Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Dunia Spirit bag. 1


__ADS_3

Begitu melewati pintu, suasana gelap langsung melingkupi suasana di sekitar mereka. Ada banyak bangunan dengan beragam bentuk yang bisa mereka lihat kemudian.


Ada bentuk kotak, silinder, bentuk jamur, serta beberapa bentuk unik lain nya yang tak beraturan. Semua bangunan itu terletak dalam posisi acak. Sehingga tak terlihat ada jalur khusus sebagai jalan raya atau sejenis nya.


Yodha Azkar berjalan bersisian bersama Putri Anna. Sang ilmuwan mengamati lingkungan sekitar nya dengan perhatian penuh.


"Seperti nya di dunia ini juga ada pembagian waktu malam dan siang. Dan kita datang saat hari menjelang malam di sini," gumam sang ilmuwan bermonolog.


"Lihat!" Seru Anna seraya menunjuk ke langit.


Yodha mengikuti arah telunjuk sang putri. Dan ia dibuat terkejut oleh keberadaan dua bulan di dua sisi langit. Posisi keduanya tampak seperti berseberangan.


"Dua bulan? Aneh sekali. Pantas saja langit malam di sini terasa lebih terang bila dibandingkan dengan di dunia kita ya," imbuh Yodha.


Kedua nya terus berjalan selama beberapa waktu. Hingga mereka sampai di sebuah tanah lapang yang sangat luas.


Dan di hamparan tanah lapang itulah Yodha dan Anna menyaksikan ribuan spirit manusia yang tampak seperti sedang bersujud. Mereka seluruh nya membentuk barisan melingkar yang mengelilingi suatu tiang cahaya yang memancang hingga menembus ke atas langit.


Semua spirit tak bersuara dan terus dalam posisi bersujud hingga beberapa waktu lama nya.


"Apa yang sedang mereka lakukan?" Tanya Yodha entah pada siapa.


Anna tak berkomentar dan terus memperhatikan pergerakan para spirit yang jumlah nya mencapai ribuan tersebut.


Melihat posisi para spirit tersebut, sebuah jawaban tiba-tiba saja muncul di benak Anna. Sehingga tanpa sadar ia pun kemudian melafalkan jawaban nya.


"Menghambakan diri.."


Tanpa kuasa untuk menolak, spirit Anna dan Yodha pun lalu ikut bersujud menghadap tiang cahaya yang tinggi nya sampai menembus langit tersebut.


Anna tak tahu apa yang terjadi. Begitu pun dengan Yodha. Ia tak bisa menjelaskan apa yang menyebabkan ia tak bisa mengontrol tubuh nya sendiri. Sehingga ia ikut bersujud seperti para lautan spirit tersebut.

__ADS_1


Rasanya waktu berlalu sangat lama ketika tekanan untuk tetap bersujud itu perlahan menghilang. Dan saat Anna dan Yodha bisa berdiri lagi dengan kehendak mereka sendiri, tiang cahaya yang melangit itu nyatanya telah tiada lagi.


Barisan spirit itu pun buyar bagai semut yang kalang kabut. Mereka semua bergerak menuju arah tujuan nya masing-masing.


Anna dan Yodha saling berpandangan. Lalu keduanya memutuskan untuk mendekati salah satu spirit yang berada dekat dengan mereka.


"Halo, permisi.." sapa Yodha pada seorang spirit lelaki muda.


Melihat sosok spirit, Yodha baru tersadar akan sesuatu. Karena sosok spirit di depan nya itu tidak tembus pandang seperti spirit yang seharus nya. Dan ternyata saat ia melihat ke spirit yang lain, semua spirit pun seperti itu.


Semua spirit tersebut tampak nyata seperti layaknya manusia.


Pandangan Yodha lalu beralih ke samping nya, ke arah putri Anna. Lalu ia pun melihat ke tangan nya sendiri. Dan ia terkejut. Karena tubuh nya dan tubuh Anna tampak transparan. Berkebalikan dengan para spirit di dunia ini.


Yodha malah merasa jadi seperti hantu di dunia ini jadi nya.


"Hmm.. manusia lagi. Ada keperluan apa sehingga kalian berani menyusup ke sini?" Tanya spirit yang disapa oleh Yodha.


"Aku.. kami.." Yodha tampak kesulitan untuk berkata-kata. Karena ia masih terkejut saat mendapati fakta kalau kini ia telah menjadi hantu di dunia ini.


"Kami mencari spirit ibu kami yang sebenar nya masih hidup. Pernah kah Anda melihat nya?" Tanya Anna seraya mengeluarkan sebuah foto sketsa sang ibunda yang digambar oleh Zizi.


"Ada manusia penyusup lain nya? Hmm.. akhir-akhir ini, sering sekali penyusup berdatangan ke dunia ini," gumam sang spirit bermonolog.


Entah disengaja atau tidak. Tapi setiap gumaman spirit tersebut selalu diucapkan nya dengan suara yang cukup keras untuk didengar oleh Anna dan Yodha.


Sang spirit lalu melihat foto di tangan Anna dan berseru.


"Oh! Dia ternyata! Memang nya dia manusia juga ya? Ku pikir dia sudah menjadi spirit abadi.." kembali spirit itu bergumam.


Anna menunggu dengan sabar sampai sang spirit akhirnya berkata dengan suara yang lebih keras. Kali ini ia tampak berbicara langsung kepada Anna.

__ADS_1


"Dia tinggal di kaki bukit Oren. Letak nya ada di sana," tunjuk sang spirit ke satu arah.


"Dia sepertinya sudah lebih terlihat nyata saat terakhir kali kami bertemu. Kasihan sekali. Terlalu lama berada di dunia yang tak seharusnya telah membuat wanita itu lupa akan siapa dirinya," jawab spirit tersebut.


"Apa? Maksud mu wanita di foto ini hilang ingatan?" Tanya Yodhaa memastikan apa yang baru saja didengarnya.


Sang spirit menganggukkan kepala nya sekali.


"Begitu juga dengan kalian nanti. Bila kalian terlalu lama menyusup di sini," imbuh sang spirit.


Serentak saja Yodha dan Anna saling berpandangan. Keduanya bersepakat dalam diam untuk segera menemukan spirit ratu Elva dan pulang kembali ke dunia asal mereka.


Tak ada satu pun dari mereka yang ingin ikut terjebak di dunia spirit ini untuk selama nya.


Keduanya lalu berjalan ke tempat yang telah ditunjukkan oleh sang spirit. Di sepanjang perjalanan, keduanya bertemu dengan beberapa spirit lain nya. Hampir semua spirit menuding ke arah keduanya dengan pandangan bertanya dan penuh rasa heran.


Tapi tak ada yang berani menyapa keduanya lagi. Sampai mereka tiba di tempat yang dikatakan oleh spirit pertama yang mereka sapa.


Keduanya kini berdiri di depan sebuah bangunan berbentuk segi lima. Bangunan ini berwarna merah bata dengan bentuk atap yang berbentuk meliuk-liuk. Sungguh model rumah yang aneh menurut pendapat Yodha.


Anna lalu mengetuk pintu rumah tersebut.


"Permisi... Sepada.. apakah ada orang di dalam?" Sapa sang Ilmuwan setengah berteriak.


Tak berselang lama, pintu rumah terbuka. Dan keduanya langsung berhadapan dengan spirit ibunda ratu Elva. Yang membuat Anna dan Yodha terkejut adalah sosok spirit ibunda ratu tak terlalu tembus pandang seperti spirit mereka berdua.


Anna dan Yodha pun mendadak disergap oleh rasa cemas, bilamana mereka tak segera membawa pulang spirit ratu Elva, maka sang ratu bisa jadi akan menjadi penghuni abadi di Dunia Spirit ini.


Ratu Elva memakai tunik panjang hingga semata kaki berwarna krem. Kulitnya tampak pucat bila dibandingkan dengan para spirit lain nya. citra diri nya hampir menyerupai sosok Anna dan juga Tasya. hanya saja rambut ratu Elva hitam memanjang hingga sepinggang.


Kedua manik sang ratu menatap bingung kepada Anna dan juga Yodha. Sebuah kalimat tanya pun kemudian terlontar dari mulut nya.

__ADS_1


"Maaf. Kalian siapa ya?" Tanya sang ratu, tak mengenali Yodha dan bahkan juga Anna, putri kandung nya sendiri.


***


__ADS_2