
Akhirnya hari pernikahan Maya dan Raka pun tiba, hari bahagia yang di nanti-nanti oleh Raka dan Dokter Diana, namun tidak bagi Maya, karna di dalam hati kecilnya masih ada Alvian, tapi Maya sudah ikhlas untuk di persunting oleh Raka, mengabdikan dirinya kepada Raka yang akan menjadi suaminya.
Raka dan juga keluarga besarnya sudah tiba di gedung pernikahan, begitu pun juga para tamu undangan termasuk Alvian, ia memberanikan diri untuk datang ke acara tersebut dan berusaha menguatkan diri untuk menyaksikan pernikahan mantan istri yang masih ia cintai.
Sesaat lagi acara yang paling sakral akan segera di laksanakan, penghulu juga sudah bersiap untuk melaksanakan tugasnya, Begitupun dengan Maya yang sudah duduk di samping Raka, kehadiran Maya membuat semua orang sangat takjub dengan kecantikannya, ia terlihat sangat pangling dan juga anggun, tak sedikit orang yang memuji akan hal itu, terutama Raka yang tampak terkesima melihat kecantikan calon istrinya, begitupun dengan Alvian yang tak kalah kagum dengan kecantikan Maya, namun ia hanya bisa mengaguminya saja dan menatap nya dari jauh, tanpa bisa memilikinya.
Namun di balik kecantikan maya, ada kesedihan yang menyelimuti hatinya, terlihat jelas dari matanya yang sayu dan juga raut wajahnya, tak ada sedikitpun senyuman kebahagiaan selayaknya pengantin yang tengah berbahagia, justru ia lebih banyak menunduk, apalagi setelah ia melihat Alvian.
Tibalah saat nya penghulu melaksanakan tugasnya untuk menikahkan Raka dan Maya.
"Baiklah kita mulai saja ijab kabul nya"
"Sodara Raka apa kah anda sudah siap" tanya penghulu kepada Raka.
"Maaf saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, saya tidak bisa menikah dengan Maya" jawab Raka. semua orang begitu terkejut dengan ucapan Raka.
"Raka kamu jangan becanda" ucap Dokter Diana.
"Nggak Mih... Raka gak becanda, Raka serius"jawab Raka.
"Apa maksud kamu Raka ?"
"Kenapa kamu tiba-tiba membatalkan pernikahan ini"
"Bukan kah kamu mencintai Maya" Raut wajah Dokter Diana sudah mulai bingung.
"Ia Mih...aku memang sangat mencintai Maya tapi aku gak mau memisahkan dua orang yang saling mencintai" ucap Raka seraya menatap mata Maya yang sama terkejutnya dengan ucapan Raka.
"Mamih makin gak ngerti dengan ucapan kamu"
"Kamu gak bisa seenaknya membatalkan pernikahan ini"Dokter Diana masih tampak kebingungan.
"Pernikahan ini gak akan batal"
"Pernikahan ini akan tetap berlangsung "
"Tapi bukan dengan aku"
"Melainkan dengan pria yang Maya cintai" ucap Raka lagi
"Kamu jangan konyol Raka, kamu gak boleh seenaknya mempermainkan pernikahan ini" nada bicara Dokter Diana semakin tinggi.
"Maaf Mih... aku gak bisa melanjutkan pernikahan ini, aku gak mau memaksa Maya untuk menikah dengan aku"
"Memangnya siapa yang memaksa Maya"
__ADS_1
"Bukan kah dia sendiri yang menerima lamaran kamu"
"Itu tandanya dia juga mencintai kamu"
"Ia kan May " Tanya dokter Diana. Namun Maya tak dapat menjawab apa-apa.
"Mamih gak tau yang sebenarnya "
"Maya menerima lamaran Raka karna Maya tidak mau membuat kita kecewa"
"Itu semua karna Maya merasa berhutang budi kepada kita"
"Aku gak mau menjalani pernikahan karena keterpaksaan" jelas Raka.
"Apakah benar May yang di katakan Raka"tanya Dokter Diana dan lagi-lagi ia tidak bisa menjawab, ia hanya bisa menunduk sembari meneteskan air mata.
"May kamu gak perlu menyakiti perasaan kamu sendiri"
"kamu gak perlu berkorban untuk kami"
"Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan kamu sendiri"
"Aku tau May kamu masih mencintai Alvian" ucap Raka lagi.
"Nggak mas aku..." ucap Maya hendak memberi penjelasan kepada Raka.
"Aku udah tau semuanya"
"Waktu kita kerumah alvian waktu itu aku balik lagi kedalam untuk mengajak kamu pulang, aku gak tega kalau kamu pulang sendiri, tapi aku gak sengaja mendengar ucapan kamu dan Alvian"
"Dari situ aku tau kalau kalian masih saling mencintai "
"Tapi aku masih bersikeras untuk melanjutkan pernikahan kita"
"Tadinya aku pikir jika seiring berjalannya waktu, kamu akan bisa melupakan Alvian dan pelan-pelan mencintai aku"
"Tapi hari ini aku sadar bahwa cinta gak bisa di paksakan "
"Aku gak mau menjadi penghalang antara kamu dan Alvian'
"Aku gak mau menikah karna keterpaksaan"
"Karna kita menjalani pernikahan itu bukan untuk waktu yang sebentar, melainkan untuk seumur hidup"
"Jadi hari ini aku memutuskan untuk mundur dari pernikahan ini"
__ADS_1
"Aku akan menyerahkan kamu kepada Alvian"
"Aku ingin melihat kamu dan Alvian bersatu" Raka mengungkapkan kebenaran yang di sembunyikan Maya selama ini.
"Tapi Mas..." ucap Maya lagi.
"Kamu gak perlu merasa bersalah ataupun merasa kasihan sama aku May..."
"Aku baik-baik aja May"
"Aku ingin melihat kamu bahagia"
"Raka Apa kamu yakin dengan keputusan kamu ini" Tanya Dokter Diana.
"Ia mih Raka yakin".
"Maafin Raka ya Mih... Raka belum bisa bahagiain Mami"
"Raka tau Mami pasti sedih dan kecewa dengan keputusan Raka" Raka merasa bersalah kepada Mami nya.
"Jujur Mami sedih dengan keputusan Raka... Tapi Mamih gak kecewa dengan keputusan Raka, justru Mami bangga sama kamu "
"Mami tau hati kamu pasti hancur, tapi Kamu berani mengorbankan perasaan kamu demi kebahagiaan wanita yang kamu cintai"
"Raka juga bangga sama Mami, karna Mami mempunyai hati yang baik dan juga tulus seperti bidadari" Raka dan Dokter Diana saling menguatkan satu sama lain.
"Al... saya serahkan Maya sama kamu"
"Tolong jaga dia dan bahagiakan dia"
"Jangan sampai kamu membuat Maya sedih lagi"
"kalau sampai hal itu terjadi, kamu akan berhadapan langsung dengan saya"
"Dan saya akan mengambil kembali Maya dari kamu bagaimana pun caranya" ancam Raka
"Pasti Ka pasti, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan Maya, saya gak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama"
"Saya bener-bener berterima kasih sama kamu, karna kamu telah mempersatukan kami"
"Saya sangat berhutang budi sama kamu, entah dengan cara apa saya harus membalas kebaikan kamu ini, saya gak akan pernah melupakan hal ini seumur hidup saya" Alvian benar-benar tidak menyangka jika hal ini bisa terjadi, ia bisa mendapatkan kembali wanita yang sangat ia cintai.
"Kamu gak perlu memberikan saya apa-apa, kamu hanya perlu menjadi suami yang baik bagi Maya"
Semua orang benar-benar terharu menyaksikan semua ini, mereka semua di buat terkejut dengan keputusan Raka, tidak ada satu orang pun yang menyangka jika hal ini akan terjadi, baru kali ini mereka melihat pengantin pria menyerahkan pengantin wanitanya kepada laki-laki lain, walaupun demikian mereka semua sangat salut dengan keberanian Raka.
__ADS_1
Setelah Drama menyedihkan itu selesai, akhirnya acara pernikahan pun kembali di lanjutkan, hanya saja pengantin prianya telah bertukar posisi.
Kini Maya dan Alvian sudah sah menjadi suami istri, cinta mereka bersatu kembali dengan cara yang tidak di duga-duga, walaupun harus ada yang berkorban, ini semua akan menjadi cerita dan sejarah di dalam perjalanan cinta mereka yang tidak pernah mereka lupakan.