
"Bre*gsek.... dasar wanita kampung" teriak Bella kesal.
"Lagi-lagi dia menang dan berhasil ngambil simpati Al" Saat ini Bella sedang berada di sebuah club' malam bersama boy yang merupakan fotografer nya.
"Sudah lah Bel... gak usah di pikirin. Bukannya selama ini kamu gak pernah peduli dengan suami kamu itu, kamu menikah sama dia cuman buat naikin popularitas kamu aja kan, lebih baik sekarang kita bersenang-senang aja seperti yang biasa kita lakukan" ucap boy sambil membawakan sebuah minuman keras untuk Bella, selama ini Bella mempunyai hubungan khusus dengan Boy di belakang Alvian.
"Tapi masalahnya aku gak terima kalo aku harus kalah dari wanita kampung kaya dia, dia gak selevel sama aku, aku gak mau harga diri aku di injak-injak sama dia" ucap Bella lagi.
"Ya sudah nanti kita pikirin lagi gimana caranya buat nyingkirin dia, lebih baik sekarang kita bersenang-senang saja" ucap Boy seraya mengajak Bella untuk dugem menikmati musik yang di mainkan oleh DJ.
Setelah bersenang-senang dan menghabiskan beberapa botol minuman, Boy dan Bella pergi ke sebuah hotel yang berada tidak jauh dari club' tersebut, keduanya sudah sama-sama mabuk.
Sesampainya di kamar hotel, boy langsung menggiring Bella ke atas tempat tidur, seraya ******* bibir Bella dengan sangat rakus, dan kemudian keduanya menanggalkan semua pakaian mereka hingga tak tersisa sehelai pun.
Saat itu Bella pun terlihat sangat agresif dan begitu liar. Sebelum mereka memulai permainan yang sesungguhnya Bella memberikan sentuhan-sentuhan dan bermain di atas tubuh boy terlebih dahulu hingga membuat boy mengerang dengan sensasi yang di berikan Bella, dan membuat Boy merasa tak tahan lagi, Dan kemudian ia membalikan posisi dan menguasai permainan dengan mengungkung tubuh ramping Bella, hingga keduanya terkulai lemas tak berdaya.
Mereka berdua memang sering melakukan hal itu, apalagi keduanya selalu pergi kemanapun bersama-sama untuk urusan pekerjaan, dan sisanya mereka habiskan untuk bersenang-senang.
***
"May... saya bener-bener minta maaf sama kamu, saya sudah meragukan kamu dan terhasut oleh ucapan Bella" Ucap Alvian saat Maya sudah merasa lebih baik.
"Tidak apa-apa Mas... aku gak apa-apa kok, yang penting sekarang mas udah gak salah paham lagi, dan udah gak marah lagi sama aku"
"Aku janji May... mulai sekarang aku gak akan pernah langsung percaya dengan ucapan orang lain, aku akan selalu mendengarkan penjelasan kamu dulu" ucap Alvian lagi.
"Ia mas... "
"Tapi Mas jangan terlalu kerasam sama bak Bella, kasian. Dia seperti itu pasti karna ada alasannya".
"Biarkan saja May... biar dia sadar dengan kesalahannya" Ucap Alvian yang masih kesal.
"Tapi kalo mas bersikap kasar sama dia, dia pasti akan semakin benci sama aku, aku gak mau mas kalo hubungan aku dan bak Bella semakin memburuk, aku ingin kita hidup rukun"
"Hati kamu benar-benar baik May... walaupun dia udah jahat sama kamu, tapi kamu gak dendam sama sekali sama dia, aku beruntung punya istri seperti kamu" ucap Alvian seraya mengusap kepala Bella.
"Kamu berlebihan mas..."
"Lebih baik Sekarang mas telpon bak Bella, suruh di pulang, dia pasti sedih banget karna tadi kamu marahin"
__ADS_1
"Ia May... sebentar aku telpon dia"
"Kalo bukan karna kamu, aku gak mau nelpon dia duluan" ucap Alvian seraya mengambil ponselnya.
Sudah tiga kali Alvian mencoba menghubungi Bella, namun Bella sama sekali tidak menjawabnya, bagaimana tidak, saat ini Bella tengah tertidur di dalam pelukan Boy setelah pergulatannya tadi.
"Coba kamu telpon sekali lagi Mas... siapa tau dia angkat" ucap Maya penasaran.
"Sudah lah May... nanti juga dia pasti pulang"
"Lebih baik sekarang kamu tidur dan istirahat"
"Biar besok pagi kamu merasa lebih sehat" bujuk Alvian.
"Tapi mas..."
"Sudah gak usah di pikirin ... ayo kita tidur" Alvian membantu Maya untuk berbaring dengan sangat hati-hati, kemudian ia menyelimuti tubuh istrinya itu. Dan setelah itu ia pun ikut berbaring di samping Maya, di bawah selimut yang sama sambil memeluk tubuh sang istri.
**
"Ngapain lo pagi-pagi datang kesini El" ucap Rara heran.
"Kan gue udah bilang kalo gue udah gak mau denger penjelasan lo lagi, dan gue gak mau liat muka lo lagi, sebaiknya sekarang lo pergi dari sini" Ucap Rara hendak menutup pintunya kembali.
"Ra aku mohon Ra... tolong kasih gue kesempatan untuk bicara sama Lo, sebentar aja Ra... "ucap Farel sambil menahan pintu tersebut.
"Gue janji setelah itu gue gak akan pernah ganggu lo lagi, kalo memang itu yang lo mau" ucap Farel tampak memelas. Hal itu membuat Rara merasa kasihan.
"Baikalah kalo gitu, gue kasih lo waktu sepuluh menit, dan setelah itu jangan pernah muncul lagi di hadapan gue" Rara mengajak Farel untuk berbicara di dalam rumah..
"Ra... gue akui kalo gue emang salah sama lo, waktu itu gue emang berniat manfaatin Lo buat balas dendam sama Maya" farel langsung berbicara terus terang.
"Lo jahat El... padahal gue gak tau apa-apa tentang masalah kalian, tapi kenapa lo melampiaskan nya ke gue" Ucap Rara kesal.
"Ia Ra... gue emang jahat, gue emang brengsek, Lo boleh maki-maki gue sepuasnya"
"Tapi sekarang gue nyesel banget Ra... gue bener-bener nyesel udah nyakitin perasaan lo, gue sadar kalo gue gak seharusnya berbuat seperti itu sama Lo"
"Gue mohon maafin gue Ra... gue benar-benar nyesel banget, Lo mau kan Ra maafin gue" ucap Farel seraya menggenggam kedua tangan Rara.
__ADS_1
"Kalo Lo mau, Lo boleh tampar gue, pukul gue atau ngelakuin apa aja ke gueagar Lo puas, asalkan Lo maafin gue Ra" Farel membawa tangan Rara dan menampar-namparkannya ke pipinya
"Cukup El cukup, gue udah maafin Lo" ucap Rara sambil menarik tangannya.
"Lo serius Ra udah maafin gue" tanya Farel merasa tidak percaya.
"Ia gue udah maafin Lo".
"Sebaiknya sekarang Lo pulang El... gue mau siap-siap ke sekolah"
"Masih ada satu hal lagi yang mau gue omongin Ra"
"Tapi ini tentang perasaan gue" ucap Farel tampak serius seraya kembali menggenggam tangan Rara.
"Awalnya gue emang pura-pura tertarik sama Lo, gue deketin Lo buat bikin Lo suka sama gue"
"Tapi tanpa gue sadar, gue juga jatuh cinta sama Lo"
"Gue terjebak dengan permainan yang gue bikin sendiri"
"Awalnya gue masih bingung dengan perasaan yang gue rasain, tapi saat kemaren Lo ngehindarin gue, dari situ gue sadar kalo sebenarnya gue jatuh cinta sama Lo, gue gak bisa jauh-jauh dari Lo, gue gak mau kehilangan Lo" Jelas Farel mengutarakan semua perasaannya.
"Ra... Lo mau kan jadi cewek gue"
"Gue mohon Ra kasih gue kesempatan sekali lagi, kita mulai lagi vsama-sama dan mulai semuanya dari awal" ucap Farel penuh harap.
"Gue___ gue masih bingung El... gue masih takut kalo Lo bakalan mempermainkan gue lagi kaya kemaren" jawab Rara bingung.
"Kali ini gue serius Ra .. gue ngomong kaya gini Sama Lo bener-bener tulus dari hati gue Ra"
"Lo juga pasti bisa bedain antara orang yang bener-bener tulus dengan orang yang cuma pura-pura aja"
"Lo mau kan Ra... kasih gue kesempatan sekali lagi, gue yakin Lo juga punya perasaan yang sama sama gue" Farel masih berusaha meyakinkan Rara.
Rara tampak terdiam beberapa saat untuk mempertimbangkan ucapan Farel, sebenernya ia masih takut untuk mempercayai Farel, tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalo dia juga cinta sama farel
"Baiklah... gue kasih lo kesempatan sekali lagi, tapi Lo harus inget, gue gak akan pernah maafin lo kalo lo bohongin gue lagi."
"Makasih Ra... makasih banyak... gue janji gue gak akan pernah ngecewain lo lagi" ucap Farel seraya memeluk tubuh Rara dengan senyum mengembang di bibirnya.
__ADS_1