CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 10


__ADS_3

Pertengkaran Alvian dan juga Bella di dalam kamar, membuat perasan Nya tidak tenang karna suara mereka sampai terdengar ke lantai bawah, Maya bisa mendengar semua perdebatan mereka dengan sangat jelas, ia benar-benar merasa kasihan kepada Alvian, ia tidak menyangka jika masalah yang di alami majikannya itu serumit ini, menurut Maya Alvian adalah pria yang baik, dan juga lembut, selain itu Alvian juga tampan dan kaya raya, idaman para wanita, seharusnya ia mendapatkan istri yang baik juga, yang bisa menyayanginya dengan tulus, lalu hidup bahagia bersama sang istri. Mungkin Alvian sangat beruntung dalam materi dan juga karirnya tapi Alvian benar-benar tidak beruntung dalam pernikahannya, kekayaan yang ia miliki tidak menjamin bahwa hidup nya akan bahagia.


Malam sudah semakin larut, tapi Alvian belum juga terlihat turun dari kamarnya, Maya benar-benar cemas dengan keadaan majikannya, apalagi sampai saat ini majikannya belum makan sama sekali sejak ia pulang dari kantor tari, sudah berkali-kali Maya pergi ke atas untuk mengetuk pintu kamar Alvian dan mengajaknya makan malam, tapi ia urungkan Maya takut jika Alvian marah dan tidak mau di ganggu dulu, hingga akhirnya Maya memutuskan untuk kembali turun kebawah lagi.


"Ya Allah... bagaimana ini, apa yang harus saya lakukan" ucap Maya bingung, sebenarnya ia sudah sangat lelah dan juga mengantuk tapi hati nya tidak tenang, ia sangat mengkhawatirkan majikannya, ia takut terjadi apa-apa dengan majikannya itu.


Akhirnya Maya memberikan diri kembali ke kamar Alvian, ia mencoba mengetuk pintu kamar Alvian tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Tok tok tok" Maya mencoba mengetuk pintunya sekali lagi namun masih tetap tidak ada jawaban.


"Ya ampun asap apa ini" Maya semakin khawatir saat melihat ada asap yang keluar dari kamar majikannya, hingga akhirnya Maya buru-buru membuka pintu kamar majikannya itu, beruntung kamar tersebut tidak di kunci.


Ternyata saat Maya masuk ke dalam kamar, kamar tersebut tampak penuh dengan asap rokok, selain itu Maya juga mencium bau alkohol yang sangat menyengat


"Uhuk-uhuk... kenapa kamar ini bau sekali" Ucap Maya sambil mengibaskan tangannya di depan wajahnya untuk menghilangkan bau, kamar Alvian tampak berantakan, botol minuman keras berserakan di atas meja, dan Alvian tampak tengah terkapar di atas Sofa, sebelah tangan dan kakinya tampak melambai ke bawah sofa, hal.itu membuat Maya semakin cemas, Maya mengira jika Alvian pingsan karna terlalu banyak meminum minuman keras.


"Tuan.... tuan baik-baik aja kan" ucap Maya seraya mengguncang tangan Alvian, namun Alvian tidak merespon sama sekali.

__ADS_1


"Tuan bangun tuan" ucap Maya lagi, kini Maya mencoba menepuk-nepuk pipi Alvian, dia benar-benar takut jika Alvian kenapa-napa.


Perlahan-lahan Alvian mulai membuka matanya, namun pandangan Alvian masih sangat buram, Maya merasa sangat lega melihat hak itu "Syukurlah... akhirnya tuan sudah sadar, saya benar-benar khawatir sama tuan" ucap Nya seraya menghela napas panjang.


"Bella" ucap Alvian parau, tampaknya Alvian masih mabuk berat.


"Saya Maya tuan..." ucap Maya bingung


"Bella.... akhirnya kamu kembali lagi sayang" ucap Alvian seraya memegang tangan Maya, kemudian Alvian berusaha untuk duduk.


"Sa-saya bukan Nyonya Bella Tuan, saya Maya... pembantu tuan" ucap Maya mulai takut.


"Kamu mau pergi kemana sayang... kali ini aku gak akan membiarkan kamu pergi lagi" ucap Alvian menahan tangan Maya.


"Tuan... tolong lepaskan tangan saya, saya bukan Bella" Maya berusaha melepaskan tangan Alvian namun Alvian menggenggam tangannya begitu kuat.


"Kenapa kamu selalu menghindar dari saya Bel....saya sangat mencintai kamu, saya rindu sama kamu" Kini Alvian menarik tangan Maya hingga tubuh Maya duduk di atas pangkuan Alvian, kemudian ia memeluk tubuh Maya dari belakang.

__ADS_1


"Tuan sadar tuan, saya Maya... tuan Sedang mabuk berat, tolong lepasin saya" ucap Maya sudah semakin panik, tubuhnya gemetar karna ketakutan, Maya berusaha melepaskan diri namun tidak bisa.


"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi, kamu harus melakukan kewajiban kamu sebagai seorang istri, malam ini aku mau kamu, aku ingin menghabiskan malam yang panjang ini bersama kamu, aku benar-benar rindu sama kamu " ucap Alvian seraya membaringkan tubuh Maya di atas sofa secara paksa, dan setelah itu ia menindih tubuh Maya.


"Tuan... jangat tuan... jangan lakukan ini sama saya, saya mohon lepaskan saya" teriak Maya memohon belas kasihan Alvian sambil menangis namun semua itu sia-sia karna saat ini Alvian tengah di pengaruhi oleh minuman keras, di mata Alvian Bella adalah Maya, ia ingin meluapkan segala kekesalannya terhadap Bella.


Semakin Maya berteriak dan memohon-mohon, Alvian malah semakin tak terkendali dan menjadi-jadi.


"Kenapa kamu selalu menghindar dari saya, kamu lebih memilih pekerjaan kamu daripada melayani saya, saya suami kamu, saya berhak atas kamu" Ucap Alvian seraya menarik piyama Maya dengan sekuat tenaga, hingga kancing-kancing piyama nya terlepas semua dan piyama nya pun terbuka, hingga menampakkan tubuh putih Maya, hanya berbalutkan pakaian dalamnya saja, kemudian Alvian menciumi leher Maya dan menelusuri nya hingga ke dada, Maya benar-benar sangat jijik dan geli dengan semua itu, ia berusaha memalingkan wajahnya dengan lelehan air matanya, ia tidak sudi melihat wajah Alvian, Alvian menindih tubuh Maya dengan Begitu kuat, dan ia juga menahan kedua tangan Maya di atas dengan menautkan kedua jarinya


"Lepasin saya tuan lepasin......" teriak Maya lagi, ia berusaha melepaskan diri dengan sekuat tenaga, tubuhnya sudah penuh dengan keringat, tapi tenaganya kalah jauh dari alvian, walaupun ia tengah mabuk tapi tenaga nya benar-benar sangat kuat, rasa kecewa terhadap Bella benar-benar membuatnya gila, Maya benar-benar tidak berdaya, air mata nya terus mengalir begitu deras.


Alvian semakin brutal, ia sudah melucuti semua pakaian Maya, termasuk dengan semua pakaian nya, ia menyentuh dan bermain di atas tubuh Maya, ia pun mencium bibir Maya berkali-kali dengan sangat rakus ia melakukan apapun yang ia mau, baginya Maya adalah Bella, ia menganggap kalau Bela adalah miliknya, ia berhak melakukan apapun yang ia mau terhadap istrinya.


Tenaga Maya sudah semakin habis, Maya sudah benar-benar tidak berdaya lagi, ia sudah tidak mempunyai kekuatan lagi untuk memberontak, ia hanya bisa menangis dan merintih menahan rasa sakit yang ia rasakan saat Alvian mengambil ke kesuciannya.


Sedih, kesal, benci, takut dan juga sakit bercampur menjadi satu, tapi Alvian tampak tidak menghiraukannya, ia terus melampiaskan amarahnya terhadap Maya yang ia anggap sebagai Bella, tubuhnya terus mengayun di atas tubuh Maya dengan begitu cepat, hentakan demi hentakan membuat Maya merintis kesakitan, Alvian membekap jeritan Maya dengan bibirnya, ********** dengan begitu rakus, ia juga meninggalkan tanda-tanda merah di leher dan di dada Maya, hingga akhirnya Alvian mencapai puncaknya lalu ia terkapar lemah di atas tubuh Maya.

__ADS_1


"Terimakasih Bella... terimakasih" ucap Alvian seraya mencium Pipi Maya hingga akhirnya ia kehilangan kesadarannya.


__ADS_2