CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 41


__ADS_3

"May... kamu sudah sadar nak..." kedua mata ibu tampak berkaca-kaca saat melihat Maya membuka matanya.


"Ibu... " jawab Maya masih tampak lemah.


"kenapa Maya ada di sini" ucap Maya lagi seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut yang tidak lain kamarnya.


"Tadi kamu tiba-tiba pingsan nak... jadi ibu meminta suami kamu membawa kamu ke sini" jelas Ibu.


"Maafkan Maya Bu... Maya jadi merepotkan ibu" ucap Maya sambil berusaha untuk bangun.


"Kamu mau kemana Nak... sebaiknya kamu tiduran saja, badan kamu masih lemas" Ucap Ibu seraya menahan tubuh Maya.


"Tapi Bu..."


"Sudah kamu tiduran saja, ibu mau bikin sup dan teh manis hangat untuk kamu" Ibu segera bergegas pergi ke dapur, Maya merasa lega karna ibunya masih perhatian kepadanya.


"May... kamu sudah bangun"


"Syukurlah kamu sudah sadar" ucap Alviqbnyang baru saja tiba, ia langsung duduk di sebelah Maya.


"Tadi aku dan Angga pergi mencari bidan, tapi bidannya sedang tidak ada di rumah"jelas alvian.


"Aku gak apa-apa mas... tadi aku cuma ngerasa pusing aja" Maya berusaha menenangkan suaminya yang tampak panik.


"Kamu yakin gak apa-apa... tadinya aku mau meminta dokter pribadiku untuk datang kesini" Alvian masih tampak khawatir


"aku yakin mas... aku udah ngerasa lebih baik sekarang, kamu gak perlu Ngelakuin hal itu, lagi pula perjalanan kesini luamayan jauh"


"Ya sudah kalau gitu, saya pijitin aja ya... " Alvian sudah sedikit lega.


Beberapa saat kemudian ibu pun datang membawakan sup hangat dan teh manis untuk Maya. ia memberikan makanan dan minuman tersebut kepada Alvian agar Alvian menyuapi Maya.


Ibu merasa sangat bahagia melihat Alvian sangat perhatian kepada Maya, terlihat jelas bahwa Alvian sangat menyayangi Maya.


"Bu... kami pamit pulang dulu ya... maaf sudah merepotkan ibu" ucap Maya yang sudah merasa sudah baikan.


"kalian yakin mau pulang sekarang? lebih baik malam ini kalian nginep aja di sini" Sepertinya hati ibu sudah mulai luluh, ia sudah bisa menerima pernikahan Maya dengan Alvian.


"Sebenarnya Maya ingin sekali menginap di sini, tapi besok mas Al harus ke kantor, selain itu Maya juga harus kuliah" jelas Maya.


"Ya sudah kalau begitu kalian hati-hati ya di jalan"


"Nak Al... ibu titip Maya ya"

__ADS_1


"Ia Bu... pasti, ibu gak perlu Khawatir, saya pasti akan selalu menjaga Maya"


"Kalau begitu Kami pamit dulu ya Bu" ucap Alvian seraya meraih telapak tangan ibu mertuanya.


"Bu... jaga diri ibu baik-baik ya, jaga kesehatan Ibu, ibu gak boleh cape-cape" ucap Maya seraya memeluk ibunya, sebenarnya ia merasa sangat berat meninggalkan ibunya itu, namun saat ini ia sudah mempunyai kewajiban lain untuk mengurus Suaminya.


Saat Maya hendak naik ke dalam mobil, ia melihat Rara baru saja turun dari sebuah motor, dan Maya sangat hafal betul pemilik motor tersebut.


"Mas .. lihat deh, bukannya itu Farel sama Rara" tunjuk Maya kepada Rara dan Farel yang sedang berbincang, mereka berada tidak jauh dari tempat mereka memarkirkan mobil.


"Ia itu farel... kok dia bisa sama Rara" jawab Alvian bingung.


"El... kamu yakin gak mau mampir dulu ke rumah aku ?" bujuk Rara.


"Lain kali aja ya Ra... hari ini aku lagi ada urusan" tolak Farel.


"Padahal aku mau kenalin kamu sama ibu dan adek aku" jawab Rara tampak kecewa.


"Sebenarnya aku juga pengen banget kenalan sama keluarga kamu, tapi aku benar-benar ada urusan yang gak bisa di tunda" jawab Farel lagi.


"Ya sudah kalo gitu, kamu hati-hati ya bawa motornya, jangan kebut-kebutan" ucap Rara akhirnya menyerah.


"Rara... Farel...." Ucap Maya menghampiri mereka berdua bersama Alvian, sontak membuat Farel benar-benar terkejut.


"Trus kok kakak bisa kenal sih sama Farel" jawab Rara bingung.


"Farel itu adek nya mas Al... temen kuliah kakak juga" jelas Maya.


"Lebih tepatnya manatan pacar kakak kamu Ra..." Alvian ikut menambahi. Entah kenapa Alvian merasa curiga kepada Farel. ia merasa jika Farel mempunyai niat tertentu mendekati Rara, Alvian juga merasa semua itu bukanlah kebetulan.


Rara benar-benar terkejut saat mendengar hal itu.


"Mas..." ucap Maya yang merasa tidak suka dengan ucapan suaminya.


"Ja_jadi kalian" ucap Rara bingung.


"Udah dek... gak usah bahas masalah itu lagi, semuanya sudah berlalu"


"Oia Ngomong-ngomong kalian kenal dimana" Tanya Maya penasaran.


"Ki-kita... kita kenal di tempat kerja aku" jawab Rara yang masih tampak bingung dengan semua ini, berbeda dengan farel yang hanya memilih untuk diam.


Melihat raut wajah Farel dan Rara yang tampak tegang, akhirnya Maya dan Alvian memutuskan untuk pulang, mereka menyadari bahwa kehadiran mereka membuat Rara dan Farel terlihat canggung dan merasa tidak nyaman.

__ADS_1


"El... sekarang jelasin sama aku El, apa maksud dari semua ini" tanya Rara yang merasa ada kejanggalan dari kedekatan mereka, ia merasa bahwa semua itu bukanlah kebetulan.


"Jelasin apa Ra... aku_ aku gak tau kalo Maya itu kakak kamu"ucap Farel bohong.


"Bohong... !!! aku gak percaya, gak mungkin kamu gak tau kalo aku adalah adek nya kak Maya, harusnya dengan melihat wajah aku aja, kamu bisa tau kalau kita itu kakak adek, karna wajah kita itu mirip" teriak Rara.


"Beneran Ra... aku gak tau" ucap Farel lagi.


"Udah lah El... kamu gak usah pura-pura lagi, jadi selama ini kamu cuman manfaatin aku aja ? kamu jadiin aku sebagai pelampiasan kamu doang kan"


"Selama ini aku udah sering denger tentang kisah cinta kamu sama mantan kamu itu, wanita yang sangat membuat kamu Frustasi, wanita yang sangat kamu cintai"


"Dan ternyata dia adalah kakak aku sendiri"


"Pantes aja selama ini kamu gak pernah ngasih kepastian dengan hubungan kita, dan ternyata ini alasan nya ?" ucap Rara menggebu-gebu.


"Ini gak seperti yang kamu bayangin Ra .. aku__" jawab Farel bingung.


"Cukup El... aku udah gak mau denger penjelasan apa-apa lagi, aku bener-bener kecewa sama kamu"


"Mulai sekarang jangan pernah temuin aku lagi" Ucap Rara sambil pergi meninggalkan Farel begitu saja.


"Ra... tunggu Ra, kita perlu bicara" teriak Farel, namun Rara tak menghiraukannya.


"Farel... benar-benar tidak menyangka bahwa kejadiannya akan seperti ini, selama ini ia memang berniat untuk membalaskan dendamnya kepada Maya melalui Rara, seharusnya ia senang karna rencananya sudah berhasil, tapi entah kenapa ia merasa tidak tega melihat Rara terlihat sangat kecewa, ia benar-benar merasa bersalah kepada Rara.


"Mas... aku bener-bener gak nyangka deh kalo Rara bisa Deket sama Farel, mereka keliatannya cocok ya" ucap Maya yang masih mengingat kejadian barusan.


"Kamu gak cemburu liat farel Deket sama adek kamu" jawab Farel yang tengah mengemudikan mobilnya.


"Apaan sih mas... kok ngomong kaya gitu, ya nggak lah, aku malahan seneng liat Rara Deket sama Farel, soalnya farel orang nya baik, aku yakin dia pasti bisa jagaiin Rara dengan baik"


"Jadi maksud kamu saya bukan orang baik ? " ucap Alvian sinis.


"Maaas.... kamu kenapa sih ? kamu cemburu ?" goda Maya.


"Nggak saya gak cemburu... saya cuman gak suka aja kamu muji-muji cowok lain". jawab Alvian tanpa ekspresi, ia tetap pokus melihat ke depan.


"Dia kan bukan orang lain, dia adek kamu mas..."


"Tapi walau bagaimanapun dia itu mantan pacar kamu May..." ucap Alvian kesal seraya memalingkan wajahnya ke arah Maya.


"Itu berarti tandanya kamu cemburu Mas... udah kamu ngaku aja, gak usah malu-malu" Goda Meisya lagi dengan senyuman mengejek, namun Alvian tampak gengsi untuk mengakuinya.

__ADS_1


__ADS_2