CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 36


__ADS_3

Semenjak malam itu, kecanggungan di antara mereka mulai berkurang sedikit demi sedikit, mereka mencoba untuk saling terbuka satu sama lain, bersikap selayaknya suami-istri pada umumnya.


Alvian pun berusaha adil kepada kedua istrinya itu, dan berusaha membagi waktu untuk mereka berdua. Namun karna kesibukan Bella sebagai model, membuat Alvian lebih sering bersama Maya dari pada dengan istri pertamanya, Bella tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja, karna ia masih terikat kontrak di tempat ia bekerja.


Namun saat Bella tengah berada di rumah, ia selalu berusaha mencari perhatian Alvian, mengganggu kebersamaan Alvian dan Maya, ia tidak pernah membiarkan mereka berdua terlalu lama berduaan.


"Mas... aku kuliah dulu ya, kamu hati-hati ya di jalan" ucap Maya setelah Alvian keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Maya.


"Ia may... nanti sore aku akan menjemput kamu, kamu jangan pergi ke mana-mana sebelum aku menjemput kamu"


"Aku pergi ke kantor dulu ya" ucap Alvian seraya mencium dahi Maya. Mereka sudah tidak segan-segan lagi memperlihatkan kebersamaan mereka si depan umum, mereka sudah tidak pernah memperdulikan ucapan orang lain.


Setelah Alvian masuk ke dalam mobil, Maya melambaikan tangannya sambil tersenyum.


"Cie... cie... yang di anter sama suami, keliatannya bahagia banget" sindir Mita yang juga baru datang.


"Ia Nih... kalian so sweet banget... pake acara di cium segala lagi, jadi pengen cepet-cepet nikah gue" sambung Della.


"Apaan sih kalian" wajah Maya tampak merah.


"Aku ikut seneng liat kalian udah mulai deket, aku juga seneng liat kamu udah bisa tersenyum lagi, aku pengen liat kamu bahagia May..." Mita ikut merasa bahagia melihat hubungan Maya dan Alvian sudah mulai membaik.


"Aku sedang berusaha menjadi istri yang baik Mit...aku ingin menjalankan pernikahan ku sebagai mana mestinya, melakukan apa yang harus aku lakukan, melaksanakan tugas ku sebagai seorang istri" jelas Maya, ia sudah mulai berdamai dengan keadaan.


"Kita akan selalu mendukung kamu May... kita yakin kamu akan menemukan kebahagiaan kamu. Walaupun kita belum terlalu mengenal Alvian, tapi Sepertinya Alvian adalah suami yang baik, dia terlihat sangat menyayangi kamu, aku yakin dia bisa membahagiakan kamu" Tambah Della.


"Makasih Del... Mit... selama ini kalian selalu ada buat aku" Maya benar-benar bersyukur memiliki sahabat seperti mereka berdua.


*****


"Maaf May... saya terlambat jemput kamu, saya baru selesai meeting" Alvian merasa bersalah karna telah membuat Maya menunggu lama.


"Tidak apa-apa mas..padahal kamu tidak perlu memaksakan diri untuk menjemput aku, aku bisa pulang naik kendaraan umum"


"Tidak May... tadi pagi saya sudah janji sama kamu, jadi saya tidak mau membuat kamu kecewa"

__ADS_1


"Ayo kita pulang sekarang" Alvian membukakan pintu mobilnya untuk Maya.


Di tengah perjalanan ponsel Alvian berdering, ia mendapatkan telepon dari sekertaris nya, Alvian di minta untuk kembali ke kantor karna ada Client penting yang ingin bertemu dengan Alvian, Alvian sempat meminta sekertaris nya itu untuk menunda pertemuan mereka besok, lagipula mereka tidak mempunyai janji terlebih dulu sebelumnya, tapi Sekertaris nya bilang bahwa Client tersebut meminta untuk bertemu saat ini juga.


"Ada apa mas..." Tanya Maya saat Alvian menutup panggilannya.


"Saya harus balik lagi ke kantor sekarang, ada Client penting yang ingin bertemu dengan saya" jelas Alvian.


"Ya sudah kalo gitu, mas langsung ke kantor aja, biar aku turun di sini, aku bisa pulang sendiri kok" ucap Maya hendak mengambil tasnya, bersiap untuk turun.


"Nggak May... saya gak mungkin nurunin kamu di tengah jalan"


"kalo kamu ikut dulu saya ke kantor gimana"


"Gak akan lama kok, setelah itu kita langsung pulang" Ajak Alvian.


"Tapi Mas... " tanya Maya bingung, ia khawatir kedatangannya ke kantor Alvian akan menjadi buah bibir bagi para pekerja Alvian, ia tidak mau membuat Alvian malu.


"Kamu tidak perlu Khawatir May... saya pastikan tidak akan ada yang berani mengganggu kamu" Tampaknya Alvian sudah tau apa yang di pikirkan oleh Maya.


Saat Alvian tengah berjalan berdampingan dengan Maya, tiba-tiba ia berhenti sejenak dan menatap semua pegawainya yang ada di sana.


"Siapapun yang berani mengatakan hal yang buruk tentang istri saya, saya pastikan akan langsung memecat kalian sekarang juga" ucap Alvian dengan tegas, semua karyawan Alvian tampak menunduk dan mengangguk patuh.


"Mas... seharusnya kamu tidak perlu berbicara seperti tadi" ucap Maya saat mereka berada dalam lift


"Saya tidak suka jika ada orang yang membicarakan kamu di belakang, saya tidak akan pernah memaafkan mereka" tegas Alvian.


Sebelum pergi ke ruang rapat, Alvian mengantarkan Maya ke ruangannya terlebih dahulu, ia meminta Maya untuk menunggu nya di sana.


"Kamu tunggu di sini sebentar ya May... kalo kamu ingin sesuatu, kamu minta saja sama sekertaris saya" ucap Alvian sebelum meninggalkan Maya.


Selepas kepergian Alvian, Maya melihat-lihat setiap sudut ruangan Alvian yang tampak sangat luas, dengan fasilitas yang sangat lengkap, bahkan di ruangan tersebut ada sebuah kamar untuk istirahat dan juga kamar mandi.


Di sana juga terdapat sebuah kulkas mini yang berisi beberapa minuman dan juga Snack. Alvian memang sengaja membuat ruangannya senyaman mungkin untuk di jadikan tempat tinggal ke duanya.

__ADS_1


Sebelum menikah dengan Maya, Alvian lebih sering menghabiskan waktunya di kantor, bahkan terkadang ia menginap di sana, ia berusaha menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya, untuk menghilangkan rasa kesepiannya akibat sang istri yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.


Ketika Alvian kembali ke ruangannya, ia melihat sang istri tengah tertidur di atas Sofa. Alvian menatap wajah cantik sang istri yang selalu membuatnya merasa damai, wanita yang telah berkorban menutupi kesalahannya , Wanita yang Rela menanggung penderitaan nya sendiri.


Entah ada dorongan dari mana yang membuat Alvian berani membenamkan bibir nya di bibir ranum sang istri dengan begitu lembut, bahkan hingga beberapa saat.


Dan di saat waktu yang bersamaan, Maya pun terbangun, ia membuka kedua matanya ketika merasakan ada sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya.


"Ma_maaf May... saya tidak bermaksud untuk kurang ajar " ucap Alvian tampak gugup dan merasa malu.


"Sa_saya permisi ke toilet dulu" Alvian hendak bangun untuk menghindari Maya, namun tiba-tiba Maya menahan Alvian pergi, ia justru menarik tangan Alvian agar kembali mendekat, dan mencium bibir suaminya terlebih dahulu.


Merasa mendapat lampu hijau dari Maya, Alvian tidak segan-segan membalas ciuman Maya, menahan tengkuk leher nya dan ******* bibir Istrinya lebih dalam lagi, lidah mereka saling membelit satu sama lain.


Walaupun permainan Maya masih tampak kaku, namun ia masih bisa mengimbanginya.


Semakin lama ciuman Alvian semakin menuntut dan semakin bergairah, kedua tangan nya sudah tidak bisa di kondisikan lagi, apalagi tidak ada penolakan sama sekali dari Maya.


Sebelum membuka Kancing baju Maya, Alvian tampak berhenti sejenak sambil menatap wajah Maya, seolah meminta persetujuan dari istri nya itu untuk melakukan hal yang lebih jauh lagi. Maya tampak mengangguk sebagai pertanda ia tidak keberatan.


Tanpa membuang-buang waktu, Alvian langsung mengangkat tubuh Maya untuk membawanya ke kamar yang ada di ruangan tersebut, sambil terus ******* bibir sang istri yang berada di pangkuannya.


Ia membaringkan tubuh sang istri dengan sangat hati-hati, melucuti pakaian Istrinya termasuk dengan pakaiannya sendiri, melemparkan nya ke sembarang arah.


Bibir dan tangannya menyusuri setiap sudut tubuh sang istri, membuat beberapa tanda merah di tubuh putih dan juga mulus itu, memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Maya mel*nguh dan mend*sah.


Dan sejurus kemudian, Alvian menyatukan tubuh mereka berdua dengan sangat hati-hati, Selain karna Maya tengah hamil, ini merupakan yang kedua kalinya untuk Maya, Alvian tau pasti bahwa dirinyalah orang pertama yang merenggut kegadisan Maya waktu itu.


Alvian merasakan sensasi yang luar biasa dari tubuh Maya, seolah ia tengah melakukannya dengan seorang gadis, hal yang pernah ia rasakan sebelumnya, bahkan saat melakukannya dengan Bella.


💕💕💕


...Udah ah segitu aja adegan UnBoxing nya 😁 kasian yang masih jomblo 😂🙏🙏...


like komen & Vote nya jangan lupa ya 🙏😁🥰 biar makin cemungutt ngehalu nya 🥰

__ADS_1


__ADS_2