CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.30


__ADS_3

Nenek duduk termenung mendengarkan pengaduan Mayang yang duluan pulang dari rombongan Aditya. Hatinya sakit setiap kali mendengar penghinaan orang. Ancaman yang menyakitkan terlontar dari mulut-mulut warga yang tidak mau mengerti.


"Mereka benci kepada tamu bulenya Tuan Aditya, tidak sopan dan selalu foto selfie dengan tamunya Melati. Aku sendiri enek ngeliat Devaly dan Kiky seperti orang baru keluar dari Goa, tumben melihat keramaian."


"Terus kamu ngapain disana setelah mereka menghina nenek?"


"Aku membela nenek, kalau tidak begitu bisa saja tamu Tuan Muda diamuk massa. Tuan sendiri bengong tidak bicara apa-apa, kalah duluan. Ibu nyoman ingin membunuh nenek."


"Tidak apa, orang marah biasanya pendek pikirannya. Kita tidak tahu kebenarannya yang jelas ada orang tidak senang kepada nenek, dan kepada kita semua. Jika dia ingin membunuh nenek silahkan."


"Kalau nenek tidak melawan aku yang akan membasmi mereka, terutama Melati. Gadis itu sangat sombong, ibu Nyoman meminta supaya Tuan meminang Melati. Tentu Tuan menolak dan mengatakan bahwa Devaly calon istrinya. Itu mungkin yang membuat ibu Nyoman dan Melati membuka aib nenek."


"Aib ku hanya sebagai ratu Leak, itu sebuah kesalahan yang harus aku terima, kesaktian itu aku dapat karena diwariskan. Kalau bisa dimusnahkan dengan biaya miliaranpun aku mau. Menyandang predikat Ratu Leak sangat menyakitkan hatiku."


"Sabar saja nek, nanti juga Aditya akan nenek turunkan. Selama ini memang dia menolak, tapi setelah nenek sakaratul maut, mau tidak mau, Tuan akan terpaksa mengambil ilmu nenek."


"Aku tahu itu, dia tidak mungkin tega melihat neneknya dalam keadaan sekarat. Semoga saja Aditya mengerti." ucap nenek datar.


Mayang cepat menyingkir ketika mendengar suara Aditya dan Kiky. Dia mengintip dari dapur ketika rombongan Adtya menuju nenek yang sedang duduk di taman.


Abisheka yang tadi malam melihat ada orang makan bangkai anjing disitu tidak mau duduk bareng, dia mengambil kursi kayu dan duduk agak jauh dari nenek. Mata Abisheka fokus memperhatikan kolong meja dan sekitarnya. Dia juga berusaha mencium bau yang keluar dari meja dan sekitarnya. Tapi tidak ada yang patut dicurigakan.


"Selamat siang nenek, apa nenek sudah mendengar berita dari tetangga kita?" tanya Aditya dengan wajah lusuh.


Aditya dan teman bulenya duduk semeja dengan nenek. Tapi Kiky, tidak ikut duduk karena dia hanya pelayan. Nenek akhirnya menahannya dan menyuruh kembali duduk.


"Makanya nenek curiga kenapa ibu Nyoman tumben menyuruh kita mengeluarkan nasi, padahal kita bermusuhan. Mayang asal menyanggupi permintaan mereka, dia tidak terus terang kepada nenek."


"Sudahlah nek, semua sudah terjadi, aku nanti malam menyambangi mereka." kata Kiky duduk disamping Abisheka. Pria bule itu langsung mengecup pipi Kiky yang tembem.

__ADS_1


"Kiky tidak sopan ada nenek kamu main kecap kecup, sana kedapur." Kadek Sri melotot melihat Kiky. Baru kenal sudah nemplok. bathin Kadek kesel.


"Maaf nek, aku tidak sengaja." kata Kiky cepat ke dapur. Tapi Abisheka menguntit Kiky dari belakang.


"Kiky jangan pergi kita bercerita dulu." kata Abisheka.


"Jangan ikut, aku mau kerja, nanti malam kita ke Gazebo memandang langit."


"Betulkah itu aku tunggu kamu sayank." sahut Abisheka kembali ketempat nenek. Dia melihat wajah nenek muram.


"Maaf nenek, aku memberi saran supaya nenek jangan banyak berpikir. Aku sudah mengerti apa yang terjadi, biarkan orang menuduh apapun yang penting nenek sehat. Umur nenek tidak seberapa lagi, sudah tua renta. Aku sarankan supaya nenek istirahat saja." kata Abisheka dari tempat duduknya.


"Nenek masih awet muda jangan salah, orang lain yang seumur nenek sudah semua meninggal." ketus suara nenek tersinggung.


"Awet muda apa, itu namanya awet tua hahaha, kalau awet muda itu baru Kiky." kata Abisheka berdiri dan beranjak ke dapur.


"Aditya apa rencana mu selanjutnya, apa kamu akan ke kota bersama tamunya?" nenek mengalihkan percakapannya.


"Tidak nek, kami belum sempat ketempat lain, rencananya mau ke Sangeh atau ke Pegenungan. Tergantung nanti, belum ke Nusa Lembongan atau ke Nusa Penida."


"Asal ikutin peraturan supaya tidak kejadian lagi. Nenek maunya supaya kamu menjauhi Devaly dan mendekati Mayang. Buat apa cantik tapi tidak bisa ngapain, Devaly tidak bisa terjun ke Masyarakat untuk melakukan kegiatan apapun."


"Nenek banyak sekali warga kita menikah dengan bule, tapi mereka bisa mengikuti aturan di Masyarakat. Tidak ada yang aneh-aneh, malah rasa sosial mereka lebih tinggi."


"Jangan membantah nenek, kalau ingin selamat." kata nenek berdiri. Orang tua itu ke dapur mencari Kiky. Gadis belia itu sedang menemeni Abisheka makan siang.


"Koq makan disini Abisheka, temanmu semua berada disana." kata nenek seraya ikut duduk semeja dengan Kiky dan Abisheka.


"Maaf nek, tadi malam aku keluar mau ke Gazebo mencari angin, tiba-tiba aku melihat ada orang makan bangkai anjing di meja makan di sana." jawab Abisheka menunjuk ke tempat teman-temannya makan.

__ADS_1


"Mungkin kamu salah lihat, tidak ada begitu. Orang sering melihat aneh-aneh tapi itu halusinasi."


"Rasanya aku tidak salah lihat, karena kami melihat Leak jadi mobil Van. Aku sih gak takut, malah lucu. Kenapa tidak jadi uang supaya bisa di pakai belanja hahaha..."


"Hahaha...kamu lucu Abisheka, apa kamu senang dengan Kiky?"


"Gimana tidak senang, dari tadi nempel melulu sampai lupa tugas." semprot Mayang melirik Kiky.


"Aku ingin menikah dengan Abisheka." kata Kiky tidak peduli. Semua pelayan keluar mendengar pernyataan Kiky. Tidak terkecuali bibi Ayu.


"Kiky telan omonganmu jika kamu ingin hidup, kalau kamu nekat, mayatmu besok akan tergantung di pohon Randu di kuburan desa." bibi Ayu memperingati Kiky dengan luapan emosi, karena Kiky keponakannya.


"Aduhh bibi bacot...."


"Bacot apa, Abisheka sudah milik orang lain jangan kamu nikung. Kamu pikir tidak sakit hati pacar kita diambil, dasar genit."


"Abisheka jomblo, aku tidak bersalah." jawab Kiky menyeringai. Semua terdiam, mereka maklum Kiky tidak tahu apa-apa karena ilmunya cewek. Istilahnya baru belajar, tapi sudah merasa pintar. Padahal baru bisa jadi monyet kecil. Kasihan sekali.


"Kiky apa kamu mau kerumah Melati nanti malam? hati-hati mereka pasti mencari dukun. Lebih baik kamu urungkan niatmu." kata nenek mengalihkan pembicaraan.


"Aku belajar nek, kalau tidak diuji kapan tahu kita pintar. Aku tidak mau seperti yang lain, menunggu terus. pulang dari sana aku mau tidur bersama Abisheka. Kapan lagi happy."


"Tidak apa-apa Kiky apa maumu kerjakan saja, yang penting aku sudah memperingati." ketus suara bibi Ayu.


"Masuk ke dapur ngapain kalian pada keluar. Biarkan anak itu mati." bentak bibi Ayu sewot.


Kiky bangun dan mengajak Abisheka ke Gazebo dekat kolam renang. Bibi selalu banyak mulut, dia tidak ingin perawan tua seperti bibi. Dari dulu jadi pelayan kapan nikahnya. Dasar bawel.


****

__ADS_1


__ADS_2