
"Ya udah gini aja, aku panggilin kamu taksi atau Gr*b buat nganterin kamu pulang."
"Terus kamu??"
"Ya aku disini dulu, nunggu sampe besok ada orang bengkel yang datang kesini." jawab Niko santai.
"Ya nggak mungkin lah kamu mau disini. Mau tidur dimana?? Lagian disini kan udaranya dingin."
"Aku bisa tidur di mobil."
"Ya nggak mungkin lah tidur di mobil. Bisa sakit semua badannya." celetuk Kinan.
"Terus kamu maunya gimana??" tanya Niko.
"Kita pulang bareng. Mobilnya taruh aja disini, besok pagi baru kamu kesini lagi sekalian bawa orang bengkel." jawab Kinan.
Sejenak Niko berfikir. Akhirnya dia pun menyetujui saran Kinan. Dia pun membuka aplikasi untuk menghubungi taksi online. Namun tak ada satu pun yang menjawab. Mungkin karena saat itu sudah tengah malam, jadi tidak ada satu pun taksi online yang aktif.
"Gimana?? Ada??" tanya Kinan.
Niko menggelengkan kepalanya.
"Aduhh, terus gimana dong." ucap Kinan sedih. "Masa kita harus semalaman disini sih?? Bisa membeku nih."
Niko pun memutar otak bagaimana caranya mereka bisa keluar dari situasi ini. Tak beberapa lama kemudian, Niko mempunyai ide. Namun dia ragu untuk mengungkapkannya.
"Kamu percaya sama aku kan??" tanya Niko tiba tiba.
"Kenapa emangnya??" Kinan penasaran.
"Gini. Orang tuaku kan kebetulan punya vila di dekat sini, gimana kalo malem ini kamu nginep aja disana."
"Nggak ahh." tolak Kinan tegas.
"Nggak usah khawatir. Aku nggak akan nginep disana juga kok, aku akan tetap disini." jelas Niko. "Setelah ngantar kamu ke vila, aku akan balik lagi kesini. Gimana??"
Mendengar kata kata itu Kinan sedikit ragu. Dia terdiam sejenak, namun kemudian mengiyakan saran Niko.
"Kita jalan ke depan sana sebentar nggak apa apa ya?? Di sekitar sini nggak ada kendaraan yang lewat, bahkan bentor pun nggak ada." ucap Niko sambil melihat sekeliling jalan.
"Ayo jalan." ajak Niko sambil menarik tangan Kinan.
Dia menggenggam erat tunangannya itu. Melihat sekeliling mungkin saja ada kendaraan yang bisa mereka tumpangi. Dan setelah beberapa saat berjalan, tiba tiba saja ada sebuah mobil yang lewat. Sontak Niko pun mengayunkan tangannya. Mobil itu di kendarai oleh sepasang suami istri paruh baya, kebetulan mereka juga hendak berlibur.
"Kami bisa menumpang sampai vila depan sana Pak??" pinta Niko sopan. "Mobil kami mogok, dan nggak ada bengkel yang buka jam segini."
"Bisa, bisa. Mari silahkan masuk." jawab di Bapak.
"Terima kasih Pak, Bu." ucap Niko.
__ADS_1
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil itu.
"Kalian juga mau liburan ya??" tanya si Ibu.
"Iya Bu. Kami mau liburan." jawab Niko.
"Pasti kalian mau bulan madu ya??" si Ibu menduga.
"I..iiya..kami mau bulan madu." jawab Niko ragu.
Sontak Kinan pun langsung menatap Niko seakan berkata Kalo ngomong itu jangan ngawur.
"Aduhh, senengnya liat pengantin baru kayak gini ya Pak. Seperti jaman kita masih muda dulu."
"Iya Bu." jawab si Bapak.
"Tapi ya gitu, namanya rumah tangga nggak mungkin mulus terus. Pasti ada aja masalahnya. Setiap rumah tangga itu pasti punya masalah. Namun bagaimana cara menyikapi masalah tersebut, dan tetap berjalan bersama. Seiya, sekata." nasihat si Ibu.
"Iya Nak. Apalagi kamu sebagai seorang lelaki, harus bisa menjaga istrimu. Anggaplah dia sebagai harta yang paling berharga buatmu. Apapun masalah yang akan kalian hadapi, harus tetap saling bersama. Harus bisa saling menerima kekurangan pasangan kita masing masing. Jadikan kekurangan itu motivasi kalian untuk tetap bersama dan saling menyempurnakan." imbuh si Bapak.
Mendengar nasihat yang sangat berharga dari kedua pasangan suami istri itu membuat Kinan dan Niko tersenyum. Mereka sejenak saling memandang.
Setelah beberapa saat, tibalah mereka di sebuah vila yang ada di kawasan wisata Batu itu. Sebuah vila yang cukup megah. Bangunan megah berlantai dua, dengan halaman yang cukup luas.
Niko pun mengetik sesuatu di sebuah layar yang terpasang di samping pagar. Dan tiba tiba pagar vila itu pun otomatis terbuka. Kinan baru pertama kali datang kesana.
Sesampainya di depan pintu, Niko membunyikan bel yang terpasang di dekat sebuah audio kecil. Dan tiba tiba ada sebuah suara muncul di audio itu.
"Siapa ya??" suara seorang wanita dari balik audio.
"Ini aku, Niko." jawab Niko.
"Lohh, mas Niko. Sebentar Mas, sebentar. Bibi bukakan dulu."
Tak lama kemudian, pintu pun terbuka. Seorang wanita yang mungkin seumuran Nenek datang dan menyambut mereka.
"Mas Niko, kemana aja?? Kenapa baru datang?? Sudah lama Bibi nggak ketemu mas Niko." ucap wanita itu sambil memegang pundak Niko.
"Iya Bi. Maaf, kegiatanku memang lagi padat jadi nggak sempat berkunjung kesini." jawab Niko lembut.
Pandangan wanita itu pun teralihkan pada Kinan yang ada di samping Niko.
"Ini siapa??" tanya si wanita penasaran.
"Ini Kinan Bi." jawab Niko.
"Kinan?? Maksudnya Kinan yang dulu.........."
"Sstttttt." Niko menghentikan kata kata Bibi. Bibi yang terlalu banyak bicara itu hampir saja membongkar rahasianya.
__ADS_1
Kinan yang melihat itu pun merasa curiga.
"Mari silahkan masuk" ajak Bibi.
Mereka pun duduk di sofa ruang tamu.
"Bibi buatkan teh hangat dulu ya??" pamit so Bibi. Niko pun hanya mengangguk.
Sepeninggal Bibi.
"Tadi Bibi mau ngomong apa??" tanya Kinan penasaran.
"Entahlah." Niko pura pura tidak tahu.
"Ihh, nyebelin." Kinan kesal.
Melihat kekesalan tunangannya itu, Niko pun tersenyum. Dia pun melihat lihat seisi ruangan itu.
"Masih sama seperti terakhir kali aku datang kesini." ucap Niko.
"Kapan terakhir kesini??"
"Saat lulus SMA."
"Udah lama banget dong berarti." sahut Kinan. "Kok aku nggak pernah tau ya kalo kamu punya vila disini."
"Karena kamu nggak pernah tanya." celetuk Niko tersenyum.
"Ngapain tanya?? Nggak penting."
"Ya pentinglah. Kamu kan sekarang tunanganku."
"Masih calon tunangan." Kinan mempertegas. "Lagian ngapain tadi kamu bilang kalo kita ini pasangan suami istri yang mau bulan madu?? Pede banget."
"Ya dari pada aku bilang kalo kita ini cuma tunangan, nanti di kiranya kita mau kumpul kebo lagi." jelas Niko.
"Ohh, iya ya." Kinan pun tersenyum.
"Ini teh hangatnya Mbak, Mas." ucap Bibi sambil menyajikan teh hangat di meja.
"Mas mau makan?? Biar Bibi siapin."
"Nggak usah Bi. Aku udah makan. Bibi siapin aja makanan sama air hangat untuk Kinan, malam ini dia nginap disini." pinta Niko.
"Mas Niko nggak nginap disini juga??"
"Nggak Bi. Mobilku mogok di bawah sana, jadi habis ini aku balik kesana."
"Oh iya baik Mas, kalo gitu Bibi siapkan dulu." dia pun pergi menyiapkan keperluan Kinan.
__ADS_1