Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Bertemu Di Jalan


__ADS_3

Flashback satu jam sebelum nya..


Karina terkejut saat mendapati seorang pengawal telah tergeletak di depan kamar tempat nya ditahan. Meskipun hal itu membuat nya bersyukur karena dengan begitu pelarian nya akan menjadi lebih mudah.


Beberapa waktu kemudian ia mendengar suara benda berat terjatuh. Bruk.


Karina pun menoleh dan melihat tubuh sang pengawal yang tadi dirasuki arwah, kini terbaring tak jauh dari posisi teman nya tergeletak.


Karina juga melihat rupa arwah yang telah merasuki sang pengawal. Arwah itu jelas telah menolong nya hari ini.


'Oh! Ternyata itu adalah arwah anak kecil!' Seru Karina dalam hati.


Akan tetapi Karina tak berlama-lama terpukau dengan kecantikan arwah anak perempuan itu. Karena ia kemudian langsung menarik tangan Rinaya untuk pergi menjauh dari tempat itu.


"Mama, kita mau ke mana? Bukan nya kamar Rinai ke jalan itu ya?" Tunjuk Rinaya ke satu arah di persimpangan.


Karina menggeleng cepat dan kembali melanjutkan langkah nya.


Dua hari yang lalu ia telah melewati jalan yang lain saat menemani Frans bertemu dengan Daffa. Entah kenapa feeling Karina menyuruh nya untuk pergi ke arah yang berseberangan dari jalan yang ditunjuk oleh Rinaya.


Tak lama kemudian Karina sampai di area yang lebih sepi. Tampak nya itu adalah area khusus untuk para pegawai karena Karina sempat berpapasan dengan seorang yang memakai pakaian pelayan di penginapan ini.


'Rinai, Mama kamu mau ke mana?' tanya spirit Huna pada teman baru nya itu.


Karina lalu menoleh ke arah spirit Huna dan melafalkan satu kata.


'ke-lu-ar!'


Spirit Huna pun terkejut. Saat ia mendapati Karina yang menatap langsung pada nya dan juga seperti sedang berbicara kepada nya.


Sosok Huna pun kemudian berdiri mematung di tempat nya melayang. Membuat spirit Huna tertinggal beberapa langkah jauh nya dari Karina dan juga Rinaya.


Rinaya menoleh ke arah spirit Huna dan mengajak nya untuk pergi bersama nya dan juga Mama.


Spirit Huna pun tersadar dari keterkejutan nya. Dan ia lalu melesat hingga berjalan di samping Karina.

__ADS_1


'Mama Rinai bisa melihat Huna juga? Bisa kan Mama Rinai??' tanya spirit Huna dengan ekspresi girang.


Karina kembali menoleh cepat dan mengangguk. Ia lalu melanjutkan kembali langkah nya.


'Waahh.. Huna senang sekali! Ternyata Mama Rinai juga bisa melihat Huna! Padahal Mama Huna sendiri gak bisa melihat Huna,' ucap Huna sedikit sendu.


Lagi-lagi Karina menoleh ke arah spirit Huna. Lalu memberinya senyuman menenangkan.


Spirit Huna pun dengan cepat nya melupakan rasa sedih nya itu. Ia lalu melesat di samping Karina bersama dengan Rinai di sisi lain nya Karina.


Setelah beberapa lama, spirit Huna kembali berkata.


'Mama Rinai mau ke mana? Ini seperti jalan mau keluar..'' oceh spirit Huna entah pada siapa.


Dengan wajah berseri Karina menoleh cepat dan melafalkan pertanyaan nya.


'Ke-lu-ar?' tanya Karina.


Aneh nya spirit Huna tak membutuhkan waktu lama untuk bisa mengerti maksud Karina. Sehingga kemudian ia pun kembali berkata.


'i-ya!!' jawab Karina seketika sambil menganggukkan kepala nya beberapa kali.


'Oh.. begitu. Kalau gitu, ikuti Huna ya Mama. Huna tahu jalan keluar dari penginapan ini!' ucap spirit Huna dengan nada riang.


Flashback selesai.


***


Saat ini Karina, Rinaya dan juga spirit Huna sudah berada di jalan belakang penginapan. Karina sudah sumringah dan mengira kalau ia akhirnya bisa terbebas dari Frans sekarang.


Tadi nya Karina ingin mencari kamar inap Daffa. Ia ingin meminta bantuan suami nya Tasya tersebut.


Mengingat Daffa, Karina diliputi oleh perasaan takjub.


Ternyata benar ucapan Frans kepada nya dulu. Bahwa Daffa memang berada di dunia ini. Pertemuannya kembali dengan Daffa di hari ketika ia tiba di kerajaan Nevarest sungguh sangat mengejutkan Karina.

__ADS_1


'Jika Daffa ada di dunia ini, bukan kah itu berarti Tasya juga ada di sini?!' Karina menyimpulkan saat itu.


Sayang nya, di pertemuan nya dengan Daffa saat itu, Karina mengenakan topeng keemasan yang diperintahkan oleh Frans kepada nya.


Saat itu, berkali-kali Karina ingin meminta tolong Daffa. Namun Frans selalu mengancam nya dengan keselamatan Rinaya. Sehingga Karina pun mengurungkan niat nya itu.


Lalu satu hari berikut nya Karina dikurung di dalam kamar. Ia bahkan tak diperbolehkan menjenguk putri nya , Rinaya. Agak nya Frans sangat tahu kalau Rinaya adalah kelemahan terbesar Karina.


Tadi selepas keluar dari kamar tahanan nya, Karina juga ingin mencari kamar inap Daffa. Akan tetapi setelah ia mempertimbangkan nya lagi, mungkin akan lebih baik bila ia pergi keluar terlebih dulu. Barulah nanti ia akan mencari cara untuk bertemu kembali dengan Daffa.


Kini, tak ada lagi yang dikhawatirkan oleh Karina. Karena Rinaya telah berada di sisi nya saat ini.


'Huna tahu lorong rahasia di penginapan ini, Mama Rinai. Pintu nya mengarah langsung ke toko permen yang ada di tengah kota. Ayo, Rinai!' seru spirit Huna bersemangat.


Karina menatap sang spirit dengan hati penuh terima kasih. Entah apa yang telah terjadi dengan spirit di depan nya itu sehingga arwah nya bisa gentayangan seperti ini?


Setelah berjalan setengah jam lagi lama nya, Karina menyaksikan kebenaran ucapan spirit Huna. Terdapat lorong rahasia yang dikatakan oleh Huna tersambung dengan toko permen di luar istana. Dengan hati gembira, Karina lalu merangkak keluar dari lorong sempit yang hanya bisa dilewatinya sambil membungkuk.


Mereka lalu keluar dari toko permen yang penuh oleh para pengunjung anak-anak dam juga orang dewasa. Beberapa pengunjung toko sempat menatap bingung ke arah Karina dan juga Rinaya.


Mereka mungkin merasa heran saat melihat sepasang ibu dan anak perempuan dengan pakaian yang kotor oleh debu dan juga sawang. Debu dan sawang itu menempel di kepala dan baju keduanya saat mereka melewati lorong rahasia penginapan.


Tanpa menghiraukan pandangan di sekitar nya, Karina tetap melangkah maju sambil menarik serta tangan Rinaya. Di sisi lain sang ratu, spirit Huna mengikuti langkah mereka dengan tubuh terapung sedikit di atas tanah.


"Kita mau ke mana, Ma?" Tanya Rinaya kembali untuk ke sekian kali.


Ditanya seperti itu, Karina pun tak lagi bisa menyembunyikan kebingungan nya.


'Harus ke mana kami sekarang? Bagaimana cara nya agar aku bisa bertemu lagi dengan Daffa?' gumam Karina dalam hati nya.


Belum sempat Karina mengurai kekusutan pikiran nya, saat ia mendengar sebuah suara menyapa. Tak jauh dari posisi nya dan Rinaya berada.


"Bukan kah Anda, Ratu Charrine?" Tanya suara itu dengan terheran-heran..


***

__ADS_1


__ADS_2