Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Cerita Frans


__ADS_3

Merasa situasi nya mulai gawat, Tasya berpikir cepat untuk menyelamatkan dirinya dan juga Hima. Sambil tetap berusaha menjauhkan diri nya dari sentuhan menjijikkan dari Frans.


Saat pikiran nya buntu itu lah, tiba-tiba saja pintu menggebrak terbuka secara paksa. Tasya dan Frans pun langsung menoleh dan mendapati sosok Daffa yang telah berdiri di muka pintu. Wajah nya murka dan terlihat tegang.


"Daffa!" Panggil Tasya dengan nada putus asa.


Daffa lalu mempelajari kondisi dalam ruangan itu. Ia merasa khawatir saat melihat Hima tergeletak tak sadarkan diri di atas lantai. Dan ia juga lebih merasa geram saat melihat Frans yang seperti sedang mencum bu rahang Tasya.


"Ah! Kau akhirnya datang juga. Sayang sekali. Padahal aku baru juga ingin bermain-main dulu dengan istri mu ini, Raja Daffa Yang Mulia," tutur Frans dengan santai nya.


"Kau masih hidup. Kupikir kau sudah mati gosong oleh naga nya Jason," sahut Daffa sambil menyindir pedas Frans.


Mendengar sindiran dalam ucapan Daffa, Frans pun seketika mencebik kesal.


"Naga bodoh itu! Aku hanya sedang lengah. Jadi ini tak ada hubungan nya dengan siapa yang lebih kuat di antara naga itu dan juga aku. Lagipula, aku tak ingin bermain-main dengan naga itu atau teman mu, Jason!" Frans menjawab dengan nada ketus.


"Kenapa? Kau takut ya?" Ledek Daffa kembali.


"Jangan sembarangan bicara! Aku hanya ingin berduel fair dengan mu, Daff. Kau dulu telah berbuat curang dan melukai ku dengan sangat parah. Aku akan membayar hutang padamu itu berkali-kali lipat lebih menyakitkan lagi!" Ancam Frans dengan berani.


"Sungguh? Bagaimana kalau kita melakukan nya sekarang? Atau kau mungkin berkenan untuk menceritakan pada ku, bagaimana kau bisa selamat dalam dua kali masa sekarat mu dulu?" Tanya Daffa berbasa-basi.


"Maksud mu, bagaimana aku bisa tetap hidup dalam serangan mu bertahun-tahun yang lalu itu? Hmm.. boleh lah. Boleh.. Aku akan menuntaskan rasa penasaran mu terlebih dahulu. Agar kelak ketika kau mati, kau tak lagi merasa penasaran dengan keberuntungan yang menimpa ku berkali-kali ini. Qiqiqi.." Frans terkekeh cukup kencang.


Seringai di wajah nya membuat bulu kuduk Tasya berdiri. Dan Daffa menyadari kegentaran yang dirasakan oleh sang istri. Ia pun kemudian berkata lagi.


"Bagaimana kalau kau melepaskan istri ku dulu? Kita bisa berbincang santai tanpa siapa pun di antara kita. Bukan kah itu lebih membuat mu nyaman?"


"Hahaha.. jangan harap aku akan melepaskan istri mu yang cantik ini, Tuan Daffa. Aku telah lama memimpikan bisa bermalam dengan nya. Jadi mana mungkin aku melepaskan daging yang sudah terhidang di depan mata ku ini?" Ledek Frans semena-mena.


Daffa mengepalkan kedua tangan nya erat di samping badan. Sebenarnya ia ingin langsung menyerang Frans. Akan tetapi ia belum bisa mengukur pasti kemampuan inner power Frans yang sebenarnya.


Sedari awal ia membuka pintu, Daffa langsung mencoba mempelajari warna chi yang menguar dari tubuh Frans. Akan tetapi Daffa mengalami kesulitan untuk meng copy inner power lelaki gila di depan nya itu.


Karena itulah Daffa merasa harus mengulur waktu untuk bantuan yang sedang diusahakan oleh Kasim Jung.

__ADS_1


Ah, tidak. Bukan kasim Jung. Melainkan spirit Huna yang telah merasuki tubuh Kasim Jung.


Flashback..


Daffa sedang berada di ruang kantor kerajaan. Saat itu ada Kasim Jung bersama nya di ruangan itu.


Daffa sedang membaca laporan kerajaan saat tiba-tiba saja Kasim Jung bersikap tak wajar.


Jadi, Kasim Jung tiba-tiba menggebrak meja di depan Daffa lalu berteriak panik.


"Ayahanda! cepat Ayah! bunda dan Hina diserang oleh makhluk jahat!" teriak Kasim Jung dengan nada mendesak.


"Tunggu dulu, Kasim Jung! apa yang sebenar nya terjadi?" tanya Daffa tak mengerti.


"Aku bukan Kasim Jung, Ayahanda! aku adalah Huna! aku sengaja meminjam tubuh lelaki tua ini untuk memberi kabar pada Ayah tentang ibunda dan Hima yang diserang oleh makhluk asing!" papar Kasim Jung/Huna dengan panjang lebar.


Setelah beberapa kali diyakinkan oleh Huna, pada akhir nya Daffa meletakkan pena dan laporan yang dipegang nya ke atas meja.


Daffa lalu mengambil jubah emas yang telah disodori oleh Kasim Jung kepada nya. Baru kemudian Daffa melangkah keluar menuju kamar Tasya.


Flashback selesai.


Saat ini Kasim Jung sedang pergi menuju tempat Jason berada. Daffa jelas membutuhkan bantuan sebanyak yang bisa didapatkan nya untuk menyelamatkan Tasya. Dan seperti nya, naga milik Jason itu bisa menjadi bantuan terbaik yang bisa didapatkan nya saat ini.


Sebagai antisipasi bila diri nya tak bisa segera meng copy inner power milik Frans.


Daffa lalu menyaksikan saat Frans melangkah mundur lalu duduk pada sofa yang ada dalam ruangan tersebut. Dengan sesuatu yang seperti menyerupai tali hitam, Frans kemudian menarik tubuh Tasya bersama nya. Sehingga kini Daffa melihat Tasya duduk terikat di samping Frans yang duduk dengan santai nya


"Jadi, bagaimana kau bisa selamat dari dalam lautan dulu di bumi? Bukan kah seharusnya kau tenggelam?" Tanya Daffa mengulur waktu.


"Tentang itu, anggap saja aku memang beruntung. Karena saat dalam kondisi sekarat itu lah inner power ku bisa bangkit dengan sendiri nya. Sehingga tanpa ku sadari aku pun telah berubah wujud dan masuk ke dunia ini secara tak sengaja."


"Ketika aku terbangun, aku sudah berada di dalam gua sempit yang ada di pinggir pantai. Dengan susah payah aku pun bangkit dan berjalan tak tentu arah. Selama berminggu-minggu aku menjadi gelandangan di dunia ini."


"Aku melalui kesusahan hidup selama beberapa waktu. Namun kemudian takdir kembali memberikan keberuntungan dalam hidup ku."

__ADS_1


"Aku ditemukan oleh ajudan lama ayah ku. Dan aku pun dibawa ke istana Goluth. Berbekal kalung hitam yang sudah kupakai sejak kecil, aku pun akhirnya diakui sebagai pangeran kerajaan Goluth yang telah lama menghilang."


"Dan kau tentu bisa menebak apa yang terjadi kemudian, bukan, Raja Daffa Yang Mulia?" Tanya Frans kemudian.


"Ya.. kau melakukan kudeta. Kau membunuh ayahanda mu sendiri, menaikkan diri mu sebagai penguasa Goluth yang baru, dan berbuat sewenang-wenang dengan kekuasaan yang kau pegang. Bukan kah begitu, Frans?" Tanya Daffa.


"Hahaha! Bisa dibilang begitu. Dan tak lama setelah itu aku juga mendengar tentang kekuasaan mu dan Tasya di kerajaan ini. Aku sangat terkejut saat mengetahui kalau ternyata kalian juga berada di dunia ini. Tahulah aku kalau dulu kau menyerang ku dengan inner power mu. Bukan begitu, Daff?" Frans menyimpulkan.


Daffa tak menyahut ucapan Frans. Ia malah kembali bertanya.


"Bagaimana dengan serangan naga? Bukan kah seharusnya kau mati juga saat itu?" Tanya Daffa kembali.


Ketika topik pembicaraan berganti tentang naga, Daffa melihat kegentaran di mata Frans. Agak nya serangan naga Jason terhadap Frans dulu telah meninggalkan jejak trauma yang mungkin tak disadari oleh Frans sendiri.


"Lagi-lagi aku beruntung. Karena aku segera merubah wujud ku dan pergi melalui celah-celah tanah yang retak terbuka akibat disembur oleh api naga itu."


"Jadi begitu rupa nya. Kalau begitu, kau telah kehabisan keberuntungan mu, Frans. Karena seseorang biasanya tak akan bisa selamat setelah melalui dua kali masa sekarat," Daffa berkata bijak.


"Omong kosong! Hari ini juga akan ku pastikan kau akan mati mengenaskan di tangan ku ini, Daffa Scholinszky!" Ancam Frans berapi-api.


Kemudian, Daffa melihat Frans menunjuk ke arah nya. Lalu sebuah benda hitam nan panjang keluar dari telunjuk Frans. Benda tersebut mirip seperti anak panah yang kemudian melesat cepat menuju Daffa dengan begitu mudah nya.


Menghadapi serangan tiba-tiba ini, Daffa tak sempat mengelak. Ia hanya bisa terhuyung mundur dua langkah saat Anak panah runcing tersebut menancap tepat ke bagian perut Daffa.


"Daff!" Jerit Tasya yang merasa ngeri karena darah segar seketika membasahi jubah yang dikenakan oleh sang suami.


"Kau lihat kekuatan ku ini, Yang Mulia Daffa? Kali ini, kau lah yang akan mati berdarah-darah oleh tangan ku. Dan aku akan membawa pergi istri mu yang cantik ini. Qiqiqi.." Frans kembali terkekeh pelan.


"Jangan harap aku mau ikut dengan mu secara suka rela!" Tasya menjeritkan amarah nya kepada Frans.


Ia masih terus berupaya melepaskan tubuh nya dari belitan tali hitam magis milik Frans.


"Ishk..ishk.. ishk.. tenang lah, Cantik. Jangan terburu-buru yakin dengan kekuatan suami mu yang lemah itu. Lihat dan perhatikan lah. Daffa mu itu akan segera mati di hadapan mu nanti. Nikmatilah melihat wajah nya yang tampan itu di sisa-sisa akhir hidup nya ini. Hahahahaha!" Kali ini Frans tertawa bahak.


***

__ADS_1


__ADS_2