CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 74


__ADS_3

"Mas kamu sedang apa di sini" tanya Maya penasaran.


"Saya kesini untuk bertemu dengan Alma" Jelas Alvian.


"May... Mas Alvian ini adalah orang yang tempo hari hampir menabrak Alma, dan mengantarkan Alma kesini" Bu Ambar menjelaskan.


"Ia Bunda... Ini om baik yang menolong Alma waktu itu" Alma pun ikut bicara.


"Lalu kamu sendiri mau apa kesini May..." tanya Alvian kemudian.


"Aku memang tinggal di sini mas..." jelas Maya.


"Tinggal di sini ?" ucap Alvian heran.


"Bukannya kamu tinggal di rumah suami kamu" ucapnya lagi.


"Suami ?" jawab Maya bingung.


" Ia, suami kamu yang Dokter itu, yang suka bareng sama kamu di rumah sakit" jelas Alvian.


"Oh... mungkin maksudnya Dokter Raka ya" ucap Bu Ambar.


"Dokter Raka itu anak pemilik panti asuhan ini"


"Tapi dia bukan suaminya Maya" jelas Bu Ambar.


"Lalu suami Maya siapa" tanya Alvian semakin penasaran.


"Maya gak punya suami Mas..."


"Dia belum menikah lagi" Alvian seperti mendapatkan udara segar saat mendengar Maya belum menikah.


"Oh... aku pikir dia itu suami kamu May..." Ucap Alvian merasa malu karna semua dugaannya salah.


"Bukan Mas.. Mas Raka dan keluarganya adalah orang yang sangat berjasa bagi aku" ucapan Maya kali ini membuat Alvian merasa tertampar, sebab ia telah membuat Maya mendeeita, dan justru malah orang lain yang berada di samping Maya ketika ia melewati masa-masa sulitnya.


"Bunda lihat deh... om baik beliin Alma mainan banyak sekali"Ucap Alma memperlihatkan mainannya.


"Benarkah..."


"Kamu sudah bilang terima kasih sama om baik ?" tanya Maya kepada Alma.


"Sudah bunda" jawab Alma.


"Anak pinter..." ucap Maya seraya mengusap-usap pucuk kepala Alma.


"Ya sudah kalau gitu, saya permisi dulu"


"Alma... om pulang dulu ya" ucap Alvian seraya mensejajarkan tubuhnya dengan Alma.


"Tapi nanti om main kesini lagi kan" tanya Alma.


Ia sayang... nanti om pasti akan sering-sering mampir kesini" memang itu yang Alvian mau, agar ia bisa sering bertemu dengan Alma.


"Janji ya om" ucap Alma mengacungkan jari kelingkingnya.


"Ia, Om Janji" jawab Alvian melilitkan jari kelingkingnya kepada Alma.

__ADS_1


Setelah mengetahui Maya belum menikah lagi, Alvian merasa bahwa dirinya masih mempunyai kesempatan untuk mengambil hati Maya kembali, walaupun ia harus mengesampingkan rasa malunya atas perbuatannya dulu, ia juga tau tidak akan mudah untuk melakukan hal itu.


**


"Pagi Dok..." sapa Nina ketika ia masuk ke ruangan Maya


"Pagi Na..." jawab Maya yang masih pokus dengan kertas-kertas yang ada di hadapannya.


"Na... catatan kesehatan Pak Bahar yang saya minta sudah ada?" tanya Maya tanpa menoleh ke arah Nina.


"Ini Dok"


"Saya sudah siapkan" Nina memberikan beberapa lembar kertas kepada Maya.


"Makasih Na" jawab Maya seraya mengangkat wajah nya untuk melihat ke arah Nina.


"Na.. pelipis kamu kenapa, kok memar gitu" tanya Maya ketika baru menyadarinya.


"I_ini, kemarin saya kepeleset di kamar Dok, trus pelipis saya terkena meja" jawab Nina bohong, padahal luka di pelipis nya itu adalah perbuatan Suaminya nya yang selalu melakukan KDRT kepada Nina.


"Ya ampun kok bisa sih, lain kali kamu hati-hati ya Nin"


"Ia Dok" Jawab Nina.


"Nin kamu ikut saya ruang perawatan pak Bahar ya" ajak Maya.


"Baik Bu" jawab Maya patuh.


Saat ini sikap Alvian kepada Maya sudah kembali ramah lagi seperti semula, bahkan ia sampai rela tidak pergi ke kantor hanya untuk bertemu dengan Maya, ia menunggu Maya sejak tadi pagi.


"May... kamu mau makan siang di Mana nanti" tanya Alvian ketika Maya telah selesai memeriksa Papinya.


"Memangnya kenapa Mas..."


"Boleh gak saya makan siang bareng sama kamu" awalnya Alvian tampak ragu mengatakan hal itu.


"Boleh aja, itukan tempat umum" jawab Maya lagi.


"Ya sudah kalau gitu, nanti saya tunggu kamu di kantin Ya"


"Oia May, saya boleh gak minta nomor hp kamu yang baru" Alvian kembali berusaha mendekati Maya lagi.


"Untuk apa Mas..."


"Ya biar gampang aja kalau nanti saya mau tanya tentang kesehatan Papi" Ia memang sengaja menggunakan alasan tersebut untuk meminta nomor ponsel Maya


"Oh... gitu, ini Mas kartu nama.aku" akhirnya Maya pun memberikannya.


"Makasih ya May..." Alvian tampak senang


"Sama-sama mas..."


"Kalau gitu aku permisi dulu ya"pamit Maya.


***


Sesuai dengan ucapannya kepada Maya tadi, Alvian benar-benar menunggu Maya di kantin rumah sakit untuk makan siang bersama, bahkan ia datang lebih awal agar tidak terdahului oleh Maya, dan membuat Maya menunggunya.

__ADS_1


Sikap Alvian seperti anak ABG yang sedang menunggu gebetannya datang, dengan perasaan deg-degan, dan juga grogi.


Beberapa saat kemudian wanita yang ia tunggu-tunggu sejak tadi pun tiba, Alvian melambaikan tangannya sebagai isyarat kepada Maya bahwa ia berada di sana. Maya pun bergegas menghampiri Alvian.


"Mas .. kamu sudah lama menunggu di sini" tanya Maya seraya mendaratkan tubuhnya di sebuah kursi.


"Nggak... saya juga baru sampai" jawab Alvian bohong, ia tidak ingin terlihat bahwa dirinya terlalu bersemangat untuk makan siang bersama.


"Oia May... saya sudah pesankan makanan kesukaan kamu"


"Gak apa-apa kan"


"Tapi kalau kamu gak suka kamu boleh pesan makanan yang lain". ucap Alvi pesimis.


"Gak apa-apa mas... aku makan yang ini aja"


"Mubajir nanti gak kemakan" Maya tidak menyangka jika Alvian masih mngat dengan makanan kesukaan nya.


Ketika Maya dan Alvian tengah menikmati makan siang nya, tiba-tiba datang Raka menghampiri mereka berdua.


"May... tumben kamu ke kantin duluan"


"Biasanya kamu kan nungguin saya dulu" protes Raka.


"Maaf Mas... tadi aku laper banget, jadi aku makan duluan" jelas Maya.


"Ngomong-ngomong saya boleh kan gabung di sini" ucap Raka kemudian.


"Ya boleh dong.. masa gak boleh, ini kan tempat umum" jawab Maya.


"Oia aku lupa ngenalin kalian berdua".


"Mas Raka, kenalin ini Mas Alvian" Ucap Maya memperkenalkan mereka berdua, hingga akhirnya mereka berdua saling berjabatan tangan, tapi raut muka Alvian tiba-tiba berubah ketika Raka datang, ia kesal karna kehilangan momen berdua dengan Maya.


"May... cobain deh makanan punya aku, enak banget" Raka menyuapi Maya dengan makanan nya.


"Gimana enak kan" Tanya Raka.


"Ia enak banget, tapi makanan aku juga enak, nih cobain deh" Sekarang giliran Maya yang menyuapi Raka.


"Gimana enak kan" tanya Maya penasaran.


"Nggak Ah, biasa aja, masih enakan punya saya" Seelah Raka bergabung bersama mereka, Alvian merasa jika dirinya tersisihkan, kebersamaan mereka bertiga seperti di dominasi oleh Raka, yang lebih sering bercanda bersama Maya, Alvian terlihat seperti kambing conge yang tidak tau harus berbuat apa, yang hanya bisa menyaksikan percakapan mereka berdua.


**


Ketika Maya hendak pulang ke panti asuhan, tiba-tiba mobil nya mogok, hingga ia memutuskan untuk pulang menggunakan taksi, sebab Raka sudah pulang cepat hari ini.


"Dok... Dokter sedang apa di sini" Tanya Nina yang tengah mengendarai motornya.


"Saya lagi nunggu taksi, tadi mobil saya mogok" jelas Maya.


"Ya sudah kalau gitu, Ibu pulang sama saya aja, nanti saya anterin" ajak Nina.


"Memangnya gak merepotkan"


"Nggak Dok.."

__ADS_1


",Tapi gak apa-apa kan pulang nya naik motor"


"Gak apa-apa Na..."


__ADS_2