
"Maaf. Siapa kalian?" Tanya ratu Elva, tak mengenali Yodha dan bahkan juga Anna, putri kandung nya sendiri.
Selama beberapa waktu tak ada yang menyahut ucapan sang ratu. Yodha masih sibuk memikirkan kondisi fisik ratu Elva yang kian sama seperti para spirit asli di dunia ini.
Sementara Anna terlalu gagu untuk bicara. Karena luapan rasa rindu yang mendera hati nya dengan begitu kuat.
Tanpa menyahut apa-apa, putri Anna pun langsung menghambur memeluk sang ibunda. Dua bulir tangis menganak sungai dari ujung kedua mata nya.
"Ibunda! Akhirnya Anna bisa menemukan ibunda juga!!" Ucap sang putri di sela isak tangis nya yang berderai.
Selama beberapa saat ratu Elva tampak terkejut saat menerima pelukan dari spirit asing yang tak dikenal nya. Bila melihat dari kondisinya, sudah jelas dua spirit di depan nya ini adalah spirit manusia. Mereka adalah penyusup.
Merasa gentar dan takut, ratu Elva pun langsung meronta dan melepaskan dirinya dari pelukan Anna. Didorong nya putri Anna dengan sekuat tenaga hingga sosok sang putri jatuh terjengkang di atas tanah. Kemudian ratu Elva bergegas menutup pintu rumah nya, dan mengunci nya.
Yodha Azkar melongo tak percaya. Terlebih lagi dengan putri Anna yang tak menyangka kalau ia akan ditolak oleh ibu kandung nya sendiri.
Yodha pun bergegas membantu Anna untuk bangkit berdiri. Dan Anna yang sudah berdiri, lalu kembali mengetuk pintu rumah di depan nya berkali-kali.
"Ibunda! Bunda Elva! Ini Anna, Bund.. anak Bunda! Tolong buka pintu nya, Bundaa!" Teriak Anna sambil menggedor-gedor pintu tersebut.
Yodha terkejut dengan kepanikan yang ditunjukkan oleh sang putri. Padahal sebelum-sebelum nya ia selalu mendapati sang putri bersifat kalem dan sopan.
Menyadari kalau ini disebabkan oleh kerinduan nya pada sang ratu, Yodha pun merasa iba jadinya. Sang ilmuwan lalu ikut membantu putri Anna mengetuk pintu itu berkali-kali.
"Permisi, Ratu. Hamba adalah Yodha Azkar. Hamba kemari diutus oleh putri Tasya dan baginda raja untuk membawa pulang kembali spirit ratu ke Nevarest!" Yodha ikut berteriak di samping Anna.
Sayang nya, hingga belasan menit berlalu, pintu yang mereka gedor-gedor tak kunjung membuka lagi. Anna dan Yodha bahkan telah menarik perhatian beberapa spirit lain nya.
Salah satu dari spirit tersebut lalu datang mendekat dan menyapa keduanya.
__ADS_1
"Apa kalian baru saja datang? Kalian mengenal Nyonya Elva?" Tanya sang spirit.
Yodha melihat ke arah Anna yang maish tampak bersedih karena sang ratu yang tak juga membukakan pintu untuk nya. Pada akhirnya Yodha lah yang membalas sapaan spirit tersebut.
"Benar, Tuan. Kami datang ke dunia ini untuk menjemput ratu kami. Dia adalah wanita yang tinggal di dalam rumah itu," papar Yodha menjelaskan.
"Jadi begitu.."
Sang spirit lalu melihat ke arah Anna yang terlihat sangat bersedih. Setelah hening beberapa waktu, spirit lelaki tersebut lalu berkata lagi.
"Apa kalian mau ke rumah ku sebentar? Letak nya tak jauh dari sini. Aku mungkin bisa mengatakan satu dua hal tentang Nyonya Elva. Barangkali itu berguna bagi kalian," ucap sang spirit begitu ramah.
Yodha kembali melirik ke arah Anna. Ia masih terisak sesekali. Yodha pun menghela napas letih. Ia selalu bingung bila dihadapkan dengan wanita yang sedang menangis. Tak tahu harus berbuat apa untuk menghentikan nya.
Itulah sebab nya hingga usia nya yang kepala empat ini, Yodha Azkar memutuskan untuk tetap menjadi lajang. Karena ia belum menemukan sosok wanita yang tak terlalu rumit kepribadian nya.
Karena kebanyakan wanita selalu mempunyai jawaban yang berbeda antara mulut dan hati nya. Membuat kepala jadi pusing jadi nya.
"Boleh, Tuan. Jika itu tidak merepotkan Tuan," ucap Yodha merendah hati.
"Tak apa-apa. Ayo, kita segera ke rumah ku," ajak sang spirit dengan berjalan terlebih dahulu.
Yodha Azkar lalu mendekati sang putri dan berkata kepadanya.
"Putri Anna. Mungkin sebaiknya kita ke rumah spirit Tuan tadi terlebih dulu? Semoga setelah kita kembali lagi nanti, ratu Elva mau membukakan pintu nya untuk kita?" Ucap Yodha dengan hati-hati.
Anna mengerjapkan mata nya beberapa kali. Mencoba mengusir kabut sedih yang mendera hati nya belasan menit yang lalu. Ditatapnya pintu rumah yang memisahkan nya dari sang ibunda, dan mata sang putri pun kembali mengembun.
Anna lalu menegur diri nya sendiri dalam hati. Ia berpikir, jika saran Yodha itu mungkin ada benar nya juga.
__ADS_1
'Mungkin Ibunda hanya membutuhkan waktu saja,' gumam Anna dalam hati.
Akhirnya, Anna dan Yodha pun mengikuti langkah spirit ramah tadi ke rumah nya. Letak nya memang tak jauh dari rumah tinggal ratu Elva. Hanya berkisar sepuluh meter saja jauh nya.
Begitu sampai di rumah berbentuk jamur tersebut, Anna dan Yodha pun lalu mendengar cerita dari sang spirit tentang kisah ratu Elva di dunia ini.
"Nyonya Elva tiba-tiba saja muncul dan telah hilang ingatan bahkan sejak kedatangan nya untuk pertama kali di dunia ini. Saat itu yang ia ingat hanyalah nama nya saja,"
"Saat itu Nyonya Elva ditemukan oleh saya dan seorang teman saya. Kami berdua tahu kalau Nyonya cantik itu sebenarnya adalah penyusup. Wujud manusia nya masihlah hidup."
Sampai di sini, sang spirit menjeda kalimat nya selama beberapa detik. Setelah jeda, ia pun melanjutkan kisah nya lagi.
"Saat itu Nyonya Elva diputuskan untuk tinggal bersama Huna. Huna adalah spirit anak-anak yang terlahir mati. Keduanya ternyata cocok dan saling menyayangi satu sama lain,"
"Sayang nya, belum lama ini Huna tiba-tiba saja menghilang. Tak ada yang tahu di mana dan ke mana anak kecil itu pergi. Menurut Nyonya Elva, Huna tiba-tiba saja mengatakan kepadanya kalau ia mendengar suara seseorang yang memanggil nama nya. Lalu, sosok Huna pun langsung raib seketika itu jua."
Anna dan Yodha begitu larut dalam kisah yang diceritakan oleh sang spirit ramah. Sehingga mereka tak menyadari adanya perubahan sedikit demi sedikit pada diri mereka.
Seperti misal nya warna spirit mereka yang tampak meredup.
Sang spirit pun melanjutkan kembali ceritanya.
"Sejak Huna menghilang itulah, Nyonya Elva mulai mengurung diri. Agak nya kehilangan Huna membuat nya jadi sedikit agak...maaf, gila. Sehingga karena sikap gila nya itu lah ia dijauhi oleh para spirit di dunia ini."
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Yodha penasaran.
Terlebih dulu, sang spirit menatap Ypdha dan Anna bergantian. Dns setelah beberapa waktu berlalu, spirit itu pun menjawab pertanyaan dari sang ilmuwan.
"Karena spirit yang menggila sangatlah berbahaya. Ia sewaktu-waktu bisa berubah menjadi entitas jahat yang bisa membuat kekacauan di dunia ini. Umum nya, entitas jahat tersebut akan dibuang ke dunia lain. Selanjut nya ia akan menjadi pengganggu di dunia yang lain," jawab sang spirit dengan teramat jelas.
__ADS_1
Seketika itu juga Anna dan Yodha saling berpandangan. Lagi-lagi keduanya bersepakat dalam diam kalau mereka harus segera membawa pulang spirit sang ratu kembali ke Nevarest. Sebelum ia menjadi spirit jahat dan dibuang ke dunia yang lain lagi!
***