CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 70


__ADS_3

Malam semakin larut, suasana mistis sangat terasa, membuat bulu kuduk merinding. Nun jauh di kebun nenek, suara lolongan anjing terdengar sayup-sayup semakin lama perlahan mendekat dan kini berada di Gazebo pertama. Berarti dekat kamar nenek.


Rakhes dan Thasy yang kini kembali "rujuk" terlihat berada di lobby sedang melakukan LDR atau Long Distance Relationship dengan keluarga masing-masing. Tentu Manager Thasy terus bertanya-tanya kapan pulang, karena sudah lewat seminggu Thasy beserta teman-temannya belum ada tanda-tanda ingin pulang.


Sedangkan Basabi yang juga berada di lobby saling berbisik dengan Made, mengulas arti suasana malam ini.


"Kita perlu bawang dan garam." kata Basabi menatap Made.


"Tapi adanya di dapur, ini sudah jam sepuluh malam, aku takut ke dapur." sahut Made wajahnya mengkerut.


"Kita cari Aditya dan Devaly di kamar nenek, mereka lebih berani. Jangan-jangan mereka tidak nongol-nongol karena takut keluar dari kamar nenek."


"Bisa jadi. Kita ajak Rakhes dan Thasy ke dapur. Dari dapur kita ke kamar nenek." kata Made berdiri. Mereka berdua mendekati Rakhes dan Thasy.


"Kalian berdua anterin kita ke dapur, terus mencari Aditya dan Devaly di kamar nenek. Kita harus punya bawang dan garam untuk menjaga diri. Sepertinya banyak orang menjadi Leak malam ini."


"Hahaha....Made dan Basabi seperti botol dan tutupnya, cocok sekali. Kalian berdua selalu memikirkan Leak, mistis, jauhkan otak kalian dari pikiran black magic, sudah lewat zaman mesolitikum." kata Rakhes tertawa.


"Bruuggh..." sebuah dorongan keras menimpa Rakhes sampai jatuh. Gantian mereka bertiga tertawa melihat Rakhes ambruk seperti sekarung beras.


"Makanya jangan sombong, jatuh sendirian. Jangan-jangan Leak yang mendorong kursimu." kata Thasy tertawa.


"Kursinya memang reot, aku pindah ke sofa saja." kata Rakhes meringis, busyet seperti ada tenaga besar mendorongnya. bathin Rakhes, tapi dia diam karena malu.


"Aku tidak takut sama Leak, tidak segampang itu Leak bisa menyakiti kita, kecuali kita ada salah sama mereka. Aku bukan menantang, tapi pikiranku begitu. Di seluruh dunia ada ilmu hitam asal kita tidak menyentuh mereka, kita tidak bakalan disentuh."


"Setuju Rakhes, kamu benar sekali. mari kita ke dapur mencari garam sama bawang." kata Basabi menarik tangan Rakhes.


"Kita harus mengundang produser untuk membuat film dokumenter disini. Suasana malam ini merangsang rasa takut ku. Aku seolah ingin berteriak dan marah..." kata Rakhes menepuk dada.


"Jangan banyak tingkah, mari kita ke dapur." Basabi mengajak mereka ke dapur.


"Benar kata Rakhes kita harus mengeluarkan rasa marah supaya takutnya hilang."


Mereka malah bernyanyi Rock mengusir rasa takut. Bungalow dan dapur cukup jauh, dan lampu seolah sengaja di matikan. Mereka terpaksa memakai senter dari ponselnya.

__ADS_1


"Hii..hii...ada monyet." kata Thasy melihat ke samping.


"Biarin saja, jangan takut. Kita manusia sejati, dia siluman!!" kata Made kesal.


Tiba-tiba ada kain kapan terbang diatas mereka bergulung-gulung..Spontan mereka berteriak kaget.


"Jangan panik mereka akan senang, lebih baik kita berdoa. Mereka sengaja membuat mental kita down supaya mereka gampang membunuh kita." teriak Basabi.


"Apa mereka tidak mengantuk besok kerja. Kalau besok ada yang menguap dengan mata merah, berarti dia yang jadi Leak malam ini."


"Benar itu, besok kita ke dapur menyelidiki siapa saja yang bisa ngeleak supaya bisa di viralkan." Rakhes sengaja menyindir Leak yang sedang bersembunyi di pohon-pohon.


"Bagaimana kalau kita vidioin, nanti wajahnya akan jelas terlihat. Setelah itu kita unggah di youtube, supaya polisi datang menangkap mereka satu persatu."


"Tuhan memberi kita tubuh sempurna, malah memilih menjadi siluman......"


"Wuuzzzz...Wuzzzz...Xixixi...."


"Brengsek...dasar Leak!!" mereka berteriak kaget ketika angin kencang menerpa tubuh mereka.


"Krauxx...krauxx....krauxx...." tiba-tiba seekor babi jantan dengan taring panjang datang menghadang mereka. Leak "Bangkal" sangat besar dan seram.


"Krauxx...krauxx...krauxx..." babi itu bukannya pergi, malah menerjang mereka.


"Cepat lari ke dapur..." teriak Made dengan suara kencang. Mereka berempat lari ke dapur. Untung dapur tidak dikunci, mereka masuk dan mengunci pintu dari dalam.


"Dia menghadang kita, bagaimana caranya supaya kita bisa keluar."


"Itu Leak, kemanapun kita lari dia bisa mengejar, karena dia siluman bukan binatang pada umumnya. Satu-satunya jalan kita nerapal mantra." kata Made mengambil piring bawang dan garam. Mereka duduk bersila di lantai sambil mengujar mantra.


"Syem sapawani ring Dukuh Sakti, are you asengker gana, inderan I Dukuh Sakti gedong mas akey, Ong inderan I gedong slaka akey, Ang inderan I am gedong copper akey."


Setelah membaca berulang-ulang, Made berdiri dan on tiptoe. Perlahan dia membuka gorden jendela dan melihat keluar. Hatinya senang, ternyata tidak ada satupun Leak.


"Mereka lenyap, kita cari Aditya di kamar nenek." kata Made semangat. Mereka bertepuk tangan.

__ADS_1


"Horee... kita berhasil, teruskan mengujar mantra." sambung Made.


Mereka keluar dari dapur sambil melempar garam krosok dan bawang merah. Sampai di kamar nenek, Made langsung masuk.


"Aaaaa......" mereka kaget bukan kepalang melihat Devaly tidur disamping nenek dalam keadaan setengah telanjang. Tubuhnya di tutup kain putih yang berisi gambar Leak.


Sedangkan Aditya masih berpakaian lengkap, tidur di lantai seperti pingsan. Kata dokter nenek dalam keadaan stroke, matanya terus terbuka dan bergerak-gerak. Kalau dilihat memang tubuhnya tidak bergerak, hanya matanya yang bergerak-gerak. Tapi kenapa saat Made masuk lidah nenek terlihat sangat panjang. Padahal menurut Mayang nenek stroke, karena berantem dengan Abisheka. Nah, siapa yang menjadi macan memakan Abisheka? tidak mungkin nenek donk?!


"Made ini acara apa?" tanya Basabi kaget.


"Cepat bangunin mereka, atau tebar garam dan bawang." perintah Made.


Setelah mereka menebar garam dan bawang terdengar di luar suara berantakan dan ribut. Ada suara mengaduh keluar dari tubuh nenek sungguh aneh.


"Basabi, bangunin Devaly." perintah Made.


Dia dan Rakhes berusaha membangunkan Aditya, tapi pria itu tidak bangun-bangun seperti orang pingsan. Devaly pun begitu.


"Disini aneh, gimana kalau kita gendong ke Bungalow. Ini bukan pingsan seperti ada Roh jahat yang mengendalikan."


"Kita berdua yang memanggul, mereka berdua menebar garam dan bawang." kata Made.


"Tookk..tookk...tookk..."


Suara ketukan pintu mengagetkan mereka, Thasy mau membuka pintu. Tapi Made cepat menariknya. Dia mengintip dari jendela.


"Aaaaa...." Made kaget dan menjauh dari jendela, dia lalu menghampiri Devaly.


"Diluar ada Devaly, gimana ini. kenapa bisa ada dua Devaly, yang mana benar?" mereka saling pandang, satu-satu mereka mengintip lewat jendela.


"Apa yang harus kita lakukan? yang mana asli ohh..aku jadi bingung." Basabi mendekap wajahnya. Sangat memusingkan.


"Atau kita suruh masuk saja." Rakhes berjalan kepintu.


"Nanti dulu, kita coba menyadarkan Aditya dan Devaly. Jangan buru-buru, aku yakin ini perbuatan Leak." kata Made.

__ADS_1


"Tookk...tookk..tookk.."


****


__ADS_2