CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 67


__ADS_3

Setelah Papinya jatuh sakit, Alvian sangat kewalahan mengurus perusahaannya sendirian,sebab semua pekerjaan dan tanggung jawab papinya di pindah alihkan kepada dirinya, ia harus menghandle segala sesuatunya sendiri, apalagi ia harus membagi waktu dengan menjaga Papinya di rumah sakit.


"El... sudah saat nya kamu mulai belajar untuk mengurus perusahaan Papi"


"Sampai kapan kamu mau seperti ini terus, Luntang-lantung gak jelas seperti itu"


"Apalagi kamu sudah gagal menjadi Dokter"


"Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjalankan usaha papi"


"Apalagi sekarang papi lagi sakit, mau tidak mau kita berdua yang harus menghandle semua pekerjaan papi"


"Memangnya kamu mau, kalo perusahaan yang udah Papi rintis selama ini hancur begitu saja" Tegur Alvian. selama ini Alvian tidak pernah ikut campur dengan urusan farel, ia tidak pernah menuntut apapun darinya, tapi kali ini Alvian benar-benar membutuhkan bantuan Farel, karna hanya dia sodara


yang ia punya saat ini.


"Tapi gue sama sekali gak ngerti dengan urusan bisnis bang" Jawab Farel bingung, sebab selam ini farel tidak pernah berniat dan tidak pernah mau tau dengan urusan perusahaan Papinya, ia lebih tertarik untuk menjadi Dokter, tapi sayang ia tak mampu mewujudkan cita-citanya itu.


"Nanti kakak akan menugaskan seseorang untuk mendampingi kamu dan mengajarkan kamu tentang cara kerja perusahaan kita, agar kamu juga paham mengenai seluk beluk perusahaan kita" jelas Alvian.


"Ya udah... gue mau, memangnya kapan gue mulai kerja"


"Secepatnya, bila perlu besok pun kamu sudah bisa mulai kerja" Alvian tidak ingin membuang-buang waktu.


"Ok besok gue ke kantor" Akhirnya Farel memutuskan untuk bergabung di perusahaan Papinya, ia sudah mulai sadar dengan kewajibannya, sudah saat nya ia mulai menata kehidupannya yang baru, sudah cukup selama ini ia bermain-main dan berpoya-poya menghabiskan uang Papinya dan menggunakan semua fasilitas yang di berikan papinya itu.


"Kakak seneng banget akhirnya kamu mau mengurus perusahaan Papi"


"Ya udah kalau gitu, kakak mau ke kantin dulu beli makanan, kamu mau ikut atau makan di sini" Ajak Farel, karna memang sudah waktunya makan siang.


"Gue makan di sini aja sambil jagain Papi"


Sesampainya Alvian di kantin rumah sakit, ia melihat Maya tengah duduk sendiri di dalam kantin tersebut. Alvian memutuskan untuk menghampiri Maya untuk menyampaikan rasa terimakasih nya secara pribadi, atas kesediaannya mengobati Papinya, tetapi baru ia melangkah kan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba datang seorang pria duduk di samping Maya, yang sama-sama mengenakan jas berwarna putih, Pria tersebut baru saja kembali dari toilet, sepertinya pria tersebut memang sedang makan siang bersama Maya dan bekerja di rumah sakit itu juga.


Melihat hal itu Alvian mengurungkan niatnya untuk menghampiri Maya. "Sepertinya saya pernah lihat laki-laki itu"

__ADS_1


"Tapi di mana ?" Gumam Alvian berusaha mengingat-ingat.


"Oh ia sekarang saya ingat"


"Laki-laki itu kan orang yang bersama Maya waktu di Paris, yang Rara bilang bahwa dia calon suami Maya"


"Apa mungkin dia adalah suami nya Maya"


"Jadi Rara gak bohong sama saya" Guam Alvian lagi.


Kemudian Alvian berusaha tidak menghiraukan keberadaan Maya di sana, ia lanjut memesan makanan dan mencari tempat duduk, tapi karna saat itu kantin nya sedang ramai, jadi ia mendapatkan tempat duduk yang berada tidak jauh dari Maya.


Walaupun Alvian berusaha untuk tidak menghiraukan keberadaan Maya, tapi tetap saja pandangannya tidak luput dari Maya dan laki-laki itu, apalagi mereka berdua terlihat sangat dekat, dan lagi-lagi Maya tampak ceria dan banyak tersenyum saat bersama laki-laki itu, selain itu Maya juga terlihat lebih humoris sekarang.


"Kamu ini gimana sih May... dari dulu gak pernah berubah, masih suka belepotan kalo makan" ucap Raka seraya mengusap sudut bibir Maya. Tentu saja hal itu di saksikan oleh Alvian.


"Masa sih... kok aku gak ngerasa" jawab Maya.


"Itu karna kamu makan nya suka terburu-buru May.." ucap Raka lagi.


"Ia ia saya tau... kamu kan Dokter teladan di rumah sakit ini, kamu udah dikenal di mana-mana, menjadi Dokter idola" ledek Raka.


"Itu semua kan berkat bantuan mas Raka juga"


"Selama ini saya sudah belajar banyak dari mas Raka, Dokter senior paling tampan di rumah sakit ini, idola para perawat wanita" jawab Maya sembari mengecengi Raka. Raka memang banyak di kagumi oleh para perawat di rumah sakit itu, ia dikenal dengan sebutan Dokter tampan.


"Apaan sih May... kamu jadi ikut-ikutan kaya mereka" sebenarnya Raka merasa sangat risih dengan sebutan tersebut, tapi mau bagaimana lagi, ia tidak mungkin melarang orang-orang memanggilnya Dokter tampan.


"Oia May... nanti sore sebelum pulang kita mampir dulu ke Mall ya sebentar, saya mau beli mainan untuk Alma, saya sudah janji sama dia, kalau dia mendapatkan nilai bagus saya akan membelikan nya mainan" ajak Raka.


"Alma... Siapa Alma, apa mungkin itu nama anak mereka" gumam Alvian yang sejak tadi mendengarkan perbincangan Maya dan Raka.


"Boleh..."


"Aku juga mau sekalian belikan anak-anak makanan, soalnya stok cemilan anak-anak udah pada abis" jawab Maya bersemangat.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu kita sekalian belanja buat kebutuhan anak-anak" Mereka berdua memang setiap bulannya selalu berbelanja bersama untuk membeli kebutuhan anak-anak panti asuhan.


"Anak-anak... ??"


"Jadi mereka udah punya anak lebih dari satu" Alvian menyimpulkan sendiri percakapan Maya dan Raka. kuping Alvian terasa panas, dan dadanya pun sangat sesak mendengar semua itu, ternyata Maya sudah benar-benar menikah dengan pria lain. Ia tidak menyangka jika Maya bisa secepat itu mengisi hatinya dengan pria lain, sedangkan dirinya sendiri begitu sulit melupakan Maya.


"Kenapa Lo bang... kok pulang dari kantin mukanya kusut gitu" tanya Farel ketika Alvian kembali.


"Tadi kakak ketemu sama Maya di kantin". jawabnya datar.


"Harusnya lo seneng dong ketemu sama Maya"


"Soalnya gua tau banget kalo Lo masih cinta sama Maya"


"Tapi kenapa mukanya malah kesel gitu" tanya farel lagi.


"Tadi kakak emang ketemu Maya di kantin"


"Tapi dia lagi sama cowok"


"Dan cowok itu sepertinya Dokter di sini juga"


"Dan ternyata Maya udah nikah sama cowok itu"


"Mereka juga udah punya anak lebih dari satu" jelas Avian tampak kecewa.


"Beneran Maya udah nikah" ucap Farel tak percaya.


"Kayanya bener, soalnya tadi mereka berdua bahas tentang anak-anak mereka" jelas Farel lagi.


"Ternyata Maya udah bener-bener Move on dari elu bang"


"gua gak nyangka dia bisa secepat itu ngelupainnya Lo"


"Gua pikir Maya adalah orang yang gak akan mudah jatuh cinta lagi" ucap Farel tak menyangka jika dalam waktu lima tahun Maya sudah memiliki kehidupan baru bersama laki-laki lain.

__ADS_1


__ADS_2