Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Cerita Jordan


__ADS_3

Setelah membersihkan diri dan menjumpai ratu Elva yang masih terbaring koma di kamar nya, Ayah Jordan pun kembali menemui Tasya dan yang lain nya di ruang kerja raja.


Saat ia memasuki ruang itu, sudah menunggu Tasya, dan juga Daffa.


Ketiga nya lalu menggunakan kekuatan gelang koka untuk pergi ke Dimensi Asing yang terhubung juga dengan Dunia Spirit. Berharap mereka bisa bertemu dengan spirit Anna juga di sana.


Setelah sampai, ketiga nya tak mendapati spirit Anna di sana. Maka Jordan pun memutuskan untuk menceritakan kisah nya kepada Tasya dan Daffa saja.


"Sekitar lima tahun lalu Ayah mengetahui penyebab pasti kondisi ibu kalian dari intel yang Ayah sebarkan di istana. Ternyata spirit ibunda kalian telah ditawan oleh Alul Lazam dan entah berada di mana," tutur Jordan mengawali cerita nya.


"Spirit Ibunda ada di Dunia Spirit, Ayah. Saat ini Kak Anna dan ilmuwan Yodha Azkar sedang berusaha mengembalikan ingatan spirit ibunda," terang Tasya.


"Maksud kamu, spirit ibunda telah hilang ingatan? Tapi kalian berhasil menemukan ilmuwan Yodha itu?" Tanya Jordan.


"Ya, Ayah. Berkat jejak yang Ayah tinggalkan di dimensi ini, kami pun langsung mencari keberadaan Yodha Azkar. Tapi cukup tentang ini. Tasya ingin mendengar kelanjutan cerita Ayah setelah nya," tutur Tasya.


Jordan menghela napas terlebih dahulu sebelum lanjut bercerita.


"Ketika intel ayah masih mencari keberadaan ilmuwan Yodha, sayang nya upaya ini disadari oleh Alul. Sebenar nya ayah sudah bermaksud untuk mengeluarkan nya dari istana ini. Namun Ayah belum menemukan alasan yang tepat. Lagipula Alul memiliki kekuatan militer yang tak bisa dianggap remeh," papar Jordan.


"Lalu?"


"Jadi Ayah meninggalkan jejak untuk kalian di dimensi ini. Karena ayah khawatir target berikut nya dari Alul adalah ayah sendiri. Syukurlah saat itu saudari mu, Anna, sudah ayah titipkan ke Maha guru Sodiq."


"Apa itu adalah kakek-kakek yang menjaga Dunia Enam Pintu?" Tanya Tasya.


"Siapa? Maha Guru Sodiq?" Tanya Jordan kebingungan.


"Ya. Tasya pernah bertemu sekali dengan nya di Dunia Enam Pintu. Saat itu Kak Anna memanggil nya dengan panggilan Guru," papar Tasya.


"Begitu rupa nya. Ayah baru mengetahui fakta ini dari mu, Sya. Padahal Ayah telah dua kali masuk ke Dunia itu. Namun sekalipun juga Ayah tak pernah bertemu dengan Maha Guru."


"Tapi ayah pun tahu kalau Guru Sodiq adalah seorang yang bijak dan berwawasan luas. Karena dari beliau juga lah Ayah mendapatkan gelang koka yang ayah berikan kepada mu ini," Jordan menjelaskan.


"Oh.. begitu.. lalu? Apa lagi yang terjadi, Yah?" Tanya Tasya kembali.


"Kemudian ayah terlibat upaya pembunuhan dari pasukan bayangan yang dikirim oleh Alul Lazam. Tapi Ayah berhasil melarikan diri dengan bersembunyi di Dunia Enam Pintu. Syukurlah orang yang mengejar ayah tak bisa ikut masuk ke dunia magis tersebut."


"Iya. Kenapa bisa begitu, Yah? Waktu dulu anak buah Daffa di bumi pun tak bisa melihat ke-magis-an Dunia Enam Pintu, saat kami hendak kembali pulang ke Nevarest," tutur Tasya.


"Entahlah, Nak. Ayah pun tak tahu penyebab nya."


"..."


"..."

__ADS_1


"Jadi Ayahanda bersembunyi di Dunia Enam Pintu. Lalu?" Gantian Daffa yang kini bertanya kepada Jordan.


"Lalu ayah salah membuka pintu. Saat itu ayah mengira dua pasukan musuh itu masih bisa mengejar ayah hingga ke Dunia Enam Pintu. Jadi dengan terburu-buru ayah pun langsung membuka pintu terdekat lain nya di dunia itu."


"Apa itu adalah pintu yang menuju ke dunia bumi, Yah?" Tanya Tasya penasaran.


"Ayah harap sih begitu. Tapi sayang nya Ayah malah terjebak di Dunia para Naga. Baru juga beberapa langkah ayah masuk ke Dunia para Naga, ayah malah terjatuh dari atas tebing yang tinggi. Sehingga selama beberapa waktu lama nya ayah cedera berat dan tak bisa berjalan. Tapi syukurlah di dunia itu ada orang baik yang telah menyelamatkan Ayah."


"Tapi lama sekali, Yah.. lima tahun ayah menghilang tanpa kabar," keluh Tasya dengan kepala menunduk.


"Iya. Maafkan Ayah ya, Sya. Ayah tadinya berpikir kalau Ayah perlu menyembuhkan fisik ayah terlebih dahulu sebelum kembali ke Nevarest. Karena bila Ayah kembali dalam kondisi terluka, tentu itu sama saja nama nya dengan bunuh diri. Jadi, Ayah pun memulihkan diri di dunia itu. Dan seingat Ayah, ayah tinggal di sana tak lebih dari dua tahun saja," ungkap Jordan sejujur-jujur nya.


"Pastilah itu efek perbedaan waktu di antara dunia yang satu dengan dunia lain nya. Ingat kan dengan peristiwa persalinan kamu, Dear, yang lebih cepat dari yang seharusnya?" Daffa mengingatkan Tasya.


"Benar. Bisa jadi memang karena alasan itu ya, Yang.." sahut Tasya dengan suara bergumam.


"Apa yang terjadi dengan persalinan mu, Sya?" Tanya Jordan penasaran.


Tasya pun lalu menceritakan pengalaman ajaib nya saat kehamilan nya bertambah usia dengan begitu cepat, kala ia berada di Dunia Enam Pintu.


"Benar-benar ajaib Dunia itu," puji Jordan.


"Lalu, bagaimana Ayah bisa pulang bersama Jason? Dengan naga pula. Apa itu berarti Jason juga pergi ke Dunia Para Naga, Yah?" Tanya Tasya menyimpulkan.


"Apa ayah tahu kalau Jason juga berguru pada kakek Sodiq?" Tanya Tasya tiba-tiba.


"Ya. Ayah mengetahui nya, Nak. Tapi itupun lama setelah kami berkenalan. Dalam pengembaraan nya Jason berhasil menjadi seorang Penunggang Naga. Naga hijau yang ada di halaman istana itu adalah naga yang berhasil dikendalikan oleh Jason."


"Bagaimana dengan Ayah? Apa ayah juga berhasil mendapatkan naga seperti Jason?" Tanya Tasya nyeleneh.


"Sayang sekali para naga tak menyukai para penyihir," ungkap Jordan.


"Tapi ayah kan bukan penyihir?" Protes Tasya.


"Tapi menurut para naga kekuatan inner power itu bisa disamakan dengan sihir, Sya. Jadi, jelas saja Ayah tak bisa mengoleh-olehi mu dengan seekor naga. Maaf ya.." seloroh Jordan berkelakar.


"Haishh.. Ayah.. buat Tasya sih, Ayah sudah kembali pulang juga sudah lebih dari cukup," protes Tasya.


"Iya. Iya."


"Lalu? Ayah langsung ke Nevarest, bukan?" Terka Tasya bersemangat.


""Enggak, Sya. Ayah pergi mengikuti Jason menuju kerajaan Goluth. Ayah sudah berjanji untuk membantu Jason menemukan kembali putra nya. Karena Ayah berhutang nyawa kepada Jason juga saat ayah hampir diterkam oleh seekor naga kecil."


"Ke Goluth?! Untuk apa kalian pergi ke sana?" Tanya Tasya penasaran.

__ADS_1


"Menemukan Dion, Dear.. bukankah Ayah telah mengatakan nya tadi?" Daffa mengingatkan sang istri.


"Oh! Benar. Tapi maksud Tasya adalah, dari mana Ayah dan Jason tahu kalau Dion ada di Goluth? Jason mestilah baru mengetahui nya juga kan, Yah? Karena kalau Jason sudah tahu sejak lama tentang keberadaan Dion, ia pasti sudah menemukan nya sejak lama," Tasya berargumentasi.


"Entahlah. Ayah juga tak tahu dari mana Jason mengetahui hal itu. Tapi yang jelas, kami berdua, maaf, Maksud Ayah bertiga dengan naga hijau nya Jason, kami pun langsung mendatangi kediaman raja Elfran di istana nya."


"Frans.." Tasya bergumam.


"Kenapa, Sya?" Tanya Jordan kebingungan.


"Gak apa-apa, Yah. Terus? Kalian pasti gak bisa menemukan Dion kan di istana Goluth?"


"Ya, Nak. Kamu benar sekali. Ternyata telah sebulan berlalu sejak Dion berhasil melarikan diri dari kurungan raja Elfran."


"Lalu kalian langsung pulang ke sini?" Tanya Daffa.


"Ya. Tapi itu setelah Jason mengamuk dan membakar habis istana yang telah mengurung putra satu-satu nya itu."


"Apa maksud Ayah?!" Tanya Tasya tak percaya.


"Ya itu tadi. Si naga hijau telah membakar istana Goluth dengan napas api nya. Semua penghuni istana pun segera hengkang dari istana saat mendapati ada nya kebakaran."


"Bagaimana dengan raja Goluth?" Tanya Tasya penasaran.


"Hmm.. raja Goluth adalah seorang yang sangat jahat. Itu bisa Ayah simpulkan dari gestur para pengikut nya yang seperti takut berhadapan dengan nya. Terlebih lagi raja Elfran selalu memancing emosi Jason saat Jason menanyakan keberadaan Putra nya secara baik-baik."


"Jadi, apa yang terjadi dengan raja Elfran, Yah?" Tanya Tasya mengulangi.


Hmm.. raja Elfran mengaku kalau ia memang telah menculik dan membawa putranya Jason ke Goluth. Raja lalim itu juga menceritakan segala hal jahat yang ia lakukan terhadap putra nya Jason. Sehingga emosi Jason pun terpancing saat itu."


"Bodoh benar Frans! Apakah ia tak merasa takut dengan naga yang ikut pergi bersama kalian?" Tanya Tasya kembali.


"Yah.. saat berhadapan dengan raja Goluth, naga hijau milik Jason memang tak nampak bersama kami. Jason mengembalikan sang naga ke dalam bola panggil. Itu sejenis bola dimensi sepeti gelang koka yang kamu miliki ini, Sya."


"Begitu.. jadi dengan bodoh nya, Frans, maksud Tasya, raja Elfran menantang kesabaran Jason tanpa mengetahui keberadaan naga itu, Yah?" Tasya menyimpulkan.


"Ya.. begitu lah kira-kira."


"Jadi, apa yang dilakukan Jason kemudian?"


"Itu.. jadi begini. Sebelum kami menemui raja Goluthz kamu juga telah mendengar peperangan yang terjadi di antara dua kerajaan kita dan kerajaan nya. Kami juga telah mendengar pengakuan kebiadaban raja Elfran dari mulut salah seorang abdi nya."


"Ternyata Raja Elfran adalah seorang yang zalim. Sehingga ketika raja Elfran memancing emosi Jason dan bahkan hendak menyerang kami, Jason pun langsung memanggil naga hijau nya itu kemudian menitahkan nya untuk menyerang raja Elfran. Jadi lah akhirnya Raja Goluth tersebut kalah telak saat melawan hewan raksasa tersebut.." papar Jordan panjang kali lebar.


***

__ADS_1


__ADS_2