Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Rencana Daffa


__ADS_3

Daffa pun menceritakan kisah nya terdampar di bumi selama beberapa tahun terakhir. Itu dilakukan dalam usaha nya untuk menemukan Putri Tasya.


Daffa juga menceritakan pertemuan nya kembali dengan putri Tasya di bumi. Namun saat itu sang putri masih hilang ingatan dan menganggap diri nya sebagai Anna, saudari kembar nya. Itu terjadi karena tipu daya dari Mama Ira, istri dari Ayah Jordan di bumi.


Lalu secara perlahan ingatan putri Tasya pun kembali. Dan saat itu keduanya sudah menikah dan saling mencintai.


Saat ingatan Tasya telah kembali, mereka berniat untuk segera pulang ke Nevarest. Menyusul putri Anna yang diduga telah pulang terlebih dulu ke Nevarest beserta Raja Jordan pula.


Dan ternyata dugaan nya itu benar. Di hari menjelang kepulangan Tasya dan Daffa, Anna tiba-tiba saja muncul ke hadapan mereka.


Putri Anna lalu menceritakan tentang perjalanan nya yang telah lebih dulu kembali ke Nevarest. Dan kedatangan nya kembali ke bumi adalah untuk menjemput Tasya agar segera kembali ke Nevarest.


Situasi di istana dinilai sudah sangat genting dengan adanya intervensi kekuasaan dari pihak asing. Terlebih lagi satu persatu keluarga kerajaan pun menerima ujian dan fitnah yang dilayangkan oleh pihak asing.


Dimulai dari Ratu Elva yang tiba-tiba terbaring koma, lalu Raja Jordan yang kembali menghilang untuk yang kedua kali nya, serta yang sedang terjadi saat ini. Yaitu fitnah terhadap Putri Anna, yang dituding menjadi dalang dibalik menghilang nya sang raja.


Semua kejadian tak berdasar ini tentu membuat Tasya dan Daffa menjadi risau. Berikut juga para abdi setia keluarga kerajaan terdahulu yang masih tersisa saat ini.


"Terlebih lagi menurut Kak Anna saat ini istana dipenuhi oleh para pasukan bayangan yang tak bisa dilihat secara kasat mata. Jadi pergerakan kami pun menjadi terbatas di istana," Tasya ikut menyampaikan kekhawatiran nya di sela cerita nya Daffa.


"Memang, ada kekuatan asing yang berusaha untuk menguasai negeri ini diam-diam, Putri. Dengan semua kejadian yang menimpa keluarga kerajaan beserta para abdi setia nya. Tentu membuat para bangsawan yang masih setia terhadap keluarga kerajaan menjadi takut. Karena ancaman dibunuh dan atau di binasakan itu lah konsekuensi yang akan diterima nya nanti," imbuh Arca.


"Lalu kami sebaik nya harus bagaimana, Yah? Besok akan diadakan audiensi di balairung istana. Entah apa yang akan disampaikan oleh para pejabat istana yang datang esok hari," tanya Daffa meminta pendapat pada sang Ayah.


"Menurut mu sendiri bagaimana, Nak? Seperti nya kamu sudah memiliki jawaban nya.." ucap balik Arca pada sang putra.


"Itu.. De masih ragu, Yah.." ucao Daffa kemudian.


"Memang nya kamu sudah punya rencana, Yang?" Tanya Tasya kepada Daffa.


"Yang? Apa itu Yang?" Tanya Miura tiba-tiba.

__ADS_1


Miura masih menggendong baby Hima di pangkuan nya. Sedari tadi ia tak ikut berbincang dengan ketiga orang dewasa lain nya. Meski begitu ia ikut mendengarkan percakapan ketiga nya.


"Er... Itu.." Tasya tampak malu untik menjelaskan panggilan "Yang" yang tadi diucapkan nya terhadap Daffa.


Pada akhir nya Daffa lah yang menjelaskan nya.


"Itu adalah kependekan dari kata "Sayang". Yang, Sayang. Bahasa orang-orang di bumi. Mirip seperti panggilan 'Kanda' yang ibunda ucapkan kepada Ayahanda," tutur Daffa menjelaskan.


Serentak, dua wajah wanita dalam ruangan itu pun bersemu merah. Menyadari kecanggungan yang tercipta, Arca pun berdehem dan mengembalikan pembicaraan ke topik semula.


"Ehem.. hem! Jadi, apa rencana mu, Nak?" Tanga Arca kemudian.


"Rencana De adalah.."


"Sebentar dulu, Yang. Tidakkah pembicaraan kita saat ini aman? Aku khawatir bila ada pasukan bayangan yang ikut mencuri dengar pembicaraan kita juga di sino," bisik Tasya khawatir.


"Tenang lah, Tasy. Ruangan ini sudah dipenuhi oleh mantra anti penyusup. Tidak kah kamu sedari tadi mendengar suara gedoran dan ketukan di dinding?" Tanya balik Daffa.


Detik berikut nya Arca lah yang memberikan penjelasan kepada Tasya.


"Ruangan ini dibangun oleh kakek buyut nya Daffa yang juga adalah kakek hamba, yakni bangsawan R. E. Scholinzky. Dia adalah alkemis terkenal pada masa nya di keempat penjuru negeri di dunia ini,"


"Beliau membangun ruangan kecil ini dengan tangan nya sendiri sebata demi se tumpukan bata dengan menggunakan bahan yang hanya ia sendiri yang mengetahui nya. Setelah ruangan ini selesai, ia lalu memindahkan ruang praktik lama nya ke ruangan ini. Dan di saat itulah semua keluarga nya mengetahui keajaiban yang dimiliki oleh ruangan ini. Di mana hanya sang pemegang kunci dan orang yang diundang oleh nya saja lah yang bisa memasuki ruangan ini,"


"Jadi bisa dikatakan kalau ruangan ini adalah ruangan anti penyusup dan juga anti pencuri. Lihat saja semua buku-buku yang ada di rak samping dinding. Semua itu adalah jurnal yang telah ditinggalkan oleh kakek buyut nya Daffa di ruangan ini," imbuh Arca panjang kali lebar.


Pandangan Tasya langsung menatap takjub ke arah barisan rak-rak yang berjajar di dinding dan dipenuhi oleh buku-buku usang.


Tanpa sadar Tasya berdiri dan mendekati tempat rak itu berada. Ia lalu mengambil salah satu buku dari rak dan melihat cover nya.


Pada sampul depan buku tertulis,

__ADS_1


' This book was owned by R. E. scholinszky'


Ingatan Tasya tiba-tiba saja melayang ke sebuah buku yang dilihat nya berada di menara lama tempat pintu ajaib berada dulu. Menara yang kini telah hancur. Dan pintu nya telah terpasang rapih di salah satu ruangan milik rumah keluarga ibu Sole dan Pak Idham.


"Daff!" Panggil Tasya tiba-tiba.


"Ya, Dear?"


"Aku pernah melihat sebuah buku yang sampul nya juga tertulis nama kakek buyut mu. Apa jangan-jangan itu juga jurnal milik kakek mu, Yang?" Tanya Tasya tiba-tiba.


"Sungguh? Di mana itu, Tasy?" Tanya balik Daffa.


"Di menara dulu yang sekarang sudah runtuh!" Jawab Tasya.


"Hmm.. bisa jadi itu memang jurnal milik Kakek Rudolf. Karena dulu sempat ada penghianat di keluarga kita dan mengambil beberapa jurnal milik Kakek Rudolf," imbuh Arca.


"Penghianat? Siapa itu, Yah?" Tanya Daffa penasaran.


"Adik dari kakek buyut Rudolf otu sendiri, Nak. Kejadian nya sudah lama sekali. Syukurlah aksi nya itu segera diketahui. Jadi jumlah buku yang hilang tidak terlalu banyak," imbuh Arca menjelaskan.


"..."


"..."


"..."


Selama sesaat ruangan menjadi hening. Sesekali Tasya bisa menangkap dengar suara gedoran di pintu dan dinding.


"Seperti nya, pengikut bayangan yang menguntit kalian sudah tak sabar. Jadi, apa rencana mu untuk besok, Nak? Cepat jelaskan. Siapa tahu, ada yang bisa Ayah lakukan untuk membantu kalian?" Ujar Arca kemudian.


Dan Daffa pun menarik napas. Lalu menjelaskan rencana nya untuk audiensi besok pagi kepada Arca, Miura dan juga Tasya.

__ADS_1


***


__ADS_2