
Sementara itu di dalam ruangan tempat para raja sedang berunding..
Daffa sedang menjelaskan beberapa poin tambahan baru yang dibuat nya untuk menggenapi perjanjian lama dari traktat Pizloff en Muah yang lama.
Ia sedang serius menjelaskan setiap poin dari hal tersebut saat tiba-tiba saja kepala kasim nya masuk ke dalam ruangan dan meminta ijin untuk menyampaikan sesuatu.
Terlebih dulu Daffa meminta maaf kepada para perwakilan dari kerajaan lain nya. Kemudian ia pun berjalan menjauh ke ruangan di sebelah untuk bicara dengan sang kepala kasim.
"Mohon maaf telah mengganggu Yang Mulia. Tapi ada kejadian genting yang terjadi saat ini, Baginda raja," tutur sang kepala kasim dengan wajah yang terlihat panik.
"Ada apa?"
"Seorang pengawal raja Goluth mendatangi hamba di luar dan memberitahukan bahwasanya ratu mereka telah menghilang dari kamar nya. Sekaligus juga dengan putri nya yang ikut menghilang di kamar lain nya!" Jawab sang kepala Kasim.
"Apa mungkin ratu Charrine hanya sedang berjalan-jalan saja dengan putri mereka? Sudahkah kalian mencari nya ke seluruh tempat?" Tanya Daffa kembali.
"Sudah, baginda raja. Kami sudah melakukan penelusuran ke hampir seluruh ruangan di penginapan ini. Sayang nya kami belum bisa menemukan keberadaan sang ratu."
Daffa terlihat berpikir sejenak. Kejadian ini sungguh berbahaya. Bila ia salah bersikap, dan ratu kerajaan Goluth tak juga segera ia temukan, bisa jadi akan terjadi konflik besar di antara dua kerajaan. Yakni kerajaan nya dengan kerajaan Goluth.
Daffa curiga ada seseorang yang memprakarsai menghilang nya ratu Charrine. Agar bisa merusak hubungan bilateral di antara dua kerajaan tersebut.
"Lanjutkan pencarian! Biarkan Da yang mengabarkan berita ini kepada Raja Elfran," titah Daffa kemudian.
Sang kepala kasim pun mengangguk.
"Kalau begitu, hamba pamit undur diri, Yang Mulia!"
"Pergilah!"
Setelah nya, Daffa kembali ke ruangan tempat perundingan sedang berlangsung. Dan setelah mempertimbangkan sebaik mungkin, Daffa pun akhirnya memutuskan sesuatu.
"Maafkan Da, semua nya. Seperti nya acara perundingan ini harus ditunda untuk sementara waktu," ucap Daffa dengan raut menyesal.
"Kenapa begitu? Masih ada banyak hal yang perlu kita bahas di sini," ucap raja Bahami, sang penguasa dari kerajaan Allain.
"Ya. Jangan membuang-buang waktu. Kita harus segera merumuskan traktat yang baru. Sehingga Da bisa segera kembali ke kerajaan Da," imbuh Ratu Madis, penguasa Enmar.
__ADS_1
Raja Elfran terlihat santai di tempat duduk nya. Hal ini membuat Daffa jadi sedikit kesulitan untuk mengatakan kebenaran nya. Namun pada akhirnya, Daffa menyampaikan juga berita buruk tersebut.
"Maafkan kelalaian kami, raja Elfran. Karena baru saja hamba mendapat berita bahwasanya ratu Anda telah menghilang dari kamar inap nya.
".."
"..."
"..."
Selama beberapa detik berikut nya tak ada yang berbicara lagi. Semua pandangan tiba-tiba saja tertuju pada sosok raja Elfran yang tak bergeming di kursi nya, usai mendengar berita tentang ratu nya tersebut.
Tak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh raja Elfran. Jangan kan membaca pikiran, melihat ekspresi di wajah nya pun Daffa tak bisa. Karena seluruh wajah raja Elfran ditutupi oleh topeng berwarna emas yang ia kenakan.
"Apa tadi katamu, Raja Daffa? Seperti nya Da salah mendengar," raja Elfran berkomentar.
"Tadi kepala kasim hamba mengabarkan bahwa ratu Anda telah menghilang dari kamar inap nya bersama putri anda juga. Tapi Da sudah mengerahkan para pengawal untuk mencari ratu Charrine," papar Daffa sedikit tergesa-gesa.
Serentak saja, raja Elfran bangkit berdiri. Tanpa berkata apa-apa lagi ia langsung bergegas jalan menuju arah pintu. Namun saat langkah nya sudah berada di depan pintu, raja Elfran tiba-tiba berbalik dan mengucapkan kalimat mengancam milik nya.
"Da akan menyelidiki ini. Da berharap tak ada tipu daya dalam kejadian ini. Dan Da tak akan mentolerir bila ratu dan putri Da tak jua segera ditemukan!" Ancam sang raja kepada Daffa.
"Selidiki dan temukan Ratu Goluth sesegera mungkin, Raja Daffa. Jangan sampai kejadian ini menjadi alasan bagi Goluth untuk menaburkan gendang peperangan," imbuh Raja Bahami menasihati Daffa.
"Ya. Da pun berpikir seperti itu, raja Daffa. Bagaimana bisa ratu menghilang begitu saja? Terlebih lagi juga dengan putri nya? Da merasa ada yang ganjil di sini," imbuh Ratu Madis.
daffa menatap kedua penguasa tersebut dengan pandangan berterima kasih.
"Baik. Terima kasih untuk saran nya, Raja dan Ratu. Kalau begitu, kita akhiri dulu perundingan kita kali ini!" Pamit Daffa pada dua raja dan ratu lain nya.
***
"Apa yang sebenarnya terjadi? Ku dengar ratu Goluth menghilang. Apakah itu benar, Sayang?" Cecar Tasya sesaat setelah Daffa masuk ke kamar inap mereka.
"Itu benar, Dear. Jadi saat ini situasi nya cukup genting. Bila ratu Goluth tak jua segera ditemukan, besar kemungkinan raja Elfran akan menyalahkan kita sebagai tuan rumah dari acara ini," papar Daffa menjelaskan.
"Separah itu akibat nya, Yang?!" Tanya Tasya terkejut.
__ADS_1
"Ya. Hasil terburuk nya adalah akan muncul peperangan di antara kedua negeri nanti nya, Dear," jawab Daffa.
"Ya Allah.. kalau begitu kita harus segera menemukan ratu Goluth, Yang!" Desak Tasya kemudian.
"Tentu saja. Kalau begitu, saya pergi dulu ya, Dear. Kamu sebaik nya di dalam kamar saja bersama Hima. Usahakan jangan keluar dulu sampai saya kembali. Saya ingin memantau situasi saat ini, Dear," ucap Daffa setelah nya.
Sang raja lalu mendaratkan kecupan singkat di kening dan bibir ratu Tasya. Sebelum akhirnya pergi keluar dari kamar inap nya tersebut.
Setelah beberapa lama, Tasya pun dilanda kekhawatiran terhadap pangeran Hima. Sehingga ia pun bermaksud untuk mengunjungi kamar putra nya tersebut.
***
Di kamar inap Raja Elfran.
"Dasar jala*g! Berani-berani nya dia pergi tanpa se-ijin ku! Temukan wanita itu secepat mungkin! Dan awasi juga raja dan ratu Nevarest. Jangan sampai ratu bertemu dengan mereka!" Titah Frans terdengar emosional.
"Bb..baik, Baginda raja! Hamba akan segera mencari Yang Mulia Ratu!" Seru sang pengawal satu sebelum akhirnya pergi dari ruangan itu bersama beberapa pengawal lain nya.
"Kau! Berhenti di sana!" Teriakan dari Frans itu membuat para pengawal langsung berhenti melangkah. Semuanya lalu menoleh ke arah Frans. Lalu melihat telunjuk sang Raja yang menuding ke salah satu pengawal.
Pengawal itu adalah pengawal yang telah berjaga di depan kamar inap sang ratu.
"Kalian semua boleh pergi. Kecuali kau! Tetap diam di tempat mu!" Titah Frans dengan amarah yang tertahan.
Sang pengawal yang ditunjuk oleh Frans pun seketika merasa gentar. Ia tahu bahwa ia telah melakukan kesalahan besar. Pengawal tersebut sebenar nya ingin segera melarikan dari sang raja yang sedang marah. Karena ia tahu, kesalahan bagi sang raja sifatnya intolerir. Tak bisa dimaafkan begitu saja.
Dengan tubuh gemetar dan jantung yang berdegup kelewat cepat, pengawal itu pun akhirnya melalui detik-detik terakhir kehidupan nya dengan perasaan takut yang menyesak hati nya.
Lalu secara tiba-tiba, tubuh sang pengawal telah ditebas menjadi dua bagian oleh sesuatu yang panjang dan lagi tajam.
Benda yang mengakhiri kehidupan sang pengawal mula nya berbentuk seperti pedang panjang. Namun kemudian pedang panjang tersebut berubah lentur dan kembali menjadi bentuk cair nya.
Cairan hitam nan ajaib tersebut lalu melayang-layang di dekat kepala raja Elfran. Sementara sang raja menatap muak ke arah dua bagian tubuh sang pengawal yang telah terpisah di atas lantai.
Genangan darah tercecar ke mana-mana. Dengan organ dalam sang pengawal yang tercerai berai di atas lantai.
"Dasar sampah!" Umpat Frans dengan ekspresi keji di wajah nya.
__ADS_1
***