Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu

Cinta Sang Maharani 2: Raja Dan Ratu
Rencana Rahasia


__ADS_3

Kembali ke kerajaan Nevarest...


Seluruh penduduk kerajaan Nevarest dibuat gempar oleh dekrit yang baru saja ditetapkan oleh ratu Tasya. Disebutkan dalam pengumuman yang tersebar merata ke seluruh wilayah Nevarest itu, bahwasanya sang ratu mengganti perdana menteri yang sedang menjabat saat ini dengan Alul Lazam, yang sebelum nya menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan Negara.


Keputusan ratu Tasya ini dinilai gegabah oleh banyak cendekia. Karena seperti yang telah diketahui oleh kalangan atas. Bahwa Alul Lazam termasuk bangsawan utama yang menentang kekuasaan raja dan ratu Nevarest saat ini.


Jadi keputusan ratu Tasya ini membuat publik cukup kebingungan. Dan isu-isu miring terkait kewarasan dan keabsahan keputusan sang ratu pun bergulir secara diam-diam.


Banyak yang menganggap kalau sang ratu mulai kehilangan kendali nya atas istana dan birokrasi di istana. Sehingga dengan mudah nya Yang Mulia membuat keputusan ceroboh, selagi raja Daffa masih berjuang perang di negeri tetangga.


Saat ini, kondisi ratu Tasya terlihat semakin payah. Ia tak ubah nya seperti sang ibunda, yakni ratu Elva, yang hingga kini juga masih terbaring koma.


Walaupun sesekali sang ratu masih menunjukkan kesadaran nya, sayang nya durasi ia membuka dan menutup mata nya semakin jauh terbalik bila dibandingkan dengan saat ia masih sehat dan bugar.


Kondisi sang ratu ini masih dirahasiakan rapat-rapat hanya pada lingkungan istana saja. Bahkan raja Daffa sekali pun tak diberitahu tentang kondisi sang ratu. Ini adalah permintaan khusus ratu Tasya. Karena ia tak ingin menambah beban pikiran bagi suami nya saat ini.


"Kasim Lin.." panggil sang ratu dengan suara yang hampir berupa bisikan.


Kasim Lin pun mendekatkan diri nya ke dekat kepala sang ratu.


"Hamba di sini, Yang Mulia," sahut Kasim Lin dengan suara pelan.


"Da merasa semakin sulit untuk membuka kedua mata Da akhir-akhir ini. Karena itu, Da ingin menuliskan wasiat untuk raja dan Pangeran Hima. Bila sewaktu-waktu Da.. harus pergi," ucap ratu Tasya dengan susah payah.


Selesai mengatakan kehendak nya, sang ratu pun berhenti untuk mengatur napas nya lagi. Begitu ringkih. Begitu sulit oksigen itu ditarik nya untuk masuk melewati paru-paru. Seolah daya hidup nya tak lagi mampu meski hanya untuk melakukan hal itu.


"Yang Mulia akan panjang umur. Hamba mohon Yang Mulia beristirahat lah!" Seru Kasim Lin sambil membungkuk.


Sang ratu tak segera menyahut ucapan Kasim Lin. Kedua mata nya kembali terbuka. Namun kini pandangan nya terlihat hampa menatap ke atas nya.


Bagai sedang merajut pintalan terakhir dalam garis hidup nya, Ratu Tasya pun bermonolog kembali, kemudian.


"Hidup di dunia ini hanya sekali. Kesempatan untuk memberikan yang terbaik tersedia berkali-kali. Sayang nya banyak hal membuat kita lalai. Lupa dengan hidup yang hanya sekali ini saja. Dan malah sibuk dengan segala kefanaan di dunia,"

__ADS_1


"Harta, tahta, wanita.. status dan emas permata.. semua itu tak kan lagi memiliki arti bila maut telah menjemput raga.. beruntung nya mereka yang masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup nya.. agar ia tak jadi membiarkan hati nya membusuk oleh perilaku tak beradab yang dilakukan demi mencapai kefanaan dunia yang disebutkan tadi. Sebelum penyesalan itu menghampiri di kala jasad nya telah membusuk mati.."


Sang ratu terus bermonolog. Seolah-olah ia terlupa dengan keberadaan kepala Kasim Lin. Di dekat pembaringan sang ratu, Kasim Lin hanya mampu tepekur mendengarkan monolog dari ratu Tasya.


Ia tampak nya mengerti, kalau usia sang ratu seperti nya tak akan lama lagi.


'Sungguh tragis.. secantik ini.. semuda ini.. nasib nya sungguh tragis sekali..' gumam Kasim Lin dalam hati nya.


Pikiran Kasim Lin pun melanglang buana. Hingga kemudian didengar nya Ratu Tasya menyebut nama nya.


"Jadi Kasim Lin, adakah penyesalan terbesar dalam hidup mu ini?" Tanya sang ratu yang entah sejak kapan telah menatap Kasim Lin dengan pandangan dalam.


Sang kepala Kasim pun tergagap tak mampu menjawab. Karena ia sempat merasa seolah sang ratu telah mengetahui pengkhianatan nya terhadap kekuasaan raja Daffa dan ratu Tasya saat ini. Itu terjadi hanya setelah ia menangkap pandangan dalam dari sang ratu.


Kepala Kasim Lin pun akhirnya hanya bisa menundukkan wajah nya dalam-dalam. Sementara ia menenangkan debur jantung nya yang sempat berdegup tak menentu sesaat tadi.


***


Setelah kepergian Kasim Lin, ratu Tasya kembali beristirahat.


Ya. Spirit ratu Tasya kini berada di ruang dimensi lain setelah ia mengucapkan mantra sambil memutar salah satu biji dari gelang koka peninggalan raja Jordan untuk nya. Dan, jadi lah kemudian spirit sang ratu berteleportasi ke dimensi asing tersebut.


Seolah telah sering kali pergi ke tempat tersebut, spirit ratu Tasya langsung berjalan memasuki sebuah rumah putih yang ada di Dimensi asing tersebut. Yang ternyata di dalam nya telah berkumpul beberapa spirit lain pada salah satu ruangan nya.


"Kau datang kembali, Tasya?" Sapa spirit wanita cantik yang wajah nya menyerupai wajah sang ratu hampir 100 persen.


"Kak Anna!" Tasya membalas sapaan Kakak nya.


"Aku cemas sekali. Selalu tersadar di atas pembaringan membuat pikiran ku tak bisa berpikir jernih, Kak. Aku takut rencana kita dalam melawan musuh akan gagal. Bagaimana dengan perkembangan ramuan dari eyang Rudolf?" Tanya spirit Tasya to the point.


"Sedikit lagi. Hanya perlu dua malam lagi saja, sebelum ramuan nya siap," jawab Anna segera.


"Syukurlah. Aku sudah tak sabar ingin melihat Bunda tersadar dari tidur koma nya, Kak."

__ADS_1


"Kakak pun juga sama, Sya. Tapi kita terlebih dulu harus membuat spirit ibunda ratu di Dunia Spirit untuk meminum ramuan itu nanti nya. Sehingga ingatan ibunda akan kembali pulih. Baru kemudian kita bisa membawa nya pulang kembali menuju tubuh nya di istana," papar Anna dengan sabar.


Tasya menghela napas letih. Lalu pandangan nya pun beralih ke sosok spirit yang duduk bersemedi di dekat Kak Anna.


"Bagaimana kabar mu, Damsi? Apakah racun itu sudah bisa kau netralisir seluruh nya?" Tanya Tasya pada Damsi yang selalu terdiam setiap kali ia datang ke dimensi asing ini.


Tempat yang dikenal oleh Tasya sebagai dimensi asing ini pada kenyataan nya adalah salah satu tempat tersepi di Dunia Spirit. Dan perkumpulan nya kembali dengan spirit Damsi dan juga Kak Anna terjadi sejak beberapa pekan yang lalu. Lebih tepat nya adalah tak lama setelah Damsi diracun oleh pihak musuh.


Flashback beberapa pekan lalu...


Tasya ingin mencoba sesuatu. Jika benar menurut tabib Lu kalau spirit Damsi masih bisa mendengar situasi yang terjadi di sekitar nya, terlepas dari kondisi tidur koma nya, maka Tasya ingin mencoba berkomunikasi dengan spirit Damsi secara langsung.


Tasya pun teringat dengan gelang koka pemberian dari ayah nya, raja Jordan. Dulu ia pernah menggunakan kekuatan ajaib dari gelang tersebut sehingga spirit nya, Daffa serta baby Hima bisa bebas pergi ke suatu dimensi asing.


Dengan berbekal bismillah, Tasya pun memutuskan untuk mencoba nya lagi. Kali ini ia akan mengajak spirit Damsi bersama nya ke dimensi asing itu. Dan ternyata, usaha nya itu berhasil.


Spirit Damsi berhasil Tasya ajak pergi ke dimensi asing tersebut. Sayang nya saat itu Damsi sedang berpose seperti sedang bersemedi. Sehingga Tasya tak berani mengganggu nya. Apalagi Tasya melihat spirit Damsi berwarna keunguan. Sungguh mengkhawatirkan. Seolah-olah itulah akibat yang telah ditimbulkan oleh racun yang menyerang tubuh fisik pelayan setia nya itu.


Jadi selama beberapa waktu Tasya pun menunggu Damsi. Namun masa penantian nya itu harus lama ia hadapi. Sehingga Tasya pun beberapa kali bolak-balik pergi dari dunia nyata ke dimensi asing tersebut.


Lalu di suatu kesempatan, ia dibuat terkejut saat mendapati keberadaan spirit Anna yang sedang membaca di dekat Damsi. Kedua saudari itu sama-sama terkejut. Untuk selanjutnya saling berpelukan.


Tasya lalu menceritakan perkembangan di dunia nyata saat ini. Dan Anna pun menceritakan perkembangan misi nya di Dunia Spirit.


Pada detik itu pula Tasya mengetahui bahwa ternyata gelang koka pemberian ayah nya juga bisa menjadi pintu portal langsung menuju Dunia Spirit. Dan tempat yang ia namakan dimensi asing itu nyatanya termasuk ke dalam bagian Dunia Spirit.


Spirit Anna secara tak sengaja pergi ke rumah putih tempat spirit Tasya dan spirit Damsi berada, saat ia menyentuh tombol yang berada di samping lemari baca di ruang perpustakaan mahaguru Rudolf.


Di kesempatan berikut nya saat spirit Anna menanyakan nya kepada guru Rudolf, ternyata rumah putih itu adalah dimensi terasing yang masih cukup aman untuk dikunjungi para spirit manusia yang jasad nya masih hidup.


Dan sejak saat itu lah, Tasya bersama Anna pun menyusun rencana untuk menyelamatkan negeri nya dari tangan-tangan musuh mereka yang masih bersembunyi di kegelapan.


Flashback selesai.

__ADS_1


***


__ADS_2