
Tanpa di duga-duga ternyata Farel bertemu dengan Maya di rumah kakak nya, ya Alvian adalah kakak kandung Farel, Farel benar-benar tidak menyangka jika orang yang sangat ia ia rindukan selama tiga hari ini, ternyata ada di rumah kakak kandungnya sendiri.
"Farel... ngapain kamu kesini" tanya Maya bingung, ia benar-benar tidak menyangka bisa bertemu dengan Farel di sini.
"Harusnya aku yang nanya sama kamu, kenapa kamu ada di rumah kakak aku" Ucap Farel lagi.
"kakak ?" Maya bagaikan mendengar petir di siang bolong "jadi Tuan alvian_" ucap Maya tidak percaya.
"Ia... Alvian adalah kakak aku May" jelas Farel.
"May... kamu belum menjawab pertanyaan aku, kamu sedang apa di sini" tanya Alvian lagi.
"A_aku aku kerja di sini El" jawab Maya gugup.
"Kerja ? sejak kapan, kenapa kamu gak cerita sama aku, kenapa kamu menghilang begitu saja kenapa kamu gak menjawab dan membalas pesan aku" ucap Farel dengan segerombol pertanyaan.
"A_aku..." ucap Maya bingung.
"Siapa yang datang May..." Tanya Alvian sambil menghampiri Maya, ia belum melihat wajah adiknya karna terhalang oleh Maya, Maya semakin gugup saat Alvian datang.
"Farel.... ternyata kamu, ada apa malam-malam kesini" ucap Alvian saat melihat Adiknya.
"Mami nyuruh gua nganterin kue ini buat elu" Ucap Farel seraya memberikan kotak kue kepada Alvian.
"Tumben kamu yang nganterin, Biasanya Mami suka nyuruh supir kesini" ucap Alvian seraya mengambil kue tersebut.
__ADS_1
"Supir Mami lagi cuti" jawab Alvian pendek.
"Bang bisa tinggalin kita sebentar gak, gua mau bicara berdua sama Maya" ucap Farel lagi
Alvian mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Farel "Jadi Kalian saling kenal" tanya Alvian penasaran.
"Ia di cewek gua, kita satu kampus" jelas Farel lagi.
Alvian benar-benar terkejut saat mendengar pengakuan Adiknya itu, ia sangat tidak menyangka kalau Maya adalah kekasih Farel, sedangkan Maya tampak menunduk sejak tadi, tampaknya Maya dan Alvian tengah memikirkan hal yang sama
"Baiklah kalau gitu, saya ke kamar dulu" Alvian pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ya Tuhan... bagaimana ini, kenapa bisa kebetulan seperti ini, kenapa harus Farel, kenapa harus dia yang menjadi kekasih Maya, bagaimana bisa aku menodai kekasih Adik aku sendiri, farel pasti akan semakin benci sama aku, hubungan aku dan Farel akan semakin jauh" Alvian semakin merasa bersalah terhadap Farel dan Maya, ia merasa telah menghancurkan kebahagiaan adik ya sendiri, selama ini hubungannya dengan Farel tidak seperti kakak beradik pada umumnya, Farel selalu membenci Alvian, padahal selama ini Alvian selalu berusaha untuk dekat dengan Adiknya itu namun Farel selalu menganggap nya sebagai musuh.
"Waktu itu aku lupa cerita sama kamu tentang hal ini, tapi aku sudah berniat untuk menceritakan semua ini sama kamu" jelas Maya.
"Lupa ? bagaimana mungkin kamu bisa melupakan hal sepenting ini, seharusnya kamu jujur sama aku, aku ini pacar kamu, jadi kamu tidak boleh menyembunyikan apapun dari aku, aku harus tau semua tentang kamu, aku bener-bener kecewa sama kamu" ucap Farel kesal.
"Kenapa? Kamu kaget kalau ternyata aku cuman seorang pembantu, kamu kecewa sama aku, kamu malu dengan status aku, ini yang aku takutkan selama ini, aku takut jika kamu gak bisa menerima status aku, aku sudah menduga jika hal ini akan terjadi, orang kaya seperti kamu gak akan mungkin mau menerima Upik abu seperti aku ini" Akhirnya Maya angkat bicara.
"Bukan gitu May... aku hanya_"ucap Farel bingung.
"Aku tau El... apa yang ada dipikiran kamu saat ini, aku bisa ngerti kok, lebih baik kita akhiri saja hubungan ini, aku bukan wanita yang pantas untuk menjadi kekasih kamu"ucap Maya sambil beranjak dari tempat duduk
"Nggak May... kamu salah, bukan itu maksud aki" ucap Farel seraya meraih tangan Maya, sedangkan Alvian tengah memperhatikan Maya dan Farel dari jendela kamarnya di lantai atas.
__ADS_1
"Sudah lah El... kamu gak perlu merasa tidak enak sama aku, aku cukup tau diri dengan status aku, sebaiknya kita lurus aja El, kita udah gak bisa ngelanjutin hubungan ini" Maya berusaha melepaskan tangan Farel namun Farel tidak membiarkan hal itu terjadi.
"Nggak May... aku gak punya pemikiran seperti itu, aku gak peduli dengan status kamu, aku mencintai kamu apa adanya" ucap Alvian seraya memeluk Maya dari belakang.
Maya terkesiap saat Farel tiba-tiba memeluknya dari belakang, ia masih sangat trauma dengan kejadian malam itu. "Lepasin tangan kamu El" Maya berusaha melepaskan tangan Farel dari tubuhnya, namun Farel tak menghiraukannya.
"Aku minta maaf May... aku gak bermaksud marah-marah sama kamu, aku hanya terkejut melihat kamu berada di rumah kakak aku, selama tiga hari ini aku mencari-cari kamu May, aku kangen sama kamu, rasanya aku hampir gila, dan tiba-tiba aku menemukan kamu di rumah kakak aku, aku benar-benar Shock May" kata-kata Farel mulai melembut.
"Maaf El... maaf kan aku" ucap Maya berusaha menahan air matanya, sebenarnya kata maaf yang Maya ucapkan adalah permintaan maafnya karna tidak bisa jujur terhadap Farel, ia tidak bisa menjaga kesuciannya.
"Nggak May... kamu gak salah, seharusnya aku yang minta karna aku sudah marah-marah sama kamu" Ucap Farel seraya memutar tubuh Maya agar berhadapan dengannya.
"Aku gak peduli May dengan status kamu, aku tulus mencintai kamu, aku sayang sama kamu, aku suka sama kamu apa adanya, kamu percaya sama aku kan May, aku gak mau putus dari kamu May, kamu gak sungguh-sungguhkan dengan ucapan kamu tadi" ucap Farel seraya megang kedua bahu Maya.
Maya benar-benar bingung untuk mengambil keputusan, ia tidak tau harus bagaimana, melanjutkan hubungan ini ? atau mengakhiri nya, mungkin ini adalah kesempatan bagi Maya untuk meninggalkan farel, bagaimana mungkin ia berpacaran dengan adik kandung majikannya sendiri, apalagi telah terjadi sesuatu di antara ia dan majikannya itu.
"May aku mohon May... tolong berikan aku kesempatan sekali lagi, aku gak mau pisah dari kamu, aku gak mau kehilangan kamu,aku bisa benar-benar gila kau kamu ninggalin aku" bujuk Farel lagi, Maya benar-benar semakin bingung, di satu sisi ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Farel namun di sisi lain, ia tidak tega melihat farel memohon-mohon seperti itu, ia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia masih sangat menyayangi Farel.
"El... aku bukan wanita yang baik untuk kamu, masih banyak wanita di luar sana yang lebih pantas untuk menjadi kekasih kamu" ucap Maya lirih.
"Nggak May aku gak peduli dengan semua itu, aku siap menerima semua kelebihan dan kekurangan kamu, aku tulus mencintai kamu, aku yakin kalau kamu juga masih mencintai aku, kamu gak bisa membohongi perasaan kamu sendiri, kamu mau kan melanjutkan hubungan kita lagi" ucap Farel dengan penuh harap seraya menggenggam kedua tangan Maya.
Cukup lama Maya terdiam dan memikirkan semua ini, ia sungguh tidak tega melihat wajah Farel yang benar-benar tulus mencintainya "Ia aku mau" ucap Maya akhirnya memutuskan untuk menerima kembali Farel menjadi kekasihnya.
"maksih May... makasih" ucap Farel tersenyum bahagia seraya mencium tangan Maya bertubi-tubi, dan kemudian ia memeluk tubuh Maya, namun saat Maya melihat ke atas, tatapannya bertemu dengan Alvian yang tengah menatapnya dari kejauhan.
__ADS_1