CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 95


__ADS_3

Bagaikan petir di siang bolong, Radit teramat sangat terkejut melihat isi amplop tersebut, melihat foto-foto istrinya dengan pria lain tanpa mengenakan sehelai kain pun, pria yang merupakan mantan pacar istrinya dan pernah menjadi sahabat dekat nya dulu, dan menjadi orang yang paling dia benci.sampai saat ini.


"Itu apa isinya sayang" Tanya Rara penasaran.


"Tolong kamu jelaskan tentang ini" Radit memberikan foto-foto tersebut kepada Rara dengan kasar, tangan nya mengepal menahan amarah.


Rara pun sangat amat terkejut melihat foto-foto dirinya, ia tidak pernah tau jika Farel masih menyimpan foto-foto tersebut, bahkan ia juga tidak tau jika Farel memfoto dirinya saat kejadian belum lama itu.


"A-aku... aku..." jawab Rara bingung harus menjelaskan dari mana, ia benar-benar tidak menyangka jika Farel akan melakukan hal itu.


"Kenapa kamu gak pernah cerita tentang hal ini Ra... kenapa kamu gak pernah cerita kalau kamu pernah tidur sama si brengsek itu" Tanya Farel geram.


"Waktu itu aku aku sempat mau cerita sama kamu, tapi kamu sendiri yang bilang kalau kita tidak perlu membahas masalalu, kamu mau menerima aku apa adanya." jelas Rara.


"Ok aku memang salah karna tidak mau mendengarkan cerita kamu, tapi foto-foto ini bukan hanya foto lama saja, ada foto ya h di ambil sebulan yang lalu, kamu lihat tanggal di foto ini Ra" bentak Radit menunjukkan foto istrinya saat tidur bersama Farel sebulan yang lalu. Di setiap foto tersebut memang terdapat tanggal bulan dan juga tahunnya.


"Aku bisa jelasin Dit, waktu itu aku..." Rara hendak memberi penjelasan.


"Ohhhh Sekarang aku baru ingat, sebulan yang lalu itu kamu tiba-tiba menghilang, kamu menghindari aku tanpa alasan. Jadi waktu itu kamu pergi sama dia, kamu tidur dan bersenang-senang sama si bajingan itu ia ? jawab dengan jujur Ra" bentaknya lagi.


"Bukan seperti itu Dit...Aku memang tidur sama dia tapi waktu itu aku..." Jawab Rara lagi namun lagi-lagi perkataan nya di potong


"Cukup Ra jangan di terusin lagi, bagi aku jawaban kamu itu sudah lebih dari cukup, aku gak mau mendengarkan alasan yang lain nya, karna mendengarkan nya saja aku muak" Radit sudah tidak sanggup lagi mendengar alasan Rara lebih jauh, membayangkan wanita yang sangat ia cintai telah mengkhianati nya.


"Kalau kamu memang masih cinta sama dia, kenapa kamu gak bilang sama aku ?. Kenapa kamu mau menerima lamaran aku Ra, kenapa kamu gak kembali aja sama si brengsek itu, dari pada kamu harus berbuat seperti ini sama aku" Teriak Radit.

__ADS_1


"Dit tolong dengarkan penjelasan aku dulu Dit..." Rara benar-benar bingung karena Radit tidak mau mendengarkannya dan semakin salah paham.


"Penjelasan yang mana lagi Ra... sudah jelas-jelas kamu mengakui sendiri kalau kamu memang tidur sama dia sebulan yang lalu"


Mungkin aku masih bisa memaafkan apa yang kamu lakukan dimasa lalu sebelum kita saling mengenal, tapi aku gak terima dengan apa yang kamu lakukan kemarin. Ternyata selama kita pacaran, kamu juga masih berhubungan sama dia di belakang aku " Radit tidak terima dengan apa yang Rara lakukan.


"Nggak Dit... nggak... ini gak seperti yang kamu pikirin " Rara masih berusaha memberikan penjelasan.


"Lalu aku harus berpikir seperti apa ? melihat foto istri aku sendiri tidur dengan laki-laki lain" Bentak Radit.


"Haaaaahhh kenapa semuanya jadi seperti ini" teriak Radit seraya menjambak rambutnya sendiri. Antara kesal kecewa dan juga bingung.


"Kalian bener-bener brengsek, tega kalian berbuat seperti ini sama aku. Apa salah aku sama kamu Ra... apa..." Ucap Radit seraya memegang kedua lengan Rara dan mengguncang tubuh nya. Rara hanya bisa menangis tanpa bisa memberikan pembelaan, sebab Radit sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasannya.


Ternyata apa yang Rara takut kan selama ini benar-benar terjadi, bangkai yang ia sembunyikan akhirnya tercium juga, bom waktu yang ia simpan baik-baik akhirnya meledak juga, menjadi Boomerang untuk dirinya sendiri.


Rara hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Malam yang seharusnya menjadi malam yang indah bagi mereka, justru menjadi malapetaka baginya. Ia sangat yakin bahwa Radit pasti akan menceraikannya. Ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi dengan pernikahannya.


"Dit kamu mau kemana" Tanya Dokter diana yang berpapasan di lobby hotel. semua keluarga memang menginap di hotel yang sama.


"A-Adit mau membeli sesuatu Mih" jawab Adit gugup, ia tidak mau jika Maminya curiga.


"Kamu ini gimana sih Dit.. ini kan malam pernikahan kamu, kenapa kamu meninggalkan Rara sendirian di kamar, kan kamu bisa meminta petugas hotel membelinya" ucap Dokter Diana.


"Tapi Mih..."

__ADS_1


"Udah gak usah tapi-tapian, sekarang kamu balik ke kamar kamu, kasian Rara sendirian " Dengan terpaksa Adit pun kembali ke kamarnya.


Ketika masuk kedalam kamarnya ia melihat Rara tengah duduk menangis seraya memeluk kedua kakinya, dan menundukkan kepalanya di atas lutut. Sebenarnya ia tidak tega melihat Rara menangis, tapi kebencian nya mengalahkan rasa kasihan nya.


Udah gak usah akting lagi, gak usah pura-pura nangis, percuma gak akan bikin aku kasihan sama kamu. Adit langsung membaringkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya tanpa menghiraukan Rara.


Keesokan harinya keluarga Rara dan Radit sudah berkumpul di restoran hotel untuk makan bersama, hanya keluarga inti saja, untuk sekedar mempererat tali kekeluargaan dan merayakan atas pernikahan Putra putri mereka.


"Ingat ! jangan sampai mereka semua curiga kepada kita. Kamu harus bersikap seperti biasanya, berpura-pura bahwa kita baik-baik saja" Ucap Radit mengingatkan Rara sebelum mereka bergabung dengan keluarganya di restoran. Ia tidak ingin keluarga nya tau bahwa ia dan Rara sedang ada masalah.


"Aduuuh akhirnya pengantin baru kita datang juga" ucap Dokter Diana kepada Rara dan Radit yang baru saja tiba.


"Muka kalian keliatan lesu gitu, pasti kecapean ya semalam, jangan terlalu sering dong Dit... kasian Rara mukanya sampe pucat begitu" Goda Dokter Diana. Hal tersebut membuat semua orang tertawa.


"Apaan sih Mih... jangan bilang gitu malu banyak orang" Jawab Adit.


"Gak usah malu Dit... pengantin baru kan memang biasanya seperti itu, justru kami malah seneng, biar kalian segera punya Baby ia kan Bu..." Ucap Dokter Diana kepada besan nya.


"Ia nak... ibu udah gak sabar ingin segera dapat cucu dari kalian" ucap Bu Minah.


Di antara gelak tawa semua orang, hanya Rara yang saat itu hanya diam saja.


"Dek... kamu baik-baik aja kan, kok kakak lihat kamu diem aja dari tadi" Ucap Maya curiga.


Radit langsung menyambar menjawab ucapan Maya.

__ADS_1


"Rara baik-baik aja kak, dia cuman kecapean aja, ia kan sayang" ucap Radit seraya merangkul istrinya.


"I-ia aku cuman kecapean aja kak" jawab Rara.


__ADS_2