CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN
Episode 77


__ADS_3

Malam ini merupakan jadwal pertemuan Rara dengan Farel, seperti yang telah mereka sepakati tempo hari, bahwa Rara harus datang bersama pacarnya, namun Farel merubah tempat pertemuan mereka, ia meminta Rara untuk datang ke club' tempat Rara bekerja dulu, tapi Rara menolak, ia tidak mau bertemu di tempat itu dengan berbagai alasan, hingga akhirnya Farel mengalah dan memilih club yang lain.


Selama dua hari itu, Rara dan Radit sudah berlatih dengan maksimal untuk menjadi sepasang kekasih sesungguhnya, dari mulai cara bicara mereka, dan juga sikap mereka satu sama lain, yang harus bersikap romantis. Bahkan saat makan pun mereka belajar suap-suapan layaknya sejoli yang di mabuk cinta . Bahkan Dokter Diana dan Raka pun sempat mengira bahwa mereka berdua memang pacaran. Mereka sangat kecewa saat mengetahui bahwa semua itu hanya setingan.


Tentunya hal tersebut sangatlah sulit bagi Radit, sebab ia harus bisa menahan perasaannya, agar ia tidak terbawa oleh perasaan, karna sering kali ia terhanyut oleh sandiwara tersebut.


Dan puncaknya ketika melihat Rara berdandan sangat cantik untuk datang ke club' yang di sebutkan oleh Farel, ia benar-benar terpesona melihat penampilan Rara yang berbeda dari biasanya.


"Dit lo kenapa bengong" Tanya Rara ketika Radit tengah menunggu nya di samping mobil.


"Kaya gak pernah liat cewek cantik aja" ucap Rara memuji dirinya sendiri.


"Cantik dari mananya... Gue cuman heran aja, ternyata Lo bisa juga dandan kaya cewek" seperti biasa, Radit mulai menyembunyikan perasaannya.


"Emangnya selama ini gue apaan, bencong ?" ucap Rara kesal


"Lu kan emang setengah cewek setengah cowok" Ledek Radit, sebab selama ini Rara memang terkesan tomboi, dan juga nyablak dalam berbicara, tidak ada feminim nya sama sekali.


"Enak aja Lo... gue ini cewek asli, bukan cewek jadi-jadian"


"Udah ah ayo buruan berangkat nanti keburu malem"


"Kita ngomong nya pake aku kamu lagi ya"


"Oia kamu juga keren malam ini" puji Rara sebelum naik ke dalam mobil.


"Baru sadar ya kamu kalau aku keren"


"Ya sudah ayo kita pergi sekarang"


"Eitt tunggu dulu" Pekik Rara.


"Apaan lagi sih Ra... katanya mau cepet-cepet berangkat" tanya Radit penasaran.


"Bukain dong sayang pintunya, biar romantis kaya orang-orang" Ucap Rara manja.


"Ya ampun ribet banget sih Ra..." gerutu Radit.


"Kan biar totalitas" jawab Rara lagi


"ya udah..." akhirnya Farel membukakan pintu mobil untuk Rara.


"silahkan masuk princess...." ucap Farel dengan setengah membungkuk.


"Makasih sayang..."


Saat mereka sampai di parkiran Club' pun, Radit melakukan hal yang sama dengan membukakan pintu mobilnya, bahkan Radit mengulurkan tangannya saat Rara hendak turun dari mobil. mereka berjalan sambil bergandengan tangan, agar terlihat mesra.


ketika Rara dan Radit masuk ke dalam club tersebut, ternyata Farel sudah datang terlebih dahulu, tampaknya ia sudah tidak sabar untuk bertemu Rara. Walaupun hanya melihat punggungnya saja, tapi Rara sudah bisa mengenalinya bahwa itu adalah farel.


"Yang mana mantan kamu Ra" tanya Radit penasaran.


"Itu yang pake baju hitam" tunjuk Rara kepada seorang pria yang tengah memunggunginya.


" Ya udah ayo kita samperin dia" Rara masih melingkarkan tangannya di lengan Radit.


"Hai El..." ucap Rara ketika ia tiba di meja Farel, dan Seketika Farel pun menoleh.

__ADS_1


"Adit" ucap Farel terkejut.


"Farel" jawab Radit tak kalah terkejutnya, ternyata mereka berdua saling mengenal.


"Kalian saling kenal" tanya Rara heran.


"Ia... dia temen SMA gue" jelas Farel.


"Jadi dia pacar Lo yang sekarang" tanya Farel dengan seringai tipis di bibirnya.


"Memangnya kenapa kalo gue cowok nya Rara, Lo mau ngerebut cewek gue lagi kaya dulu" ucap Radit sinis.


"Wow wow wow, santai dulu men, jangan ngegas gitu dong" ucap Farel yang masih tersenyum.


"Tunggu-tunggu... Sebenarnya ini ada apa sih" Rara semakin bingung, sebab seperti nya ada sesuatu di antara mereka.


"Gak ada apa-apa Ra... itu cuman masa lalu, sebaiknya kalian duduk" Ucap Farel mencoba mengalihkan pembicaraan.


Dulu Farel Radit dan juga Bagas yang merupakan atasan Rara di kantor, merupakan teman dekat Saat SMA, mereka bertiga sangat populer di sekolahnya dulu, karna selain tampan, mereka juga terlahir dari keluarga kaya raya, sehingga banyak yang menginginkan menjadi pacar mereka, namun pertemanan mereka bertiga harus hancur gara-gara kekasih Radit berselingkuh dengan Farel, sahabat dekatnyanya sendiri.


Sejak saat itu lah Radit sangat membenci farel, ia tidak pernah menganggap farel sebagai sahabatnya, begitupun dengan Bagas yang saat itu memihak kepada Radit.


Semenjak kejadian itu Radit tidak pernah lagi mau berpacaran, dan menutup hatinya dari perempuan, tapi hal tersebut berubah semenjak ia mengenal Rara, perlahan hatinya mencair saat dekat dengan Rara.


"Jadi sejak kapan kalian pacaran" tanya Farel tampak santai.


"Bukan urusan Lo... yang pasti sekarang gua udah punya cowo, jadi mulai sekarang Lo gak usah gangguin gue lagi" Tegas Rara.


"Gak semudah itu Ra... Lo harus kasih bukti dulu ke gue kalo Lo emang bener-bener pacaran sama Adit"


"Enak aja pacaran setingan" Rara langsung membantah ucapan Farel.


"Kita pacaran beneran kan sayang" ucap Rara menyandarkan kepalanya di lengan Radit.


"Memangnya Lo mau bukti apa dari kita ?" Tanya Radit tanpa basa-basi


"Gua heran sama Lo El, kenapa sih lo terus menerus ngejar-ngejar Rara, padahal udah jelas-jelas dia udah gak mau sama Lo"


"Lo tau kan Dit... dari dulu gua itu gak pernah nyerah buat dapetin apa yang gua mau" jawab Farel.


"Termasuk ngerebut cewek temen lu sendiri" sindir Radit.


"Come on Dit... Udah lah gak usah di bahas lagi, itu cuman masa lalu"


"Atau Lo emang belom bisa move on dari Sasya, trus perasaan Lo ke Rara gimana ?"


"Biasanya cewek itu paling sensitif kalo bahas tentang mantan"


"Gua jadi makin curiga, kalo kalian memang pura-pura pacaran" ucap Farel selalu menyudutkan Radit.


"Itu bukan urusan Lo"


"Buruan bilang sekarang, Lo mau bukti apa dari gua"


"Biar urusan kita cepet selesai" Terlihat jelas dari raut wajah Radit bahwa ia masih menyimpan dendam kepada Farel.


"Ok ok"

__ADS_1


"Permintaan gua gak muluk-muluk kok"


"Gua cuman mau Lo cium Rara di depan gua" jelas Farel.


"What... " Ucap Rara kaget.


"Udah gila Lo El"


"Ini di tempat umum" bentak Radit.


"Kenapa ? "


"Kalian keberatan... "


"Memangnya kenapa kalo ini tempat umum, toh hal kaya gitu udah biasa sekarang" ucap Farel terkesan meremehkan mereka berdua.


"Gak, gue gak mau ngelakuin permintaan konyol Lo itu" tolak Radit.


"Gua udah bisa tebak jawaban Lo Dit"


"Karna gua tau betul gimana karakter lo dari dulu"


"Sekarang gua juga semakin yakin kalo kalian memang pura-pura pacaran"


"Jadi gak ada alesan buat gue, untuk jauhin Rara" Ucap Farel dengan senyum kemenangan. Berbeda dengan Radit dan Rara yang tampak kesal dengan Ucapan Farel.


"Dit" Ucap Rara tiba-tiba, spontan Radit pun menoleh kepadanya, Namun ternyata Rara melakukan hal yang tidak terduga, ia meraih tengkuk leher Radit dan membenamkan bibir ke bibir Radit beberapa saat, tentu saja hal itu membuat Radit terbelalak, tapi setelah itu Radit pun mulai membalasnya.


Hal yang sama juga di rasakan farel, ia juga tak kalah terkejut seperti Radit, ia tidak menyangka jika Rara dan Farel mau menerima tantangannya, padahal ia sangat yakin bahwa mereka berdua tidak akan mau melakukan hal itu. Hingga akhirnya Farel pergi dari tempat itu dengan perasaan kesal, sekaligus dengan dada yang terasa sangat sesak.


Setelah Farel pergi, Rara pun segera mengakhiri tautan bibirnya. namun setelah itu sikap keduanya menjadi canggung.


"Gu_gue minta maaf Dit... gue terpaksa Ngelakuin hal barusan"


"Gue gak punya pilihan lain"


"Lo jangan marah ya sama gue"


"Kita lupain aja ya, anggap aja hal itu gak pernah terjadi" Ucap Rara merasa telah lancang melakukan hal seperti itu.


"Setelah apa yang dia lakukan barusan ke gue"


"Enak banget dia minta gue buat ngelupain begitu aja"


"Gak tau apa kalo jantung gue udah mau loncat" gumam Radit dalam hati.


"Dit... kok Lo diem aja sih"


"Lo marah sama gue"


"Maafin gue ya"


"Gue janji gue gak bakalan Ngelakuin hal kaya gitu lagi"


"Ng-nggak... gue gak marah kok"


"Udah yu ah kita balik sekarang" ucap Radit mengalihkan pembicaraan, dan menetralisir ke canggungnya.

__ADS_1


__ADS_2