
Beberapa minggu berikutnya adalah masa adaptasi Tasya dan Daffa dalam menjabat sebagai raja dan ratu negeri Nevarest.
Setelah penyerangan di keramaian yang terjadi sebelum masa pelantikan, tak ada lagi penyerangan yang dialami oleh Daffa dan Tasya.
Seperti nya pihak musuh tahu kalau ada sesuatu yang dimiliki oleh pasangan raja dan ratu itu sehingga usaha mereka gagal total berkali-kali.
Bahkan usaha peracunan pun juga bisa dipatahkan oleh ramuan khusus racikan Adni, pelayan setia lain yang dibawa oleh Tasya dari rumah mertua nya. Karena nya ia mempercayakan keamanan Baby Hima kepada dua pelayan tersebut.
Tak terasa, hari terus berganti. Hingga bilangan bulan pun turut berganti sudah.
Sudah sepuluh bulan berlalu sejak Tasya menjabat sebagai ratu Nevarest, dan Daffa sebagai raja di negeri itu. Ada banyak hal yang terjadi selama dua tahun ini.
Di masa-masa awal kepemimpinan nya Daffa banyak mengeluarkan kebijakan terkait perkembangan teknologi di negeri Nevarest.
Lelaki itu membangun sebuah pabrik besar. Menggagaskan awal perubahan besar bagi negeri yang tadi nya hanya fokus ke bidang perkebunan dan pertanian saja.
Daffa sengaja memilih sebuah kota kecil yang dikenal tak subur untuk bercocok tanam, sebagai tempat pabrik seluas 3000 meter persegi itu berdiri.
Di pabrik itulah Daffa menciptakan beberapa alat teknologi yang seingatnya digunakan di bumi.
Syukurlah lelaki itu seorang yang jenius. Sehingga ia bisa mendesain ulang banyak benda canggih yang diperlukan dalam perkembangan pabrik itu lebih lanjut.
Sejak saat itu lah pihak musuh membiarkan Daffa dan Tasya tenang dalam posisi tahta mereka. Agak nya mereka pun tertarik dengan semua penemuan yang dilakukan oleh sang raja.
Usaha Daffa ini pada mula nya tak mendapat sambutan yang baik dari penduduk di negeri Nevarest. Ada banyak cemoohan dan hinaan yang tertuju pada raja muda tersebut.
Meski begitu Daffa dan Tasya tetap bersabar dan berbesar hati. Mereka bahkan berani mengeluarkan hampir seluruh harta keluarga kerajaan sebagai modal awal dalam pembangunan pabrik tersebut.
__ADS_1
Daffa menganggap nya sebagai investasi yang menguntungkan. Dan meski Tasya sempat memiliki keraguan, tetap mendukung semua rencana sang suami. Kedua nya berjalan bersisian saling menyokong satu sama lain.
Hingga akhirnya bilangan bulan pun berganti menjadi tahunan. Lima tahun kemudian, pabrik yang dibangun oleh Daffa di kota Genevial telah berhasil memikat perhatian seluruh negeri di keempat penjuru dunia.
Penemuan-penemuan canggih yang berhasil dilahirkan oleh pabrik tersebut telah membawa perubahan besar dalam kehidupan di negeri Nevarest dan juga negeri-negeri lain nya yang telah ikut membeli produk hasil cipta Sang Raja Daffa.
Drone pengawas, kamera polaroid yang bisa mencetak sosok 3D dari apa yang dipotret nya, serta beberapa penemuan lain yang tak kalah hebat.
Meski Daffa hanya menelurkan produk hebat itu dalam jumlah yang terbatas, namun setiap produk nya berhasil dijual dengan harga yang fantastis.
Akan tetapi regulasi lama terkait pembatasan alat elektronik tersebut masih diberlakukan oleh Daffa. Jadi produk ciptaan nya itu umum nya hanya dijual kepada pihak-pihak tertentu saja dari berbagai belahan negeri dan kerajaan yang lain.
Selain kemajuan teknologi di Nevarest, Tasya juga menerima kabar baik dari saudari nya, Anna.
Di tahun kedua setelah perpisahan mereka, Anna membagikan kabar nya bahwa ia berhasil menemukan ilmuwan Yodha Azkar.
Baru sekitar tahun berikut nya lah Anna yakin kalau perhatian musuh tak lagi memantau gerak-gerik nya. Sehingga ia menyusul Jason yang telah terlebih dulu mencari keberadaan sang ilmuwan di negeri tetangga mereka, Allain.
Di tahun kedua itu lah kepergian Anna dinyatakan sebagai berita menghilang nya sang putri. Namun Tasya tak berkomentar banyak tentang berita terkait saudari nya itu. Karena Tasya tahu, bahwasanya Anna sedang berkelana mencari Yodha Azkar.
Komunikasi di antara kedua nya semakin baik terjalin. Entah itu dengan kemampuan telepati Tasya ataupun dengan bantuan kalung liontin pemberian dari ayah mereka.
Dan saat sang ilmuwan berhasil ditemukan oleh Jason, Anna langsung memberikan kabar baik itu kepada Tasya.
Tasya menyambut baik berita itu. Ia pun hendak langsung mengirimkan orang untuk menjemput ilmuwan Yodha berikut Anna dan juga Zizi. Namun rencana nya itu ditahan oleh Anna.
Anna menyarankan agar sang ilmuwan menyamar sebagai tabib biasa saja terlebih dahulu.
__ADS_1
"Biarkan Tuan Yodha menjadi tabib pribadi untuk ibunda, Sya. Dan kita harus melakukan itu secara hati-hati. Jangan sampai pihak musuh mengetahui identitas Tuan Yodha yang sebenar nya. Sehingga membuat nyawa Tuan Yodha dan ibunda jadi terancam," Anna memberikan saran.
"Baiklah, Kak. Tolong bawa Tuan Yodha bersama salah satu pengawal terkuat untuk ke Nevarest. Sisa nya biar Tasya yang mengurus nya. Kakak yakin, gak mau pulang ke Nevarest?" Tanya Tasya bernada sedih.
"Maafkan kakak ya, Sya. Ada hal lain yang harus kakak lakukan di luar sini. Kakak harus membantu Jason untuk menemukan anak nya yang menghilang. Karena kakak sudah berjanji kepada nya," jawab Anna dengan nada sedih pula.
"Lalu Zizi? Bagaimana kabar nya?" Tanya Tasya begitu rindu.
"Zizi baik. Syukurlah inner power nya sudah bangkit sekitar satu tahun yang lalu. Dia..mm.. akan kakak jelaskan nanti ya, Sya. Seperti nya ada orang di luar. Sampai jumpa, Sya!" Pamit Anna terburu-buru.
Setelah percakapan nya dengan Anna, Tasya merasa lega. Lebih lega lagi saat ia bertemu langsung dengan ilmuwan Yodha sekitar dua bulan berikut nya.
Yodha Azkar adalah seorang ilmuwan yang berusia sekitar kepala empat. Meski begitu penampilan nga terlihat awet muda seperti baru berumur awal dua puluhan.
Yodha Azkar adalah seorang yang ramah. Ia langsung meminta untuk melihat kondisi ratu Elva yang terbaring koma di pembaringan nya.
Setelah memeriksa kondisi ibunda dari Tasya tersebut, Yodha Azkar pun menyampaikan diagnosa nya.
"Spirit ibunda ratu telah diambil dari raga nya. Akan sulit untuk membuat Ratu tersadar kembali. Karena pertama-tama, kita harus menemukan tempat spirit nya ditahan. Ada beberapa bahan yang hamba perlukan. Bisakah Ratu menyiapkan semua bahan ini?" Tanya Yodha seraya menyerahkan secarik kertas kepada Tasya.
Tasya lalu membaca semua yang tertulis pada secarik kertas tersebut. Dan ia dibuat pusing karena tak mengenali nama-nama tanaman yang tertulis di sana.
"Tunggulah dahulu, Tuan. Beri Da waktu untuk menemukan semua bahan ini," jawab Tasya.
Selanjutnya Tasya menyerahkan daftar bahan yang diperlukan itu kepada ajudan kepercayaan Daffa. Dan dengan segera, ajudan nya Daffa pun pergi untuk mencari semua bahan itu.
***
__ADS_1