Cinta Sang Ajudan

Cinta Sang Ajudan
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Setelah sebulan berumah tangga.


"Dek, besok pagi ada pertemuan Persit." ucap Indra.


"Ohh ya udah nggak apa apa, Mas. Kebetulan besok Adek masuk siang."


"Besok pagi berangkatnya sama Mas aja."


"Bawa motor??"


"Nggak lah. Adek kan pake rok panjang, jadi kita bawa mobil aja."


"Oke." jawab Kinan seraya mengacungkan jempolnya.


"Biasanya tuh kalo ada anggota yang baru menikah, harus perkenalan dulu."


"Perkenalan gimana maksudnya, Mas??" Kinan tidak paham.


"Ya, perkenalan. Perkenalan di depan Ibu Komandam dan anggota Persit yang lain."


"Ihh, Adek malu."


"Ngapain malu?? Pede aja." ucap Indra santai.


"Lagian pasti nanti bukan cuma Adek kok yang perkenalan, ada anggota Persit yang lain juga."


"Ohh, ya udah kalo gitu. Berarti Adek nggak terlalu nervous."


"Ngapain nervous?? Ini kan bukan kali pertama Adek di depan mereka. Dulu kan Adek juga pernah jadi pemateri di Batalyon."


"Itu kan hal lain, Mas. Kalo itu memang karena profesi, jadi ya biasa aja. Lah kalo ini kan perkenalan dengan status istrinya Mas, pasti lah yang namanya Ibu ibu kan kepo. Pengen tahu yang mana sih anggota Persit yang baru. Cantik nggak?? Apa biasa aja." jelas Kinan panjang kali lebar.


"Hahahah. Sampe segitunya kalo mikir, Dek. Ya udah anggap biasa aja. Lagian nih ya, Mas kasih tau. Adek itu Persit paling cantik loh."


"Kata siapa??"


"Katanya Mas sendiri lah. Mas kan suaminya Adek." sahut Indra.


"Ihh." kesal Kinan.


"Udah, nggak apa apa. Santai aja. Toh besok Mas pasti lihat Adek kok."


"Nah itu yang bikin Adek makin grogi."


"Lah gimana coba?? Meja ajudannya Mas kan berhadapan sama aula, jelas lihat lah."


"Tapi jangan di ketawain ya??" pinta Kinan.


"Emang Adek di depan mau ngelawak apa gimana?? Kok mau di ketawain." canda Indra.


"Ihh, Mas." gerutu Kinan.


"Iya, iya. Besok Mas tutup mata deh waktu Adek perkenalan."


Kinan pun tersenyum saat mendengar jawaban sang suami.


"Tapi nggak janji." imbuh Indra tiba tiba memudarkan senyuman Kinan. Kinan pun sontak memukul mukul manja paha Indra.


"Ihh, jangan gini sayang. Nanti kena kesitu gimana??" tanya Indra menunjuk celananya.


"Nggak mungkin lah. Orang jauh gitu kok." jawab Kinan.


"Namanya juga kecelakaan, mana kita tau bakal terjadi apa nggak." sahut Indra.

__ADS_1


"Lagian nih ya, ini tuh aset berharga Dek. Kalo nggak ada ini, Mas nggak bisa bikin Adek merem melek terus." goda Indra.


"Ihhh." Kinan makin kesal.


Melihat kekesalan itu, Indra pun memeluk sang istri hangat.


"Oh iya ngomong ngomong soal ini, Adek kok masih belum hamil ya?? Padahal kita nikah kan sudah hampir sebulan."


"Ya, sabar. Mungkin aja memang belum di kasih." jawab Kinan santai.


"Apa Mas kurang bekerja keras??"


"Mas itu bukan hanya kerja keras, tapi kerja rodi namanya." celetuk Kinan.


"Masa nggak main sehari aja udah bingung. Dan besoknya harus di rapel. Belum kalo malam Mas juga minta." jelas Kinan.


"Ya gimana lagi Dek. Abisnya Adek bikin Mas ketagihan terus." goda Indra.


Malam itu pun mereka kembali melakukan adegan panas yang membuat suhu ruangan semakin panas.


.


Keesokan harinya terlihat Indra dan Kinan masuk ke dalam Batalyon. Kinan yang memakai setelah Persit itu kelihatan semakin anggun dan cantik.


Dengan lembut Indra pun mengantarkan sang istri ke aula pertemuan.


"Bu, pertemuannya disini kan??" tanya Indra pada seorang anggota Persit.


"Oh iya bener disini Om." jawab si Ibu.


"Ini istrinya Om Indra ya??"


"Iya Bu." jawab Indra.


"Cantik ya??" pujinya.


Namun Kinan hanya tersenyum, begitu pula dengan Indra.


"Sini Bu Indra, absen dulu ya. Nanti setelah ini bisa langsung duduk." ucap si Ibu itu.


Bu Indra. Senang sekali dengarnya. Ini momen yang selalu aku tunggu, disaat Kinan di panggil Bu Indra. Gumam Indra.


Setelah absen, Indra pun mengantar Kinan untuk duduk.


Semua mata tertuju pada pengantin baru itu, mereka sepertinya sangat penasaran dengan istri seorang ajudan.


"Dek, Mas jemput Bapak dan Ibu Komandan dulu ya??" pamit Indra.


"Iya, Mas."


Indra pun bergegas berlari, meninggalkan Kinan sendirian di tengah tengah tatapan tajam para Ibu ibu Persit lainnya. Namun Kinan berusaha cuek, dia lebih grogi saat mengingat jika harus memperkenalkan diri di hadapan semua orang.


Harus ngomong gimana nih?? Ada contoh teksnya nggak sih?? Gumam Kinan.


Selang beberapa saat, Bapak dan Ibu Komandan pun hadir di aula pertemuan. Dan yang jelas di dampingi oleh sang ajudan, yaitu suami Kinan sendiri.


Selama pertemuan Kinan berusaha berkenalan dengan Ibu ibu yang ada di sampingnya. Dia ingin menjalin pertemanan dengan Ibu ibu Persit yang lain. Dia disini untuk mencari teman, bukan musuh.


Setelah selesai acara pertemuan Persit, tibalah saatnya waktu perkenalan. Disitulah degup jantung Kinan seakan berlomba semakin cepat.


"Untuk Ibu ibu anggota baru Persit, monggo silahkan maju ke depan untuk memperkenalkan diri." ucap seorang MC.


Sontak beberapa anggota Persit yang baru pun berdiri. Tak terkecuali Kinan. Dan ternyata bukan hanya Kinan yang gugup, yang lainnya pun sama. Bagaimana tidak?? Tepat di depan mereka ada Bapak dan Ibu Komandan, ada pula Ibu Wakil Komandan beserta Ibu ibu Persit yang lain.

__ADS_1


"Nanti tolong memperkenalkan nama sendiri, nama, pekerjaannya apa, dan nama suaminya. Serta pangkat dan jabatan suami." pandu seorang Ibu Persit.


Dimulailah acara perkenalan diri. Terlihat Indra sudah bersiap mendengar sang istri memperkenalkan diri. Dia duduk di meja ajudan sambil memandangi Kinan, tak lupa dia mengepalkan tangannya seakan berkata 'Semangat. Jangan grogi ya.' Kinan pun hanya membalas dengan senyuman.


Dan tibalah giliran Kinan memperkenalkan diri.


"Mohon ijin memperkenalkan diri Ibu Bapak. Nama saya Kinan, pekerjaan seorang Dokter. Saya istri dari Serda Indra, jabatan suami Ajudan Komandan." ucap tegas Kinan.


Sontak semua orang pun bertepuk tangan. Tak terkecuali Bapak dan Ibu Komandan.


"Indra." tiba tiba Komandan memanggil.


Bergegas Indra pun berlari dari arah belakang, menuju ke Komandan.


"Siap, Komandan." tegas Indra.


"Ini istrimu??" tanya Komandan.


Sebenarnya sang Komandan tahu jelas jika yang ada di depan itu adalah istri Indra. Namun sang Komandan seakan mau menggoda ajudannya itu.


"Siap." jawab Indra.


"Udah di kasih sarapan belum??"


"Siap, sudah Komandan." jawab Indra.


"Bagus. Jaga baik baik istrimu ya??" saran Komandan.


"Siap." jawab Indra seraya tersenyum.


Selesai acara perkenalan itu, terlihat Ibu Komandan sedang mengajak Kinan mengobrol.


"Saya nggak nyangka kalo ternyata Dokter ini calon istrinya Om Indra. Terakhir kita ketemu kan waktu ada acara sosialisasi kesehatan di Batalyon itu kan??"


"Siap, Ibu." jawab Kinan tersenyum.


"Jadi enak dong nanti kalo ada penyuluhan kesehatan lagi, Bu Indra bisa di jadikan pemateri."


"Siap." jawab Kinan.


Setelah mengobrol dengan Ibu Komandan, Indra pun menggandeng tangan istrinya menuju ke kantin. Apa yang di lakukan Indra itu menarik semua mata untuk melihat mereka.


"Di lihatin banyak orang, Mas."


"Ya udah biarin, cuek aja." jawab Indra santai dengan terus menggandeng tangan sang istri.


Dia seakan tak mau para bujangan di Batalyon sampai melirik istrinya. Dia seakan ingin mengatakan 'Ini istriku. Dia milikku. Jadi jangan coba coba mengambilnya dariku.' Indra bener bener jadi tentara yang bucin pada istrinya.


"Adek mau makan apa, sayang??" tanya Indra saat di kantin.


"Nggak Mas, Adek mau minum saja." tolak Kinan.


"Nggak, Adek masih kenyang."


"Ohh, ya udah kalo gitu."


Indra pun mengambil sebotol air mineral dan menyerahkannya pada Kinan.


"Habis ini kita langsung pulang, apa Adek mau ke suatu tempat dulu??" tawar Indra.


"Ehmm, langsung pulang aja deh Mas."


"Ya udah kalo gitu ayo kita pulang." jawab Indra seraya kembali menggandeng tangan sang istri.

__ADS_1


.


__ADS_2