Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Kepedihan Karina


__ADS_3

Pertemuan Tiga Kerajaan akan berlangsung satu minggu lagi. Kali ini pertemuan aliansi terbesar di dunia ini akan berlangsung di Kota Zeba, yang terletak tak jauh dari pusat ibu kota Nevarest.


Daffa sudah menitahkan para menteri dan bawahan nya untuk mempersiapkan acara nanti sebaik mungkin. Terlebih lagi intel nya di negeri Goluth memastikan kedatangan raja dan ratu negeri itu di Pertemuan nanti.


Di hari ke lima menjelang Pertemuan, utusan dari negeri Goluth pun hadir. Mereka mengabarkan bahwa raja dan ratu mereka akan menghadiri pertemuan tersebut.


Daffa menyambut baik berita ini. Ia berharap raja Goluth adalah seorang pemimpin yang bijaksana. Tak seperti rumor yang dihembuskan oleh para bangsawan di Nevarest. Yang mengatakan bahwa penguasa negeri Goluth adalah seorang yang tiran dan otoriter.


Rencana nya pertemuan besar ini akan berlangsung selama tiga hari. Sementara itu para utusan dari setiap negeri umum nya akan hadir beberapa hari sebelum pertemuan berlangsung.


Tengok saja raja kerajaan Allain yang telah hadir di kota Zeba pada hari ke tiga sebelum tanggal acara. Diikuti keesokan hari nya oleh Ratu dari kerajaan Enmar dan juga pasangan raja dan ratu negeri Goluth yang tiba pada H-1 sebelum pertemuan.


Daffa telah mempersiapkan penginapan kelas terbaik untuk para penguasa dari tiga kerajaan tersebut. Ia bahkan menjamu sendiri kedatangan setiap kepala kerajaan tersebut satu persatu.


Kesan Daffa terhadap para pemimpin tersebut umum nya standar. Raja Allain yang bernama raja Bahami adalah seorang lelaki paro baya dengan pembawaan yang bijak, cerdas dan ramah.


Sementara Ratu Enmar yang bernama Ratu Madis adalah seorang wanita paro baya dengan pembawaan sifat yang sedikit angkuh.


Daffa lebih tertarik saat ia bertemu dengan raja dan ratu Goluth. Karena saat ia menyambut pasangan tersebut di gedung kapital nya, sang raja yang bernama raja Elfrans dan ratu Charrine bersikap misterius sekali.


Masing-masing kedua nya mengenakan topeng yang menutupi seluruh bagian wajah nya. Membuat Daffa tak bisa melihat rupa dari penguasa kerajaan Goluth tersebut.


Daffa juga tertarik dengan sikap ratu Charrine yang membisu di sepanjang waktu. Menurut raja Elfrans, sang istri telah menjadi bisu karena menderita suatu penyakit.


Daffa akhirnya tak banyak bertanya lagi terkait ratu Charrine. Walau pun sesekali ia menangkap pandangan memohon dari mata sang ratu.


Ya. Beberapa kali Daffa merasa ratu Charrine seperti hendak mengatakan sesuatu kepada nya, namun karena keberadaan suami nya di sisi sang ratu, sehingga Ratu Charrine hanya bisa mengirimi nya pandangan memohon.


Seolah-olah ia begitu ingin meminta tolong!


"Da dengar, Yang Mulia Elfrans sudah memiliki seorang putri?" Sapa Daffa suatu ketika.


Raja Elfrans mengangguk singkat.


"Itu benar. Putri Da sudah berumur enam tahun tepat satu bulan yang lalu," jawab sang raja dengan suara yang sedikit serak.


"Lalu putri Yang Mulia ditinggal di istana Goluth?" Tanya Daffa kembali.

__ADS_1


"Tidak. Rinaya pun ikut dengan kami berdua ke sini," jawab raja Elfrans.


"Bagus sekali itu. Mungkin setelah nya Yang Mulia bisa berwisata dulu ke kota Nevarest sebelum pulang ke negeri Goluth?" Daffa menawarkan wilayah nya untuk tempat wisata raja dan ratu kerajaan Goluth.


"Boleh saja. Tapi sebenar nya ada yang lebih menarik perhatian Da," jawab raja Elfrans.


"Apa itu, Yang Mulia?' tanya Daffa.


"Di mana ratu Tasya sekarang? Da mendengar rumor bahwa ratu Anda adalah yang tercantik di antara ratu yang pernah ada," seloroh raja Elfrans.


Ia sama sekali tak memfilter ucapan nya barusan. Sehingga membuat Daffa memiliki persepsi yang buruk tentang profil dari raja Goluth tersebut.


Saat dilihat nya kalau raja Elfrans menunggu jawaban dari nya. Pada akhir nya Daffa menjawab juga pertanyaan itu.


"Yang Mulia ratu saat ini sedang beristirahat di kediaman nya. Ratu Tasya sedang tidak enak badan akhir-akhir ini.


"Sayang sekali. Padahal ratu Da seperti nya berharap sekali bisa bertemu dengan ratu Tasya. Bukan kah begitu, ratu ku?" Tanya raja Elfrans kepada ratu nya.


Daffa lalu menangkap hal ganjil di antara sikap ramah raja Elfrans dan juga sikap panik yang ditunjukkan oleh ratu Charrine lewat mata nya.


Dengan kaku, ratu Charrine langsung menganggukkan kepala nya ke arah Daffa. Dan lagi-lagi Daffa menangkap pandangan meminta tolong dari mata sang ratu.


Hingga setengah jam berikut nya, Daffa tak berhasil untuk berbincang langsung dengan ratu Charrine. Seperti nya Raja Goluth memiliki andil dalam sikap ganjil ratu nya.


Meski begitu Daffa tak bisa memastikan juga firasat nya terhadap pasangan penguasa Goluth tersebut. Sehingga ia hanya mengutus intel nya untuk mengawasi tingkah raja dan ratu tersebut.


***


Keesokan hari nya..


Pertemuan dilangsungkan di salah satu ruangan di lantai 2 sebuah gedung penginapan tempat para penguasa menginap.


Pagi itu di ruang inap nya, raja Elfrans baru saja menyergap ratu Charrine secara paksa. Beberapa lebam di leher, tangan dan kaki sang ratu terlihat begitu memilukan hati.


Ratu Charrine meringkuk di bawah selimut tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuh nya. Mata merah dan sisa air mata menjelaskan keengganan nya melakukan hubungan suami istri dengan sang raja.


Bagaimana pun juga ia diculik ke dunia ini. Sang ratu dipaksa, diseret dan dilukai berkali-kali oleh suami nya itu. Kini ia menatap benci kepada raja Elfran atau yang ia kenal sebagai Frans (di bumi).

__ADS_1


"Jangan memandangku dengan tatapan menggoda seperti itu, Cantik. Apa kau ingin kita melakukan nya lagi, hmm? Aku ingin mencoba sesuatu yang baru. Bagaimana bila kita melakukan nya sambil mengikat mu terbalik? Bukan kah itu terdengar menyenangkan?" Ucap Frans sambil memakai kembali jubah kerajaan nya.


Mendengar kalimat Frans, seketika ratu Charrine atau Karina disergap oleh perasaan takut. Dengan gaya normal saja pemuda itu sudah menyakiti nya begitu keras. Apalagi dengan gaya seperti yang dikatakan nya tadi?


Karina merasa hidup nya begitu murahan. Seperti pelac*r saja yang menjadi pemuas nafsu lelaki biadab di hadapan nya itu.


Frans lalu berjalan mendekati kasur tempat Karina masih bersembunyi di bawah selimut. Wajah nya lalu mendekat ke wajah Karina. Membuat wanita yang bergelar ratu itu seketika memundurkan kepala nya menjauh.


Kengerian lagi-lagi mencekam benak dan pikiran Karina. Namun tak ada yang bisa dilakukan nya. Frans memiliki kekuatan aneh bisa menciptakan tali dari cairan hitam yang asalnya entah dari mana. Dengan tali itu sang raja bisa langsung mencekik leher Karina jika ia ingin melakukan nya.


Lelaki itu juga bisa menyekap mulut Karina dengan cairan yang berubah bentuk menjadi apapun itu. Walaupun sebenar nya tak ada guna nya juga bila Frans menyekap mulut nya kini. Karena lelaki itu telah memaksa nya meminum obat yang membuat suara nya menghilang.


Ya. Karina telah menjadi gagu saat ini.


Frans merangsek maju mendekati wajah sang istri dengan seringai khas nya. Karina yang terpojok hingga ke kepala kasur pun akhirnya tak bisa mengelak lagi. Cairan hitam milik Frans telah menahan kedua lengan dan kaki nya sejak semalam.


Kedua tangan dan kaki nya itu seperti sedang dirantai ke tiang kasur. Sehingga membatasi pergerakan Karina untuk melakukan perlawanan.


"Diam manis lah di tempat ini ya, Cantik. Tunggu kepulangan ku dengan sabar," bisik Frans begitu dekat ke telinga Karina.


Karina lalu sigap mencoba membenturkan kepala nya ke kepala Frans. Ia begitu ingin menyakiti pemuda itu dengan segenap kekuatan yang ia miliki.


Sayang nya usaha nya itu berakhir gagal. Karena Frans bisa menerka pergerakan nya tadi.


Lelaki itu lalu berdiri kembali di sisi kasur. Dan kemudian berkata.


"Aku akan melepaskan ikatan mu. Tapi kau tak diperbolehkan untuk keluar dari ruangan ini. Ingat, anak itu masih ada di tangan ku. Jadi jangan berbuat macam-macam ya Cantik!" Frans mengancam Karina.


'Rinaya!' batin Karina menjeritkan nama sang putri yang kini entah berada di mana.


Hati nya begitu pilu karena putri nya itu harus pula ikut menderita bersama nya di dunia yang aneh ini.


Sekuat tenaga Karina berusaha menahan tangis. Ia tak ingin membiarkan Frans melihat ia dalam kondisi lemah. Walaupun memang seperti itulah kenyataan nya.


Sang raja lalu berlalu dari ruangan itu. Meninggalkan ratu nya yang kini telah terbebas dari rantai ajaib milik sang raja.


Karina pun kemudian melepaskan tangis nya usai sosok Frans menghilang di balik pintu. Ia menjeritkan luka fisik dan hati nya dengan segenap hati. Meski mulut nya kini tak lagi bisa mengeluarkan suara.

__ADS_1


***


__ADS_2