
Sudah satu Minggu lebih hubungan Rara dan Farel tidak baik-baik saja"
Selain karna Rara masih kesal kepada Farel atas perbuatannya di club', ia juga ingin fokus dengan ujian nya. Ia selalu menghindari Farel dan mengacuhkannya, ia juga meminta Farel untuk menjaga jarak untuk sementara waktu.
Malam itu Rara mendapatkan terguran dari atasannya atas perbuatan Farel yang telah membuat keributan. Ia meminta Rara untuk tidak melibatkan masalah asmara saat sedang bekerja, dan meminta Rara untuk bekerja dengan proporsional dan tetap bersikap ramah kepada pengunjung.
"Mau apa kamu ke sini El... aku kan udah bilang sama kamu buat jaga jarak untuk sementara waktu" Tanya Rara saat Farel datang menemuinya di Kostan, dan kebetulan malam itu Rara sedang libur.
"Mau sampai kapan kamu mendiamkan aku seperti ini Ra... sudah hampir dua Minggu hubungan kita seperti ini, dan sudah berkali-kali juga aku minta maaf sama kamu"
"Kemarin aku sengaja membiarkan kamu untuk sendiri, aku gak mau mengganggu ujian kamu, tapi sekarang ujian kamu sudah selesai dan aku gak mau kita seperti ini terus"
"Aku ingin menyelesaikan masalah kita sekarang juga, aku gak mau masalah ini berlarut-larut" jawab Farel frustasi.
"Sekarang aku lagi pengen istirahat El, aku capek, sebaiknya kamu pulang sekarang" jawab Rara sambil mendaratkan tubuhnya di sofa.
"Ra Plis Ra... jangan seperti ini terus, harus dengan cara apalagi aku minta maaf sama kamu, aku gak mau kaya gini terus"
"Aku kangen sama kamu Ra... "Farel duduk di samping Siska dan menggenggam kedua tangannya.
"Aku ngelakuin itu karna aku cinta sama kamu Ra... aku gak rela kamu di sentuh oleh pria manapun, kamu itu milik aku" sambungnya lagi.
"Tapi kamu tau kan pekerjaan aku seperti apa, lagian aku juga tau batasan El".
"Kalo kamu gak suka dengan semua itu, lebih baik kamu cari wanita lain yang lebih baik dari aku, bukan wanita malam seperti aku" Jawab Rara seraya melepaskan tangan Farel.
"Nggak Ra... aku gak mau, aku cuma cinta sama kamu Ra..."
"kalo gitu kamu harus siap menerima segala konsekwensinya, pacaran sama cewek yang bekerja dunia malam"
"Kamu harus kuatin hati dan mental kamu" tegas Rara.
"Ia Ra aku janji... mulai sekarang aku gak akan pernah menuntut apapun lagi dari kamu, aku gak akan menggangu pekerjaan kamu"
"Kamu mau kan Ra... maafin aku" ucap Farel seraya menggenggam kembali tangan Rara.
Rara merasa tidak tega melihat wajah Farel tampak memelas seperti itu "Ia aku maafin kamu, tapi kamu harus menepati janji kami El"
"Ia Ra... aku janji"
"Makasih Ra... kamu udah mau maafin aku" ucap Farel seraya memeluk Rara.
"Aku kangen banget sama kamu Ra..." Ucap Farel yang tampak nyaman memeluk kekasihnya itu, wanita yang sangat ia rindukan.
***
Hari ini Mami Alvian sedang berada di sebuah restoran hotel bintang lima untuk Arisan bersama teman-teman sosialita nya, mereka memang selalu memilih tempat yang mewah dan berkelas untuk tempat mereka berkumpul.
__ADS_1
Para wanita paruh baya tersebut selalu mengenakan pakaian dan barang-barang branded untuk di pamerkan kepada teman-temannya, tak lupa mereka juga selalu mengenakan perhiasan-perhiasan yang sangat mewah dan pastinya sangat mahal.
Mereka juga selalu membangga-banggakan anak dan menantu mereka.
"Jeng gimana pernikahan Alvian dengan Bella sekarang, mereka baik-baik aja kan" tanya salah satu sahabat Mami. mereka semua mengetahui konflik rumah tangga yang di alami oleh Alvian.
"Kabar mereka baik... justru hubungan mereka malah semakin harmonis" jawab Mami bohong.
"Syukurlah saya ikut senang mendengarnya, saya kira pernikahan mereka akan hancur gara-gara pelakor itu"
"Ia jeng.. Alvian beruntung banget punya istri seperti Bella, sudah cantik, baik , sabar lagi"
"Perempuan lain belum tentu mau di madu, apalagi dengan wanita yang tidak selevel" ucap Teman Mami yang lainnya.
"Ia saya juga bersyukur punya menantu seperti Bella, dia tetap setia sama anak saya walaupun anak saya sudah menikah lagi"
"Mungkin karna Bella juga tau kalau Alvian itu gak bermaksud untuk menghianati Bella, dia cuman di jebak sama wanita ****** itu" ucap Mami kesal.
"Eh eh eh liat deh... bukannya itu Bella" Tiba-tiba saja salah seorang teman Mami menunjuk ke arah luar restoran.
"Ia itu menantu kamu jeng... " Seketika semua teman-teman Mami mengarahkan pandangan mereka ke arah Bella yang tengah berjalan bersama seorang pria, begitupun dengan Mami.
"Tapi laki-laki itu siapa, kok keliatannya mereka mesra banget" ucap Salah seorang lagi, Pria tersebut tampak merangkul pinggang Bella dan sesekali mencium pipi Bella sambil berjalan menuju ke dalam hotel.
Mami benar-benar terkejut melihat semua itu, dan sekaligus Malu dengan teman-temannya, karna baru saja ia membangga-banggakan Bella, tapi ternyata Bella sedang bermesra-mesraan bersama pria lain di sebuah hotel.
"Gak mungkin Jeng cuman temenan aja, mereka mesra banget, lagian ngapain juga mereka datang ke hotel berduaan" Jawab Teman Mami
"Gak nyangka ya jeng... Ternyata menantu kamu kelakuan nya seperti itu di belakang Alvian"
"ia Jeng... Kita pikir Bella itu perempuan yang sempurna tapi taunya kelakuannya sama aja sama perempuan ******"
"Ya ... namanya juga model, Pasti bakalan banyak godaannya, apalagi Bella itu cantik, se-xi pasti banyak cowok-cowok yang kepincut" Teman-teman Mami tampak puas mengejeknya dengan sindiran-sindiran yang pedas , karna selama ini Mami selalu membangga-banggakan Bella sebagai menantu yang sempurna dan membuat semua orang iri.
"Maaf saya harus pulang duluan, saya ada urusan" Tiba-tiba saja Mami memutuskan untuk pergi dari sana, ia sudah tidak kuat mendengar sindiran dari teman-temannya.
Mami Alvian mencoba mengikuti Bella dari belakang, ia ingin tau apa yang sedang mereka lakukan di hotel ini.
Ia sangat terkejut saat melihat Bella dan pria tersebut hendak masuk ke sebuah kamar hotel, bahkan mereka juga sempat berciuman di depan pintu kamar, tampak nya laki-laki tersebut sudah tidak sabar ingin mencumbu Bella.
Mami Alvian benar-benar geram dengan perbuatan menantunya itu, ia ingin sekali menghampiri dan melabrak mereka, tapi ia tidak ingin membuat keributan dan mempermalukan dirinya sendiri dan Menjadi sorotan orang-orang.
Akhirnya Mami Alvian memutuskan untuk menunggu Bella di rumah Alvian, untuk meminta penjelasan darinya sekaligus untuk mengatakan perbuatan Bella kepada putranya, tapi sayangnya saat itu di rumah Alvian tidak ada siapa-siapa, bahkan bibi pun sedang pulang kampung.
Mami menunggu Bella di ruang keluarga yang ada di lantai atas, ia sudah tidak sabar ingin segera bertemu Bella.
setelah beberapa jam menunggu akhirnya Bella pun pulang.
__ADS_1
"Mami... Kok Mami gak bilang sih kalo Mami mau ke sini, kalau tau gitu Bella kan bisa pulang lebih cepat" Ucap Bella saat melihat Mertuanya di rumah, ia besikap sangat manis kepada mertuanya itu.
"Apa saja yang kamu lakukan hari ini" Tanya Mami masih berpura-pura tidak tau.
"Tadi Bella habis pemotretan Mih... Jadwal pemotretan Bella semakin padat, Bella bener-bener sibuk banget Mih, sampai-sampai Bella gak bisa jenguk mami waktu mami sakit" ucap Bella bohong.
"Tapi kok kamu masih bisa yah pergi ke hotel sama cowok sambil mesra-mesraan, apa itu yang kamu bilang sibuk" Mami tampak sudah muak mendengar ucapan Bella.
"Maksud Mami Apa, Bella gak ngerti ?" Bella benar-benar terkejut mendengar ucapan Mami, tapi ia berpura-pura tidak tau dengan maksud ucapan mertuanya itu.
"kamu gak usah pura-pura lupa Bel... tadi Mami melihat kamu masuk ke dalam kamar hotel dengan pria lain" Mami semakin menyudutkan Bella.
"Itu rekan kerja Bella Mih... Kami ke sana untuk urusan pekerjaan" Sangkal Bella.
"Jelas-jelas Mami liat dengan mata kepala Mami Sendiri kalau kamu mesra-mesraan sama cowok itu, kamu pikir Mami bodoh" bentak Mami
"Itu gak seperti yang Mami bayangkan Mi... Bela gak ada hubungan apa-apa sama cowok itu" Bella masih berusaha meyakinkan mertuanya.
"Udah lah... Kamu gak usah mengelak lagi, semuanya sudah jelas"
"Mami bener-bener kecewa sama kamu"
Mami pikir kamu itu wanita yang baik, wanita yang sempurna dan setia sama Alvian"
"Ternyata selama ini Mami sudah salah menilai kamu"
"Kamu gak ada bedanya dengan wanita murahan"
"Mih... Tolong dengarkan dulu penjelasan Bella, Bella bukan wanita seperti itu"
"Mami sudah tidak perlu penjelasan dari Kamu"
"Mami akan mengatakan semuanya kepada Al"
"Biar dia tau kelakuan istrinya seperti apa diluaran sana" Mami mengambil tasnya di meja kemudian ia berjalan ke arah tangga untuk turun kebawah dan pergi ke kantor Alvian.
"Mi... Tunggu Mih, tolong jangan kasih tau Al tentang semua ini... Bella janji Bella gak akan ngelakuin hal seperti itu lagi" Bella mengejar Mami dan mencegahnya untuk pergi.
"Saya sudah tidak percaya lagi sama kamu, saya tidak sudi mempunyai menantu seperti kamu" Mami sama sekali tidak menghiraukan ucapan Bella.
Bella merasa sangat putus asa meyakinkan mertuanya itu, ia juga kesal karna mertuanya itu tidak mau mendengarkan ucapan
Tiba-tiba Bella mendorong Mertuanya itu dari belakang, hingga mertuanya itu terjatuh dari atas tangga dan berguling-guling sampai ke bawah.
"Rasain Lo wanita tua"
"siapa suruh lo keras kepala"
__ADS_1
"Gue gak akan biarin Lo buat ngebongkar rahasia gue" ucap Bella saat melihat Mertuanya tak sadarkan diri dan berlumuran darah, kemudian ia buru-buru pergi meninggalkan rumah itu, sebelum ada orang yang melihatnya.