Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Menemui Spirit Maha Guru Rudolf


__ADS_3

Di Dunia Spirit..


Spirit Anna dan Yodha kembali menjumpai spirit ratu Elva. Sayang nya sang ratu tetap tak ingin menjumpai kedua nya.


Yodha tadi nya hendak mengusulkan agar mereka membawa spirit ratu dengan terpaksa. Akan tetapi menurut penuturan Hamami, spirit yang berbaik hati mengundang mereka ke rumah nya, pemaksaan dan konflik terhadap spirit ratu Elva hanya akan mempercepat proses kegilaan nya.


Pada akhirnya Anna dan Yodha pun mencoba membujuk sang ratu secara baik-baik. Walau hasil nya juga tetap sama, nihil.


Telah beberapa hari berlalu sejak Anna dan Yodha tiba di Dunia Spirit. Sementara waktu kedua nya ikut menginap di rumah Hamami. Bersama dengan spirit pasangan nya yang bernama Adelia.


Tinggal di dunia ini membuat Anna sedikit banyak nya menyadari beberapa perbedaan besar antara Dunia Spirit dengan dunia asal nya.


Semisal pergantian hari yang ditandai dengan kemunculan tiang cahaya yang mencakar hingga ke langit. Seperti yang disaksikan oleh Anna dan Yodha di detik pertama keduanya melangkah ke dunia ini.


Sama sepwrti kali pertama melihat nya, Anna dan Yodha pun lagi-lagi merasakan gravitasi tak terlihat untuk bersujud bersama para spirit yang lain.


Menurut Hamami, tiang cahaya itu adalah cahaya Sang Pencipta. Dan kedatangan nya adalah sebagai penanda pergantian hari di dunia ini. Karena memang, dua bulan yang ada di sana tak pernah berpindah posisi.


Sehingga entah pagi, siang, sore ataupun malam, suasana di Dunia Spirit selalu tetap sama. Perpaduan antara malam dan siang. Terang, namun tak ada panas yang bisa terasa.


Para penghuni Dunia Spirit juga rata-rata berusia muda. Antara 25 hingga 35. Anna tak pernah menemui seorang kakek-kakek di dunia ini. Walau pun ada juga beberapa spirit anak kecil yang pernah Anna jumpai. Menurut Hamami, mereka adalah spirit yang jasad nya mati sedari bayi.


...Di Dunia ini para spirit juga tak perlu makan ataupun minum. Mereka hanya perlu membasuhkan diri di air terjun Cidahu. Di mana setelah nya energi mereka akan kembali ter-charge dengan sendiri nya....


Karena tak perlu memikirkan untuk makan dan minum, para spirit pun jadi tak perlu memikirkan untuk bekerja pula. Umumnya kegiatan sehari-hari nya mereka adalah melakukan apa yang mereka sukai. Bisa dibilang, Dunia Spirit adalah dunia tempat para spirit bebas melakukan apapun juga.


"Bagaimana? Apa kalian berhasil membujuk Nyonya Elva hari ini?" Tanya Hamami di hari ke lima Anna dan Yodha di Dunia Spirit.


Anna menggeleng lesu. Sementara Yodha menjawab pertanyaan rekan spirit mereka.


"Aku heran. Bagaimana bisa spirit Sang ratu bisa hilang ingatan? Sementara kita tak mengalami nya? Jika saja Ratu bisa mengingat ingatan nya kembali, mungkin situasi nya tak akan sesulit ini," Imbuh Yodha kemudian.


Anna tercenung memikirkan kalimat Yodha.


'Ya.. situasi nya mungkin tak akan sesulit ini,' ulang Anna dalam hati nya.

__ADS_1


"Ah! Aku hampir saja lupa. Mungkin ada seseorang yang bisa menjawab pertanyaan kalian itu. Dan orang itu juga mungkin bisa membantu kalian mengembalikan ingatan Nyonya Elva. Walau aku tak bisa menjanjikan nya juga sih.." seru Hamami.


Mendengar ucapan Hamami, kepala Anna pun langsung menegak.


"Siapa, Tuan? Aku ingin menemui nya! Tolong katakan di mana orang itu sekarang?!" Tanya Anna bertubi-tubi.


"Dia tinggal cukup jauh di seberang bukit sana," tunjuk Hamami ke suatu arah.


"Orang itu memiliki banyak pengetahuan tentang Dunia Spirit dan juga dunia yang lain. Aku berani menjamin, tak ada spirit yang lebih berpengetahuan dibanding kan dirinya," tutur Hamami.


"Siapa nama orang itu?" Tanya Anna kemudian.


"Semua spirit memanggil nya Maha guru Rudolf," jawab Hamami.


"Ilmuwan Rudolf!!" Seru Yodha tiba-tiba.


"Jangan-jangan dia adalah ilmuwan Rudolf yang melegenda itu, Putri!" Seru Yodha berapi-api. Tampak jelas dari wajah sang ilmuwan, betapa ia berharap Maha Guru spirit yang dimaksud oleh Hamami adalah ilmuwan yang sangat dikagumi nya itu.


"Siapa dia?" Tanya sang Putri tak mengenal nama Rudolf.


Merasa bersemangat dengan kemungkinan akan bertemu dengan ilmuwan hebat tersebut, Yodha kehilangan suara untuk berkata-kata lagi. Wajah nya begitu berseri-seri. Seolah ia baru saja mendapatkan sebarrel koin emas Nevarest saja.


Setelah beberapa lama berlalu, sang ilmuwan kembali menemukan suara nya lagi.


"Kita harus pergi sekarang juga, Putri! Kita harus bertemu dengan ilmuwan Rudolf!!" Seru Yodha berapi-api.


Meskipun Anna merasa aneh dengan gegap gempita yang ditunjukkan oleh ilmuwan Yodha, Anna memutuskan untuk mengiyakan ajakan nya juga.


Sang putri pun kemudian menoleh ke Hamami lagi.


"Tolong beri tahu kami, rute menuju kediaman Tuan Rudolf ini, Tuan!" Mohon Anna pada Hamami.


***


Setelah mendapatkan rute, Anna dan Yodha pun bergegas menuju lokasi keberadaan Maha guru Rudolf.

__ADS_1


Setelah melewati dua kali pergantian hari, kedua nya akhirnya tiba di sebuah lereng bukit yang hijau. Dengan hamparan bunga daffodil berwarna-warni di sepanjang jalan. Sebuah gubuk kecil yang terbuat dari batu berwarna putih dengan bentuk yang menyerupai rumah keong, tertangkap oleh netra Anna dan Yodha.


Melihat rumah keong putih tersebut, spontan memompa semangat sang ilmuwan Yodha untuk menggegaskan langkah nya. Ia bahkan setengah berlari, meninggalkan putri Anna di belakang nya.


Melihat sang ilmuwan, Anna salah-salah bisa mengira kalau Sang ilmuwan seperti hendak bertemu dengan kekasih nya yang telah lama tak dijumpai saja.


"Putri Anna! Ayo cepat!" Seru Yodha beberapa meter di depan Anna.


Sang ilmuwan sudah tak sabar ingin mengetuk pintu rumah keong putih tersebut, seperti nya. Tingkah nya mengingatkan Anna pada anak kecil yang sedang menunggu ibunda nya untuk membelikan jajanan.


Tanpa disadari, seulas senyum pun terbit di wajah sang putri.


...


Setelah kedua nya tiba di deoan rumah keong putih tersebut, tanpa menunggu lama, Yodha pun langsung mengetuk pintu nya berkali-kali.


Tok. Tok. Tok.


"Permisi! Salam spirit!" Sapa Yodha dengan suara lantang.


Memang begitu lah para spirit biasanya saling menyapa di dunia ini.


Tak ada jawaban dari dalam rumah. Sehingga Yodha pun kembali mengetuk pintu itu untuk kedua kali nya.


Tok. Tok. Tok.


"Permisi! Salam Spirit!" Teriak Yodha dengan suara yang lebih lantang lagi.


Sayang nya, masih tak ada jawaban dari dalam rumah.


Anna mulai merasa was was bila ornag yang hendak mereka temui ternyata tak ada di tempat ini. Namun harapan nya itu kembali bangkit saat detik berikut nya suara sapaan terdengar dari arah luar rumah. Persis nya adalah dari arah belakang kedua nya.


"Salam spirit, saudara dan saudari ku. Ada apakah gerangan kalian berdua datang ke mari?" Ucap suara barito yang terdengar ramah dan lagi merdu di telinga Anna.


***

__ADS_1


__ADS_2