
Sejak diketahui bahwa ilmuwan Rudolf yang dimaksud oleh Yodha Azkar ternyata adalah kakek buyut nya Daffa, pencarian pun langsung dialihkan ke ruang laboratorium milik buyut R.E. Scholinszky di kediaman bangsawan Scholinszky.
Mereka akhirnya menemukan dua buku terkait spirit di sana. Setelah nya buku itu langsung diberikan kepada ilmuwan Yodha.
Pertama kali menerima buku tersebut, Yodha Azkar langsung menganga tak percaya. Ia sungguh tak menyangka bahwasanya sang raja Nevarest ternyata merupakan cicit dari ilmuwan termasyhur yang sangat ia kagumi.
Yodha pun menerima buku itu dengan sangat gembira, setelah berjanji kepada Tasya dan Daffa untuk merahasiakan identitas Rudolf Ethan dari siapa pun juga.
Selama dua hari penuh Yodha membaca kedua buku itu dengan serius. Setelah selesai membaca nya, Yodha pun menyampaikan kesimpulan nya terkait isi buku karangan R. E. Scholinszky tersebut kepada Tasya dan juga Daffa.
"Menurut isi buku ini dikatakan bahwa spirit adalah bagian dalam dari inti kehidupan seseorang. Sebuah spirit sangat membutuhkan keberadaan tubuh fisik sebagai inang tempat tinggal nya. Sementara tubuh seseorang bisa bertahan hidup meskipun spirit nya tak lagi ada," tutur ilmuwan Yodha bercerita.
"Lebih lanjut lagi spirit bisa berpindah tubuh dengan beberapa kondisi istimewa. Salah satu nya adalah bila dua tubuh memiliki karakteristik chi yang sama persis. Spirit juga bisa ditahan dengan beberapa cara. Ramuan, atau pun mantra pemanggil. Hamba tak menyangka bahwa penjelasan ilmuwan Rudolf dalam buku nya ini sangat mendetail sekali!" Seru Yodha dengan wajah berseri.
"Lalu bagaimana dengan dunia spirit?" tanya Tasya to the point.
Samg Ratu sudah begitu penasaran untuk mengetahui tentang dunia tersebut. Entah kenapa firasat nya mengatakan kalau spirit ibunda ratu Elva nya terjebak di dunia itu. Itu lah sebab nya ramuan dan usaha Yodha tak berhasil mengembalikan spirit nya kembali ke tubuh nya lagi.
"Dunia spirit adalah salah satu dari tujuh dunia yang ada. Tingkatan nya berada di tingkat paling atas dibandingkan dunia yang lain. Hamba kurang mengerti penjelasan terkait tingkatan ini, baginda Raja. Namun hamba akan menjelaskan semampu nya hamba," tutur Yodha meminta maaf.
"Tak apa-apa. Lanjutkan lah!" Daffa memberikan titah nya.
"Untuk pergi ke dunia spirit, kita perlu pergi terlebih dulu ke dunia enam pintu. Tapi tak seperti saat pergi ke dunia lain nya, untuk pergi ke dunia spirit maka hanya spirit kita sajalah yang diperbolehkan untuk pergi," lanjut Yodha.
"Kenapa begitu?" Tanya bertanya.
"Karena dunia spirit hanya bisa dimasuki oleh spirit saja. Setiap manusia ataupun makhluk yang pergi memasuki dunia itu dengan jasad fisik nya, maka ia akan langsung kehilangan jasad fisik nya seketika itu juga. Itu berarti.."
"Dia akan langsung mati," Daffa melanjutkan ucapan Ypdha.
"Benar sekali, baginda Raja. Makhluk itu akan langsung mati karena tubuh fisik nya tak akan mampu menahan gempuran gravitasi maha tinggi yang berada di dunia itu. Begitu menurut penjelasan buku Rudolf," tutur Yodha kembali.
Untuk sesaat, suasana menjadi hening. Sampai kemudian Tasya lah yang memecahkan keheningan dalam ruangan laboratorium rahasia milik Ypdha Azkar itu.
"Jadi, seperti yang dilakukan oleh eyang Rudolf, berarti harus ada seseorang yang melakukan ritual pemanggilan spirit selama tujuh hari tujuh malam, begitu?" Tanya Tasya kepada Yodha.
__ADS_1
Yodha mula nya terlihat ragu untuk menjawab. Namun kemudian ia menyampaikan juga pemahaman nya terkait isi dari buku karya ilmuwan Rudolf yang telah ia baca.
"Terdapat beberapa cara untuk memanggil kembali spirit yang tertahan. Dan setelah membaca keterangan dari setiap cara tersebut, hamba menyimpulkan kalau apa yang dilakukan oleh ilmuwan Rudolf saat menolong putri bangsawan yang tidur koma dulu, adalah karena spirit sang putri yang tertahan di tempat yang sangat jauh dari tempat tinggal sang putri. Meski begitu, ia masih berada di dunia yang sama. Sementara untuk kasus baginda ratu Elva.."
Yodha kembali terlihat ragu untuk melanjutkan ucapan nya. Namun Daffa menyemangati nya untuk lanjut bicara.
"Lanjutkan saja, Tuan Yodha. Kami akan menerima apapun penjelasan mu," ucap Daffa menenangkan hati sang ilmuwan.
Yodha menganggukkan kepala nya ke arah sang raja sebanyak sekali. Baru kemudian ia melanjutkan kesimpulan nya lagi.
"Menurut hamba, bila dilihat dari ciri-ciri fisik ibunda ratu saat ini, bisa disimpulkan bahwa spirit beliau berada di luar dunia ini. Seperti dugaan hamba semula, baginda Raja, Ratu.." Yodha menyimpulkan.
"Karena di setiap ujung kuku baginda Ratu terdapat warna keunguan yang hampir memenuhi seluruh bagian kuku nya. Ini adalah ciri dari tenggat waktu yang tersisa yang masih dimiliki oleh spirit seseorang untuk kembali ke dunia asal nya lagi," lanjut Yodha.
"?!!"
"?!!"
"..."
"Apa.. apa maksud mu itu, Tuan?" Tasya terpatah-patah bertanya.
Sang ilmuwan lalu menatap ratu Tasya dengan pandangan simpatik. Baru kemudian berkata,
"Itu berarti, kesempatan kita untuk menolong baginda ratu hanya jika warna kuku asli nya masih ada," Yodha menjeda kalimat nya untuk sesaat.
Setelah hening kembali selama dua detik, Yodha lalu melanjutkan perkataan nya lagi.
"Jika kuku sang ratu telah menjadi keunguan seluruh nya, saat itulah kesempatan kita untuk menolong nya telah habis. Kita harus segera mencari keberadaan spirit sang ratu di dunia lain. Jika tidak, kondisi tubuh sang ratu secara perlahan akan mengalami degradasi hingga akhir nya berhenti bernapas secara tiba-tiba!" Tutup Yodha dengan pernyataan yang mencengangkan.
"?!! Daff!" Tasya spontan meraih lengan jubah keemasan yang dikenakan oleh sang suami. Pandangan nya mengandung kegentingan yang terlihat nyata.
Daffa lalu meraih jemari Tasya dsn mengaitkan jemari nya dengan jemari sang ratu. Ia berusaha mengalirkan ketenangan kepada sang istri. Agar bisa tetap berpikir jernih dalam kondisi genting seperti saat ini.
'Tenangkan dirimu, Dear. Kita akan langsung menyelamatkan ibunda ratu segera. Bersabarlah!' ucap Daffa lewat telepati ke benak Tasya.
__ADS_1
Tasya pun lalu mengangguk paham. Ia sadar dengan maksud Daffa menenangkan nya. Memang, pikiran yang kusut tak akan membantu nya memecahkan masalah.
Detik berikut nya Tasya pun menyahut balik lewat telepati.
'Maafin aku ya, Yang. Tadi aku panik banget,' tutur Tasya dengan kepala tertunduk.
Daffa mengusap pelan pucuk kepala sang ratu. Sambil menghibur nya lagi lewat telepati.
'Kita akan menemukan spirit ibunda ratu, Tasy. Biidznillah. Kita pasti bisa menemukan nya!'
Kepada Yodha Azkar, Daffa lalu berkata.
"Jadi, apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan spirit ibunda ratu, Tuan?" Tanya Daffa dengan raut serius.
Menit-menit berikut nya, sang ilmuwan pun menjelaskan cara dan bahan yang harus ditemukan untuk mengembalikan spirit milik ibunda ratu Elva.
Setelah selesai menjelaskan, Daffa pun berkata.
"Da akan menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Namun kita membutuhkan seseorang untuk pergi ke dunia spirit."
"Biarkan hamba melakukan nya, Baginda Raja!" Yodha menawarkan diri nya.
"Kau ingin melakukan nya, Tuan Yodha? Tapi risiko nya besar sekali. Bukankah kata mu tadi risiko kegagalan nya adalah spirit sang penolong juga bisa ikut terjebak di dunia spirit bila ia tak memiliki sesuatu yang mengikat nya kuat di dunia ini?" Tanya Daffa menegaskan.
"Hamba sungguh ingin melakukan ini, Yang Mulia. Untuk itu hamba akan berlatih untuk melakukan semedi terlebih dulu. Dalam buku ini juga disebutkan bagaimana cara nya secara mendetail. Jadi hamba kira, hamba akan bisa melakukan nya," ucap Yodha dengan mantap.
"..."
"..."
"..."
"Jika itu adalah keinginan mu, maka tak ada yang bisa Da ucapkan lagi selain rasa terima kasih yang tak terbatas kepada mu, Tuan. Usaha mu ini akan diingat oleh seluruh penduduk Nevarest sebagai satu aksi dari seorang pahlawan negeri," ucap Daffa dengan pandangan haru.
"Terima kasih untuk restu dari Yang Mulia.. Hamba akan melakukan sebaik yang hamba bisa!" ucap sang ilmuwan merendah hati.
__ADS_1
Flashback selesai.
***