CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 98


__ADS_3

Malam hari adalah jam begadang Paijo dan Nenek Bungkling, hari-harinya bertambah bergairah tatkala dia bisa menghasilkan uang ketika berubah wujud. Jika menjadi Leak membuat mereka bisa menghasilkan uang kenapa harus bersedih. Teruslah menjadi Leak sampai kaya. pikir Paijo.


"Coba dari dulu aku mencuri sudah kaya sekarang. Senangnya punya dua kambing." kata Paijo sambil mengelus punggung kambingnya.


"Makanya kamu harus menurut padaku, nanti aku kasitahu orang-orang yang tajir melintir di jalan Drakula." sahut Mayang.


"Aku takut berhadapan dengan Leak Drakula, lebih baik mencuri ke desa sebelah. Hampir semua warganya petani cengkeh dan kopi. Habis panen uang mereka disembunyikan dibawah kasur, setelah berkumpul banyak baru dibawa ke koperasi desa."


"Paijo sudah memata-matai warga sekitar, hati-hati terciduk. Aku mengingatkan saja. Dulu ada Leak suka mencuri, tidak ada yang berani menegur saking saktinya orang itu. Semua orang takut padanya. Namun, segala perbuatan buruk akan menuai karma buruk, saat orang itu mencuri dirumah orang kaya, seekor anjing Doberman mencabik-cabik tubuhnya. Rupanya anjing Doberman tidak mempan mantra sirep." ucap nenek membuat Paijo terdiam.


"Merinding aku mendengar cerita nenek, tapi disini tidak ada orang kaya yang memelihara anjing Doberman. Jangan menakuti aku."


"Nenek cuma bercerita masa lalu, kamu tidak boleh takut hahaha..."


"Benar Paijo tidak boleh takut." kata Mayang memberi semangat.


Keresahan warga desa mulai terlihat, mereka melaporkan kehilangan yang terjadi. Anehnya kadang yang hilang tidak masuk akal, telor ayam, alat pancing atau kain sarung yang di jemur, bahkan pernah juga hilang beberapa kilo beras, sepeda jelek dan banyak lagi yang aneh hilang.


Setelah diadakan siskamling, banyak yang melihat ada seekor anjing lewat di jalan desa, anjing itu sering menggigit barang-barang dan lari cepat jika ketemu orang. Jadi warga berkesimpulan anjing itu adalah Leak yang suka mencuri, karena setiap malam ada yang kehilangan.


Untuk menanggulangi terjadinya pencurian terus menerus, seluruh warga memagari rumahnya dengan sarana gaib penangkal Leak. Para dukun sakti panen duit, karena semua warga butuh penangkal Leak dan sihir. Sang dukun keliling desa mengujar mantra dan mengajak semua orang untuk ikut berpartisipasi.


Paijo memegang kepalanya, dia tiba-tiba stres, tidak satupun barang curian yang bisa dibawa pulang. Dia berjalan kesana kemari tanpa hasil. Karena desa-desa yang sering disambangi seperti tertutup. Warga mulai memagari desanya dengan ilmu gaib. Paijo melihat desa seperti awan gelap. Padahal dia mengincar burung merpati kipas yang berada di rumah pak Lurah.

__ADS_1


Akhirnya Paijo menyerah, malam ini ia pulang dengan tangan kosong. Sampai dirumah dia bersandar di tembok dengan tatapan kosong. Nenek baru saja mau pergi ke jalan Drakula mencari barang-barang Mayang yang tertinggal.


"Paijo kenapa bersedih, apa kamu diuber warga atau kamu mendadak sakit?" tanya nenek duduk di kursi kayu dekat Paijo.


"Aku lelah nek, malam ini aku mau istirahat di rumah, gantian nenek yang pergi." sahut Paijo menutupi apa yang sebenarnya terjadi.


"Kalau begitu nenek yang pergi, kebetulan malam ini nenek berencana ke rumah Aditya untuk menyelidiki situasi disana. Sudah ada seminggu Aditya dan pelayan tidak muncul untuk mencari Mayang."


"Bagaimana mereka mencari, nona Mayang sengaja bersembunyi. Aku yakin mereka mencarinya tapi tidak ketemu. Mereka tidak menyangka kalau nona Mayang bersembunyi di rumah gubuk di belakang kuburan. Siapa yang berani lewat kesini, orang matipun hanya di depan saja, tidak pernah kebelakang kremasinya."


"Jaga rumah, nenek mau ngelekas." kata nenek beranjak pergi.


Setelah nenek pergi Paijo iseng ke kamar Mayang, dia ingin memastikan kalau nonanya sudah tidur. Betapa kagetnya ketika melihat junjungannya, mata Paijo terbelalak melihat nonanya dalam keadaan setengah telanjang. Tapi dia cepat maklum karena di kamar nonanya panas sekali. Tidak ada kipas angin atau AC.


Jiwa mudanya berontak, hasrat perjakanya terhipnotis oleh kegairahan yang meluap. Paijo meloloskan semua pakaiannya dengan buru-buru. Dan..jlebb!!, Paijo merasa aliran listrik mengalir keseluruh tubuhnya. Sesuatu kenikmatan yang belum pernah dia rasakan. Paijo tidak peduli apa Mayang sadar atau pura-pura tidur, Paijo mulai menggerakkan pinggulnya. Mata Mayang tetap meram tapi bibir Mayang nengeluarkan erangan.


"Aahhh....uuhhh..."


Karena Paijo awam, ini baru pertama kali nya dia mendayung, jadi Paijo tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Dia bangga melihat ekspresi Mayang yang puas. Baginya sikap Mayang yang pasrah saat ditembak sudah membuat Paijo senang.


"Nona..kau dewiku, sorga di bumi, aku akan menuruti semua perintahmu...." ceracau Paijo di sela-sela genjotan mautnya. Mayang diam tetap menutup mata.


"Kenapa baru kusadari, bahwa ada yang lebih enak daripada mencuri...aku merasa telah menjadi perampok sekarang...." mulut Paijo terus mengoceh.

__ADS_1


Paijo...Paijo...kau sungguh hebat, kau juara satu dari sekian lelaki yang pernah tidur denganku. Aku merasa megap-megap saat rudalmu menembakku. Walaupun keringatmu bau kambing, tapi goyanganmu sanggup merontokan tulang belulangku. Sakit kakiku kalah dengan keliaranmu. Kau begitu buas dan memabukkan. bisik Mayang dalam hati. Dia sangat surprise mendapat perjaka ting-ting.


Mayang yakin dia akan semakin awet muda dan ilmunya bisa bertambah tinggi kalau mendapat perjaka. Duhh...kapan lagi Paijo, ini permulaan yang dibutuhkan, hehe!.


Lupakan Paijo yang senewen dengan ronde selanjutnya, kita telusuri perjalanan nenek Bungkling menuju ke jalan Drakula. Sampai di kebun belakang rumah Aditya, Gorila itu berjalan pelan menuju taman dan berhenti di depan kamar Aditya. Sangat sepi, sisa-sisa kelelahan masih terasa.


Suasana mistis tidak begitu terasa, malah sekarang terdengar suara mesum dari kamar Aditya. Darahnya mendidih saat ingat cerita Mayang yang hamil tanpa dinikahi Aditya. Perlahan Gorila itu mengintip dari jendela terbuka yang cuma ditutup gorden. Dia lalu masuk lewat jendela, kamar agak gelap karena lampu mati, yang menerangi kamar cuma nyala TV.


Samar-samar terlihat seorang lelaki dalam keadaan polos sedang menonton TV, rupanya film seronok yang ditonton. Lelaki itu terlalu fokus dan tidak menyadari ada Gorila yang mengujar mantra Silap Mata. Setelah lelaki itu belingsatan Gorila tancap gas dan naik ke tubuh lelaki itu.


"Hugghhh...." lenguh lelaki itu kaget melihat gadis cantik diatas tubuhnya. Lelaki itu kini berada dibawah sihir nenek.


Gorila merasa senang, dia terus membuat atraksi mesum yang membuat lelaki itu merem melek.


"Ohh ahh..mapopo popo popobona wamesha lala mmh..."


Irama manis dan nikmat saat Gorila memberi sentuhan romantis di setiap goyangannya. Tidak terasa jarum jam terus berjalan seiring liarnya permainan Gorila. Ketika lelaki itu mencapai *******, diapun kaget dan sadar bahwa yang berada diatas tubuhnya bukan gadis cantik, tapi Gorila yang menyeramkan.


"Aagghhhh....." teriakan itu keluar, cepat Gorila menutup mulut lelaki itu supaya diam. Namun teriakan pendek itu sanggup membuat pelayan bangun dan berlari ke halaman.


"Ups...kau tidak tahu trimakasih!!" bentak Gorila marah dan mencekik leher si lelaki, kemudian Gorila berdiri dan membanting lelaki itu berkali-kali.


"Kurang ajar hampir ketahuan." bathin Gorila mengintip pelayan yang berhamburan keluar kamar. Untung mereka kembali ke kamarnya masing-masing setelah tidak ada teriakan menyusui.

__ADS_1


*****


__ADS_2