
Dua hari berikut nya, proses pelantikan tahta raja dan ratu pun berlangsung meriah.
Selama dua hari sebelum nya Tasya dan Daffa sempat mengalami beberapa percobaan pembunuhan. Namun usaha pihak musuh itu berhasil digagalkan oleh Daffa.
Dengan inner power nya yang bisa meng copy inner power orang lain yang ia tiru, Daffa berhasil melihat penyamaran seorang pasukan bayangan yang bersembunyi di balik tiang dalam kamar mereka.
Sejak datang ke istana, Daffa sebenar nya sudah berusaha untuk melacak keberadaan para pengintai. Namun ia mengalami kesulitan. Ini terjadi karena warna chi para pengintai itu pun ternyata bisa disamarkan dengan cukup baik oleh penyusup di kamar mereka. Sehingga Daffa harus berusaha lebih keras untuk mengekstrasi warna chi yang ada di sekitar nya.
Tingkat warna chi Daffa adalah tingkat medium, yang berwarna biru. Dan seperti nya tingkat warna chi penyusup nya berada di atas tingkat Daffa. Karena pemuda itu kesulitan untuk melihat warna chi milik penyusup itu.
Baru setelah pulang dari kediaman bangsawan Scholinszky sajalah akhirnya Daffa bisa melihat warna chi milik sang pengintai. Dan ternyata tebakan nya benar.
Pengintai nya itu ternyata memiliki tingkat kekuatan di atas Daffa, yakni merah. Kekuatan pasukan bayangan itu dalam menyamar sunnguh telah menyulitkan Daffa untuk menemukan keberadaan nya.
Jika saja Daffa tak mendapatkan bantuan dari pusaka batu giok yang diberikan oleh Arca (ayah Daffa) kepada nya, bisa jadi Daffa tak akan pernah bisa menyergap pasukan bayangan itu diam-diam.
Batu giok itu adalah batu khusus buatan kakek ilmuwan Daffa yang termasyhur, dimana batu itu dapat menbantu meningkatkan kekuatan chi dari orang yang memegang nya.
Setelah mencoba berkali-kali berlatih dengan batu giok itu di sela waktu yang ada, Daffa akhirnya bisa mengalami peningkatan kekuatan inner power menjadi tingkat tinggi. Dengan warna chi merah muda saat ini.
Serentak saja, saat kekuatan nya telah meningkat, Daffa bisa melihat langsung warna chi dari penyusup yang telah mengikuti nya dan Tasya selama di istana ini.
Dan tanpa babibu lagi, Daffa langsung meringkus penyusup itu dalam sekali gerakan.
Dan setelah memastikan bahwa tak ada penyusup lain yang ditugaskan untuk mengawasi Daffa dan Tasya di ruang kamar nya, Daffa pun lalu menginterogasi penyusup itu.
Dari penyusup itu lah Daffa bisa mengetahui usaha percobaan lewat racun yang akan dialami nya tepat pada siang itu juga. Sehingga Daffa dan Tasya pun bisa terhindar dari usaha percobaan pembunuhan yang pertama.
Setelah itu, Daffa meminta tolong pada sang Ayah untuk mengirim beberapa pelayan nya yang bisa bertarung untuk menjaga nya di istana. Dan Arca pun langsung memenuhi keinginan putra satu-satu nya itu pada hari itu juga.
__ADS_1
Setelah percobaan pembunuhan lewat racun gagal, pihak musuh kembali mengirimkan serangan. Kali ini adalah serangan langaung dari seorang tentara bayaran yang menyerang Daffa dan Tasya saat kedua nya mengelilingi pusat kota Nevarest.
Serangan itu terjadi di keramaian dan membuat Daffa kesulitan untuk menangkap pelaku nya. Beruntung, pelayan kiriman dari Arca lagi-lagi telah menyelamatkan nyawa Daffa dan sang istri.
Tak tanggung-tanggung, Arca mengirimkan penjaga pribadi nya sendiri yakni, Omar ke sisi Daffa. Dan Daffa sungguh berterima kasih untuk hal itu.
Sepulang nya dari bwrjalan-jalan, Tasya dan Daffa langsung mengumpulkan semua pejabat di ruang balairung.
Tasya lalu menceritakan percobaan pembunuhan yang hampir saja dialami nya tadi di jalan kota kepada para pejabat di hadapan nya.
Penuturan Tasya itu membuat ruang balairung jadi hening seketika. Agak nya semua pejabat merasa khawatir bila sang putri akan menuduh mereka jadi dalang di balik penyerangan tersebut. Karena nya semua nya memilih untuk diam dan menundukkan wajah saja.
Terkecuali mungkin Alul Lazam yang maish menegakkan pandangan nya ke atas. Meski ia tak menatap langsung ke arah Tasya.
Tasya menatap tajam ke arah Alul. Dan ia dibuat getam oleh kepongahan yang ditunjukkan oleh sang menteri.
Tasya merasa marah pada menteri nya itu karena ia tahu jelas kalau menteri Alul besar kemungkinan mengetahui usaha percobaan pembunuhan terhadap nya tadi siang. Bisa jadi Alul lah yang mengutus tentara bayaran itu untuk melukainya dan juga Daffa.
Sang menteri langsung memberikan Tasya tatapan tajam. Tasya tak dibuat takut oleh tatapan nya itu. Sampai kemudian Tasya mendengar suara Daffa dalam benak nya.
'Tenanglah, Dear.. tenangkan diri mu. Kita harus menyikapi usaha pembunuhan ini dengan kepala dingin. Jangan terburu-buru memutuskan sesuatu. Jangan sampai kita membangunkan ular dari tidur nya. Biarkan ular itu mati tiba-tiba dalam satu serangan kita yang mematikan,' Daffa menasihati Tasya lewat telepati nya.
Tasya tertegun mendengar nasihat Daffa di benak nya. Sesaat kemudian ia pun teradar bahwa ia telah dikendalikan oleh amarah nya sesaat tadi.
Untuk menutupi kelalaian nya tadi, Tasya pun menambahkan kalimat nya untuk Alul Lazam.
"Dan bila kau berhasil menangkap penyusup itu, Da akan memberikan hadiah besar untuk mu, wahai menteri!" Imbuh Tasya kemudian.
Pandangan Alul terlihat melunak. Ia memberi Tasya pandangan menilai lewat tatapan nya. Sebuah gundu tua sibuk diputar-putar dalam genggaman Alul Lazam. Kebiasan lama dari sang menteri saat ia sedang berpikir serius.
__ADS_1
Setelah jeda yang tak terlalu lama, Alul Lazam pun menjawab ucapan Tasya.
"Baik, Lutri. Hamba akan menangkap penjahat itu!" Sahut Alul Lazam dengan nada yakin.
Setelah itu, tak lama kemudian audiensi dadakan itu pun berakhir juga. Dan keesokan pagi nya, saat proses pelantikan tahta akan berlangsung, Alul Lazam langsung melaporkan kepada Tasya. Bahwasanya ia telah berhasil menangkap penjahat yang telah menyerang Tasya dan Daffa di keramaian kota.
Sayang nya, penjahat itu telah mati 'terbunuh' saat proses penangkapan nya. Dan itu sudah diprediksi oleh Daffa dan juga Tasya.
Tak mungkin juga bila musuh akan membiarkan antek-nya tertangkap hidup-hidup bukan? Tentu itu bisa membuat rahasia mereka bocor nanti nya. Begitu kira nya dugaan Daffa dan Tasya.
Proses pelantikan tahta raja dan ratu berlangsung sangat meriah.
Tasya sengaja meminta gerbang istana dibuka lebar, sehingga penduduk Nevarest bisa menyaksikan langsung prosesi sakral di kerajaan itu.
Pertengahan zuhur, prosesi pelantikan pun selesai. Dan akhirnya Tasya serta Daffa pun resmi menjadi raja dan ratu yang baru di Nevarest.
Tasya lalu menitahkan pihak dapur istana untuk menyediakan panganan yang bisa dimakan secara terbuka di lapangan istana oleh para penduduk kerajaan Nevarest yang ikut hadir menyaksikan prosesi pelantikan tersebut.
Dengan teratur para tentara memastikan makanan itu bisa dinikmati oleh penduduk kota dalam suasana yang aman dan kondusif.
Kemudian dari atas balkon istana .utama, Tasya pun menyampaikan kalimat pertama nya sebagai ratu ke hadapan rakyat nya di halaman istana yang ada di bawah nya.
Setelah itu, Daffa juga menyampaikan kalimat sapaan nya kepada rakyat negeri Nevarest.
Sebuah perasaan haru muncul di benak pasangan suami istri itu. Tak menyangka kalau takdir mereka akan secepat ini berganti.
Terlebih Tasya yang benar-benar tak mengira kalau ia akan menjadi ratu secepat ini. Ia pun teringat dengan ucapan kakek maha guru yang ia temui di Dunia Enam Pintu.
"Calon Ratu Muda" begitu lah panggilan Kakek itu kepada nya, dulu.
__ADS_1
Pandangan Tasya sedikit mengabur. Dalam hati nya ia bertekad untuk membangkitkan kembali kejayaan negeri tercinta nya ini. Sehingga tak ada lagi musuh yang bisa ikut campur dan menguasai negeri nya dari balik bayang.
***