CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 29


__ADS_3

Di hari pertama Maya kembali masuk kuliah, setelah menyebarnya Vidio dirinya dan Alvian waktu itu membuat Maya mendapatkan sindiran dan tatapan sinis dari teman-temannya, hampir semua orang merendahkan Maya dan menganggap Maya sebagai wanita penggoda suami orang, Maya berusaha mengabaikan semua itu, karna tujuannya masuk kuliah untuk menuntut ilmu dan mengejar cita-citanya sebagi Dokter.


"May... Kita perlu bicara sama kamu" Mita dan Della langsung membawa Maya ke tempat sepi untuk meminta penjelasan dari Maya tentang rumor yang tengah beredar.


"May... sekarang kamu jelaskan sama kita tentang semua ini, se detil-detil nya, jangan sampai ada yang di tutup-tutupi" ucap Della.


"Ia May... kita yakin Lo bukan orang seperti itu, Lo gak mungkin berani ngelakuin hal seperti itu" sambung Mita.


"A_aku... aku bingung harus mulai cerita dari mana Del... Mit..." Ucap Maya bingung, tapi saat ini ia memang perlu teman untuk berbagi keluh kesahnya saat ini, ia tidak sanggup lagi memendam semuanya sendiri.


"Kamu gak usah takut May... kamu ceritain aja semuanya, kita akan selalu ada buat kamu May, kita gak peduli dengan ucapan-ucapan mereka tentang kamu" ucap Mita lagi.


"Baiklah kalau gitu aku akan ceritain semuanya, tapi kalian harus janji ya jangan pernah bilang ke siapa-siapa tentang masalah ini" ucap Maya seraya menarik nafas panjang.


Maya mulai menceritakan semua yang di alaminya selama ini kepada Kedua sahabatnya itu, dari awal sampai akhir tanpa ada yang di tutup-tutupi.


Maya dan Della benar-benar terkejut mendengar cerita Maya, mereka tidak menyangka jika sahabatnya itu mengalami penderitaan seberat ini.


Perasaannya sedikit lega setelah menceritakan hal itu, beban yang ada di pundaknya terasa lebih ringan, dan rasa sesak di dadanya terasa lebih berkurang.


"Ya ampun May... kenapa sih kamu baru cerita ini sekarang... kenapa kamu selalu menyembunyikan masalah kamu sendirian" Ucap Mita yang tak habis pikir dengan sahabatnya itu.


"Ia May... kamu selalu memendam penderitaan kamu sendiri, kamu gak pernah mau berbagi kesedihan kamu sama kita" sambung Della


"Maaf Del... Mit... aku cuman Gak mau membuat kalian khawatir sama aku, dan menambah beban pikiran kalian, aku udah sering banget ngerepotin kalian selama ini"


"May... kenapa sih kamu selalu berpikiran seperti itu, itulah gunanya sahabat Mau, untuk berbagai kebahagiaan dan juga kesedihan" jelas Mita


"Ia May kita sudah sering bilang sama kamu untuk selalu cerita sama kita, apapun itu" tambah Della.


"Aku minta maaf Del... Mit... aku selalu bikin kalian malu, sebaiknya mulai sekarang kalian gak usah deket-deket sama aku lagi, aku gak mau kalau nama kalian jadi ikut jelek gara-gara aku" ucap Maya tampak pasrah.

__ADS_1


"May... kamu gak boleh bicara seperti itu, kita tulus berteman dengan kamu, kita gak peduli orang-orang bilang apa tentang kamu" ucap Mita seraya menggenggam tangan Maya untuk memberikan nya kekuatan


"Ia May... kita akan selalu jadi sahabat kamu, kita akan selalu ada buat kamu" ucap Della mengelus punggung Maya dari samping.


"Makasih Del... Mit... aku bener-bener beruntung punya sahabat seperti kalian" Akhirnya Mereka bertiga pun saling berpelukan.


Setelah bercerita panjang lebar, Maya dan kedua sahabatnya itu segera kembali ke dalam kelas mereka. sepertinya halnya dengan mahasiswa dan mahasiswi yang lain, teman satu kelas mereka pun semuanya menggunjing Maya, dan berbicara hal buruk tentang Maya, tapi Kali ini Della dan Mita dengan sigap Membela Maya, mereka melawan siapapun yang berbicara buruk tentang Maya, hingga tidak ada lagi yang berani menyindir Maya lagi, dan mereka bisa belajar dengan tenang.


Setelah kelas pertama mereka selesai, Mita dan Della mengajak Maya untuk makan di kantin.


"May... Del... kalian duduk duluan aja ya... biar aku yang pesenin makanannya" ucap Mita saat mereka telah sampai di kantin


kedatangan Maya ke kantin tersebut lagi-lagi menyita perhatian orang-orang yang ada di sana, semua orang menatap Maya dengan tatapan sinis, dan berbisik-bisik membicarakan keburukan Maya.


Saat Maya dan Della hendak mencari tempat duduk yang kosong, tiba-tiba ia berpapasan dengan Farel yang tengah bersama Mona yang memanfaatkan keadaan nuntuk mendekati Farel.


Saat kedua mata Maya dan Farel tak sengaja bertatapan, Farel langsung memalingkan wajahnya, ia sama sekali tidak menyapa Maya, ia bersikap seolah tidak pernah mengenal Maya.


Hati Maya benar-benar sakit melihat orang yang selama ini sangat mencintainya dan selalu memperlakukan nya dengan lembut tiba-tiba berubah dalam sekejap.


"Masih punya nyali juga lo Dateng lagi ke kampus, bener-bener gak punya malu, dasar pelakor" ucap Mona mempermalukan Maya di depan banyak orang, Maya hanya bisa menunduk tanpa berani melawan.


"Heh ngomong apaan lo sama temen gue, kalo punya mulut di jaga ya" Jawab Della yang saat tak terima


"Gue bicara Fakta, temen lo ini emang pelakor, cewek murahan, dia sengaja ngegebet cowok-cowok tajir biar dia bisa jadi orang kaya, biar dia bisa naik derajat dan selevel sama kita" jawab Mona lagi.


"Tutup mulut Lo Mon... Maya bukan orang seperti itu" teriak Della.


"Heh... semua orang juga udah tau kelakuan temen lo itu kaya gimana, masih aja Lo mau temenan sama dia, kalo gue jadi lo, gue gak mau punya temen kaya gitu" ucap Kiba seraya mengangkat kedua bahunya dan mengerutkan mata dan hidungnya jijik.


"Heh... Lo gak tau apa-apa tentang Maya, jadi jangan sok tau" ucap Della seraya menunjuk wajah Mona.

__ADS_1


"Jelas-jelas Temen lo yang sok lugu ini udah ngejual dirinya masa Cowok kaya yang udah punya istri, sampe dia hamil, apa namanya kalo bukan Cewek murahan"


"Maya gak kaya gitu...dia_" teriak Della lagi.


"Del... udah Del, tahan emosi kamu" ucap Maya menenangkan Della.


"Tapi May dia udah ngehina kamu, aku gak bisa terima May..."


"Gak apa-apa Del... biarin aja, aku gak apa-apa kok" Ucap Maya lagi.


"Dan kamu Mon... kenapa Sih kamu segitu bencinya sama aku, sebenarnya apa salah aku sama kamu, sampai-sampai kamu selalu membuat masalah sama aku"


"Selama ini aku selalu berusaha untuk mengalah, tapi kamu terus cari gara-gara sama, bahkan saat kamu ngedorong aku di toilet sampai aku pingsan waktu itu pun, aku tetap diam, sebenarnya mau kamu apa sih Mon" Kini giliran Maya yang angkat bicara.


"Oh... jadi dia yang udah nyelakain kamu waktu itu May" Ucap Della Geram.


"Tapi sekarang aku gak akan tinggal diam, sekali lagi kamu buat masalah sama aku, aku gak akan segan-segan ngelaporin kamu sama Dekan" ancam Maya.


"Oh.... jadi lo udah berani ngancem gue sekarang, Lo pikir gue takut sama Lo, dasar cewek gak tau diri" ucap Mona hendak melayangkan tangannya untuk menampar Maya.


"Mon cukup" ucap Farel menahan tangan Mona. sejak tadi ia memilih untuk diam dan tidak ingin lagi berurusan dengan Maya.


Melihat Farel melakukan hal itu membuat perasaan Maya merasa sedikit lebih lega karna ternyata Farel masih peduli dama dia dan masih mau membelanya.


"El... kenapa sih Lo ngehalangin gue buat nampar dia, gue mau kasih pelajaran sama dia, Lo juga udah jadi korbannya dia kan El, gue mau balesin rasa sakit hati Lo" ucap Mona berusaha melepaskan tangan Farel.


"Gue bukannya mau belain dia Mon... gue cuman gak mau Lo ngotorin tangan Lo buat nampar cewek kotor kaya dia, perempuan gak punya hati" ucapan Farel membuat Mona tersenyum bahagia.


Maya benar-benar tidak percaya jika Farel tega bicara seperti itu, Maya benar-benar merasa terluka dengan kata-kata nya. Selama ini ia bisa mengabaikan ucapan orang lain, tapi ucapan Farel benar-benar menusuk ke dalam hatinya.


"Ayo Mon kita pergi dari sini, gue gak sudi ngeliat mukanya lagi, selera makan gue jadi ilang" ucap Farel mengajak Mona pergi dari sana.

__ADS_1


"Rel... suatu saat nanti Lo bakalan nyesel pernah bicara kaya gitu sama Maya" Teriak Della kesal.


__ADS_2