CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 67


__ADS_3

Mayang di kamar mandi muntah-muntah, semua isi perutnya keluar. Air matanya sampai menetes karena mual. Bau anyir darah segar memenuhi ruangan. Perutnya sakit karena terus menerus muntah.


Bayangan Abisheka terlintas di otaknya. Dia merinding mengingat mata Abisheka yang mendelik ketika menghembuskan nafas terakhir. Disisi lain dia bersyukur keadaan nenek sudah sekarat, itu yang dia inginkan. Akhirnya ada jalan menuju keberhasilan.


Tunggu Aditya pulang, dia akan mengatakan pesan nenek. Trimakasih Abisheka, aku tidak menyangka kamu membawa berkah. bathin Mayang. Dia sangat bersukacita berharap hari ini cepat berlalu.


Walsupun badan Mayang sangat lelah, tulangnya seperti remuk melawan Abisheka dan nenek, tapi dia berusaha membersihkan darah di kamar mandi, kamar tidur dan di lantai sepanjang koridor. Dimana-mana ada darah. Gara-Gara kaki Macan yang penuh darah dan menempel di lantai saat berjalan.


Di Hotel Queen. Aditya sedang berbahagia, setelah menikah di catatan sipil Aditya dan Devaly berbulan madu di Hotel Queen. Made dan Basabi tidak mau mengikuti jejaknya karena banyak pertimbangan. Terutama dari pihak Made yang orang tuanya masih fanatik.


Setelah Aditya menikah kemungkinan besar dia akan menghabiskan hari tuanya di kota, dia bisa sekali-kali datang menjenguk nenek, dia ingin menjauh dari hingar bingar Club Leak yang menyita pikirannya. Dengan cara melakukan Tapa, Berata, Yoga, Semadi dia yakin ilmu hitam itu bisa dikendalikan bahkan bisa di musnahkan. Siapa tahu?!.


Pagi-pagi sekali Aditya sudah dibangunkan oleh deringan ponselnya. Dia malas bangun, karena masih mengantuk. Dia melirik Devaly yang tidur nyenyak. Akhirnya dia menikahi Devaly yang super cantik, dia sangat bahagia.


"Kriingg...kriingg...kriinggg..."


Aditya terpaksa bangun. Dia mengambil ponselnya dan melihat siapa menelepon, ternyata bibi Ayu.


"Hallo ada apa bibi?"


"Tuan Pulanglah, nenek stroke tidak bisa bergerak. Mungkin dia kalah melawan Leak lain, nenek tadi malam ikut bertanding di desa sebelah."


"Sudah ajak kerumah sakit?"


"Buat apa Tuan, ilmunya masih setengah, dia akan meninggal setelah ilmunya di cabut dan dipindahkan ke pewaris lain. Nenek masih hidup karena ilmunya." jelas bibi.


"Kita tidak tahu bi, siapa tahu nenek bisa sehat kembali."


"Kalau kalah melawan Leak pasti mati atau sakit tidak bisa bangun. Urus di rumah saja kita sudah tahu penyebabnya. Tuan cepat pulang, ini bukan masalah nenek saja Abisheka juga meninggal, jazadnya hancur seperti dimakan binatang buas. Mungkin di kebun adalah Macan atau beruang."


"Astaga, aku akan pulang. Jangan panik, suruh Rakhes menelepon keluarganya dan aku menelepon ke dutaan."


"Tolong Tuan cepat pulang supaya ada yang bertanggung jawab karena polisi sudah datang dan masyarakat juga sudah ramai."


"Ya bi aku segera pulang."

__ADS_1


Aditya memutuskan sambungan teleponnya dan menghampiri Devaly. Dia memandang wanitanya dengan perasaan cinta. Aditya membungkukan badannya dan mengecup pipi istrinya.


"Sayank..bangun, kita akan segera pulang ke Bungalow." bisik Aditya sambil mengelus rambut Devaly.


"Aku masih ngantuk, kamu janji kita akan seminggu disini, ini baru sehari."


"Bangun dulu aku akan cerita."


"Cerita lah aku akan dengerin."


"Abisheka meninggal dunia."


"Aahhh!!" Devaly kaget dan meloncat bangun.


"Apakah yang kamu katakan itu benar, aku tidak menyangka dia begitu cepat meninggal padahal dia masih muda." kata Devaly sedih.


"Mari kita mandi supaya cepat ke Bungalow."


Menikah dengan orang yang kita cintai, luar biasa bahagianya. Apalagi saat mandi bareng tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata sensasinya sangat dalam.


"Aku menginginkan." bisik Devaly.


Aditya hanya tersenyum, dia tidak bergairah sama sekali. Pikirannya melayang ke nenek dan Abisheka. Tragedi yang terjadi saat ini mungkin lebih dasyat dari sebelumnya.


"Kenapa diam?" tanya Devaly curiga.


"Aku ingin cepat ke nenek." gumam Aditya. Dia berusaha menekan suaranya, karena Malamute ingin keluar. Sisi buruknya meronta minta bermesraan dengan Devaly. Dia kadang kesal selalu diganggu Malamute.


"Owhh..aku mengerti." Devaly kecewa, dia keluar dari kamar mandi. Aditya kasihan kepada istrinya, tapi kalau dilayani bisa tiga jam. Akhirnya dia punya ide, dikamar ini lumayan gelap.


"Sayank aku ke menager Hotel dulu, tunggu sebentar." kata Aditya ngeloyor pergi. Devaly hanya mengangguk.


Setelah Aditya pergi Devaly bukannya ganti pakaian, dia malah merebahkan tubuhnya di ranjang. Rasa kantuknya datang lagi, dia memejamkan matanya hendak tidur, tapi dia dikejutkan oleh Malamut.


"Malamute kenapa ada disini, jangan ganggu aku. Pergi, aku sudah punya suami." bentak Devaly ketakutan, kalau-kalau Aditya nongol di pintu.

__ADS_1


Bukannya pergi Malamute malah membuka selimut dan memeluk Devaly. Malamute mengendus dan mencium Devaly, wanita itu berusaha berontak tapi jilatan Malamute mampu membuat Devaly berdesah. Akhirnya dia pasrah dan membiarkan Malamute meloncat kepunggung nya dan menggoyang tubuh Devaly dalam tempo sedang.


"Malamute...kau racun...aku tidak-tidak bisa menolakmu....." ceracau Devaly yang tidak di mengerti.


Malamute tidak peduli dia terus menggasak Devaly sampai wanita itu keenakan dan terus menjerit-jerit. Setelah puas mempermainkan Devaly, Malamute segera menggoyang tubuh Devaly tempo cepat sampai gunung kembar Devaly ikut bergoyang.


Devaly tidak mengerti akan tenaga Malamute yang Supersonic. Dia sampai ambruk ketika permainan sudah mencapai puncak. Devaly pasrah ketika Malamute mencium, menjilati wajahnya serta tubuhnya.


Devaly turun dari ranjang menuju kamar mandi, kakinya sampai gemetar di gempur oleh rudalnya Malamute. Dia bersandar di tembok kamar mandi memulihkan tenaganya dan mengatur nafas.


"Yank ko mandi lagi?" tiba-tiba Aditya membuka pintu kamar mandi.


"Aku..aku..gerah." jawab Devaly.


"Bukankah tadi kamu sudah mandi, kenapa badanmu basah begitu."


"Tadi lari dari tingkat lima, sekalian olahraga."


Mereka sama-sama berbohong, Aditya segalanya tahu, sedangkan Devaly tidak tahu apa-apa. Mereka mandi dengan pikiran masing-masing.


Selesai mandi Devaly dan Aditya bergegas berpakaian dan keluar dari kamar, Basabi dan Made sudah menunggu dari tadi.


"Pengantin baru leletnya nggak ketulungan. Sudah hampir jam sembilan. Aku sampai capek menjawab telepon bibi Ayu."


"Aku lagi bicara ke semua Manager, mana sempat begituan, coba tanya Devaly." kilah Aditya tersenyum tipis.


"Hemm...aku juga begitu." jawab Devaly menunduk. Mereka tertawa bersama melihat Devaly yang wajahnya memerah.


"Made, tolong agak kencang. Aku kepikiran sama nenek. Perjalanan ini memakan waktu sekitar dua setengah jam kalau lewat bypass. Kita juga berhenti di supermarket untuk beli minum."


"Siap Tuan, kita akan mencari drive thru di sekitar Sanur." kata Made memacu mobilnya lebih kencang.


"Aku tidak habis pikir kenapa Abisheka bisa dimakan Macan. Sedangkan tidak ada yang memelihara Macan. Kejadian ini pertama kali terjadi." ucap Basabi memecahkan keheningan


"Aku sebenarnya curiga dengan Mayang, dia itu perempuan ambisius dan agak mistis.Tapi aku tidak menuduh kalau dia seorang Leak.

__ADS_1


*****


__ADS_2