
Sejak spirit Huna merasuki tubuh Tasya, Tasya seperti terisolir. Dalam pandangan nya, ia tak lagi melihat keberadaan Hima di dekat nya. Karena saat itu, spirit nya sedang berkomunikasi dengan spirit Huna dalam tubuh nya.
Jadi dalam pandangan Tasya, saat ia berbincang dengan Huna dan juga Alexa, ia berada di sebuah ruangan putih tanpa keberadaan benda apa pun di sekitar nya. Jadi hanya ada Tasya, Huna dan juga Alexa di ruangan putih tersebut.
Sementara itu, Hima yang sedari awal selalu berada di dekat sang Ibunda menyaksikan bagaimana ketika Huna merasuki tubuh Tasya. Tasya langsung seperti sedang tertidur. Hanya saja sesekali Hima bisa mendengar suara gumaman keluar dari mulut sang Ibunda. Meski mata sang ibu masih terpejam rapat.
Dengan sabar, Hima menunggu Tasya. Sambil sesekali melihat keluar jendela. Melihat awan-awan putih yang berkerumun di satu sisi yang mengingatkan Hina pada bentuk roti awan.
Sampai ketika tiba-tiba saja Hima menyaksikan cairan berwarna hitam muncul dari jendela. Cairan hitam tersebut bergerak merayap menuruni dinding hingga masuk ke dalam ruangan.
Pada awal nya Hima merasa penasaran dan tertarik pada cairan hitam tersebut. Karena nya ia pun tergerak untuk mendekati cairan yang terus bergerak merayap dengan sangat lambat itu.
"Apa itu siput? Tapi kenapa bentuk nya besar? Dan itu juga tak terlihat mempunyai mata..?" Gumam Hima memperlajari cairan hitam tersebut.
Semakin penasaran, Hima lalu memberanikan dirinya untuk menyentuh cairan hitam itu. Dan ia dibuat terkejut, kala cairan itu kemudian merayap naik ke tangan nya. Dengan panik, Hima mencoba melepaskan cairan yang ternyata terasa kenyal tersebut. Namun usahanya berakhir gagal.
Hima mencoba mengibas-kibaskan tangan nya. Berharap cairan hitam itu akan terlepas jatuh dari tangan nya. Namun tetap, usaha nya itu kembali berakhir gagal.
Hima mencoba menggesek-gesekkan lengan nya yang ditempeli oleh cairan tersebut dengan tirai jendela. Pikir nya cairan itu mungkin akan terserap oleh bahan kain nya tirai. Namun lagi-lagi ia tak berhasil membersihkan cairan tersebut.
Hima lalu berlari ke arah sang ibunda untuk meminta bantuan.
"Bunda..! Bunda..!"
Belum sampai langkah Hima ke dekat Tasya, saat cairan hitam itu sudah sampai ke leher kemudian wajah Hima. Cairan hitam tersebut lalu menutupi wajah Hima sehingga langkah Hima pun seketika terhenti karena ia kesulitan bernapas.
Hima tersandung kaki nya sendiri. Dan ia pun terjatuh ke lantai. Gelagapan, Hima berusaha melepaskan cairan hitam kental itu dari wajah nya. Lengkap sudah penderitaan nya kini. Karena selain tak bisa bernapas, ia pun tak bisa berteriak meminta pertolongan.
Dalam ruangan itu hanya ada Hima yang diserang oleh benda asing berbahaya, dan juga Tasya yang sedang dalam kondisi trans karena dirasuki oleh spirit Huna.
Saat itu lah, Huna merasakan firasat buruk. Sehingga ia pun membuka tabir pikiran Tasya dan mendapati kondisi Hima yang sedang bersusah payah melepaskan benda asing hitam pada wajah nya. Huna pun langsung memberitahukan kondisi Hima pada sang ibunda.
Sedetik kemudian, Huna melepaskan diri nya dari tubuh Tasya. Sehingga secara perlahan Tasya pun mendapatkan kesadaran nya kembali.
"Hima! Apa yang terjadi, Nak?!"
Tasya tersentak kaget saat mendapati Hima yang sudah tergeletak di atas lantai. Dengan bergegas, ia pun segera mendekati tubuh Hima. Namun, suatu hal aneh terjadi.
__ADS_1
Cairan hitam tersebut secara cepat berubah wujud menjadi sosok manusia. Lelaki dewasa lebih tepat nya. Dan Tasya sangat mengenali sosok lelaki tersebut. Dia adalah Frans, musuh nya yang abadi.
"Frans!" Kecam Tasya dengan emosi tinggi.
Tasya berusaha untuk meraih Hima yang kini megap-megap bernapas di atas lantai. Tak ada lagi cairan hitam yang menutupi jalur pernapasan nya kini.
"Bun..uhuk..uhuk! Ibunda!!" Panggil Hima dengan susah payah.
Hima lalu duduk dan hendak pergi mendekati Tasya, akan tetapi sebuah tali hitam tiba-tiba saja muncul dan menjerat leher Hima. Sehingga Hima pun kembali kesulitan bernapas.
"Tidak! Jangan! Frans! Lepaskan anak ku!" Tasya menjeritkan permohonan nya.
"Jangan mendekat! Atau jeratan pada leher nya akan semakin ku eratkan, Cantik.." ancam Frans dengan acuh nya.
Jeratan tali itu ternyata adalah bagian dari inner power Frans. Tasya menyadari hal itu saat melihat telunjuk Frans yang terarah ke leher Hima. Seolah ia sedang mengatur pergerakan benda hitam asing tersebut.
"Ba..baik! Tapi tolong, lepaskan Hima! Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan!" Janji Tasya terucap dengan begitu mudah.
"Oo.. jadi nama anak ini adalah Hima.. hmm.. kurasa dia seumuran dengan anak itu. Dia ada di sini bukan?" Tanya Frans dengan sikap acuh.
"Si..siapa? Tolong biarkan Hima bernapas lega, Frans!" Pinta Tasya kembali.
"Di mana mereka?" Tanya Frans kemudian.
Tasya terlihat lega saat melihat Hina sudah bisa bernapas kembali. Akan tetapi jeratan tali itu kini melingkari tubuh Hima sehingga putra Tasya dan Daffa tersebut tak bisa lari ke mana-mana.
"Karina dan Rinaya? Mereka sudah tak ada di sini lagi!" Jawab Tasya sambil menatap khawatir pada Hima.
"Jangan berbohong! Kau pikir kau bisa membodohi ku lagi, Cantik? Aku tahu kalau kau pasti menyembunyikan nya di suatu tempat. Cepat katakan di mana wanita kepa rat itu, dan putri nya?!" Teriak Frans menuntut.
"Aku berkata jujur! Mereka memang sufah ada di sini lagi! Lagi pula apa perlu nya kau dengan Karina dan Rinaya? Bukan kah kau bahkan tak memperlakukan mereka seperti anak dan istri mu sendiri?!" Tuding Tasya kelepasan.
Frans memicingkan mata nya. Ia menunjukkan ketidaksukaan nya pada ucapan Tasya dengan cara mengangkat tubuh mungil Hima yang telah diikat dari atas lantai.
Melihat pemandangan Hima yang tergantung di udara, mata Tasya pun seketika membelalak ngeri.
"Ibunda!! Huaaa!! Hima takut, Bundaa! Tolong Hima!" Jerit Hima dalam tangis nya.
__ADS_1
"Hima!" Tasya berusaha mendekati tubuh Hima yang terapung di udara. Akan tetapi Frans malah mengangkat Hima lebih tinggi sehingga tangan Tasya tak mampu menggapai tubuh mungil putra nya tersebut.
"Frans! Lepaskan Hima! Dia tak ada salah apapun kepada mu! Jadi tolong jangan sakiti dia!" Jerit Tasya mulai histeris.
"Bawa wanita keparat itu dulu ke sini! Aku ingin membuat perhitungan dengan nya juga!" Frans menyampaikan titah nya.
"Sudah ku katakan berapa kali. Karina dan Rinaya sudah tak ada lagi di dunia ini! Dia sudah pulang ke bumi!" Jerit Tasya mulai histeris.
"Ke bumi? Kau sungguh mengatakan kebenaran, Cantik?" Tanya Frans terlihat skeptis.
"Ya! Demi Hima ku, aku berkata jujur. Jadi tolong lepaskan putra ku, Frans!" Balas Tasya dengan kehisterisan yang tak berkurang sedikit pun.
Frans kemudian tersenyum. Ia langsung menurunkan Hima ke ats lantai kembali, memukul tengkuk bagian belakang nya dengan wujud inner power nya sehingga Hima langsung tak sadarkan diri.
"Hima!"
Seketika itu juga Tasya langsung meraih tubuh Hima dan mencoba membangunkan nya. Saat ia menyadari napas masih terasa di bawah hidung Hima, hati Tasya pun seketika merasa lega.
Saat Tasya berbalik dan hendak memarahi Frans, ia dibuat terkejut karena Frans tiba-tiba saja telah berjongkok tepat di belakang nya. Lelaki itu lalu menarik tangan Tasya secara paksa dan membanting tubuh ratu muda itu dengan wujud inner power nya.
Tasya pun langsung merasa nyeri akibat benturan yang dialami oleh tubuh nya barusan. Belum selesai ia mendata rasa sakit nya, ketika ia merasa tubuh nya kembali ditarik. Kali ini ia terjatuh dalam pelukan Frans.
Tasya bisa melihat jelas wajah Frans dari jarak yang sangat dekat. Dengan berani nya Frans langsung menyurukkan wajah nya ke leher kiri Tasya. Sehingga Tasya pun seketika didera oleh perasaan ngeri.
"Hmm.. aroma tubuh mu masih sangat menggoda, Cantik. Kupikir aku tak akan mau menyentuh mu lagi, Cantik. Setelah kau dinodai oleh Daffa mu yang brengsek itu!" Frans berbisik pelan ke telinga Tasya.
Dengan sekuat tenaga, meski ia masih merasakan nyeri akibat bantingan yang dialaminya tadi, Tasya terus berupaya untuk bisa melepaskan diri dari kurungan tangan Frans. Namun apalah daya, usaha nya berakhir sia-sia.
"Hmm.. kali ini. Akan kupastikan kau menjadi milik ku, Cantik! Kita akan lihat, bagaimana reaksi suami mu itu nanti saat melihat tubuh istri nya telah kucicipi juga. Bukan kah ini akan sangat menarik, Cantik?" Tanya Frans sambil terus mencecapi leher dan rahang Tasya dengan jilatan lidah nya.
Tasya semakin bergidik ngeri.
"Gila kamu, Frans! Daffa akan segera datang! Jadi lebih baik kau segera pergi dari sini sebelum ia melihat mu! Kau berada di kerajaan milik Kami. Jadi kedatangan mu ke tempat ini adalah tindakan bunuh diri! Cepat pergilah!" Usir Tasya kemudian.
"Hmm? Apakah itu artinya kamu khawatir pada ku, Cantik? Betapa manis nya diri mu.. tenang saja. Kali ini aku tak akan kalah dari suami mu itu. Karena kini aku telah memiliki kekuatan magis, seperti yang juga dimiliki oleh Daffa."
"Dulu, dia mungkin pernah mengalahkan ku. Tapi sekarang hasil nya jelas akan berbeda. Dan aku jelas lebih kuat darinya!" Ucap Frans penuh percaya diri.
__ADS_1
***