CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 70


__ADS_3

Anak-anak panti asuhan langsung berlarian menghampiri Alma ketika Alma di gendong oleh seorang pria, begitupun dengan Bu Ambar yang langsung keluar saat mendengar ada keributan di luar.


"Ya Allah... Alma kenapa" Bu Ambar sangat terkejut melihat Alma tengah berada dalam gendongan seorang pria, dan wajahnya terlihat pucat.


Kemudian Bu Ambar meminta Alvian untuk membawa Alma masuk ke dalam dan membaringkan nya di Sofa.


"Sebenarnya ada apa ini Mas... kenapa anak saya terlihat shock sekali" Tanya Bu Ambar cemas.


"Tadi Alma sedang mengambil Bola di tengah jalan"


"Dan hampir saja mobil saya menabrak Alma"


"Tapi untungnya saya berhasil menghindar"


"Jadi tidak terjadi sesuatu kepada Alma"


"Mungkin Alma masih Shock aja" jelas Alvian.


"Syukurlah gak terjadi apa-apa sama Alma"


"Makasih banyak ya mas... mau nganterin baja saya ke sini" Bu Ambar memeluk Alma seraya mengusap-usap kepalanya.


"Ia Bu sama-sama, lain kali tolong lebih di perhatikan lagi ya anak-anaknya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi" Alvian pun masih shock dengan hal yang ia alami itu.


"Ia mas... maaf atas kelalaian saya" Bu Ambar menyadari kesalahannya.


"Ia Bu tidak apa-apa"


"Saya juga tadi salah, karna saya gak hati-hati bawa mobilnya"


"Oia bu ini ada uang sedikit untuk anak-anak"


"Mohon di terima ya..." Alvian memberikan sejumlah uang kepada Bu Ambar.


"Terimakasih mas..."


"Cantik... Om pulang dulu ya"


"Kamu istirahat ya..." Ucap Alvian kepada Alma.


"Ia Om..." jawab Alma.


"Om janji kapan-kapan om bakalan balik lagi kesini untuk main sama Alma" ucap Alvian lagi


"Ia Om..."


"Makasih ya Om baik, udah nganterin Alma ke sini"

__ADS_1


"Sama-sama cantik" ucap Alvian seraya mengusap pucuk kepala Alma.


Entah kenapa walaupun ia baru pertama kali bertemu dengan anak itu, tapi ia merasa sangat dekat dengan Alma, ia juga merasa jika wajah Alma sangat tidak asing baginya, padahal ia belum pernah bertemu dengan Alma Sebelumya. Rasanya sangat berar meninggalkan tempat itu, kalau saja ia tidak ada urusan penting di kantor, pasti ia akan lebih lama lagi berada di sana.


Mungkin hal itu karna mereka mempunyai ikatan batin yang kuat antara ayah dan anak.


***


Hal yang sama juga di alami oleh Maya, tiba-tiba saja berkas yang ia pegang terjatuh dan berhamburan ke lantai. Perasaannya mendadak tidak enak, dan tiba-tiba teringat kepada Alma.


"Biar saya yang bereskan dok" ucap suster Nina membantu Maya mengambil kertas-kertas tersebut.


"Makasih Sus..." jawab Maya tampak mencemaskan sesuatu.


"Ya Allah ada apa ini... kenapa perasaan ku jadi tidak enak seperti ini, Kenapa tiba-tiba aku teringat dengan Alma" gumam Maya dalam hati.


"Dok... Dokter kenapa, apa Dokter sakit" Tanya Nina saat melihat Maya dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"Ng_ngak sus... saya baik-baik saja"


"Saya hanya sedang memikirkan sesuatu" jawab Maya mencoba untuk tetap tenang.


"Sus... saya pulang duluan ya"


"tolong kamu susun kembali berkas-berkas ini, biar besok pagi saya periksa lagi" ucap Maya seraya membuka jas putih nya dan meletakkannya di sandaran kursi, kemudian ia mengambil tas dan juga kunci mobil yang tergeletak di atas meja, ia pergi dengan tergesa-gesa.


"Bu... saya permisi dulu ya"


"Tentu saja boleh mas... "


"Anda boleh datang kesini kapanpun anda Mau" Jawab Bu Ambar.


"Terimakasih banyak Bu..."


"Kalau ada apa-apa dengan Alma, ibu jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi saya" Alvian sudah memberikan kartu namanya kepada Bu Ambar, setelah itu ia langsung masuk ke dalam mobilnya.


Ketika mobil yang di kendarai Alvian hendak keluar dari panti asuhan, tiba-tiba Maya pun tiba dengan mobilnya, tanpa mereka sadari mobil mereka tberpapasan.


"Maya .. tumben kamu sudah pulang jam segini" Tanya Bu Ambar ketika Maya baru saja keluar dari dalam mobilnya.


"Ia Bu tadi Maya sengaja pulang cepet"


"Ibu sedang apa di sini sendirian" Tanya Maya heran


"Barusan ibu habis nganterin orang yang menolong Alma"


"Memangnya Alma kenapa Bu..." Tanya Maya cemas.

__ADS_1


"Tadi Alma hampir tertabrak mobil laki-laki itu, waktu Alma mau mengambil bola di jalan" jelas Bu Ambar.


"Astaghfirullah... sekarang gimana keadaan Alma, dimana dia sekarang" Maya benar-benar terkejut, ternyata kecemasannya tadi benar-benar terbukti.


"Alma ada di dalam... dia baik-baik aja, sepertinya Alma hanya mengalami shock aja May" jelas Bu Ambar menenangkan Maya.


Maya langsung berlari ke dalam untuk mencari Alma dan melihat keadaannya.


"Alma kamu kenapa sayang..."


"Apa ada yang sakit" tanya Maya seraya memeluk Alma.


"Alma gak apa-apa bunda..." jawab Alma.


"Alma kenapa main ke jalan nak..." tanya Maya penasaran.


"Tadi Alma sedang bermain bola bersama yang lainnya, tapi bola nya menggelinding ke luar"


"Tapi waktu alma mau mengambil bolanya ada mobil dari arah sana"


"Alma takut bunda"


"Untung ada om baik yang menggendong Alma kesini" jelas Alma.


"Syukurlah kamu baik-baik aja sayang..."


"Lain kali kamu gak boleh ya keluar sendiri"


"Kamu harus minta bantuan orang dewasa"


"Ia bunda..."


"Ya sudah kalau gitu, bunda anter kamu ke kamar ya"


"Biar kamu bisa istirahat" Ajak Maya.


Sebenarnya kejadian yang menimpa Alma tadi merupakan bentuk kenakalan dan keisengan yang di lakukan sila dan teman-temannya.


Awalnya mereka mengoper-oper bola dan meminta Alma merebut bola tersebut, namun karna Alma yang paling kecil, jadi alma sangat kesulitan untuk mengejar dan merebut bola tersebut, karna tubuh teman-temannya sedikit lebih besar di bandingkan tubuh mungilnya.


Setelah bosan mengerjai Alma, Sila melempar bolanya ke arah luar dan meminta Alma untuk mengambil bola tersebut, Alma pun menurut saja dengan perintah Sila dan teman-temannya.


Alma mengambil bola tersebut tanpa memperhatikan situasi di sekitarnya, ia tidak menyadari jika ada mobil yang melaju dari arah kanan.


Karna terkejut... gadis cantik itu berteriak seraya menutup kedua matanya ketika mobil yang di kendarai Alvian semakin dekat. Beruntunglah saat itu Alvian masih bisa mengendalikan mobil nya sehingga tidak sampai melukai gadis mungil itu.


Selama ini Alma memang selalu di bully oleh temannya-temannya, menjadi keisengan teman-temannya. Selain karna usia Alma yang paling kecil di antara teman-temannya, Alma juga merupakan anak pendatang baru di panti asuhan tersebut, mungkin mereka menganggap bahwa mereka lebih senior dari pada Alma, jadi mereka bisa melakukan apapun kepada Alma.

__ADS_1


Tapi Alma tidak pernah melawan ataupun membalas perbuatan teman-temannya, ia juga tidak pernah sekalipun melaporkan kenakalan mereka kepada Bu Ambar ataupun Maya, ia tidak mau jika teman-teman nya sampai di hukum. Mungkin Alma mewarisi sifat Maya, yang selalu sabar dan memaafkan kesalahan orang lain.


Mereka melakukan hal tersebut bukanlah tanpa sebab, melainkan karna mereka iri kepada Alma karna selama ini mereka merasa jika Maya sangat menyayangi Alma, dan selalu mengutamakan Alma. selain itu Alma juga selalu menarik perhatian para donatur yang sering datang ke sana, ia selalu saja menjadi pusat perhatian orang-orang, mungkin selain karna Alma cantik, ia juga pintar dan juga lucu, hingga membuat dirinya di sukai oleh banyak orang. Alma juga sering mendapatkan hadiah lebih banyak dan lebih bagus di bandingkan teman-temannya.


__ADS_2