
Setelah percakapan melalui telepati tersebut, Tasya dan Daffa kembali menemui Hima, putra mereka. Daffa dan Tasya lalu memastikan bahwa memang Hima tak menggunakan kekuatan inner power nya saat bercerita tentang Huna.
Daffa dan Tasya pun merasa bingung sekaligus juga khawatir, bila kondisi pikiran putra mereka berhasil dikacaukan oleh pihak musuh. Kekuatan Damsi dalam menangkal racun juga tak bisa membaikkan kondisi spirit sang ibunda ratu Elva yang hingga kini masih terbaring koma.
Jika benar begitu, apa berarti Damsi juga tak bisa mencegah pihak musuh dalam menyerang kondisi spirit putra mereka? Daffa dan Tasya berharap itu bukan lah penyebab kemunculan sikap ganjil pangeran Hima beberapa waktu belakang ini.
Selanjut nya terkait kondisi ratu Elva, masih belum ada perkembangan yang signifikan. Kemunculan Yodha Azkar tiga tahun silam, nyatanya tak bisa membuat kondisi sang ratu membaik.
Menurut ilmuwan tersebut, spirit sang ratu telah ditahan di sebuah tempat yang tak terjangkau oleh ilmu nya. Yang lebih mencengangkan adalah menurut Yodha Azkar hasil penelitian nya terhadap ratu Elva membuktikan bahwa spirit sang ratu tak lagi berada di dunia ini.
Flash back dua tahun lalu...
"Apa maksud mu, itu, Tuan? Apa itu berarti ibunda ratu tak lagi bisa dipulihkan seperti sedia kala?" Tanya Tasya kepada ilmuwan Yodha sekitar dua tahun yang lalu.
Sang ilmuwan hanya berada di Nevarest untuk mengusahakan kesembuhan ratu Elva selama satu tahun saja. Yakni hingga tahun ke tiga dari masa kekuasaan Tasya dan juga Daffa di Nevarest. Karena di awal tahun keempat masa kekuasaan Daffa-Tasya, Yodha Azkar memutuskan untuk kembali pulang ke negeri asal nya, Allain. Ia mengaku tak bisa membantu memulihkan kondisi ratu Elva lagi.
"Begitulah hasil analisis hamba, Ratu. Berdasarkan semua ilmu yang saya ketahui dan telah saya lakukan untuk menemukan spirit baginda ratu, spirit baginda sepertinya memang sudah berada di dunia yang berbeda dengan dunia kita berada saat ini," jawab ulang Yodha Azkar.
"Mati? Maksud mu ibunda Ratu telah tiada, begitu? Tapi bukankah detak jantung dan napas ibunda masih bisa kita rasakan?!" Cecar Tasya tak menerima hasil analisis sang ilmuwan.
"Bukan. Hamba tak menyebutnya sebagai kematian. Tapi lebih kepada spirit nya yang ditahan di luar dari dunia ini. Seperti itu kiranya, Ratu," sanggah Yodha.
"Dunia luar, dunia luar apa maksud nya, Tuan Yodha? Da tak bisa memahami maksud ucapan mu itu!" Tanya Tasya mulai tak sabar.
Sang ratu begitu khawatir dengan kondisi sang ibunda. Sehingga ia lepas kontrol dan malah ditawan oleh rasa cemas nya.
"Dunia selain dunia ini," ucap Yodha dengan pandangan menerawang.
__ADS_1
Tak lama kemudian, sang ilmuwan kembali berkata. Masih dengan pandangan menerawang ke kejauhan.
"Hamba pernah mendengar desas-desus. Bahwa ada dunia lain di luar dunia ini, Ratu. Dunia yang berbeda dengan dunia tempat kita tinggal saat ini. Seperti apa persis nya hamba juga tak tahu. Namun menurut desas-desus yang beredar, memang terdapat beberapa dunia selain dunia kita. Entah lima atau enam jumlah nya," imbuh Yodha dalam cerita nya.
"Lima.. enam dunia??" Tasya membeo ucapan Yodha dengan tatapan bertanya.
Akan tetapi pada detik berikut nya ingatan Tasya langsung tertuju pada dunia enam pintu. Di mana pada dunia itu ia menjumpai ada enam pintu ajaib. Salah satu nya adalah pintu yang mengantarkan nya menuju bumi.
'Apa yang dimaksud adalah dunia enam pintu?! Aku harus mengatakannya pada Daffa nanti!' benak Tasya bertekad kemudian.
Saat itu Daffa memang sedang tak menemani nya berbinca g dengan Yodha. Ada audiensi yang harus dihadiri oleh suami nya tersebut. Sehingga Tasya pun menjumpai Yodha sore hari itu seorang diri.
Mereka berbincang di tempat rahasia yang tersembunyi di istana. Tempat yang telah diberikan penangkal oleh Daffa dari gangguan luar. Sekaligus menjadi tempat persembunyian Yodha Azkar di Nevarest selama mencari obat bagi kesembuhan ratu Elva.
"Ceritakan kepada Da tentang apa yang Tuan ketahui terkait enam dunia tersebut!" Titah Tasya kemudian. Ia ingin memastikan kesamaan pengetahuan sang ilmuwan dengan pengetahuan nya sendiri terkait enam dunia itu.
"Saya hanya mendengar beberapa rumor saja, Ratu. Jadi pembicaraan tentang enam dunia ini belum bisa dipastikan juga kebenaran nya," elak sang ilmuwan.
Karena nya, saat ratu Tasya meminta nya untuk menceritakan rumor tentang enam dunia, Yodha jadi merasa enggan untuk melakukan nya. Karena ia belum memiliki ilmu yang pasti untuk menunjukkan kebenaran dari rumor tersebut.
Tasya sepertinya mengerti dengan alasan keengganan sang ilmuwan. Sehingga dengan sikap dan nada yang lebih lembut, sang ratu pun kembali berkata.
"Ceritakan saja apa yang Tuan ketahui tentang enam dunia tersebut. Da hanya ingin mendengarnya saja," imbuh Tasya membujuk sang ilmuwan untuk bercerita.
Setelah ragu beberapa saat, Yodha Azkar akhirnya menceritakan juga apa yang telah didengarnya terkait enam dunia asing tersebut.
"Menurut rumor, dikatakan bahwa ada enam dunia lain selain dunia ini, Ratu. Saya hanya mengingat tiga saja dari rumor yang saya dengar. Yaitu dunia spirit, dunia para naga, serta dunia enam pintu," tutur Yodha bercerita.
__ADS_1
Tasya tersentak kaget. Benar dugaan nya, dunai enam pintu ternyata termasuk ke dalam dunia yang dibicarakan oleh sang ilmuwan. Mendadak degup jantung Tasya menjadi lebih cepat dari biasa nya.
Jika benar apa yang disampaikan oleh ilmuwan Yodha, maka dengan begitu ia menambahkan satu lagi dunia dari enam dunia yang disebut oleh sang ilmuwan. Yakni dunia bumi, tempat saudari kembar nya dan sang ayahanda sempat berkelana beberapa tahun lama nya.
Dan jika dunia enam pintu dihitung juga, berarti sebenar nya ada tujuh dunia yang berbeda.
"?!!"
Kesadaran akan hal ini membuat Tasya sempat tak mendengar cerita sang ilmuwan terkait rumor yang pernah ia dengar. Sehingga kemudian Tasya pun meminta ilmuwan Yodha untuk mengulangi cerita nya lagi.
"Apa katamu tadi, Tuan? Dunia naga? Berarti di dunia itu para naga benar-benar hidup dan masih ada?!" Tanya Tasya dengan begitu syok.
"Benar, Ratu. Begitu lah yang hamba dengar dari semua rumor itu. Dikatakan bahwa dalam dunia naga, manusia dan naga hidup berdampingan dalam damai. Hamba juga pernah mendengar seorang pengelana mengaku telah masuk ke dunia naga dan berhasil mengendarai salah satu nya. Dia menjadi seorang pengendara naga di sana!" Seru ilmuwan Yodha dengan bersemangat.
"Menurut nya di dunia naga, setiap manusia harus mencari naga milik nya sendiri. Setiap orang yang telah cukup umur akan berkelana dan menemukan naga untuk ia jinakkan. Di mana jika satu naga telah dikuasai oleh seorang pengendara, maka seumur hidup nya naga itu akan menjadi hewan kendaraan pribadi dari pengendara yang telah menjinakkan nya untuk pertama kali," imbuh Yodha Azkar.
"Di dunia naga juga terdapat ilmu sihir. Seperti inner power yang ada di dunia ini, Ratu. Umum nya seseorang hanya bisa menjadi pengendali naga atau penyihir saja di dunia itu. Karena naga sangat membenci para penyihir. Bahkan dikatakan bahwa terdapat peperangan abadi di antara kedua pihak tersebut. Begitu menurut cerita pengelana yang pernah saya temui di negeri Allain, Ratu," lanjut Yodha bercerita.
"Lalu di mana pengelana itu saat ini?" Tanya Tasya penasaran.
Sang ratu jadi berharap untuk bertemu dengan pengelana yang dimaksud oleh Yodha. Dan mendengar cerita langsung dari pengelana tersebut.
Membayangkan bahwa ia bisa melihat seekor naga yang menjadi dongeng belaka di dunia ini, membuat Tasya jadi diliputi oleh gairah untuk mengunjungi dunia itu saat ini juga.
Sayang nya Tasya jelas-jelas tak bisa melakukan itu. Karena status dan kondisi nya sebagai ratu di negeri ini telah mengikat nya pada kewajiban dan tanggung jawab nya terhadap rakyat dan kerajaan nya ini. Sebuah beban bersama bagi nya dan juga Daffa.
Merasa sedikit kecewa karena tak bisa melihat dunia naga, Tasya pun mengalihkan topik ke dunia berikut nya.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan dunia spirit?" Tanya sang ratu dengan raut serius.
***