
"Tubuh yang kamu lihat ini akan segera menghilang setelah Ayah mengatakan semua yang ingin Ayah katakan pada mu di sini, Sya. Jadi, dengarkan baik-baik ucapan Ayah!" Doppelganger sang raja Jordan memberi peringatan kepada Tasya.
Doppelganger adalah kembaran seseorang, namun bukan termasuk makhluk. Hanya kembaran secara visual semata.
Tasya langsung menatap serius pada sosok kenangan dari ayahanda nya itu. Pun jua dengan Daffa yang ikut menyimak bersama-sama dengan nya.
"Ada banyak pasukan bayangan di istana Nevarest. Jadi berhati-hati lah dalam mengatakan suatu rahasia. Salah satu nya adalah sembunyikan inner power mu sebaik mungkin, Nak. Meskipun Ayah tak benar-benar tahu apa inner power mu itu, namun Ayah bisa menebak bahwa milik mu termasuk ke dalam jenis kekuatan yang unik. Sama seperti saudari mu, Anna,"
"Jangan sampai mereka tertarik untuk menguasai mu juga karena inner power yang kamu miliki. Sama seperti yang terjadi kepada Ayah juga, bila sampai Ayah menghilang dari Nevarest saat kamu menerima pesan bayangan ini,"
Tasya tersentak kaget. Ia dan Daffa pun spontan saling melempar pandang.
"Apa maksud Ayah, ia diculik oleh pihak musuh karena mereka telah mengetahui inner power milik nya?" Tanya Tasya ke Daffa.
Daffa belum sempat menjawab, karena kenangan raja Jordan telah kembali lanjut bicara.
"Jika ada hal penting yang ingin kamu bicarakan dengan siapapun itu, alangkah lebih baik bila kamu mengajak nya ke tempat ini. Itu pun sebaik nya kamu harus berhati-hati dalam mempercayai orang lain. Jangan sampai kamu membawa pihak musuh ke ruang dimensi ini, Nak!"
"Sebelum ini, Ayah sedang menyelidiki penyebab dan asal muasal pihak musuh yang menyerang negeri kita. Dari hasil penyelidikan, ada indikasi kalau pihak musuh berasal dari negeri Goluth. Meski pun tak menutup kemungkinan juga bila ada campur tangan negeri Enmar dan Allain juga atas semua musibah yang terjadi di istana Nevarest selama beberapa tahun terakhir ini,"
Nevarest adalah satu dari empat negeri yang ada di dunia Tasya dan Daffa berasal. Selain Nevarest, tiga negeri lain nya adalah Goluth, Enmar dan negeri Allain.
Negeri Goluth berdiri di atas pegunungan-pegunungan es yang dingin. Allain adalah negeri yang dibangun di atas lahan padang pasir. Dan Enmar adalah negeri yang berdiri di atas bukit-bukit bebatuan terjal.
"Hampir semua menteri yang menjabat saat ini adalah kaki tangan pihak musuh. Sementara pihak kita hanya tinggal sedikit saja. Salah satu nya adalah maha patih Adda. Kamu harus membuat nya tetap bekerja di istana, Nak. Karena ia memiliki koneksi dengan banyak kekuatan yang bisa membantu mu melawan pihak musuh!"
__ADS_1
"Ayah juga mempunyai tugas untuk mu, Sya. Temukanlah seseorang yang bernama Yodha Azkar. Dia adalah seorang alkimia dari negeri Allain. Ayah meyakini kalau ia bisa mengembalikan Bunda mu, Ratu Elva ke kondisi nya semula,"
"?!!" Tasya langsung mengingat baik-baik nama yang disebutkan oleh ayahanda nya tadi.
'Yodha Azkar.. Yodha Azkar..' rapal Tasya dalam hati.
"Ayah menduga kalau pihak musuh telah menculik spirit Bunda mu, Nak. Karena nya telah sejak lama Ratu tak sadarkan diri. Tapi berhati-hati lah saat kamu mencari alkimia itu, Nak. Lakukan dengan diam-diam dan sehati-hati mungkin,"
"Gelang koka yang Ayah berikan kepada mu ini sebenar nya memiliki 17 kekuatan berbeda, Nak. Salah satu nya adalah mampu membawa spirit mu ke tempat ini. Tapi ada 17 mantra yang berbeda-beda untuk membuka kunci kekuatan gelang koka ini. Sementara Ayah hanya mengetahui tiga mantra saja dari keseluruhan nya."
"Mantra pertama pernah Ayah beritahukan kepada Daffa, calon suami mu, Sya. Meski pun saat itu dia mungkin tak mengetahui bentuk kekuatan sebenar nya dari gelang koka ini. Sementara dua mantra lain nya adalah,"
"'Halla aham raseb' yang mampu memadamkan api seberapapun besar nya api itu. Serta 'halla gnay aham agajnem', yang mampu memunculkan perisai tak kasat mata dari serangan fisik dan metafisik. Ayah berharap kamu bisa mengingat kedua mantra tadi.."
Tasya buru-buru mengambil pena dan buku yang ada di atas nakas di dekat nya. Kemudian ia menulis dua mantra yang kembali diulang oleh kenangan Jordan.
"Selanjut nya adalah kalung dengan bandul Azzura. Tolong berikan kalung itu kepada Anna, jika kelak kamu bertemu dengan nya, Sya. Kalung itu adalah kalung pasangan milik nya yang dulu sempat tertinggal di Nevarest."
"Pasangan nya adalah kalung liontin dengan bandul berlian berwarna merah safir, milik mu, Sya.. dua kalung itu adalah pemberian dari mendiang nenek dan kakek kalian. Menurut cerita, dua kalung itu mampu menghubungkan benak dua orang pemakai nya. Meski mereka berada dalam jarak yang berjauhan. Tapi untuk caranya bagaimana Ayah juga belum tahu."
"Dan terakhir, Ayah minta kamu berhati-hati terhadap Alul Lazam. Besar kemungkinan dia berada di pihak musuh, Sya."
"Sampaikan salam Ayah pada Anna dan juga Zizi.."
Kali ini, bayangan sang raja tampak memandang sendu pada udara kosong. Kediaman Jordan itu membuat Tasya dan Daffa jadi ikut terdiam juga.
__ADS_1
Baru setelah beberapa detik berlalu saja lah Tasya mendengar kembali suara Jordan bicara.
"Jika saja Ayah bisa memutar ulang waktu, ayah berharap untuk kembali ke masa sebelum kita pernah pergi ke bumi. Jika saja saat itu kita tak pergi ke bumi, mungkin hingga saat ini kita masih bersama-sama, Nak. Maafkan Ayah.." lirih suara doppelganger nya Jordan.
Tasya membalas tatapan sendu dari sang ayah dengan tatapan yang sendu pula. Ia lalu menjulurkan tangan nya ke depan. Berusaha menyentuh sosok Jordan, namun ia tersadar kalau apa yang berdiri di depan nya saat ini hanyalah imaji semata.
Tangan Tasya langsung menembus tubuh dari sosok doppelganger di depan nya itu. Dan kehampaan pun dirasakan oleh ibu beranak satu tersebut.
"Jaga diri mu baik-baik, Sya.. Maaf karena Ayah harus membebankan kerajaan ini di pundak mu. Karena besar kemungkinan, Anna akan menjadi target berikut nya setelah Ayah. Sampaikan salam Ayah kepada nya.."
Secara perlahan, doppelganger dari raja Jordan pun menghilang. Dan keheningan itu kembali menguasai ruangan tempat Tasya, Daffa dan baby Hima berada.
Merasa kehilangan, Tasya memeluk Daffa seketika itu juga. Dan Daffa yang mengerti bahwa istri nya itu sedang merindukan ayah nya, akhirnya hanya mampu menepuk punggung Tasya berulang kali.
"Menangis lah, Dear.. jika itu akan membuat mu merasa lega.. Tapi jangan berputus asa. Yakin lah, bahwa di balik semua ujian ini pasti selalu ada pembelajaran agar kita menjadi pribadi yang lebih tangguh dan lebih baik lagi. Ingat juga ya, Sayang.. saya selalu ada untuk kamu. Jadi jangan menahan beban masalah mu seorang diri ya. Kita akan menghadapi ini bersama-sama," hibur Daffa.
Tasya hanya terisak pelan. Ia tak sampai mengurai air mata. Tasya merasa sedih. Karena momen kebersamaan yang seharus nya bisa ia rasakan sepulang nya ke Nevarest, pada kenyataan nya harus tertunda.
Entah tertunda untuk sementara atau mungkin untuk selama nya? Tasya sendiri tak tahu jawaban nya.
Tapi apa yang dikatakan oleh Daffa tadi, sedikit mengurangi rasa sedih di hati wanita itu.
Tasya bersyukur karena memiliki Daffa di samping nya. Entah lah bila dulu Daffa tak menyusul nya ke bumi. Apakah ia bisa memiliki ingatan nya kembali atau terjebak dalam identitas sebagai saudari kembar nya, Anna?
Bila Daffa tak menyusul nya ke bumi. Dan bila takdir tak mempertemukan mereka kembali, bisa jadi Tasya akan menjadi istri dari Frans. Lelaki psikopat, keponakan dari Mama Ira. (Baca kisah nya di novel "Cinta Sang Maharani")
__ADS_1
Jika sampai takdir terakhir itu lah yang terjadi, maka Tasya akan merasa kalau hidup nya tak lebih baik dari para wanita malam. Frans adalah mimpi terburuk nya sejauh ini.
***