
Belum terlalu jauh Maya melajukan mobilnya, tiba-tiba terngiang-ngiang suara anak perempuan tadi yang memberikan dompetnya.
"Alma..." ucap Maya seraya memperlambat laju mobilnya.
"Suara anak perempuan tadi sangat mirip sekali dengan Alma" Ucap nya lagi
"Ya... itu pasti Alma, aku yakin itu suara anak ku" Maya langsung berbalik arah menuju tempat yang tadi.
"Ya Allah... semoga itu benar-benar Alma... Kenapa aku bodoh sekali sampai-sampai tidak mengenalinya" Ucap Maya menyalahkan dirinya sendiri.
Sesampainya di tempat tadi, Maya langsung turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa, ia mengelilingi sekitar toko tersebut untuk mencari putrinya, bahkan ia masuk ke dalam toko tadi untuk memastikan keberadaan putrinya.
Maya seperti orang yang kebingungan, berlari ke sana kemari dan bertanya kepada setiap orang yang berada di sana tapi tak ada satupun yang melihatnya. Orang-orang pun tampak heran melihat tingkah Maya, mengira jika Maya sedang depresi.
"Alma kamu di mana nak..." ucap Maya sambil menangis di pinggir jalan dengan posisi terduduk, ia merasa sangat putus asa.
"Sayang kamu kenapa" Tanya alvian yang baru saja tiba di sana, mereka memang janjian di tempat tersebut untuk berbelanja peralatan sekolah untuk anak-anak panti.
"Mas... tadi anak kita ada di sini Mas... tadi dia mengembalikan dompet aku, tapi aku gak sempat memperhatikan wajahnya karna aku buru-buru, tapi aku yakin kalau itu suara nya" jelas Maya histeris.
"Kamu tenang dulu sayang... mungkin kamu salah dengar" Alvian berusaha menenangkan istrinya.
"Nggak Mas... aku yakin itu suara Alma, aku hafal betul dengan suaranya" Jawab Maya yakin.
"Tapi kalau itu Alma, dia pasti mengenali kamu sayang. Mungkin kamu hanya sedang berhalusinasi karna kamu merindukan anak kita" ucap alvian lagi.
"Nggak Mas .. itu suara Alma, aku gak mungkin salah, aku yang merawat nya sejak kecil Mas... kamu harus percaya sama aku" Maya sangat kesal ketika Alvian tidak mempercayainya, Air mata Maya semakin tidak terbendung lagi.
"Ia sayang... aku percaya sama kamu, tapi kamu harus tenangin diri kamu dulu ya" Ucap Alvian seraya memeluk istrinya.
Alma pak joko dan Bu Marni baru saja naik angkutan umum, tadi mereka mampir sebentar ke supermarket untuk membeli makanan.
__ADS_1
"Bu... kamu punya uang dari mana, kok bisa beli makanan sebanyak ini" tanya Pak joko bingung, padahal ia memberikan uang kepada istrinya tidak banyak, hanya cukup untuk membeli peralatan sekolah saja.
"Tadi ada wanita cantik yang membayar kan semua belanjaan ibu, wanita itu sangat baik hati, mungkin ini semua rejeki Alma" jelas Bu Marni.
"Alhamdulillah... semoga wanita itu selalu di beri kebahagiaan " jawab Pak joko.
"Eh... itu tuh pak wanita yang ibu ceritain barusan" Tunjuk bu Marni kepada Maya yang tengah duduk di pinggir jalan, seketika Pak Joko dan Alma yang saat itu tengah duduk di ujung Langsung melihat ke arah Maya.
"Tapi kenapa ya dia menangis di pinggir jalan seperti itu " mereka semua tampak heran dan kasihan melihat Maya menangis seperti itu, begitupun dengan Alma yang tidak berhenti memperhatikan mereka, melihat ke arah Maya dan Alvian walaupun mobil yang ia tumpangi sudah semakin menjauh.
"Mas... itu Alma Mas... itu anak kita" ucap Maya yang tidak sengaja melihat ke arah angkutan umum yang baru saja melintas.
"Dimana sayang..." tanya Alvian bingung.
"Itu mas... di dalam angkot" tunjuk maya.
"Ayo Mas... ayo kita kejar mobil itu" ucap Maya tampak tidak sabar.
"Ia sayang ayo" mereka berdua segera masuk ke dalam mobil untuk mengejar angkot yang sudah hampir jauh.
"Mas... ayo cepat mas, kejar mobil yang tadi, jangan sampai kita kehilangan jejak " Maya benar-benar panik.
"Ia sayang... kamu tenang ya sayang" Jawab Alvian seraya melajukan mobilnya, mencari celah untuk menyalip kendaraan yang berada di depannya, yang menghalangi jalannya.
Saking tergesa-gesa nya Alvian mengemudikan mobilnya, sampai-sampai ia hampir menabrak orang yang hendak menyebrang.
"Woy pelan-pelan dong bawa mobilnya, bisa nyetir gak lo" Teriak orang yang hampir tertabrak.
"Maaf-maaf kami sedang buru-buru" ucap Alvian merasa bersalah. Tanpa banyak bicara alvian kembali melajukan mobilnya.
"Mas... itu tuh mas mobilnya, ayo kejar mobil itu" Alvian semakin mempercepat laju mobilnya, ia mendahului mobil tersebut dan menghentikan nya dari depan sehingga mobil tersebut berhenti mendadak, sopir dan penumpang yang berada di mobil tersebut berteriak kaget.
__ADS_1
Maya dan alvian langsung turun dari dalam mobil dan menghampiri angkot tersebut. "Alma... ini bunda nak" ucap Maya yang langsung melihat kedalaman angkot, tapi ternyata tidak ada Alma di dalam angkot tersebut, hanya ada anak perempuan yang seumuran dengan Alma.
"Ibu cari siapa" tanya sopir angkot
"Saya cari anak saya pak... tadi saya melihat dia di angkot ini"jawab Maya bingung.
"Anak ibu yang mana, dari tadi cuma ada satu anak perempuan di dalam angkot ini, di anak ibu ini" jawab pak sopir
"Ia ini anak saya bu" jawab seorang wanita seraya memeluk anaknya.
"Tapi tadi saya melihat anak saya di dalam angkot ini, saya yakin itu anak saya" Maya tetap bersikeras.
"Mungkin ibu salah liat. sudah ya bu saya mau jalan lagi" ucap sopir angkot tersebut.
"Mas... dimana anak kita mas... dia pergi kemana" Maya kembali histeris. Alvian segera memeluk istrinya lagi untuk menenangkan nya.
"Tadi kamu juga lihat sendiri kan mas... kalo itu memang bener anak kita" Maya meyakinkan Alvian kalau dia tidak sedang halusinasi.
"Ia sayang anak tadi memang mirip Alma, tapi kenapa dia tidak mengenali kita, kalau dia benar-benar Alma, pasti dia menyapa kita" Jawab Alvian sedikit ragu.
"Bukan hanyamirip Mas... tapi itu bener-bener Alma, aku hafal betul wajah Alma, bahkan hafal dari ujung kaki sampai ujung kepala" maya begitu sangat yakin.
"Tapi kenapa dia tidak mengenali kita" ucap alvian bingung.
"Mungkin saja dia di ancam sama seseorang untuk pura-pura tidak mengenali kita Mas..."
"Bagaimana kalau anak kita di culik oleh orang jahat, gimana kalau anak kita di paksa untuk mengemis atau mengamen, kasian Alma mas..." kekhawatiran Maya berkelana ke mana-mana, memikirkan hal buruk yang mungkin terjadi kepada putrinya.
"Sayang ... kamu gak boleh berpikiran buruk seperti itu, ucapan orang tua adalah doa. sebaiknya kamu doa kan putri kita agar dia berada di tempat yang aman, bersama orang yang baik yang bisa melindungi nya, dan segera berkumpul bersama kita lagi. Alma adalah anak yang baik, jadi aku yakin dia pasti di kelilingi orang yang baik juga" Alvian mengingatkan istrinya untuk tetap berpikiran positif.
"Maaf mas... aku hanya sedang khawatir " Maya sudah mulai sedikit lebih tenang.
__ADS_1
"Ia sayang aku paham... "
"Lebih baik sekarang kita pulang, tenangin diri kamu dulu, setelah itu kita kembali mencari Alma" Ajak Alvian, ia merangkul istrinya untuk kembali ke dalam mobil.