bisa begitu Tuan, kita harus kesana, keturunan nenek tinggal Tuan saja, berbuat baiklah demi nama keluarga, setidaknya Tuan berbuat baik hanya untuk nenek."
"Aduhh..ada-ada saja. Tetangga tumben ngundang pasti ada sesuatu, aku curiga."
"Jangan Suudzon Tuan. Tetangga mungkin mau pamer, sekarang anaknya sudah lulus kuliah dan mereka mau potong gigi. Aku rasa mereka ingin memperbaiki hubungannya dengan nenek khususnya."
"Aku mandi dulu kalau begitu." Akhirnya Aditya menyanggupi. Sampai di kamar dia menelpon semua tamunya dan menyuruh bersiap mau diajak kondangan.
Hati Mayang berbunga-bunga ketika Aditya mau diajak kondangan. Dia akan berdandan cantik dan memamerkan kepada warga kampung bahwa Aditya pacarnya. Orang kaya nomor satu di kampung Drakula.
Mayang hanya akan mengajak Kiky, pelayan paling muda di rumah nenek. Dia tidak ingin mengajak pelayan lain karena pelayan lain rata-rata ada hati kepada Tuannya.
Aditya pasti akan jatuh kedalam pelukannya, dia yakin itu. Mayang mengoleskan lagi sekali lipstik dibibir tipisnya, dan berbicara sendiri seolah dialah yang hajatan sekarang.
"Mbak Mayang, aku sudah siap." Kiky nongol di pintu. Gadis tujuh belas tahun itu terlihat cantik dengan kebaya merah membalut tubuhnya yang mungil.
"Aku juga sudah selesai, tunggu saja didepan dekat kamar nenek. Apa Tuan sudah selesai berdandan?" tanya Mayang.
"Belum selesai mbak. Aku ke nenek dulu, siapa tahu nenek ikut." kata Kiky berlalu.
Saat mau ke kamar nenek dia melihat semua pelayan ngumpul di depan Bungalow. Kiky melangkah kesana dan sangat kagum ketika melihat tamunya ganteng-ganteng dan nona Devaly, Thasy dan Basabi seperti artis film.
"Apakah jadian ikut kondangan." tanya Kiky terpesona.
"Ya sayank, untung kamu cepat datang, kamu adalah pasanganku." kata Abisheka senang.
"Tidak mau Tuan, lebih baik saya tetap sendirian supaya disitu dapat gandengan." sahut Kiky dengan bahasa Inggris patah- patah.
__ADS_1
"Aku pinjam kamu sebentar supaya tidak malu-maluin. Setelah itu kamu bebas. Semua orang ada gandengan, aku juga ingin ada gandengan."
"Kiky...dia tamuku. Temenin dia dan jelaskan ada apa disana." ucap Aditya setengah memerintah.
"Ya Tuan..."
Dengan terpaksa Kiky menemani Abisheka. Saat itu Mayang datang dengan wajah marah.
"Tuan kenapa banyak mengajak orang, malu tahu dengan yang punya hajatan. Mereka pasti sudah menghitung makanannya."
"Tidak usah khawatir tamuku hanya ingin mengenal lebih jauh adat kita, dia mau membuat konten."
"Terserah lah....." kata Mayang cembrut.
Dia melangkah duluan meninggalkan rombongan. Tentu dia sangat sakit hati. Dia benci dengan Devaly yang liar.
"Ngomong-ngomong ada yang membuka hasil Vidio tadi malam?" tanya Aditya sambil memandu tamunya.
"Aku belum berani, nanti saja ramai-ramai. Aku juga ingin cerita tentang pengalamanku tadi malam." sahut Abisheka.
Tidak lama mereka sampai di tetangga sebelah, suasana sangat ramai. Rasanya seluruh kampung diundang.
'Selamat pagi Tuan, silahkan mengambil minuman dan snack." sapa empat orang gadis yang bertugas sebagai pagar ayu.
"Trimakasih..." Aditya memberi contoh cara mengambil snack dan minuman.
Sampai di dalam mereka disambut oleh Tuan rumah dengan ramah. Apalagi yang datang bule-bule cantik dan ganteng, mereka sangat antusias memberi tempat duduk yang bagus. Ternyata acara potong gigi sudah selesai tadi pagi, subuh sekitar pukul 05.00. Alasannya supaya tidak diganggu oleh Leak ngakak.
Bagi yang punya jiwa bisnis mereka langsung mendekati bule itu. Atau yang punya Villa, Hotel dan sebangsanya, jiwa bisnis mereka berontak dan mulai menawarkan traveling, kendaraan sampai kuliner. Aditya sampai geleng-geleng kepala.
"Apakah anda sudah sempat pergi ketempat exotic yang berada ditengah lautan. Nusa Penida dan Lembongan, itu nama tempat itu."
"Kami baru dapat ke Trunyan saja, mungkin lain kali." terdengar Rakhes menjawab.
"Bagaimana kabarmu Aditya." sapa Ibu nyoman yang punya hajatan. Dia mengajak
__ADS_1
putrinya yang habis potong gigi duduk di samping Aditya. Devaly hanya tersenyum.
"Baik nyonya, nenek tidak bisa datang, dia menitipkan ini." kata Aditya memberi amplop.
"Trimakasih, salam untuk nenek."
"Aditya kamu ingat melati?" tanya nyonya nyoman menatap Aditya.
"Ingat nyonya, gimana kabarnya melati, katanya sudah sarjana." tanya Aditya menoleh. Melati tersenyum penuh arti.
"Dia mau bekerja di hotelmu, Ibu pribadi minta supaya Melati diterima. Sudah sering tenang dan pengalaman tentang hotel."
"Boleh nyonya, nanti ada yang mengurus di Hotel. Tapi Daily Worker dulu, masalahnya Hotel sekarang tidak mau menerima pegawai tetap, kecuali yang setingkat manager atau supervisor."
"Melati sudah sarjana kalau dikasi DW tidak cocok. Kalau di Front Office atau manager FB dia cantik dan masih muda."
"Biasanya di Hotel bintang lima, Jenderal Managernya orang asing dan setiap divisi punya manager, jadi satu hotel banyak manager. Lebih baik bekerja dari bawah, pelan-pelan naik, kalau sudah pengalaman dan kinerjanya bagus akan cepat jadi manager."
"Daripada dia disuruh DW lebih baik Aditya ajak Melati kerumah sebagai istri." ujar ibu melati tersenyum.
"Jangan Ibu nyoman, nenek sudah meminta saya sebagai pendamping Tuan Aditya." tiba-tiba Mayang datang memberi klasifikasi.
"Sebelum janur kuning melengkung siapapun boleh mendekati. Sekarang tergantung Aditya siapa yang dipilih." sinis suara ibunya Melati.
"Tidak usah mendekati saya, karena saya sudah punya pacar, ini dia." kata Aditya menarik tangan Devaly dan mengecup pipinya.
Hening seketika, Melati langsung berdiri dan menarik tangan ibunya diajak masuk ke dalam rumah. Mayang juga sangat kecewa, tekadnya untuk membuat Devaly sakit makin menggelora.
Tamunya Aditya menjadi pusat perhatian, semua minta selfie dan berkenalan. Mereka tidak tahu bahwa Tashy adalah model dunia dan Devaly Miss Favorite.
"Selamat siang saudara kami semuanya, karena sudah siang dan sudah waktunya makan, kami persilahkan Tuan, nona-nona mengambil makanan di atas meja di depan. Perlu kami beritahu bahwa makanan ini di kirim dari tetangga sebelah yaitu nenek Saodah."
Warga saling pandang dan ragu-ragu. Aditya mengerti perasaan Warga, mereka pasti takut di "cetik". Sebagaian Warga tidak peduli dan membuka nasi kotak itu. Aditya dan tamunya juga diberi, sebelum nasi masuk ke tenggorokan ada suara menjerit dari bangku samping. Keadaan jadi kacau.
*****
__ADS_1