
Hari ini merupakan hari kelahiran dokter Diana, ia mengundang teman dan kerabat dekatnya untuk makan malam bersama di rumahnya, ia juga mengundang anak-anak panti untuk menggelar doa bersama atas pertambahan usianya
Semua keluarga sudah hadir di acara tersebut termasuk Radit dan juga Rara, mereka ikut membantu mempersiapkan acara tersebut. Tapi kali ini Alvian tidak bisa datang ke acara tersebut sebab ia sedang ada pekerjaan di luar kota, jadi Maya hanya datang bertiga bersama Celine dan juga Angga adik bungsunya yang kini sudah bekerja di kantor Alvian, dan ikut tinggal di rumahnya.
Dokter Diana juga mempunyai anggota baru di rumahnya, yaitu Sella, ia merupakan keponakannya yang berasal dari Bandung. Sella sudah setahun ikut bekerja di rumah sakit bersama Dokter Diana dan Maya, sembari melanjutkan kuliah kedokteran, jadi Dokter Diana meminta Sella untuk tinggal di rumahnya, orang tua Sella menitipkan anaknya kepada Dokter Diana sekaligus untuk menemani Dokter Diana di rumahnya karna ia selalu merasa kesepian.
Selepas Doa bersama, Dokter Diana di minta untuk memberikan sambutannya.
"Pertama-tama saya berterimakasih banyak atas kehadiran kalian semua yang telah mendoakan saya. Semoga dengan bertambahnya usia saya, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan bisa berguna untuk orang lain. Harapan saya di usia saya saat ini hanyalah ingin segera memiliki cucu, semoga Rara menantu saya bisa segera di berikan momongan" ucap Dokter Diana di hadapan semua orang, mereka mengaminkan ucapan Dokter Diana.
Setelah semua serangkaian acara selesai, mereka semua melanjutkan acara tersebut dengan makan malam bersama dan memberikan santunan untuk anak-anak panti asuhan. Walaupun sebenernya setiap bulan ia yang menanggung biaya sehari-hari anak-anak panti. Maya dan Rara juga turut membantu membiayai kebutuhan mereka setiap bulan.
Di tengah-tengah acara, datang seorang perempuan yang bernama Mila, yang merupakan sahabat dari Sella, mereka berdua bekerja sebagai perawat di rumah sakit milik Dokter Diana, Mila memang sudah akrab dengan Dokter Diana Dan Maya, karena mereka semua bekerja di rumah sakit yang sama.
"Dok... Mila minta maaf ya karena Mila datang terlambat" ucap Mila kepada Dokter Diana.
"Tidak apa-apa Mil... Yang penting sekarang kamu udah ada di sini" jawab Dokter Diana.
"Oh ia, Sella dimana ya Dok " tanya Mila.
"Sella sedang di taman bersama Raka" Ucap Dokter Diana lagi.
"Ia Dok... Kalau begitu Mila permisi dulu ya" Pamit Mila.
"Hai Sel... Dokter Raka" ucap Mila ketika menghampiri mereka berdua
"Hai Mil, kamu baru Dateng, aku kira kamu gak jadi ke sini" Jawab Sela. Raka hanya melirik sebentar dan tersenyum tipis, kemudian ia kembali fokus dengan handphone nya.
"Tadi aku ada urusan dulu sel" jawab Mila.
"Ayo duduk Mil" Sela meminta Mila untuk duduk di tengah m di antara mereka berdua, sebab Raka dan Sela duduk berhadapan.
"Mil kamu pasti haus ya, bentar ya aku ambilin minum dulu " ucap Sella hendak pergi ke dalam.
"Gak usah Sel , nanti aku ambil sendiri aja" cegah Mila.
"Udah gak apa-apa, sebentar ini kok" ucap Sella lagi.
__ADS_1
"Kakak temenin dulu Mila ya, aku ambil minum dulu" ucap Sella kepada Raka, Raka hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.
Selepas Sela pergi, Mila tampak gugup sekali karna ia hanya duduk berdua dengan Raka, pria yang sangat ia kagumi, ia tidak tau harus berbicara apa, sedangkan Raka tampak sibuk dengan handphone nya, seolah tak menghiraukan keberadaan Mila.
Cukup Lama Sela meninggalkan Raka dan Mila berdua saja, tapi tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka, hingga akhirnya Mila memutuskan untuk menyusul Sella ke dalam.
"Dok... saya permisi ke dalam dulu ya" pamit Mila kepada Raka. lagi-lagi ia hanya menjawab dengan sebuah anggukan.
Sesampainya di dalam ternyata Sella sedang mengobrol bersama Maya.
"Mil kok kamu malah ke sini sih. Kak Raka nya mana" Tanya Sella
"Lagian kamu lama banget gak balik-balik, katanya mau ngambilin minum doang" gerutu Mila
"Kamu ini gimana sih, kan aku sengaja ninggalin kalian berdua biar kamu bisa PDKT sama Dokter idola kamu" goda Sella.
"Apaan sih Sel, malu sama Dokter Maya" Jawab Mila
"Gak apa-apa Mil... aku juga pernah muda kok" sahut Maya. Mila tampak tersipu malu dengan ucapan Maya.
"Kak... kita pulang sekarang yuk, udah malem" ajak Angga ketika menghampiri Maya.
"Sel... Mil.. kita pamit dulu ya"ucap Maya.
"Ia Dok"jawab Mila dan Sella.
"Oia Mil... kamu mau bareng ga" tanya Maya karena rumah mereka satu arah
"Jangan Dok, soalnya Mila baru Dateng" jawab Sella
"Oh ya sudah kalau begitu kita duluan ya" pamit Maya lagi, kemudian ia juga berpamitan kepada Dokter Diana.
Sella mengajak Mila untuk mencicipi semua hidangan yang ada di sana, karna Sella yakin pasti Mila belum sempat makan malam.
Mereka berdua berbincang-bincang sambil menikmati makanan yang ada di meja hingga mereka tidak sadar bahwa malam sudah larut.
ketika Mila berpamitan untuk pulang, Sella dan Dokter Diana tidak mengijinkan Mila untuk pulang, mereka meminta Mila untuk menginap di sana. Awalnya Mila sempat menolak tapi akhirnya Sella berhasil membujuk Mila untuk menginap.
__ADS_1
"Mil tadi kamu ngobrol apa aja sama kak Raka" tanya Sella penasaran, ia sengaja meninggalkan mereka berdua agar mereka bisa dekat, karna ia tau sahabatnya itu sangat menyukainya kakak sepupunya.
"Nggak, kita gak ngobrol apa-apa" jawab Mila yang sudah bersiap untuk tidur.
"Kamu ini gimana sih Mil... bukannya manfaatin kesempatan sebaik-baiknya biar bisa Deket sama kak Raka, sia-sia dong aku ninggalin kalian berdua" gerutu Sella.
"Ya gimana mau ngobrol, orang dianya aja melototin hp terus" jawab Mila.
"Emang dasar ya kak Raka, masa gak sadar apa ada cewe cantik baik hati dan tidak sombong di hadapannya" goda Sella.
"Apaan sih kamu Sel, alay banget. Udah ah ayo kita tidur udah malem, besok kan kita tugas pagi" Ucap Mila seraya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan membalut tubuhnya dengan selimut.
Selama ini Mila memang sangat mengagumi Raka, Padahal selisih umur mereka lumayan jauh, tapi bagi Mila Raka terlihat sangat dewasa dan juga berkarisma. Apalagi dengan gaya bicaranya yang kalem, tak terlalu banyak bicara, bahkan bisa di bilang terlalu dingin kepada wanita, tapi entah kenapa Mila tetap mengaguminya, ia mengagumi Raka dalam Diam, hanya Sella yang mengetahui itu semua.
Pagi-pagi sekali Mila sudah bangun dari tidur nya, ia harus bersiap pergi ke rumah sakit, karna hari ini ia ada tugas pagi, selain itu ia harus pulang dulu ke rumah nya karena ia tidak membawa pakaian, tapi sebelumnya ia menyempatkan waktu sebentar untuk membantu bibi di dapur untuk menyiapkan sarapan, tidak mungkin ia pulang begitu saja dari rumah tersebut tanpa melakukan apapun. Setelah selesai membantu bibi di dapur ia segera pulang untuk mengambil pakaiannya di rumah, ia tidak sempat berpamitan kepada Sela dan Dokter Diana terlebih dahulu karena mereka masih tidur, ia hanya berpamitan kepada Bibi.
sekitar pukul Tujuh pagi, Dokter Diana Raka dan juga Sella sedang berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan sebelum pergi melaksanakan kegiatan mereka setiap hari. Bibi juga sudah memberi tahu mereka bahwa Mila sudah pulang tadi pagi.
"Tumben rasa masakan nya beda. Lebih enak" ucap Raka seraya mengunyah makanan yang ada di mulut nya.
"Itu masakan Mila ka... tadi bibi bilang katanya sebelum pulang Mila bantuin bibi masak dulu" jelas Dokter Diana.
"Mila hebat ya... udah cantik pinter masak lagi" sambung nya lagi.
"Ia Tan, Mila memang jago masak, Dia juga sering bawain bekal buat aku ke rumah sakit, semua masakannya enak banget" saut Sella, tapi Raka menanggapi hal itu dengan biasa-biasa saja.
"Kak... kamu gak gak tertarik sama Mila" tanya Dokter Diana. Selama ini Dokter Diana sering memperhatikan Mila, ia menyukai karakter Mila yang terlihat lugu, baik dan juga ramah.
"Mami apaan sih tiba-tiba nanya gitu" Gerutu Raka.
"Mau sampai kapan kamu seperti ini terus, setiap Mami bahas masalah wanita pasti kamu gak tertarik, kamu sudah harus memikirkan masa depan kamu, teman-teman seangkatan kamu udah pada nikah dan punya anak" ucap Dokter Diana kesal.
"Ia nanti Mih... kalau sudah saat nya pasti aku nikah" jawab Raka lagi.
"Tapi kapan Kak, jangankan menikah, pacar aja kamu belum punya. selama ini Mami selalu diam gak mau ikut campur dengan kehidupan kamu, tapi kamu kelihatan nya santai-santai aja, gak ada niatan sama sekali untuk menikah, padahal di sekeliling kamu banyak perempuan-perempuan cantik yang menyukai kamu, tapi kamu gak pernah peduli, kamu harus inget kak kamu udah semakin dewasa, kamu udah gak muda lagi, memangnya kamu mau, jadi bujang lapuk" omel nya lagi.
"Mami kok ngomong gitu sih sama anak sendiri, ucapan itu adalah doa Mih" Jawab Rak tak terima.
__ADS_1
"Pokoknya Mami gak mau tau, secepatnya kamu harus membawa pacar ke hadapan Mami, Mami gak minta kamu untuk menikah secepatnya, tapi minimal kamu punya pacar, biar Mami sedikit tenang dan punya harapan, Mami gak akan melarang kamu pacaran dengan wanita manapun, Mami memberikan kebebasan kepada kamu untuk memilih wanita yang cocok dengan kamu. Tapi kalau kamu gak juga bawa pacar ke hadapan Mami, Mami akan jodohkan kamu dengan wanita pilihan Mami, jadi kamu boleh pilih, kamu mau pacaran dengan wanita pilihan kamu atau pilihan Mami" Tegas Dokter Diana, baru kali ini Raka melihat Maminya setegas ini, karna selama ini Dokter Diana tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada anak-anak nya.
Entah kenapa semenjak pernikahannya dengan Maya batal, Raka tampak tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan wanita manapun, entah karna masih trauma atau karna ia masih belum bisa move on dari Maya.