Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Menemui Ratu Goluth


__ADS_3

"Huna! Kamu kembali," sapa Hima saat melihat sosok Huna yang muncul begitu saja dari tembok kamar.


Spirit Huna sedang melihat Hima yang asik bermain memasang puzzle. Di dekat nya ada Tasya yang sedang membaca buku dan Afni yang sedang mengupas buah.


Saat mendengar ucapan Hima, serentak saja dua wanita dewasa di kamar itu (Tasya dan juga Afni) langsung menoleh ke arah yang sedang dilihat oleh Hima. Dan mereka tak mendapati ada nya siapa pun di sana.


Tiba-tiba saja pegangan Tasya pada buku yang sedang dibacanya mengerat. Begitu juga dengan Afni yang sedang mengupas buah. Kedua nya mendadak tegang dengan kondisi sang pangeran yang berbicara lagi dengan teman hantu nya.


"Hima, apa Huna lagi-lagi muncul?" Tanya Tasya merasa was-was.


Sang ratu takut jika kemunculan Huna akan mengajak putranya kembali pergi keluar kamar. Dan Tasya tak menyukai hal itu karena itu sangat berbahaya. Jika bisa memilih, maka ia memilih untuk menggantikan Hima agar ia saja yang diusik oleh si hantu.


"Iya, Ibunda. Itu Huna ada di situ!" Tunjuk sang pangeran ke satu titik.


Tasya memandang titik yang ditunjuk oleh Hima dengan perasaan beragam. Ia masih belum bisa memutuskan apakah yang dilihat oleh Hima memang benar adalah spirit saudari kembar nya, Huna, atau bukan?


Dan apakah spirit tersebut akan berakibat baik atau buruk bagi Hima atau tidak? Meskipun dalam beberapa kesempatan, spirit tersebut selalu saja mengajak Hima pergi keluar tanpa restu darinya.


'Hima! Kamu harus menolong ku! Maksud ku, kita harus menolong Mama Rinai!' ucap spirit Huna terdengar genting.


"Menolong Mama Rinai? Memang nya dia kenapa?" Tanya Hima penasaran.


'Mama Rinai mau ketemu Ayahanda Daffa. Bisa kah kamu mengajak Ayah pergi menemui Mama Rinai sekarang juga?!' mohon Huna mengiba-iba.


'Please..please.. please..!!' Imbuh spirit Huna kembali.


Hima mengerutkan kening nya. Sementara Tasya langsung ikut memasang kuping untuk mendengar percakapan monolog sang putra. Itu dilakukan nya ketika ia mendengar Hima menyebutkan nama 'Mama Rinai'.


'Mama Rinai?! Apa maksud nya adalah ratu Goluth?!! Jadi hantu ini sepertinya tahu di mana lokasi ratu Goluth berada!' seru Tasya dengan keterkejutan yang menggembirakan.


Setelah dilihat nya Hima hanya diam saja dan seperti sedang tampak berpikir, pada akhirnya Tasya ikut nimbrung ke dalam perbincangan sang anak.


"Menolong Mama Rinai? Apa dia.. " ucap Tasya sambil melirik ke titik tempat spirit Huna berada kini.


"Apa dia tahu di mana tempat Mama Rinai berada sekarang?" Tanya Tasya penasaran.

__ADS_1


'Sudah pasti tahu lah, Bunda! Ayo kita ajak ayahanda untuk menemui Mama Rinai! Tolong lah, Ma..' mohon spirit Huna kepada Tasya.


Sang spirit lalu datang mendekat kepada Tasya. Kemudian memeluk leher sang ratu dan menciumi pipi nya berkali-kali.


Tasya tiba-tiba saja merasakan hawa dingin menerjang tengkuk nya. Sungguh aneh. Karena tak ada hembusan angin yang dirasanya lewat.


"Huna tahu, Ibunda. Dia mau kita mengajak ayahanda menemui Mama Rinai. Dia bilang begitu," Hima memberi tahu sang ibunda.


"Ayah Daffa? Kata Huna, kita harus mengajak ayah Daffa bertemu dengan ratu Goluth begitu?" Gumam Tasya mengulangi.


Kali ini Tasya ikut mengerutkan kening. Sambil mengusap bagian tengkuk nya yang masih juga terasa dingin. Ia tak tahu kalau spirit Huna masih bergelayut manja di leher nya.


Hanya Hima yang bisa melihat Huna. Sehingga ketika dilihat nya sang ibunda berkata ke udara kosong, Hima pun langsung menegur sang ibunda.


"Ibunda lihatin apa? Huna kan lagi menempel di belakang Ibunda," tukas sang pangeran memberitahu.


Sekilas, Tasya merasa bergidik ngeri.


'Apa tadi kata Hima?! Han.. hantu nya ada di belakang ku?!!' jerit Tasya merasakan takut.


Tasya tak melanjutkan bisikan hati nya lagi. Menyadari kalau spirit Huna sedang menempel di belakang nya, posisi duduk sang ratu pun seketika menjadi kaku. Ia seolah membeku menjadi patung hiasan.


'Bilang ke Bunda juga, Hima. Kita harus mengajak Ayah sekarang juga! Mama Rinai seperti nya takut kalau Papa Rinai menemukan nya. Papa Rinai kan jahat sekali!' imbuh spirit Huna yang masih bergelayutan di punggung Tasya.


Sang spirit tak menyadari kalau ia sudah membuat ibunda nya menggigil oleh rasa ngeri.


Tasya tiba-tiba saja berdiri dan berjalan mondar-mandir. Membuat pegangan Huna pada leher nya jadi terlepas kemudian.


"Ibunda, kata Huna kita harus mengajak Ayah bertemu Mama Rinai sekarang juga. Papa Rinai jahat. Mama Rinai takut bertemu dengan Papa Rinai," ucap Hima mengulangi pernyataan sang spirit.


Langkah Tasya tiba-tiba berhenti. Ditatapnya Hima dengan pandangan terkejut.


"Papa Rinai jahat? Mama Rinai takut dengan nya?!" Tanya ulang Tasya.


Dan Sang pangeran pun mengangguk.

__ADS_1


'Maka nya ayo ibunda, cepat kita cari Ayahanda sekarang juga!' rengek Spirit Huna lagi sambil memegangi lengan Tasya.


Tasya tak menyadari keberadaan spirit Huna di dekat nya. Karena pikiran nya sibuk menafsirkan apa yang baru saja didengar nya dari mulut Hima.


'Apa itu berarti Ratu Goluth bukan menghilang karena diculik? Melainkan ia melarikan diri dari suami nya?!!' Tasya menyimpulkan sebuah gagasan.


Pada akhirnya Tasya memutuskan untuk mengambil risiko mengikuti arahan sang hantu. Ia pun bergegas mengenakan kembali mantel nya dan mengajak Hima bersama nya untuk mencari Daffa.


"Ayo, Nak! Kita cari Ayahanda mu!" Ajak Tasya segera. Tanpa menunda-nunda waktu lagi.


...


Setelah itu Tasya dan Hima diikuti beberapa pengawal pribadi dan juga spirit Huna, pergi menemui Daffa yang sedang berada di ruang kantor sementara nya.


Saat itu Daffa sedang mendengarkan laporan dari para pengawal terkait perkembangan pencarian ratu Goluth.


Setelah masuk, Tasya langsung menceritakan apa yang didengar nya dari Hima kepada Daffa.


"Menurut mu, bisa kah kita mengecek nya, Sayang? Siapa tahu memang benar kita bisa menemukan keberadaan ratu Goluth?" Tasya mengajukan gagasan.


Daffa tampak merenung sebentar. Setelah beberapa detik lama nya ia berpikir, Daffa pun akhirnya setuju untuk mengikuti arahan sang hantu yang mengatakan tahu lokasi keberadaan ratu Goluth.


"Ayo kita mengecek nya sekarang, Dear.."


...


Pada akhirnya Daffa, Tasya, beserta rombongan pergi menuju tempat yang diarahkan oleh spirit Huna. Mereka terkejut saat Hima menunjukkan mereka untuk pergi ke sebuah motel mewah.


Lebih terkejut lagi saat rombongan kecil itu mendapati kalau di ruangan yang dituju oleh mereka ternyata tak terdapat siapa pun jua.


Sang spirit ikutan bingung seperti manusia lain nya. Karena Rinai, Mama Rinai beserta wanita bernama Soraya itu tak lagi berada di kamar ini.


'Ke mana mereka semua pergi?!!'


***

__ADS_1


__ADS_2