
Setelah melihat Foto-foto tersebut, alvian terus menduga-duga apa yang terjadi di antara mereka, apa yang mereka sembunyikan selama ini.
"Apa mungkin selama ini Rara dan farel masih berhubungan di belakang Radit" tanya alvian pada dirinya sendiri.
"Kalau mereka masih suka sama suka kenapa mereka tidak jujur saja dari awal, kenapa Rara harus menikah dengan Radit dan berbuat seperti ini di belakang Radit "
"Gak bisa, ini semua gak bener, ini semua gak boleh di biarkan, aku harus meminta penjelasan dari mereka berdua"
"Tapi kalau aku tanya farel dia pasti gak bakalan ngaku, sebaiknya aku pura-pura tidak tau dulu, lebih baik aku minta penjelasan dari Rara dulu" gumam Alvian lagi. Alvian segera menutup laptop tersebut saat mendengar suara pintu hendak terbuka.
Gimana kak, kakak udah liat laporannya" ucap Farel saat masuk ke dalam ruangannya.
"Belom El, kayanya nanti aja kita bahas masalah ini, kaka ada urusan mendadak" ucap Alvian seraya bergegas pergi dengan tergesa-gesa.
"Ra tunggu" ucap Alvian kepada Rara yang kebetulan masih berada di depan kantor.
"Ada apa kak" Tanya Rara Heran.
"Bisa ikut kakak sebentar gak, ada yang mau kakak bicarakan sama kamu" ucap Alvian serius
"Bisa kak" Jawab Rara penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh kakak iparnya itu, sebab raut wajahnya tampak serius.
Akhirnya Alvian dan Rara pergi ke sebuah Restoran, tapi Alvian memilih tempat VIP agar mereka bisa lebih leluasa berbicara.
"Kak... kakak mau bicara apa, kok keliatannya serius sekali, apa ada masalah sama ka Maya" tanya Rara penasaran.
"Justru kakak yang mau nanya kamu, apa kamu sedang ada masalah dengan Farel" Alvian balik bertanya.
Rara merasa heran kenapa kakak iparnya itu tiba-tiba bertanya seperti itu, ia bingung harus menjadi apa
__ADS_1
"Ng_nggak kak, aku gak ada masalah apa-apa sama dia" jawab Rara gugup.
"Kalo gitu, ada apa di antara kalian, apa yang sedang kalian sembunyikan, jangan bilang kalau kalian masih berhubungan di belakang kami, terutama di belakang suami kamu" Alvian langsung menanyakan kecurigaan nya itu.
"Nggak kak, aku gak punya hubungan apa-apa sama Farel" Rara benar-benar terkejut, kenapa Alvian tiba-tiba bicara seperti itu.
"Jangan bohong Ra... kakak udah liat foto-foto kalian berdua, foto yang benar-benar tidak pantas, sangat memalukan" jelas Alvian kesal.
"Ja_jadi kakak sudah tau tentang Foto itu" Rara semakin terkejut mendengar semua itu.
"Ia Kakak sudah melihat semuanya, kakak benar-benar gak habis pikir, bisa-bisanya kalian berbuat seperti itu, apalagi kamu sudah menikah Ra, apa kamu gak memikirkan perasaan Adit suami kami, kakak yakin kakak kamu pasti akan sangat kecewa jika mengetahui semua ini. kalau memang kamu masih mencintai Farel, kenapa kamu menikah dengan Adit, kenapa gak terus aja, dari pada kamu harus menyakiti dia dengan cara seperti ini" Alvian mengeluarkan semua kekesalannya, atas apa yang telah adik dan adik iparnya itu lakukan.
"Nggak kak... bukan seperti itu, kakak salah paham" Rara menangis mendengar semua ucapan Alvian.
"Lalu seperti Apa Ra... siapapun yang melihat Foto itu pasti akan berpikir sama seperti kakak" Ucap Alvian kesal.
"Apa maksud kamu Ra" Alvian bingung dengan maksud ucapan Rara.
"Ini Semua ulah adik kakak sendiri, dia yang salah, dia yang sudah merencanakan semua ini" ucap Rara sudah tidak bisa membendung lagi air matanya.
"Kakak makin gak ngerti, coba kamu jelaskan pelan-pelan, kamu ceritain semuanya sama kakak" ucap Alvian penasaran, emosi yang tadi nya meledak-ledak pun kini mulai melunak.
"Aku akui, aku memang pernah melakukan kesalahan di masa lalu dengan Farel, waktu itu kita melakukan nya atas dasar suka sama suka, tapi.... sebulan sebelum aku menikah dengan Radit, dia me*per*osa aku, dia melakukan nya secara paksa" Rara menceritakan kejadian buruk yang ia alami, Alvian begitu sangat terkejut mendengar hal itu.
"Dan yang lebih gilanya, dia mengirimkan foto-foto itu di malam pernikahan kami. Kakak bisa bayangin kan gimana marah nya Radit saat itu, Farel benar-benar berhasil menghancurkan pernikahan aku sama Radit" Rara menceritakan semuanya kepada Alvian, berapa jahat nya Farel kepadanya.
Alvian benar-benar geram mendengar semua cerita Rara, ia tidak menyangka jika adiknya akan berbuat hal sekeji itu.
"Kenapa kamu gak cerita sama kakak Ra" Tanya Alvian lagi.
__ADS_1
"Aku bingung kak, aku gak tau harus cerita sama siapa, aku gak mau menambah beban pikiran kalian, apalagi kalian masih bersedih atas hilangnya Alma" jelas Rara.
"Maaf kan Kakak Ra... kamu harus menanggung masalah sebesar ini sendiri, kakak udah gagal mendidik Farel, kakak benar-benar malu sama kamu dan juga kakak kamu atas apa yang telah farel lakukan." ucap Alvian merasa bersalah.
"Nggak Kak... Rara mohon tolong jangan ceritakan masalah ini sama kak Maya, jangan sampai kak Maya tau, Rara gak mau membuat kak Maya sedih" pinta Rara.
"Tapi Ra..." Rasanya gak mungkin ia merahasiakan hal sebesar ini dari istrinya, apalagi menyangkut dengan adiknya sendiri.
"Nggak kak, kakak harus janji sama Rara, simpan rapat-rapat masalahnya ini dari kak Maya, Rara gak mau menambah masalah baru dalam keluar kita" Di tengah kerumitan masalah yang tengah ia hadapi, Rara masih sempat memikirkan orang lain. ia tidak ingin menimbulkan huru-hara di dalam keluarga nya, dan memicu keretakan di antara keluarga besar mereka.
"Baiklah kalau begitu, Kakak akan merahasiakan masalah ini dari kakak kamu, kakak juga akan membantu kamu untuk menyelesaikan permasalahan ini"
"Terimakasih kak" akhirnya Rara Mempunyai tempat untuk mengadu, ia benar-benar sudah lelah menanggung beban ini sendirian, hal tersebut membuat perasaan Rara sedikit lega.
Cukup Lama Rara dan Alvian berbicara empat mata, sampai-sampai mereka tidak sadar bahwa malam sudah larut.
Sebenarnya Alvian berniat untuk mengantarkan Rara pulang, tapi Rara menolak, ia tidak mau membuat kakaknya terlalu lama menunggu suaminya pulang, karna ia yakin saat ini Maya pasti sedang cemas menunggu Alvian, sebab Alvian lupa untuk mengabari istrinya, begitupun dengan Rara yang lupa untuk mengabari suaminya.
Sementara itu Radit yang baru saja pulang dari kantor, merasa heran karena tidak menemukan keberadaan Rara, padahal sudah cukup lama Rara mengirimkan pesan kepada nya bahwa ia sudah mau pulang, walaupun dalam pesan tersebut Rara memintanya untuk menjemput nya, tapi Radit pikir jika Rara tidak akan mungkin menunggu nya terlalu lama, Rara pasti akan segera pulang jika ia tidak menjemputnya.
"Kemana dia, kenapa dia belum sampai di rumah" gumam Radit
"Apa dia masih nungguin aku di sana ? tapi bisa aja dia jalan dulu sama teman-teman nya, udah lah gak usah di pikirin, toh dia udah gede udah bisa pulang sendiri" Radit berusaha untuk tidak peduli.
"Tapi kalo dia masih nungguin aku di sana gimana, mana hujan nya deras banget lagi" Ucap Radit lagi, tampak nya ia sangat khawatir dengan istrinya, karena perasaan tidak bisa di bohongi.
Radit langsung mengambil Kunci mobil nya, ia bergegas ke kantor tempat Rara bekerja, menerobos derasnya hujan yang mengguyur jalanan yang ia lalui.
Sesampainya di sana ia segera turun dari mobil, mencari Rara di sekitar kantor, hingga tubuhnya basah kuyup, tapi ia tidak menemukan istrinya di sana.
__ADS_1