
"Kita pulang sekarang Leon, kau pasti lelah setelah diperiksa selama 2 jam lebih didalam." ajak tuan Gamsonrich pada putranya.
"Aku disini saja Dad, kasihan Mommy sendiri," ucap Leon sayu. Bagaimanapun juga sebagai seorang anak, ia tidak tega atas apa yang tengah menimpa ibunya.
Tuan Gamsonrich mendesah berat, menepuk pundak putranya dengan lembut.
"Sayangnya, ibumu tidak menyadari kalau dia memiliki anak sebaik dirimu Leon. Ini untuk kesekian kalinya ibumu membawa masalah besar dalam hidupmu Nak," ucap tuan Gamsonrich sedih.
"Kalau kau belum mau pulang, Daddy juga tidak bisa memaksa. Tapi kita harus keluar dulu untuk mencari makan, bukankah kita belum makan malam? Daddy sangat lapar," ucap tuan Gamsonrich, walau sebenarnya ia tidak berselera makan karena memikirkan masalah hukum yang tengah keluarganya hadapi.
Leon hanya mengangguk patuh, ketiganya lalu beranjak pergi dari sana.
...🍓🍓🍓...
"Bagimana keadaan Nona Nadine dan putri kalian yang baru lahir tuan Kenny?" tanya Dirga, ketika ia tidak sengaja bertemu dengan Kenny yang juga sedang menyelesaikan administrasi rumah sakit.
__ADS_1
"Nadine dan putri kami sehat pak Dirga. Hari ini kami sudah diperbolehkan pulang. Bagaimana dengan keadaan Monaliza dan putra kalian Arseano?" Kenny balik bertanya.
"Syukurnya mereka juga sudah membaik Tuan. Itu sebabnya saya mengurus administrasi mereka selama dirumah sakit ini karena hari ini kami juga sudah diperbolehkan pulang oleh dokter." sahut Dirga memperlihatkan lembaran yang baru saja ia bayar.
"Syukurlah kalau begitu pak Dirga," ucap Kenny mengulas senyum hangatnya. "Salam saja pada Monaliza, kapan-kapan kami akan datang bertandang ke rumah kalian bila Nadine sudah lebih pulih." imbuhnya lagi.
"Oh ya, aku minta maaf atas apa yang telah ibuku lakukan pada putra kalian Arseano. Aku menyesalkan akan perbuatan ibuku itu," ucap Kenny tulus, ketika ia teringat peristiwa yang menimpa keluarga kecil Dirga yang disebabkan ibunya itu beberapa hari yang lalu.
Dirga terdiam sejenak mengingat peristiwa yang memang membuat geger seluruh keluarga besarnya itu. Ditambah lagi kondisi Monaliza yang beberapa kali harus kehilangan kesadarannya karena terus menangis sepanjang waktu mencari putranya.
"Saya sangat berterima kasih, karena tuan Kenny pada saat itu turut membantu kami untuk memberitahukan pada tuan Leon tentang hilangnya putra kami."
"Andai saja tuan Leon dan tuan Gamsonrich lambat sedikit saja membawa Arseano kerumah sakit ini, mungkin bayi merah itu sudah tidak bernyawa lagi," Dirga kembali mengingat penjelasan dokter ketika dirinya dipanggil keruang dokter.
"Saya secara pribadi sudah memaafkan beliau pak Kenny. Tapi saya sangat minta maaf, proses hukum tetaplah harus berjalan, karena bukan sekali ini nyonya Gamsonrich berusaha mencelakai keluarga kecil saya," ungkap Dirga memandang Kenny yang memperhatikan ucapannya dengan penuh perhatian.
__ADS_1
"Saya sangat mengerti apa yang dirasakan oleh pak Dirga dan Monaliza, karena saya juga seorang ayah. Saya mungkin akan melakukan hal yang sama bila saya berada diposisi pak Dirga," ungkap Kenny.
Kenny pun masih ingat bagaimana ibunya beberapa kali memperlakukan Monaliza dengan tidak baik, bahkan pernah pula berkerja sama dengan Nadya, memakai jasa beberapa preman untuk melakukan pelecehan seksual pada Monaliza sepulang berkerja dari club malam miliknya.
"Saya permisi dulu tuan Kenny, setelah dari rumah sakit ini saya harus memenuhi panggilan polisi mengenai masalah yang kita bicarakan tadi." Pamit Dirga yang nampak terburu-buru.
"Saya mohon maaf bila nantinya ibu dari tuan Kenny harus mempertanggung jawabkan akan apa yang pernah dia lakukan pada putra kami Arseano," ucap Dirga menutup obrolan mereka.
"Iya pak Dirga, saya mengerti," sahut Kenny lalu berjabat tangan dengan Dirga.
Ia menatap punggung Dirga yang melangkah menjauh meninggalkan dirinya. Ada rasa sesak didadanya, memikirkan kepergian Dirga yang akan menentukan nasib ibunya selanjutnya.
Mungkin ibunya memang pantas menerima ganjaran atas segala perbuatan melawan hukum yang pernah ia lakukan selama ini, namun sebagai seorang anak tentu saja ia tidak tega, memikirkannya saja dadanya sudah serasa sesak.
Di sisi lain Kenny hanya bisa pasrah, mungkin ini jalan yang terbaik agar ibunya itu sadar batinnya. Selama ini, ibunya itu selalu saja lepas dari jerat hukum, tapi kali ini sepertinya sulit untuk menghindar.
__ADS_1
Bersambung...👉