CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 78


__ADS_3

Hari ini di panti asuhan sedang kedatangan sepasang suami istri yang berniat untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan tersebut.


Setiap tahunnya memang selalu ada yang datang ke panti asuhan tersebut untuk mengadopsi salah seorang anak. Pihak panti asuhan selalu menyambut baik niat tersebut, sebab setiap anak memiliki hak untuk memiliki orang tua asuh, asalkan mereka bisa memenuhi semua syarat dan kebijakan yang telah di berikan oleh pihak panti.


Meskipun berat untuk merelakan kepergian anak-anak yang telah mereka rawat sejak bayi, namun mereka tidak bisa mencegah anak-anak untuk pergi, mereka hanya dapat berharap jika anak-anak mendapatkan orang tua asuh yang baik, sehingga dapat merasakan kasih sayang dari seorang ayah dan juga ibu yang belum pernah mereka dapatkan selama ini, mereka juga berharap jika anak-anak bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak, dan kelak menjadi orang yang sukses yang bisa menggapai impiannya.


Bu Ambar dan juga Maya mengantar pasangan suami istri tersebut untuk memperkenalkannya kepada anak-anak, sekaligus untuk memilih seorang anak yang akan mereka adopsi nantinya.


Biasanya sebagian anak ada yang merasa senang dan berharap jika dirinya lah yang akan terpilih, sebab mereka ingin merasakan kehidupan layaknya anak-anak yang lain, yang mempunyai orang tua.


Namun ada juga anak yang merasa sedih dan juga takut, mereka tidak mau meninggalkan panti asuhan karna sudah nyaman berada di sana bersama teman-teman yang lain, ada juga yang merasa takut jika orang tua asuh nya nanti tidak akan sebaik bu Ambar dan juga Maya.


Hal itulah yang di rasakan Alma Saat ini, ia tidak mau meninggalkan panti asuhan tersebut apalagi harus berpisah dari Bunda Maya yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.


Sejak tadi Alma terlihat murung dan lebih banyak menunduk, ia berharap jika dirinya tidak terpilih.


Ternyata Maya pun merasakan hal yang sama seperti Alma, entah kenapa hatinya selalu resah setiap kali ada orang yang hendak mengadopsi anak, selain karna sedih harus berpisah dengan salah seorang anak, ia juga sangat takut jika Alma akan terpilih.


Tapi Maya tidak bisa berbuat apa-apa, ia tidak punya kekuatan untuk mencegah itu semua.


Dulu Maya memang pernah berniat untuk mengadopsi Alma, namun ada suatu hal yang membuat Maya tidak dapat melakukan hal itu, sebab ia tidak memiliki seorang suami, karna salah satu syarat untuk mengadopsi anak dari panti asuhan tersebut adalah memiliki suami, lebih tepatnya sepasang suami istri.


setelah memperkenalkan anak-anak satu persatu kepada sepasang suami istri tersebut, Maya dan Bu Ambar membiarkan mereka mengajak anak-anak untuk bermain, setelah itu mereka di beri waktu untuk berpikir dan berdiskusi dengan pasangan mereka masing-masing, mengenai anak yang akan mereka Adopsi, mempertimbangkan matang-matang pilihan mereka.


Tampaknya sepasang suami istri tersebut sangat kebingungan untuk memilih salah seorang anak yang akan mereka adopsi, karna semua anak-anak di panti asuhan tersebut sangat manis dan juga pandai, membuat semua orang yang melihatnya akan merasa gemas.


Setelah berdiskusi selama satu jam, akhirnya sepasang suami istri itupun sudah menentukan pilihannya, kemudian Bu Ambar mengajak mereka ke ruangan nya.


"Bagaimana Tuan Wiliam dan Nyonya Wiliam, apakah kalian sudah punya pilihan?" tanya Bu Ambar penasaran.


"Ia... kami sudah punya pilihan"


"Saya dan istri saya sudah memutuskan untuk mengadopsi seorang anak perempuan, yang bernama Alma" jelas Tuan Wiliam.


Ternyata pilihan mereka tertuju kepada Alma, anak cantik dan juga lucu. Gadis kecil itu telah berhasil mencuri perhatian sepasang suami istri tersebut, ternyata apa yang Maya takutkan benar-benar terjadi.


Dada Maya terasa sangat sesak saat mendengar hal itu, ia benar-benar tidak percaya jika Alma yang mereka pilih.


"Mohon maaf Tuan Wiliam dan Nyonya Wiliam, apa kalian sudah yakin dengan pilihan kalian "


"Mungkin kalian mau mempertimbangkan nya lagi"


"Siapa tau kalian berubah pikiran, dan ingin memilih anak yang lain" ucap Maya berusaha untuk meyakinkan mereka untuk mempertimbangkan lagi pilihan mereka.


"Tidak Bu Maya, kami sudah yakin untuk mengadopsi Alma, sebab saya sudah jatuh cinta kepada Alma sejak pertama kali melihatnya" jelas Nyonya Wiliam.


"Ta_tapi... masih banyak loh anak-anak yang lain, yang lebih cantik dan lebih lucu dari Alma"

__ADS_1


"Mungkin kalian mau melihat anak-anak satu kali lagi"


"Saya bersedia menemani kalian berkenalan lagi dengan anak-anak satu persatu" Maya masih berusaha mempengaruhi mereka berdua agar berubah pikiran.


"Tidak Bu Maya, kami sudah mempertimbangkan nya dengan matang"


"Kami tetap memilih Alma menjadi anak Adopsi kami"


"Baiklah kalau begitu, kami berdua permisi dulu, besok kami akan kembali lagi untuk menjemput Alma, dan membawa berkas-berkas yang di perlukan" Mereka berdua berpamitan kepada Maya dan Juga Bu Ambar.


"Bu Bagaimana ini, apa yang harus Maya lakukan agar mereka tidak membawa Alma dari sini" Ucap Maya terduduk lemas di atas kursi.


"Kamu yang sabar ya May..."


"Kamu kan tau sendiri kita tidak berhak menghalangi anak-anak untuk mendapatkan hak asuh"


"Dan kamu juga tidak bisa mengadopsi Alma, karna kamu tidak memiliki suami"


"Kamu Doain aja, agar Alma bahagia bersama orang tua angkatnya"


"Mungkin ini yang terbaik buat Alma"


"Sudah saatnya dia memiliki kehidupan yang baru" ucap Bu Alma seraya mengelus punggung Maya. Ia sangat paham dengan apa yang Maya rasakan, sebab ia tau betul bagaimana sayangnya Maya kepada Alma, anak yang Maya rawat sejak bayi.


"Lebih baik sekarang kita temui Alma di taman, kita beritahu dia tentang hal ini"


"Nanti Alma juga ikut sedih, dan berat untuk meninggalkan tempat ini" Ajak Bu Ambar.


Setelah hatinya sedikit tenang, akhirnya Maya menemani Bu Ambar untuk menemui Alma, untuk memberikan sebuah kabar, yang entah kabar gembira atau kabar sedih bagi Alma. Ia memberanikan diri untuk melihat wajah lugu Alma, berusaha untuk tetap tersenyum di hadapan Alma, yang mungkin ini merupakan pertemuan terakhir mereka.


"Alma sayang... Bu Ambar dan Bunda boleh bicara sebentar gak !"


"Kita bicara di kamar yuk sebentar" ajak Bu Ambar, ketika itu Maya tidak mampu mengatakan hal apapun, rasanya ia tidak kuat ingin menangis.


"BU Ambar mau bicara apa" tanya Alma polos.


"Nanti Bu Ambar kasih tau di kamar Ya" Maya mengikuti Alma dan Bu Ambar ke kamarnya tanpa berbicara sepatah katapun.


"Alma sayang... Alma masih ingat kan dengan wanita dan pria yang tadi datang kemari"


"Alma ingat gak siapa namanya" Tanya Bu Ambar untuk memberitahukan nya secara pelan-pelan.


"Ia Alma ingat"


"Namanya Om Wiliam dan Tante Wiliam" jawab Alma.


"Menurut Alma mereka orang nya gimana" tanya nya lagi.

__ADS_1


"Mereka sangat baik"


"Tadi mereka juga mengajak kita semua bermain dan memberikan hadiah" Jawab Alma.


"Benarkah..."


"Alma tau gak tadi Om dan Tante Wiliam bilang apa sama Bu Ambar ?"


"Nggak" Alma menggelengkan kepalanya.


"Memangnya tadi mereka bilang apa"


"Tadi mereka bilang... "


"katanya mereka sangat suka kepada Alma"


"Dan mereka mau mengadopsi Alma sebagai anaknya"


"Alma mau kan tinggal bersama mereka"


"Besok mereka akan menjemput Alma kesini" jelas Bu Ambar.


Raut wajah Alma yang polos itu Seketika berubah setelah mendengar hal itu.


"Alma gak mau Bu... Alma gak mau ikut dengan mereka"


"Alma mau tetap disini bersama Kalian" Rengek Alma.


"Kenapa sayang... kenapa Alma gak mau"


"Harusnya Alma senang mendapatkan orang tua angkat"


"Nggak Bu.. Alma mau tetap disini"


"Ijinin Alma tinggal di sini ya Bu..." rengek Alma lagi.


"Maaf Alma... Ibu tidak bisa mencegah Alma untuk pergi"


"Ini semua untuk kebaikan Alma juga"


"Biar Alma mempunyai tempat tinggal yang layak dan kehidupan yang lebih baik" jelas Bu Ambar.


"Bunda... Alma mau tetap di sini"


"Alma mau sama Bunda..."


"Alma gak mau pisah dari Bunda" Alma memeluk Maya sambil menangis. Seketika tangisan Maya pun pecah melihat tangisan Alma.

__ADS_1


"Maafin Bunda sayang... maafin bunda" ucap Maya seraya memeluk Alma dengan erat, ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk Alma.


__ADS_2