CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab. 77


__ADS_3

Rasa cinta yang diperlihatkan oleh Rhafael terlalu over akting, kadang memancing emosi dan kemarahan Aditya. Tapi Made dan teman Devaly yang lain tidak peduli, malah mereka senang ada orang yang menyayangi Devaly dengan tulus. Trutama Basabi yang ingin agar Devaly mendapat jodoh baru.


Seperti malam ini Rhafael datang sudah agak malam, alasannya sangat sibuk karena ada upacara adat. Devaly yang sudah mengantuk terpaksa menemani Rhafael ngobrol di lobby. Yang konyol tiba-tiba hujan lebat dan petir datang menyambar dasyat. Rhafael tambah tidak bisa pulang dan terpaksa menginap.


"Siapa yang menyuapi kamu hari ini, Ghina dan Kemoning kan tidak ada."


"Bibi Ayu." kata Devaly tersenyum, dia sendiri sanksi terhadap ucapannya. Memang ada suara bibi Ayu disampingnya, tapi bau tubuh orang yang menyuapinya seperti Aditya. Bisa saja Aditya ada disitu.


"Aku tidak senang kalau ada orang lain yang ikut andil menyuapimu. Bisa saja Aditya atau Mayang mencari kesempatan supaya mereka bisa menundukanmu, aku selalu khawatir ninggalin kamu sendiri." ujar Rhafael kesal.


"Disini banyak ada pelayan yang baik hati dan melayaniku dengan tulus ikhlas."


"Semoga dugaanmu benar. Basabi juga bisa melayanimu dengan baik. Dia memakan gaji buta selama berada disini."


"Biarin saja, aku mengantuk. Ini sudah pukul berapa?" tanya Devaly menguap beberapa kali.


"Sudah larut, aku tidak bisa pulang karena hujan badai. Apa boleh aku menginap disini?" tanya Rhafael ikut mengantuk.


"Terus kamu tidur dimana, kalau kamu tidur diluar, kamu pasti di ganggu Leak." kata Devaly menyilangkan tangannya di dada karena dingin.


"Aku mau tidur di sofa di kamar mu." pinta Rhafael merasa takut. Dia merasa malam ini terasa mengerikan.


"Apa kamu merasa merinding? sepertinya ada Leak mengintip kita." bisik Devaly mengusap lehernya.


"Mataku tidak melihat Leak, yang ada adalah suamimu. Mata nya tajam menatap ku. Dia pasti kesal kalau aku akan menginap disini."


"Biarin saja, supaya matanya copot melihat kamu bersamaku. Tolong antar aku ke kamar. Ingat kamu tidak boleh menyentuhku."


"Aku bukan laki-laki mesum, seperti yang lainnya. Kamu harus percaya pada calon suamimu ini." kata Rhafael tersenyum manis.


"Semoga pekataanmu menjadi kenyataan."

__ADS_1


Akhirnya mereka mau masuk kamar, Aditya datang untuk mencegahnya. Matanya yang hitam menatap Rhafael dengan marah. Dia tidak peduli hujan lebat, Rhafael harus pulang malam ini juga. Terserah mau naik apa, yang penting lenyap dari sini Devaly.


"Kamu memang manusia tidak tahu malu, berapa kali sudah aku katakan, jangan menginap disini. Apa kamu tuli, atau otakmu sudah oleng." semprot Aditya geram.


"Devaly menyuruh aku menginap." sahut Rhafael tidak mau kalah. Dia mengejek Aditya yang tidak dapat meluluhkan hati Devaly.


"Dia istriku, apa perlu aku laporkan kepada polisi supaya kamu mengerti, otakmu waras kembali." geram Aditya.


"Laporkan saja, kebetulan sekali, aku juga akan melaporkanmu!!"


"Aditya jangan banyak mulut, aku yang butuh Rhafael, aku yang menyuruh menginap." Devaly ikut bicara.


"Ingat Devaly kamu istriku, apa yang dikatakan orang jika kamu malam-malam berdua dengan lelaki yang bukan suamimu."


"Elehhh...kamu mengacalah, kamu sendiri sudah gagal sebagai suami!!" ketus suara Devaly.


Aditya terdiam kalah bicara, tadinya Devaly kurang senang Rhafael menginap disini, kini dia menyuruh Rhafael menginap. Dia ingin supaya Aditya tambah marah dan cemburu.


"Devaly kamu istriku, tidak baik kalau kamu memasukkan lelaki lain ke kamar. Apa kata orang-orang yang melihat tingkahmu."


"Tidak bakalan aku menceraikan dirimu. Langkahi dulu mayatku!!" Aditya marah sekali. Dia menghentakan kakinya.


"Masuk Rhafael, jangan diurus laki-laki begitu, lebih baik kita tidur." kata Devaly.


"Bajingan pulang kau, hujan sudah reda!!" teriak Aditya memukul pintu.


Lebih baik mengalah untuk menang, Aditya mundur dan memberi kesempatan Rhafael supaya masuk ke kamar. Disisi lain Rhafael sangat senang mengetahui Aditya mengalah.


"Ternyata Aditya hanya gertak sambal saja, dia tidak berani baku hantam dengan ku."


"Jangan sombong dulu, bisa saja itu sebuah siasat supaya kita percaya padanya." ucap Devaly mengunci pintu.

__ADS_1


Tidak berapa lama Devaly langsung naik ke ranjang dan Rhafael tidur di sofa. Tidak ada kesempatan untuk bercakap-cakap. Rasa kantuk menyerang mereka berdua. Mereka terkena ilmu sirep. Siapa yang menyebar ilmu sirep ini? sungguh luar biasa saktinya. Ilmu itu berputar keseluruh ruangan membuat mereka langsung tidur pulas.


Hujan sudah reda, malam ini adalah malam istimewa bagi orang yang menganut ilmu Leak. Semua penganut ilmu Leak yang mendapat ilmu dengan cara membeli di Jero Dalang Wayang Kulit, akan datang. Manusia itu akan berubah wujud sesuai tingkatan. Mereka tidak berani menolak undangan Jero Dalang kalau tidak ingin celaka. Disana mereka sekedar bergembira dengan lawan jenis.


Malam semakin larut, satu persatu mereka pergi, tinggal sekarang Malamute yang tetap bersembunyi dibalik tembok garasi mobil. Dia tidak ingin di lihat oleh yang lain. Terutama oleh Mayang.


Ketika merasa aman Malamute keluar dari persembunyiannya, dia ingin ke Bungalow untuk mencari Devaly. Tapi, tiba-tiba saja dia melihat seekor Macan melintas di Bungalow. Malamute kembali bersembunyi ketempat yang lebih aman. Perasaannya tidak enak, dia takut seperti kejadian Abisheka yang tubuh nya dimakan oleh Macan.


Suara lolongan anjing terdengar menyayat hati, membuat air mata Malamute menetes. Ada perasaan sedih yang sangat mendalam menyentuh hatinya, ketika menyadari hidup dan matinya tergantung orang lain.


Maksudnya, dia bisa mati ditangan pendeta sakti yang memiliki ilmu putih, seperti Ayah Kemoning. Banyak golongan putih yang diam-diam memantau kehidupan nenek dan dirinya. Walaupun hanya segelintir orang yang tahu tentang dirinya, tapi Aditya tetap waspada supaya perubahan wujudnya tidak ada yang mengetahuinya.


Setelah beberapa lama Macan tidak muncul lagi, sekarang Aditya melihat Gorila hitam, sangat besar melintas di Bungalow. Tentu saja Malamute kembali menunggu saat yang tepat untuk keluar dari persembunyiannya. Dia ingin memeriksa kamar Devaly.


Malamute menuju kamarnya dan berubah wujud menjadi Aditya. Dia beranjak menuju kamar Made.


"Tookk...tookk...tookk."


Setelah agak lama barulah Made membuka pintu. Wajahnya yang terlihat kucel merasa terganggu, karena Made baru saja tidur.


"Made, apa kamu tidak merasa aneh malam ini?" tanya Aditya mengerutkan keningnya.


"Tidak begitu, hanya merinding saja." jawab Made datar.


"Tidak begitu, hanya merinding saja." jawab Made datar.


"Aku merasa curiga melihat Gorila dan Macan bolak balik ada di Bungalow."


"Apa kamu melihat dia masuk ke kamar Devaly. Atau bisa saja itu Mayang yang ingin memakan Devaly."


"Tidak usah banyak mulut, kita berdua ke kamar Devaly untuk mengetahui apa yang terjadi." ajak Aditya.

__ADS_1


Mereka berjalan berendeng menuju kamar Devaly. Aditya mengetuk pintu kamar, tapi tidak ada tanda-tanda yang membukakan pintu. Tiba-tiba Made berteriak karena ada darah mengalir lewat bawah pintu.


****


__ADS_2