
Maya benar-benar ketakutan saat seseorang menariknya ke dalam gudang dan membekap mulutnya, ia masih belum berani untuk membuka matanya dan melihat orang yang ada di hadapannya itu.
"Mmppphhhh " Maya mencoba berteriak dan berusaha melepaskan sebuah tangan yang tampak kokoh yang tengah membekap mulutnya itu.
"Hey... hey... pacar, ini aku" ternyata pria tersebut adalah Farel, ia menangkup Kedua pipi Maya agar Maya membuka matanya dan berhenti berteriak.
"Ka_kamu" ucap Maya saat ia melihat pria yang ada di hadapannya, ruangan tersebut tampak gelap, hanya ada cahaya dari jendela kaca.
"Ia pacar... ini aku" ucap Farel sambil tersenyum, tubuhnya masih menghimpit Maya ke tembok.
"Farel... kenapa kamu mengagetkan aku seperti itu, aku pikir kamu orang jahat" ucap Maya lagi.
"Maaf ya pacar... aku udah membuat kamu takut" ucap Farel seraya merapihkan rambut Maya dari wajahnya.
"Kenapa kamu membawa aku masuk ke sini, gimana kalau ada orang yang melihat kita" Ucap Maya cemas.
"Tidak akan ada orang yang melihat kita di sini pacar... aku membawa kamu kesini karna aku sangat khawatir sama kamu, apa tubuh kamu demam" ucap Farel seraya memeriksa suhu badan Maya dengan menempelkan punggung tangannya di kening , pipi dan leher Maya.
"Aku baik-baik aja El... aku hanya kelelahan aja" jawab Maya sambil menyingkirkan tangan Farel.
"Kamu yakin kamu baik-baik aja, sebab aku perhatikan, kamu tampak gelisah saat kembali dari toilet tadi, apa ada orang yang menggangu kamu di toilet" Farel masih belum puas mendengar ucapan Maya.
"Ng_nggak... gak ada apa-apa kok, aku kan udah bilang, aku hanya merasa lelah saja" jawab Maya gugup.
"Tapi kamu harus janji ya... kamu harus cerita sama aku jika kamu sedang ada masalah" ucap Farel seraya mengusap pipi Maya dengan ibu jarinya, ia menatap Maya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"I_ia " jawab Maya gugup, ia merasa tidak nyaman saat Farel menatapnya seperti itu, tubuhnya terasa sesak karna tubuh Maya semakin terhimpit, Maya benar-benar sulit untuk melepaskan diri, Farel malah merengkuh pinggang Maya agar mereka semakin dekat dan kemudian Farel menunduk dan membenamkan bibirnya di bibir Maya, sebelah tangannya menahan tengkuk leher Maya agar tidak bisa memberontak.
Maya benar-benar terkesiap saat farel ******* bibirnya secara tiba-tiba, ia hanya bisa mematung tanpa melakukan apapun, ia juga tidak tau bagaimana caranya berciuman, sebab ini adalah ciuman pertama bagi Maya
Perlahan Maya mulai menutup matanya dan menikmati setiap sentuhan yang di lakukan oleh farel dengan lembut, Maya juga berusaha membalas permainan yang di lakukan oleh farel walaupun masih tampak kaku, tapi Farel tampak menikmatinya hingga nafas mereka terengah-engah.
__ADS_1
"Sepertinya aku adalah orang pertama yang mencium bibir kamu" ucap Farel sambil tersenyum seraya mengusap bibir Maya dengan ibu jarinya.
"Rasanya sangat manis"ucap Farel lagi, wajah Maya tampak bersemu merah saat mendengar ucapan Farel, ia hanya bisa menunduk tidak berani menjawab ucapan Farel.
"Terimakasih" ucap Farel sambil mengelus rambut Maya.
"Terimakasih untuk apa" tanya Maya memberanikan diri untuk menatap Farel.
"Terimakasih karna kamu mau menjadi pacar aku, dan terimakasih untuk yang barusan" ucap Farel tersenyum menggoda Maya dan kemudian ia mencium kembali bibir Maya sekilas.
****
"May... kamu dari mana, bukannya kamu tadi bilang mau ke kelas, tapi kok kamu baru nyampe" tanya Della saat Maya baru saja tiba di dalam kelas.
"A_aku dari toilet" jawab Maya gugup
"Dari toilet ?" bukannya tadi kamu udah udah dari toilet pas lagi di kantin tadi" ucap Della heran.
"Perut kamu kenapa May... apa mau aku ambilin obat, kalau nggak kamu pulang aja May istirahat" ucap Mita khawatir.
"Gak Perlu Mit... sekarang aku udah baikan kok" jawab Maya lagi.
"Kamu yakin..." tanya Della lagi "Kok aku perhatikan sikap kamu aneh banget sih May dari pas kamu balik dari taman tadi" tanya Della Heran.
"Ia May... kamu gak biasanya kaya gitu, apa ada yang kamu sembunyikan dari kita" selidik Mita.
"Mmmmmhhh sebenernya.... sebenarnya aku dan Farel udah jadian" ucap Maya akhirnya jujur, ia tidak ingin merahasiakan apapun dari sahabat-sahabatnya.
"Whatttt" teriak Della dan Mita terkejut "Jadi tadi Lo sama Farel_"ucap Della dengan suara keras.
"Ssssstttt .... Del jangan kenceng-kenceng ngomongnya" ucap Maya seraya membekap mulut Della, ia takut pembicaraan mereka terdengar oleh orang lain.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih May... kok aku gak boleh ngomong" ucap Della heran.
"Aku gak mau Del... kalau orang-orang denger tentang hal ini" ucap Maya dengan menurunkan nada suaranya.
"Memangnya kenapa May...kalo mereka denger" tanya Mita mengerutkan dahinya.
"Aku gak mau Mit...kalau hubungan aku di publikasikan, kamu tau sendiri kan Del... Mit... kalau Farel itu mahasiswa Favorit di kampus ini, jadi pasti bakalan banyak banget orang yang memusuhi aku nantinya"jelas Maya.
"Kamu gak perlu takut May sama mereka, toh Farel bukan milik siapa-siapa kan, kecuali kalau kamu merebut pacar orang, baru kamu salah, kalau nanti ada yang macem-macem sama kamu, aku yang akan maju" Ucap Della seraya menggulung lengan bajunya.
"Ia May... sebelum mereka gangguin kamu, mereka harus berhadapan dulu sama kita" Ucap Mita ikut membela.
"Nggak Del... Mit... aku gak ingin ada keributan, aku ingin belajar dengan tenang, jadi aku mohon tolong rahasiakan semua ini dari orang-orang" Maya merasa bersyukur karna mendapatkan teman yang baik seperti Della dan Mita, Maya tidak berani menceritakan tentang kejadian di toilet tadi pada saat Mona dan kawan-kawannya melabrak Maya, ia tidak ingin semakin memperkeruh suasana, sebab ia yakin Della dan Maya akan membalas perbuatan Mona, Maya tidak ingin jika hal itu sampai terjadi.
"Ya sudah kalau memang itu yang kamu mau, tapi sampai kapan kamu akan merahasiakan semua ini dari orang-orang, memangnya Farel setuju dengan semua ini" tanya Della.
"Ia May... Kalau kamu pacaran backstreet kaya gini, cewek-cewek di kampus ini pasti bakalan terus menerus mengejar Farel, kamu harus kuat ngeliat Farel di tempelin terus sama cewek-cewek" ucap Mita khawatir dengan dampak buruk yang akan terjadi nantinya kepada Maya
"Aku juga gak tau sampai kapan Del... saat ini biarkan saja seperti ini dulu, Untungnya Farel setuju dengan permintaan aku ini" jawab Maya bingung memikirkan hubungan mereka kedepannya, ucapan teman-teman nya ada benarnya juga, ia tidak mungkin terus menerus merahasiakan semua ini, Ia juga pasti gak akan sanggup jika setiap hari harus melihat pacar nya di deketin oleh cewek-cewek lain.
"Ya ampun aku lupa" ucap Maya seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kamu kenapa May..." tanya Della dan Chika penasaran.
"Aku lupa mengatakan yang sebenarnya sama Farel, kalau aku sedang bekerja menjadi pembantu menggantikan ibu aku" jawab Maya bingung.
"Ya sudah nanti kamu ceritakan aja yang sebenarnya sama Farel" ucap Della.
"Tap gimana kalau Farel mutusin aku saat dia tau yang sebenarnya, dia pasti akan malu punya pacar seorang pembantu" ucap Maya cemas.
"Kamu jangan cemas May... kalau Farel bener-bener cinta sama kamu Farell pasti akan menerima kamu apa adanya" ucap Mita menenangkan Maya.
__ADS_1