Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Cara Mengembalikan Ingatan Spirit


__ADS_3

"Salam spirit, saudara dan saudari ku. Ada apakah gerangan ke mari?" Ucap suara barito dari arah belakang Anna.


Seketika itu pula Anna dan Yodha langsung membalikkan badan mereka. Dan mereka mendapati sesosok lelaki berusia sekitar awal tiga puluhan sedang berdiri di depan mereka.


Sebuah buku berada di genggaman tangan kanan lelaki yang bisa dibilang cukup tampan itu. Dengan kacamata yang membingkai kedua mata nya yang berwana hazzle.


"Maaf, apa Tuan adalah Maha guru Rudolf?" Sapa Anna dalam pertanyaan nya.


Sang lelaki tersenyum ramah kepada Anna sebelum menjawab pertanyaan putri yang cantik jelita itu.


"Cukup panggil nama ku saja, Nona. Rudolf adalah nama ku," jawab Rudolf.


Baru juga Anna hendak bicara, saat tiba-tiba saja ia mendengar suara pekikan di dekat nya. Asal nya adalah dari Yodha.


Sang ilmuwan menyengir sangat lebar saat ini. Dengan kedua tangan yang saling menggenggam dan menangkup di depan dada. Terlihat jelas kalau Yodha sangat bergembira dengan bertemu orang yang dikagumi nya itu.


Setelah memberi jeda selama beberapa detik untuk ilmuwan Yodha, pada akhir nya Anna memutuskan untuk mengatakan maksud tujuan nya menemui sang maha guru. Karena Anna melihat, Yodha hanya terpana dan menyengir tak jelas ke arah Rudolf.


Rudolf seperti nya telah terbiasa menghadapi orang seperti Yodha. Atau mungkin pembawaan nya yang ramah dan selalu tenang, sehingga ia tetap bicara dengan intonasi suara dan mimik wajah yang sama. Tersenyum ramah.


"Ada yang ingin kami tanyakan kepada Tuan Rudolf. Kami berharap Tuan bisa membantu maslaah yang sedang kami hadapi ini," tutur Anna meminta waktu sang maha guru.


Rudolf tampak mengamati Anna dan Yodha dalam diam.


"Apa yang bisa ku bantu untuk kalian, Nona dan Tuan? Tapi mari, silahkan masuk terlebih dulu," tawar Rudolf dengan ramah.


Anna pun masuk ke dalam rumah keong putih tersebut. Diikuti kemudian oleh Yodha di belakang nya.


Yodha masih belum menemukan suara nya lagi. Ia hanya menatap kagum ke arah punggung kekar nya Rudolf.


Mereka bertiga lalu duduk pada tiga batu putih yang ada di pertengahan ruangan.


"Jadi, ada keperluan apa sehingga dua manusia seperti kalian bersusah payah datang ke dunia ini?" Tanya Rudolf mengawali pembicaraan.


Anna dan Yodha saling berpandangan. Wujud kedua nya memang masih transparan. Sehingga hampir semua spirit mengetahui kalau mereka adalah manusia yang menyusup ke dunia ini.


"Jadi begini, Tuan Rudolf. Kami ingin menanyakan sesuatu. Ibunda saya di dunia kami sakit karena diracun. Ia telah tidur koma bertahun-tahun lama nya. Kami berdua lalu mengejar nya hingga di Dunia Spirit ini. Tapi, situasi aneh menimpa ibu saya," tutur Anna menjelaskan.

__ADS_1


"Spirit ibunda saya kehilangan ingatan nya. Bahkan sejak ia baru datang ke dunia ini, ia telah hilang ingatan! begitu menurut spirit lain yang kami temui. Jadi yang ingin saya tanyakan kepada Tuan Rudolf adalah.. apakah Tuan Rudolf tahu cara untuk mengembalikan ingatan ibunda saya yang telah hilang itu? Karena kami harus segera membawa ibunda kami kembali ke Nevarest,"


Ucapan Anna tiba-tiba saja dipotong oleh Rudolf.


"Kalian berasal dari Nevarest?" Tanya Rudolf.


"Benar, Guru. Kami.. maksud saya, saya berasal dari kerajaan Allain. Tapi Putri Anna ini adalah salah satu putri dari kerajaan Nevarest. Tempat kelahiran ilmuwan Rudolf, bukan?!" Tanya Yodha tiba-tiba saat ia telah menemukan suara nya lagi.


Meski begitu, cengiran lebar itu masih bersarang di wajah milik Yodha.


Kekaguman terlihat jelas di manik mata milik sang ilmuwan muda.


Rudolf menghadiahi Yodha dengan senyuman yang sedikit lebih lebar dari sebelum nya.


"Kau mengenal ku. Apa kau juga seorang ilmuwan, Saudara ku?" Tanya balik Rudolf kepada Yodha.


"Benar, Guru! Dan saya sangat mengagumi semua buku yang ditulis oleh maha guru!" Seru Yodha berapi-api.


"Buku? Kau bisa membaca tulisan-tulisan ku yang kusimpan di ruang lab rahasia ku?" Tanya Rudolf tampak sedikit terkejut.


"Itu.." Yodha terlihat malu-malu untuk menjelaskan.


Menyadari tatapan bertanya yang dilayangkan Rudolf kepada nya, Yodha pun buru-buru menambahkan.


"Raja Daffa adalah cucu buyut Anda, Guru. Ia menikah dengan putri Tasya dan menjadi raja Nevarest saat ini," imbuh Yodha kembali.


Mendengar kabar tentang keturunan nya, garis wajah Rudolf pun seketika menjadi lebih santai.


"Jadi begitu.. dan kalian datang ke sini, karena ingin mengajak ibunda dari Nona ini,"


"Maaf belum memperkenalkan diri, Guru. Hamba tadi terlalu senang karena bertemu dengan guru. Nama saya adalah Yodha. Sementara ini adalah putri Anna, saudari kembar dari ratu Tasya," ucap Yodha memperkenalkan diri nya.


"Ya. Baik. Jadi putri Anna ingin tahu penyebab spirit sang ibunda bisa kehilangan ingatan, benar begitu?" Tanya Rudolf mengulang pertanyaan.


"Benar, Tuan. Sepengetahuan Anda, apakah ada cara untuk menolong ibunda juga? Kami harus segera membawa spirit ibunda kembali ke Nevarest. Sebelum waktu ibunda habis," tutur Anna menjelaskan.


"Hmm.. maksud mu tentu adalah masa toleransi. Memang, spirit yang terpisah dari jasmani nya memiliki batas masa toleransi. Di mana pada setiap orang nya itu lama nya berbeda-beda. Tergantung tingkat kekuatan chi yang dimiliki nya. Apa tingkat kekuatan chi Ibunda putri, kalau saya boleh mengetahui nya?" Tanya Rudolf.

__ADS_1


"Mm.. seperti nya tingkat tinggi. Soal nya warna chi nya adalah merah.," Jawab Anna.


"Kalau begitu, ibunda putri mempunyai masa toleransi sekitar sepuluh tahun masa di Nevarest," jawab Rudolf.


"Sepuluh?! Berarti kami hanya tinggal mempunyai waktu tersisa sekitar satu atau dus tahun saja, begitu?" Gumam sang Putri entah pada siapa


Rudolf dan Yodha tak menyahuti ucapan Anna.


"Sementara untuk penyebab spirit ibunda putri mengalami kehilangan ingatan, adalah bisa jadi spirit nya telah terluka parah sebelum ia memasuki Dunia Spirit ini," jawab Rudolf menjelaskan.


"Apa?! Jadi karena itu lah ibunda bisa kehilangan ingatan nya?!" Seru Anna dengan raut syok yeng terlihat jelas.


"Ya. Besar kemungkinan nya memang seperti itu, Putri."


"Lalu.. bagaimana cara nya agar ingatan ibunda bisa kembali? Karena sikap spirit Ibunda mulai dianggap gila akhir-akhir ini. Bahkan menurut spirit lain yang kami temui, ibunda bisa saja jadi menggila dan berubah jadi entitas jahat yang akan mengganggu spirit lain nya. Dan ia pun terancam untuk diusir pula dari dunia ini," tutur Anna dengan nada sedih.


"Hmm.. ada cara nya memang. Ibunda Putri harus berendam dalam ramuan khusus sebanyak tiga puluh kali purnama."


Penjelasan Rudolf itu membingungkan Yodha. Tanpa merasa malu-malu lagi, Yodha pun langsung menanyakan kebingungan yang dirasakan nya barusan.


"Tiga puluh kali purnama? Tapi bagaimana kita bisa mengetahui kapan purnama itu bisa terjadi? Bukan kah du Dunia Spirit ini tak ada pergantian waktu?" Tanya Yodha penasaran.


Rudolf pun kemudian menjawab pertanyaan Yodha dengan pertanyaan lain nya.


"Bukan kah kalian juga ikut menyaksikan pergantian purnama setiap hari nya? Saat itu adalah ketika cahaya Tuhan mencakar dari langit hingga ke dunia ini. Itu adalah masa pergantian purnama di Dunia Spirit ini," papar Rudolf menjelaskan.


Yodha pun mengangguk-angguk paham.


"Tentang ramuan nya.." ucap Anna mengingatkan Rudolf.


"Tentang ramuan nya, aku mungkin bisa membantu kalian untuk menyiapkan nya. Tapi ini membutuhkan waktu. Karena ada beberapa bahan yang harus kucari terlebih dulu," jawab Rudolf.


Anna pun mengangguk penuh rasa syukur. Dalam hati nya ia merasa sedikit lega karena setidak nya mereka menemukan cara untuk mengembalikan ingatan ratu Elva kembali.


"Terima kasih, Tuan! Terima kasih atas kebaikan hati Tuan Rudolf!" Ucap sang putri dengan penuh ketulusan.


"Sama-sama Tuan Putri," jawab Rudolf dengan tetap tersenyum ramah.

__ADS_1


***


__ADS_2