Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Candaan Daffa


__ADS_3

"Sudah merasa baikan? Apa kamu mau kita di sini lebih lama lagi atau bagaimana, Dear?" Daffa bertanya.


Tasya menggeleng.


"Sebaik nya kita segera kembali, Yang. Bagaimana jika penyusup yang mengintai kita di Nevarest merasa ada sesuatu yang salah dengan tubuh kita? Tadi kata Ayah, hanya spirit kita saja kan yang berada di sini saat ini. Sementara tubuh asli kita masih berada di tempat terakhir kita sebelum ke sini?" Tasya mengingatkan.


Daffa mengangguk.


"Ada benar nya juga ucapan mu itu, Dear. Baiklah, kalau begitu, sebaik nya Hima juga saya kembalikan ke pangkuan kamu ya."


Setelah Tasya kembali memangku Baby Hima, mereka kembali ke tempat gazebo yang mereka datangi pertama kali. Daffa lalu merangkul bahu sang istri. Kemudian mengucapkan sebuah kata asing, "hallil udmahla".


Selanjutnya, perasaan ditarik oleh gravitasi tak kasat mata itu kembali dirasakan oleh Tasya. Dengan erat dipeluk nya baby Hima ke dada nya. Sementara tangan nya yang lain memeluk pinggang sang suami.


Tasya tak ingin ada kecelakaan, sehingga ia bisa sampai terpisah dengan dua orang yang paling dikasihi nya itu di dunia ini.


...


Dan sekejap kemudian Tasya dan Daffa telah kembali berada di ruangan puri Anyelir.


Tak ada perubahan apapun yang Tasya rasakan usai mengalami kejadian magis barusan. Mata nya lalu refleks menengok ke arah jam pasir besar yang ada dalam ruangan itu. Dan Tasya merasa waktu tak terlalu lama berlalu di dunia ini, sementara spirit nya berkelana ke dimensi yang lain.


Tasya dan Daffa masih berpandangan dalam diam. Kedua nya sepakat untuk merahasiakan keajaiban gelang koka ini dari siapa pun.


'Kita harus menemui Kak Anna sekarang juga, Yang! Kita harus memperingatkan Kakak ku! Setidak nya, aku harus menyerahkan kalung azzura ini kepada nya. Jadi kami bisa berkomunikasi kapan pun juga!' Desak Tasya lewat telepati.


'Ya. Ayo kita pergi sekarang juga!' Daffa mengikuti ajakan Tasya.


Dengan membawa baby Hima, Tasya dan Daffa bergegas ke puri Anggrek. Di sana ia menjumpai Anna dan menyampaikan peringatan dari ayah mereka kepada Anna lewat telepati.


Tasya juga menyerahkan kalung liontin biru kepada Anna. Sekaligus mengatakan kekuatan magis dari kalung itu.


'Sayang nya Ayah gak tahu gimana cara menggunakan nya, Kak. Jadi kita harus berusaha mencari tahu nya sendiri,' imbuh Tasya.


Setelah itu, berempat dengan Zizi, mereka pergi ke paviliun utama. Di mana di sana terbaring baginda ratu sekaligus juga adalah ibunda dari ketiga putri tersebut.

__ADS_1


Tasya menatap sedih saat melihat kondisi ibunda nya yang koma itu. Seingat nya, terakhir kali ia masih bercakap-cakap dengan ratu Elva di taman puri Utama. Tapi sekarang..


Melihat kondisi ibunda yang begitu menyedihkan, Tasya pun bertekad untuk menemukan seorang alkimia yang bernama Yodha Azkar. Menurut Ayah, alkimia itu berada di negeri Allain.


Mengingat luas nya negeri padang pasir tersebut, Tasya sempat disapu oleh perasaan putus asa. Namun ia segera menepis perasaan negatif itu jauh-jauh.


Tasya sudah berjanji pada Ayah nya. Kalau ia akan menemukan Yodha Azkar sesegera mungkin.


Tasya lalu menyampaikan tugas dari ayahanda nya itu kepada Anna. Lalu sebuah usulan pun disampaikan oleh Anna kepada nya secara tersirat.


"Kamu tahu, Sya. Kakak pernah bertemu seseorang yang memelihara tikus kecil nan lincah. Tikus kecil itu pandai sekali menemukan barang-barang berharga milik tuan nya. Aneh nya, ia diberi nama yang kelewat bagus. Jess.." ucap Anna mengandung teka-teki.


Agak nya ini dilakukan Anna untuk mengelabui para pengintai yang berada di dekat mereka saat ini. Sehingga pembicaraan nya dengan Tasya tak dimengerti dengan benar oleh para pengintai itu.


Syukurlah Tasya bisa memahami maksud ucapan kakak nya. Karena sedetik kemudian, ia pun menyahut.


"Oh! Jess ya! Nama yang keren, memang. Hmm.."


Kemudian Tasya menambahkan lewat telepati.


Anna samar-samar mengangguk. Dan Tasya pun menangkap anggukan itu.


'Kalau begitu, apa kakak bisa memberi kabar kepada Jason tentang alkimia bernama Yodha Azkar itu, Kak?' tanya Tasya lagi melalui telepati.


Lagi-lagi Anna mengangguk samar, sambil tersenyum menatap baby Hima.


Itu adalah bentuk kamuflase nya dari pantauan para pengintai yang ada.


"Syukurlah.. sampaikan terima kasih ku pada Jason ya, Kak!' seru Tasya kembali.


Anna tak mengangguk lagi. Namun ia kini menatap Tasya dan tersenyum kepada nya.


Setelah beberapa lama, Anna lanjut bicara.


"Akan ada audiensi besok pagi, Dik. Seperti nya semua orang sedang sibuk memutuskan apakah kamu cukup patut untuk menggantikan posisi Ayah saat ini atau tidak?" Ujar Anna menyampaikan asumsi nya.

__ADS_1


"Tapi, Kak.. kenapa enggak Kak Anna aja yang menjadi ratu untuk sementara? Bukan kah kakak pernah bercerita kalau kakak sempat menjadi ratu selama setengah tahun sebelum Ayah pulang ke Nevarest?" (Baca kisah nya di novel Cinta Sang Maharani)


"Seharus nya memang kakak, Sya. Tapi kamu lupa ya? Kakak kan masih dicurigai menjadi dalang di balik menghilang nya Ayahanda. Jadi jelas, nama Kakak akan ditolak oleh para penasihat kerajaan karena kredibilitas kakak yang sudah tercemar," Anna menjelaskan dugaan nya lagi.


"Tapi kakak gak tahu apa-apa soal kepergian Ayah! Lagipula.."


Ucapan Tasya terhenti, saat ia merasakan tekanan di bahu nya. Baru saja Daffa mengingatkan sang istri untuk berhati-hati dalam bicara.


Tasya merutuk diri nya sendiri yang hampir kelepasan bicara. Dengan sigap, ia langsung mengalihkan ke topik yang lain.


"Lagipula.. bisa jadi juga Ayah hanya sedang pergi melatih inner power nya, bukan?" Tasya tersenyum cerah. Menutupi rasa gugup yang melingkupi perasaan nya saat ini.


"Ehem! Dear, apa kamu mau ikut ke rumah orang tua saya? Sudah lama kan saya enggak pulang ke rumah. Jadi mungkin sebaik nya kita berkunjung dulu ke rumah mereka. Sebelum disibukkan oleh audiensi besok. Gimana?" Daffa membantu Tasya mengalihkan topik pembicaraan.


"Ahh ya! Itu.. ide yang bagus, Sayang!" Tasya berseru riang.


Selanjut nya ia menambahkan lewat telepati.


'Makasih, Sayang.. kamu lagi-lagi nyelamatin aku dari situasi genting tadi!' imbuh Tasya melalui telepati.


Daffa memberikan Tasya senyum termanis nya. Baru menjawab telepati Tasya kemudian dengan telepati pula.


'Sama-sama, Dear.. sudah jadi tugas saya sebagai suami kamu untuk nolong kamu yang kesusahan. Yang penting, kamu ingat bonus es krim buat saya ya, Dear nanti malam..' goda Daffa.


Tasya melotot tak percaya kepada Daffa. Es krim adalah kode istilah untuk making love bagi mereka berdua.


'Apaan sih?! Bisa-bisa nya kamu ngomongin soal es krim segala!' Tasya mendumel malu.


'Tapi kamu juga suka es krim kan, Dear..' goda Daffa lagi dengan cengiran yang kian lebar.


'Daffa! Udah dong.. malu tahu..!'


Tasya memutuskan untuk tak membalas ucapan Daffa lagi lewat telepati. Ia memilih untuk mengajak Anna berbincang tentang hal lain nya.


***

__ADS_1


__ADS_2