
Di pusat kota kerajaan Allain..
"Hmm.. jadi begitu. Tampak nya raja muda itu sudah tak sabar untuk membawa Nevarest pada kehancuran nya. Tak apa-apa. Aku akan membiarkan nya hancur oleh usaha nya sendiri. Dia mau menyerang balik Goluth? Silahkan saja. Aku tak yakin dia mampu menang melawan raja Elfran yang gila itu! Hahaha!" Seorang lelaki muda tampan sedang duduk santai di atas sofa lebar berwarna merah bata.
Seorang wanita cantik dengan tahi lalat di ujung mata kanan nya sedang bergelayut manja di samping lelaki itu.
Lelaki itu baru saja membaca surat yang dikirimkan oleh tangan kanan nya di Nevarest, Alul Lazam. Meski pun cukup terkejut dengan perubahan strategi perang yang akan dilakukan oleh sang raja, namun lelaki itu tak merasa usaha raja Daffa akan cukup berarti.
Karena menurut lelaki itu, raja Daffa hanyalah raja lemah seperti raja-raja sebelum nya di Nevarest.
"Tuan Bahm, tentang ratu Charrine, apa yang hendak Tuan lakukan pada nya?" Tanya sang wanita.
Bahm menaikkan sebelah alis nya ke arah Soraya. Ia mencoba menelisik maksud sang wanita bertanya seperti itu.
"Biarkan saja dulu. Dia tak terlalu berguna sekarang ini. Aku hanya ingin mencari keberadaan golden boy. Ku dengar terakhir kali kemunculan nya ada di kerajaan Goluth. Pernahkah kau mendengar nya, Wanita?" Tanya lelaki yang dipanggil Bahm tersebut.
"Golden Boy?.. ah! Seperti nya aku pernah mendengar nya!" Seru Soraya ragu-ragu.
"Sungguh?"
"Mm.. aku tak terlalu yakin juga sih.." ucap Soraya ragu-ragu.
Meski begitu, Bahm bisa menangkap dusta di mata Soraya. Wanita itu jelas mengetahui sesuatu.
Tanpa aba-aba, Bahm langsung meraih leher Soraya dengan cengkeraman tangan nya yang erat. Seketika itu pula jalur napas Soraya pun terhalang. Sehingga ia kesulitan untuk bernapas.
Soraya berusaha melepaskan cengkeraman tangan Bahm pada leher nya. Namun sayang, usaha nya itu tak bernilai bila dibandingkan dengan kekuatan lelaki muda tersebut.
"Kkk..aakhu takhuu!!" Oceh Soraya dengan susah payah.
Ia menyesal telah mencoba bersiasat terhadap Bahm. Padahal tadi nya ia hanya berharap bisa mendapatkan koin tambahan untuk nya berbelanja lagi. Tapi seperti nya keinginan nya itu tak akan terwujud.
"Cepat katakan! Atau aku akan menggantikan mu dengan wanita yang baru! Rasa-rasa nya akhir-akhir ini aku mulai bosan dengan mu, Wanita!" Ancam Bahm sambil melepaskan cengkeraman tangan nya cukup kasar.
Tubuh Soraya terlempar ke atas lantai. Dan ia langsung megap-megap mencari udara untuk bernapas.
Mata Soraya terasa perih. Diakibatkan oleh rasa nyeri pada leher nya yang baru saja dicekik oleh Bahm.
__ADS_1
Hati Soraya terasa pilu. Meratapi nasib nya yang hina dan lagi tak lepas dari duka nestapa. Tak ada lelaki yang baik di dunia ini. Begitu pikir Soraya.
Bangsawan Bahm yang mula nya ia sangka sebagai lelaki baik pun. Pada kenyataan nya meyimpan sisi gelap yang hanya ia tunjukkan ke orang-orang terdekat nya saja.
Bangsawan muda itu memiliki banyak rahasia yang, membuat Soraya bergidik ngeri bila membayangkan nya. Terlebih lagi permainan ranjang lelaki itu yang mulai aneh akhir-akhir ini. Organ intim Soraya sering merasa nyeri usai berhubungan dengan lelaki tersebut.
Soraya sebenar nya ingin pergi menjauh dari bangsawan Bahm. Ia tak tahu sampai kapan ia bisa bertahan hidup di sisi lelaki jahat tersebut. Namun Soraya merasa bingung. Karena ia tak tahu lagi cara bertahan hidup selain menjual tubuh nya kepada lelaki tersebut.
Soraya tak ingin merasakan lapar lagi seperti dulu saat ia baru terusir dari istana Goluth. Itu adalah kehidupan yang menyedihkan menurut nya.
"Cepat bicara, Wanita?" Bahm berteriak marah sambil menendang kaki Soraya. Wanita itu pun kembali tersungkur untuk yang ke dua kali nya.
'Dia tak pernah memanggil nama ku. Hanya Wanita, wanita, wanita saja! Entah apa dia mengingat nama ku atau tidak!' gerutu Soraya dalam hati nya.
"Aku pernah mendengar percakapan raja Elfran dengan pengawal pribadi nya. Tak hanya aku saja yang mendengar nya, ratu Charrine pun saat itu mendengar nya juga. Kami tak sengaja mendengar percakapan--"
Bahm langsung memotong cerita Soraya.
"Langsung ke intinya saja!" Kecam Bahm.
Sempat tersentak kaget, Soraya pun langsung ke inti percakapan yang ia dengar beberapa tahun silam.
"Ada lagi?"
"Ada. Pernah suatu ketika ratu Charrine dan raja Elfran berseteru tentang golden boy. Ratu meminta raja Elfran untuk berhenti mengambil darah anak tersebut. Itu perbuatan gila. Begitu kata ratu. Tapi raja Elfran malah membentak nya dan menyuruh ratu Charrine untuk tidak ikut campur."
"Sudah? Itu saja?"
Soraya mengangguk pelan. Ia masih memegangi leher nya yang terasa sakit usai dicekik oleh Bahm. Ia pun masih terduduk di atas lantai. Belum berani untuk duduk kembali di atas sofa di samping Bahm.
Soraya lalu melihat Bahm yang tersenyum lebar. Senyuman yang mengingatkan Soraya dengan senyuman gila milik raja Elfran.
'Kedua orang ini sama-sama gila!' umpat Soraya sambik bergidik ngeri.
Perhatian Bahm lalu kembali beralih ke arah Soraya. Dengan kelembutan yang tak disangka-sangka Bahm meraih tangan wanita itu lalu menuntun nya untuk duduk di atas sofa.
Setelah Soraya duduk di atas sofa, Bahm langsung mengurung tubuh mungil wanita itu di antara kedua tangan nya. Membuat jantung Soraya berdebam kencang karena nya.
__ADS_1
"Bagus sekali, Wanita! Kau memang wanita ku yang paling pintar. Sekarang, kita hanya perlu ratu Charrine membuka mulut nya saja untuk bisa mengetahui di mana persis nya si Golden Boy itu. Dan setelah itu, aku bisa melanjutkan lagi siklus keabadian yang ku mimpi-mimpi kan selama ini! Hahahahaha!!"
'Siklus keabadian? Apa maksud nya itu? Ahh.. bahasan orang gila memang sulit untuk di mengerti!' Soraya mendumel sendiri dalam hati nya.
"Siapa sebenar nya golden boy ini, Tuan? Kalau boleh aku tahu.." tanya Soraya tanpa ia bisa mencegah nya.
"Golden Boy, hum? Dia adalah si anak emas. Anak yang terlahir dengan jenis darah yang sangat istimewa. Dikatakan dalam legenda bahwa darah nya bisa membuat siapa pun yang meminum nya jadi awet muda. Atau dengan kata lain, peminum nya itu akan bisa hidup abadi.. mengagumkan sekali bukan?"
"Mi..minum darah?! Tidak kah itu.." ucapan Soraya ia lanjutkan dalam hati nya, 'terasa menjijikkan??'.
Soraya tak berani mengucapkan kata menjijikkan itu dengan suara vokal nya. Khawatir bangsawan Bahm menjadi tersinggung nanti nya.
"Enak? Ya.. tentu saja. Rasa nya memang nikmat sekali. Seperti jus apel yang kental. Kira-kira begitu lah.." tutur Bahm mengandaikan rasa darah si Golden Boy.
Mendengar ucapan Bahm, Soraya langsung didera oleh perasaan mual. Tapi sebisa mungkin ia menahan nya.
"Sekarang, kita lanjutkan lagi urusan kita," ucap Bahm begitu tiba-tiba.
Lelaki itu lalu membalikkan tubuh Soraya dengan begitu cepat. Sehingga kini wajah wanita itu menempel ke sofa yang ia duduki.
Dengan sekali tarikan, Bahm merobek gaun tipis yang dikenakan oleh wanita itu. Hingga menampakkan tubuh kuning langsat nan mulus milik Soraya.
Masih terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Bahm, Soraya hendak kembali membalikkan badan nya.
"Apa yang Tuan.."
Sayang nya ucapan Soraya harus teredam oleh sofa. Karena Bahm tak membiarkannya membalikkan badan.
Kembali, satu robekan pun diperbuat oleh Bahm. Kali ini korban nya adalah underwear yang menutupi anggota intim milik Soraya.
Diusap-usap nya dua pipi bawah milik Soraya. Membuat Soraya merasa bergidik ngeri seketika. Terlebih saat tangan Bahm menyentuh bagian lubang a nal milik nya. Sebuah premonisi pun muncul di benak Soraya.
'Dia gak mungkin memasukkan anu nya ke a nal ku kan?!!' jerit batin Soraya merasa panik.
Sayang nya, jawaban dari pertanyaan Soraya itu adalah sesuatu yang tak ia sukai sama sekali.
Malam itu, Bahm membuat Soraya merasakan malam pertama nya lagi. Kali ini rasanya jauh lebih menyakitkan bila dibandingkan dengan malam pertama nya dulu.
__ADS_1
***