CINTA GAIB LEAK NGAKAK

CINTA GAIB LEAK NGAKAK
Bab.18


__ADS_3

Mata nenek turun naik melihat dandanan Devaly hari ini. Jika di pantai Kuta silahkan. Gadis cantik itu hanya memakai bikini. Tentu saja nenek berkacak pinggang dan marah.


"Kamu mau kemana Devaly jika mau mencari Aditya dengan berpakaian minim begitu aku tidak memberi izin. Kalau untuk berenang di kolam samping boleh, asal memakai kain pantai untuk menutup yang bawah." semprot nenek melotot.


"Eleehh...nenek kuno, kampungan, ini hal biasa yang dibikin masalah. Nenek pasti tidak pernah pergi ke Denpasar, sehingga pikiran nenek masih terbelakang. Tidak ada peraturan yang melarang mau pakai apa. Ini daerah turis nek, kolot banget."


"Jangankan ke Denpasar, nenek keliling dunia pernah. Yang nenek bicarakan adalah cucuku, jangan kamu dekati dengan pakaian seronok. Jika kamu tidak mendekati cucuku aku tidak peduli. Jangan kamu sentuh Aditya cucuku, dia tidak boleh menikah denganmu atau sembarang orang, sebelum dia menjadi pewaris. Jika kamu melanggar jangan salahkan nenek!!" ketus suara nenek.


"Elehh...dasar sudah tua. Ngancam melulu kerjaannya, lebih baik nenek tidur saja. Aku tidak mungkin menikah dengan cucu nenek yang kampungan dan kolot, aku hanya ingin tidur dengannya." kata Devaly terpaksa urung pergi dia terpaksa masuk kamar lagi.


"Kamu menghina cucu nenek, tapi senjatanya kamu mimpiin. Dasar wanita bergajulan." gerutu nenek pergi ke dapur. Dia mencari bibi dan pelayan lainnya.


"Nenek mau kemana, makan siang dulu setelah itu baru nenek istirahat." Kadek Sri buru-buru menuntun nenek ke bangku dapur.


"Bibi Ayu mana?"


"Dia lagi sakit kepala. Tadi malam dia kelayapan, paginya muntah-muntah dan yang keluar dari mulutnya kodok mentah."


"Kebiasaan bibi Ayu, kalau NGELEAK malam hari jangan tergoda dengan makanan malam yang disuguhi Leak lain. Kodok akan terlihat seperti ayam goreng, kalau bangkai anjing akan terlihat seperti buah nangka yang sudah matang dan nasi adalah ulat bangkai. Bibi pasti belum tahu, karena tumben lapar saat merubah diri menjadi Leak. Harusnya makan dulu sebelum jadi Leak."


"Benar nek, untung aku tidak seperti bibi." kata Kadek Sri merasa geli mengingat cerita bibi Ayu.


"Kamu sudah bisa jadi apa?" tanya nenek sambil nginang sirih.


"Aku sudah bisa jadi monyet, anjing, namun belum berani mencari anak bayi atau nyawa orang, untuk dipakai tumbal." kata Kadek Sri berjeda, dia menunggu tanggapan nenek.


"Memang itu syarat bisa naik tingkat. Apalagi sekarang sulit mencari bayi, karena orang tua mereka memasang cctv dirumahnya. Aku takut terekam cctv, takut viral di Facebook."

__ADS_1


"Tidak mungkin mereka bisa menangkap Leak, kita memakai mantra "Aji Halimum" supaya bisa menghilang dan tidak terlihat." kata nenek tertawa, diapun merapal mantra dan tiba-tiba nenek menghilang."


"Nenek canggih sekali bisa menghilang tanpa berubah wujud. Ajarin nek supaya aku bisa melakukan itu." seru Kadek celingukan. Dia tidak melihat nenek kemana perginya.


Nenek kembali muncul tapi duduk di kursi yang berbeda. Mata nenek bersinar seperti mata kucing. Orang lain akan bisa menebak kalau nenek punya ilmu Leak hanya melihat dari sinar matanya.


"Nenek ilmunya sudah tinggi, aku ingin seperti nenek."


"Hahaha....kamu harus lebih rajin mencari mangsa. Zaman sekarang orang-orang sudah sadar diri, rajin sembahyang serta pintar mengucapkan mantra penolak Leak. Kamu harus hati-hati bertindak, jangan asal nyakitin orang, atau membunuh orang, Bisa-bisa menjadi bumerang." ucap nenek tertawa ngakak.


"Itulah yang membuat aku ketakutan kalau ingin melanglang buana. Tidak apa-apa tidak naik untuk sementara waktu."


"Nanti Kajeng Kliwon Enyitan kita ke kuburan untuk menambah ilmu. Disana bersemedi siapa tahu ada yang menguburkan orok bayi, kita bisa curi dan di pakai "bebai" banyak dukun yang berminat memakai bebai untuk alat santet. Karena bisa membuat orang lain gila, sakit berkepanjangan.


"Mengerikan nenek, aku yakin puluhan dukun akan datang, begitu juga Leak. Mereka pasti berperang ilmu, seperti yang sudah-sudah dan yang unggul para dukun "Ngiwa" lebih baik tidak usah datang."


"Benar nek, aku mohon bimbingan nenek selanjutnya." mereka serentak terdiam karena Rakhes dan Thasy datang membawa ikan hidup.


"Nenek aku dapat memancing, tolong di bakar atau diolah dengan saus barbeque." kata Thasy sangat gembira, nenek maklum walaupun harganya tidak seberapa kalau jerih payah sendiri menjadi sangat berarti.


"Kamu sangat beruntung Thasy, ini pasti berat sekali, mungkin ada tiga kilogram. Jarang orang mendapat ikan sebesar ini." ucap nenek bohong, padahal yang lebih gede banyak orang dapat. Nenek hanya ingin melihat sinar mata dan senyum ceria dari gadis ini. Senyum ceria rasanya sudah lama hilang dari wajah cucu-cucunya.


"Nanti kami akan bakar silahkan menunggu di taman atau di ruang makan."


"Kami akan makan di taman ." kata Rakhes mengajak Thasy menuju taman.


Satu persatu mereka datang dan langsung menuju taman. Tampak wajah mereka riang. Setelah mereka berkumpul, pelayan datang dengan makanan pembuka atau appetizer.

__ADS_1


"Aku mau juice dari nenas, apel, belimbing tanpa gula." ucap Thasy manja duduk di pangkuan Rakhes.


"Ya nona, kalau yang lain minum apa." tanya Mayang mendekati Abisheka.


Mata Abisheka tidak berkedip melihat gadis ini. Dia ingat kejadian malam kemarin yang menghanyutkan perasaannya. Body gadis ini sangat sexy, ***** nya besar dan rambutnya panjang dan kriwil. Tidak salah lagi.


"Hallo sayang, siapa namamu?" tanya Abisheka dengan gaya don Juan.


"Namaku Mayang, aku sudah tahu namamu."


"Bisa menemaniku nanti malam?" tanya Abisheka iseng.


"Maaf Tuan saya disini seorang pelayan, jika anda menganggap saya terlalu murahan, trimakasih. Bagi saya hanya seorang suami yang bisa menjamah tubuh saya. Kami punya adat dan etika hidup yang tinggi, jika anda ingin penghibur sesaat ada tempatnya dan ada orangnya tapi bukan saya."


"Kena batunya, makanya jangan sembarang orang ditembak." Made ikut berkomentar.


Semua tertawa. Abisheka Kena mental, dia tidak menjawab, bibirnya sampai manyun. Tumben ada wanita menolak ajakannya, dan dikasi ceramah gratis lagi. Artinya bukan Mayang yang dia ajak main kuda-kudaan, berarti ada orang lain.


"Trimakasih atas ceramahmu, tapi aku tidak sehina yang kamu pikirkan. Aku nengajakmu bukan berarti aku menginginkan tubuhmu aku hanya ingin ngobrol tentang leak." kilah Abisheka dengan tenang.


"Mayang, ini adalah tamu kita. Pergi kamu ke dapur." perintah Aditya sambil memberi kode.


Mayang mundur lalu Permisi, temannya sudah duluan ke dapur mengambil kereta makan. Mayang memang sengaja bersikap prontal, supaya Aditya melihatnya. Terus terang Mayang tidak bisa mengelak dari cintanya yang tumbuh subur kepada Aditya.


Sudah sering Mayang menggoda Aditya, tapi Tuan mudanya tidak mau menghiraukannya atau sekedar melirik. Jika Aditya yang tadi berbicara dan mengajaknya ngobrol, jangan kan semalam, sampai seumur hidup dia melayani pemuda tampan itu. Mayang sudah tergila-gila kepada Aditya, jika ada yang mencoba mendekati Aditya Mayang akan membunuhnya.


****

__ADS_1


__ADS_2